Fakta Fakta Menarik Seputar Piala Dunia 2014 Di Brasil

Gelaran Piala Dunia 2014 yang berlangsung di Brasil sudah berakhir, dan pemenangnya adalah Jerman, sang wakil Eropa, usai menundukkan Argentina 1-0 di partai puncak di Rio de Janeiro, Senin (14/7) dinihari WIB. Gol tunggal Mario Gotze di babak tambahan waktu sudah cukup buat Jerman untuk menambah koleksi gelar mereka menjadi empat kali. Pasukan Joachim Low itu menjadi tim Eropa pertama yang bisa menang di tanah Amerika Latin. Kutukan mampu ditaklukkan!

Untuk menyertai berakhirnya gelaran turnamen terakbar di dunia itu, Goal Indonesia menyajikan untuk serba-serbi Piala Dunia 2014 dari A hingga Z berikut ini…

Asia – Empat tim asal Asia gagal meraih satu pun kemenangan di Brasil, dan ini untuk pertama kalinya tim asal Asia tidak mampu menang di Piala Dunia sejak 1990. Australia, Korea, Jepang, dan Iran hanya mampu maksimal meraih tiga hasil imbang di antara mereka. Semua tim itu finis di dasar klasemen di grup mereka.

Bite (gigitan) – Penyerang Uruguay Luis Suarez mendapat sanksi empat bulan dari aktivitas di dunia sepakbola dan sembilan pertandingan internasional setelah melakukan tindakan gegabah dengan menggigit pundak bek Italia Giorgio Chiellini. Peristiwa ini paling banyak dibicarakan selama Piala Dunia 2014 berlangsung.

Cash – Para pemain Ghana menginginkan bayaran untuk mereka bermain di Piala Dunia cepat dibayar sehingga presiden John Mahama mengirim jutaan dolar ke Brasilia untuk meredkana kondisi sebelum skuat melakoni pertandingan kontra Portugal. Ada gambar yang menunjukkan ciuman terhadap tumpukan uang ketika kedatangan sang presiden. Ghana kalah di tangan Portugal dan harus tersingkir di fase grup.

Dilma – Aksi di lapangan di Brasil merupakan di antara momen-momen terbaik selama perhelatan Piala Dunia 2014, namun masalah seputar organisasi turnamen tidak bisa dilupakan. Presiden Brasil Dilma Russeff bersama pemimpin FIFA Sepp Blatter terus dikecam oleh banyak warga di sana, yang marah karena belanja penyelenggaraan Piala Dunia yang menghabiskan lebih dari £6 juta di saat negara sedang mengalami krisis ekonomi.

Evaluasi – Rekor kekalahan di Piala Dunia, sebagai kekalahan pertama di pertandingan kandang kompetitif dalam 39 tahun, bukan berarti sebagai akhir dari segalanya di Brasil. Kekalahan 7-1 di semi-final di Belo Horizonte di tangan Jerman membuat bangsa mereka berkabung dan meminta adanya evaluasi dan perbaikan terhadap kompetisi domestik.

Fans – Kondisi stadion-stadion yang sepi di Afrika Selatan empat tahun lalu tidak terulang lagi di Brasil karena fans berbondong-bondong datang dari seantero dunia untuk menyaksikan pertandingan secara langsung. Mayoritas fans berasal dari Argentina, Cili, dan Kolombia. Para fans Brasil juga sangat antusias sehingga menjadikan turnamen itu sebagai paling populer kedua dalam sejarah, kalau dihitung dari jumlah rata-rata yang hadir.

Gol – Putaran grup dalam kondisi full team. Fase grup memang menghasilkan gol yang lebih sedikit, namun serangan dari 32 tim menghasilkan 171 gol, memiliki rekor yang sama dengan di Prancis pada 1998.

Howard – Kiper Amerika Serikat Tim Howard melakukan rekor 16 kali penyelamatan di pertandingan babak 16 besar lawan Belgia. Namun, ia gagal membawa timnya lolos karena sang rival yang berhak melenggang ke babak perempat-final.
Invasi – Fans mampu lolos dari penjagaan keamanan dan lari masuk ke dalam lapangan ketika pertandingan grup antara Ghana dan Jerman dan di babak 16 besar yang melibatkan Amerika Serikat dan Belgia. Ada sekitar 200 fans Cili yang melakukan sedikit kerusuhan di media centre di Stadion Maracana sebelum tim kesayangan mereka menang atas Spanyol.

Jerman – Jerman berhasil mematahkan mitos tidak ada tim Eropa yang bisa juara di tanah Amerika Latin dan mereka mampu mengumpulkan gelar keempat usai menundukkan Argentina 1-0 lewat perpanjangan waktu. Gol tunggal dicetak Gotze.

Klose – Striker senior Jerman Miroslav Klose mampu mencetak golnya ke-16 di Piala Dunia, melampaui rekor 16 gol milik legenda Brasil Ronaldo. Gol pertamanya di Piala Dunia 2014 tercipta ketika tim bermain imbang lawan Ghana, sementara gol keduanya terjadi ketika Der Panser menghabisi Brasil 7-1 di semi-final.

Lotto – Kosta Rika merupakan satu-satunya timnas di Piala Dunia 2014 yang mengenakan kostum sponsor dari perusahaan pakaian olahraga asal Italia ini. Kosta Rika bahkan bisa melaju ke babak perempat-final untuk pertama kalinya dalam sejarah. Meski berstatus sebagai kuda hitam, mereka mampu memuncaki Grup D dengan mengalahkan Uruguay dan Italia, dan kemudian menyingkirkan Yunani di babak 16 besar lewat adu penalti.

Messi – Meski gagal membawa Argentina menjadi juara karena kalah 1-0 di tangan Jerman lewat perpanjangan waktu, namun Leo berhasil mendapat penghargaan individual, yakni Bola Emas, sebagai pemain terbaik di turnamen ini.

Neymar – Pemain Brasil pemilik kostum nomor sepuluh ini mencetak empat gol dari empat pertandingan dalam kondisi ekspektasi tinggi agar timnas bisa meraih gelar keenam dan yang pertama di kandang sendiri. Namun, sang striker hanya bisa tampil hingga babak delapan besar ketika ia mengalami cedera vertebra usai mendapat hadangan keras dari Juan Zuniga ketika lawan Kolombia.

Oldest (tertua) – Kiper Kolombia Faryd Mondragon mencatatkan rekor sebagai pemain tertua yang ikut ambil bagian di Piala Dunia ketika pemain berusia 43 tahun itu masuk dari bangku cadangan saat menang 4-1 atas Jepang di Grup C.
Penalti – Empat pertandingan harus diselesaikan lewat adu penalti. Kosta Rika mampu memenangi adu tos-tosan lawan Yunani sehingga mereka lolos ke perempat-final, namun akhirnya kalah di tangan Belanda melalui cara yang sama di babak delapan besar.

Queiroz – Pelatih Iran Carlos Queiroz mengundurkan diri usai Piala Dunia. Pelatih asal Portugal ini tidak senang dengan kurangnya dukungan keuangan dari pemerintah, yang sebagian besar diakibatkan karena pembatasan politik yang terjadi di negara itu. Meski begitu, Federasi Sepakbola Iran sempat menawarinya sebuah kontrak baru.

Rodriguez – Penyerang muda Kolombia itu tampil gemilang di Piala Dunia 2014 dengan finis sebagai pencetak gol terbanyak (enam gol dari lima pertandingan) dan mengantarkan timnya melaju hingga perempat-final. Ia akhirnya mendapat Sepatu Emas atas prestasinya itu.

Spanyol – Sang juara bertahan datang ke Brasil dengan ambisi bisa mempertahankan gelar yang diraih empat tahun lalu dan memenangi empat kejuaraan secara berturut-turut. Namun, ambisi itu sirna karena pasukan Vicente del Bosque itu tersingkir di fase grup akibat kalah 5-1 di tangan Belanda dan 2-0 dari Cili.

Teknologi – Teknologi garis gawang dilakukan untuk pertama kalinya di ajang Piala Dunia. Prancis menjadi tim pertama yang mendapat manfaat dengan penggunaan alat ini ketika kiper Honduras menepis bola rebound dari mistar gawang setelah melewati garis. Bisa saja sang kiper lolos dari kejadian ini, namun berkat perusahaan asal Jerman, GoalControl, semuanya menjadi jelas.

Underdogs – Tim-tim yang di atas kertas tidak diunggulkan justru membuktikan kalau mereka bisa mengimbangi permainan lawan yang memiliki kualitas lebih baik. Kosta Rika menjuarai Grup D, Cili bisa bersaing dengan Spanyol di Grup B, dan Amerika Serikat yang memenangi persaingan merebut tiket 16 besar dengan Portugal di Grup G.

Vanishing spray – Untuk pertama kalinya di Piala Dunia, penanda berwarna putih yang disempotkan wasit ketika terjadi tendangan bebas sebagai tempat dilakukannya eksekusi dan berdirinya pagar hidup. Ini dilakukan agar pemain tidak melakukan manipulasi soal posisi.

Water break – Temperatur yang cukup panas menyebabkan para pemain kehilangan tenaga dalam kondisi kelembaban tinggi. FIFA melakukan water break pertama, yaitu setelah 30 menit di pertandingan ketika Belanda menang 2-1 atas Meksiko di babak 16 besar di Fortaleza.

Xherdan Shaqiri – Gelandang swiss ini mencetak hat-trick ketika timnya menang atas Honduras di Grup E. Itu merupakan hat-trick ke-50 sepanjang sejarah Piala Dunia dan yang kedua di turnamen di Brasil setelah Thomas Muller melakukan untuk Brasil ketika Jerman menang 4-0 atas Portugal.

Yuichi Nishimura – Wasit asal Jepang ini menjadi pusat perhatian kontroversi yang pertama di Piala Dunia 2014 ketika ia menghadiahi penalti untuk Brasil di pertandingan di Grup A kontra Kroasia. Saat itu kedudukan sedang imbang 1-1 ketika Fred secara teatrikal terjatuh di kotak terlarang dan Nishimura langsung menunjuk titik putih. Pelatih Kroasia Nico Kovac sampai dibuat bingung.

Zuniga – Bek Kolombia Juan Zuniga menjadi musuh nomor satu Brasil karena dengan ceroboh mendorong lututnya ke arah punggung Neymar sehingga sang striker harus mengalami cedera vertebra dan menyudahi Piala Dunia lebih dini.

Jerman Juara Piala Dunia 2014 dan Pecahkan Sejumlah Rekor

Jerman memastikan diri keluar sebagai kampiun Piala Dunia 2014 setelah berhasil mengalahkan Argentina 1-0 pada laga final di Stadion Maracana, Minggu atau Senin (14/7/2014) dini hari WIB. Gol tunggal kemenangan Jerman dicetak Mario Goetze pada menit ke-113. Jerman dan Argentina memainkan babak tambahan setelah bermain imbang tanpa gol hingga babak normal. Keberhasilan ini pun membuat Jerman mencatat sejarah baru dalam perhelatan Piala Dunia. Jerman kini menjadi satu-satunya tim Eropa yang berhasil menjuarai Piala Dunia di Amerika Selatan. Pada pertandingan ini sebenarnya kedua tim memainkan komposisi terbaiknya. Hanya gelandang Jerman, Sami Khedira, yang harus absen karena mengalami cedera saat melakukan pemanasan sebelum pertandingan.

Pelatih Jerman, Joachim Loew, memasukkan nama Christoph Kramer untuk menggantikan posisi Kheidira yang sebelumnya berada dalam line-up skuad Der Panzer. Sementara itu, gelandang andalan Argentina, Angel Di Maria, tetap tidak bermain dalam laga final karena belum pulih dari cedera. Jerman mencoba mengambil alih permainan sejak menit-menit awal. Namun, Argentina juga bukan tanpa serangan karena mereka beberapa kali mampu membuat barisan pertahanan Jerman kerepotan. Ini misalnya pada menit keempat, saat Argentina menusuk jantung pertahanan Jerman lewat serangan balik yang dikreasi Gonzalo Higuain. Sayang, peluang itu terbuang sia-sia karena tidak ada pemain yang menyambut umpan silang Higuain dari sisi kanan pertahanan Jerman.

Pada menit ke-22, Argentina kembali mendapatkan peluang emas. Kesempatan itu berawal dari blunder Toni Kroos yang ingin melakukan back-pass ke barisan belakang. Namun, bola umpannya itu justru mengarah ke Higuain. Higuain yang berdiri bebas tanpa pengawalan bek Jerman lalu menggiring bola ke dalam kotak penalti. Sayang, bola tendangannya masih melenceng ke sisi kanan tiang gawang Jerman yang dikawal kiper Manuel Neuer.

Selama paruh pertama, Jerman tampak kesulitan menembus rapatnya berisan belakang Argentina, sementara Lionel Messi dan kawan-kawan terlihat lebih efektif dalam melakukan serangan balik. Bahkan, pada menit ke-30, Argentina sebenarnya mampu menceploskan bola ke gawang Jerman melalui torehan Higuain. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena hakim garis melihat Higuain lebih dulu berada di posisi offside saat menerima umpan Ezequiel Lavezzi.

Peluang terbaik Jerman diciptakan Andre Schuerrle pada menit ke-36. Pemain yang baru masuk menggantikan Kramer itu melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Akan tetapi, bola tendangannya masih dapat ditepis oleh kiper Argentina, Sergio Romero. Pada injury time, Der Panzer kembali mendapatkan peluang. Namun, kali ini giliran Benedikt Hoewedes yang gagal karena sundulannya, yang memanfaatkan bola umpan tendangan pojok Kroos, masih membentur tiang gawang.

Selepas turun minum, Argentina kembali mengancam melalui aksi Messi. Beruntung bagi Jerman, bola tendangan Messi dari dalam kotak penalti masih menyamping tipis di sisi kanan gawang Jerman. Sepanjang babak kedua, kedua tim tampak saling menyerang. Namun, mereka lebih sering memainkan bola di lapangan tengah. Tempo pertandingan pun sedikit melambat ketimbang babak pertama.

Pada menit ke-80, Jerman membalas. Sayang, bola tendangan Kroos dari luar kotak penalti seusai menerima umpan silang Mesut Oezil masih belum menemui sasaran karena melenceng di sisi kiri gawang Argentina. Pada babak tambahan, tempo pertandingan masih berjalan lambat. Meski begitu, beberapa kali Jerman dan Argentina mempunyai peluang emas untuk saling membobol gawang. Gol yang ditunggu-tunggu publik Jerman pun akhirnya tiba setelah Goetze mencetak gol indah untuk membuat timnya unggul pada menit ke-113. Gol itu berawal dari aksi Andre Schuerrle di sisi kiri pertahanan Argentina. Ia kemudian memberikan umpan silang ke tengah kotak penalti. Goetze langsung mengontrol umpan tersebut sebelum melepaskannya dengan tendangan keras yang masuk ke pojok kiri gawang Argentina. Skor 1-0 untuk Jerman pun akhirnya bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Sepanjang pertandingan, menurut catatan FIFA, Jerman menguasai bola sebanyak 60 persen dan melepaskan tujuh tembakan akurat dari 10 usaha. Adapun Argentina menciptakan 2 peluang emas dari 9 percobaan.

Susunan pemain
Jerman: 1-Manuel Neuer; 16-Philipp Lahm (kapten), Mats Hummels, 20-Jerome Boateng, 4-Benedikt Hoewedes; 7-Bastian Schweinsteiger, 23-Christoph Kramer (9-Andre Schuerrle 32), 18-Toni Kroos; 8-Mesut Oezil, 13-Thomas Mueller; 11-Miroslav Klose (19-Mario Goetze 88)
Pelatih: Joachim Loew

Argentina: 1-Sergio Romero; 4-Pablo Zabaleta, 15-Martin Demichelis, 2-Ezequiel Garay, 16-Marcos Rojo; 6-Lucas Biglia, 14-Javier Mascherano, 8-Enzo Perez (5-Fernando Gago 86); 10-Lionel Messi (kapten), 22-Ezequiel Lavezzi (20-Sergio Aguero 45); 9-Gonzalo Higuain (18-Rodrigo Palacio 78)
Pelatih: Alejandro Sabella

Wasit: Nicola Rizzoli (Italia)

Jerman baru saja memastikan diri sebagai juara Piala Dunia 2014, di Brasil. Ini adalah prestasi tertinggi keempat Jerman sebagai juara dunia. Sebelumnya, Der Panzer menjadi juara pada 1954, 1974 dan 1990. Selain menjadi negara Eropa kedua setelah Italia, yang mengumpulkan empat trofi juara dunia, Jerman menjadi negara Benua Biru pertama yang menaklukan benua Amerika. Sebelumnya, belum ada negara Eropa yang bisa menjadi juara selama Piala Dunia digelar di daratan Amerika.

Piala Dunia pertama pada 1930 di Uruguay, dimenangkan oleh tuan rumah Uruguay. Lalu Piala Dunia 1950 di Brasil, dimenangkan juga oleh Uruguay. Piala Dunia 1962 di Cile, dimenangkan oleh Brasil yang mengalahkan Cekoslovakia 3-1 di final. Sementara di Piala Dunia 1970 di Meksiko, Brasil menjadi juara dengan membungkam Italia 4-1. Dilanjutkan Piala Dunia 1978 di Argentina, dimenangkan oleh tuan rumah Argentina dengan mengalahkan Belanda 3-1 di final.

Piala Dunia 1986 kembali digelar di Meksiko, dan dimenangkan Argentina yang mengalahkan Jerman Barat 3-2. Piala Dunia 1994 dilangsungkan di Amerika Serikat dan dimenangkan oleh Brasil, yang mengalahkan Italia melalui babak adu penalti. Jerman akhirnya mentahbiskan diri sebagai negara Eropa perdana yang menguasai benua Amerika, dengan membungkam Argentina 1-0, melalui gol tunggal yang dicetak pemain pengganti Mario Gotze di menit 113.Tim nasional Jerman menjuarai Piala Dunia setelah mengalahkan Argentina 1-0 pada laga final di Estadio do Maracana, Minggu (13/7/2014).

Bagi Miroslav Klose, pertandingan itu mungkin menjadi laga internasional terakhir, mengingat usianya yang sudah 36 tahun. Namun, apa pun yang terjadi, Klose akan meninggalkan turnamen ini sebagai pemain terbesar dalam sejarah sepak bola Jerman dan Piala Dunia. Sepanjang Piala Dunia ini, Klose mencetak dua gol dan itu menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, dengan 16 gol.

Selain itu, Klose juga menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah yang mengoleksi empat medali Piala Dunia, dan semuanya diraih secara berturut-turut. Pada 2002, Klose meraih medali perak, setelah Jerman kalah 0-2 dari Brasil saat final. Empat tahun kemudian, Klose meraih medali perunggu setelah membantu Jerman mengalahkan Portugal 3-1 pada perebutan tempat ketiga. Pada Piala Dunia 2010, Klose kembali mendapatkan medali perunggu setelah Jerman menang 3-2 atas Uruguay pada laga perebutan tempat ketiga. Kini, Klose memiliki medali emas.

Meski sejak lama mengidolakan penyerang Argentina Lionel Messi, vokalis Andien Aisyah mengaku menjagokan Jerman, untuk memenangi laga final Piala Dunia, yang tengah berlangsung di Estadio do Maracana. “Sebenarnya kalau saya pribadi sudah ngefans sama Messi sejak lama, tapi malam ini kalau lihat track record Jerman kayaknya lebih condong ke Jerman,” komentar Andien saat menjadi bintang tamu program Piala Dunia yang disiarkan stasiun televisi swasta Indonesia, Senin dini hari.

Andien berpaling dari Argentina dengan alasan bahwa pelatih Jerman, Joachim Loew optimis Thomas Mueller dan kawan-kawan akan mematahkan mistos yang menyebut tim dari Eropa selalu sulit untuk juara jika berlaga di Amerika Latin. “Aku ngelihatnya dari pelatih Jerman (Joachim Loew), dia bilang, ‘We gonna make a history’. Kayaknya malam ini Jerman akan bikin sejarah di Eropa,” kata Andien. Jerman dan Argentina sama-sama memiliki peluang untuk merebut gelar juara Piala Dunia 2014. Bagi Andien, selain saling beradu taktik, Der Panzer dan Tim Tanggo akan beradu mental.

“Mungkin selain tactical, ini menurut aku perang mental. Seperti Argentina yang sekarang underdog, tapi mereka hampir punya 10000 supporter. Tapi karena (pendukung tuan rumah) Brasil secara quote and quote punya dendam pribadi ke Argentina jadi mereka akan dukung Jerman,” kata Andien. “Selain strategi dan pola, menurut aku begitu keadannya,” lanjutnya.

Kedua negara saling pernah mengalahkan di partai final. Pada 1986 di Meksiko, Argentina meraih trofi setelah mengandaskan harapan Jerman Barat dengan skor 3-2. Bagaimana komentar Andien? “Saya rasa ini menjadi penantian panjang kedua tim karena di 1986 masing-masing saling berhadapan dan sekarang mereka berupaya membuktikan yang terbaik untuk membuat sejarah,” ujarnya. Kedua negara telah bertemu sebanyak 20 kali dengan catatan Argentina menang sembilan kali, lima kali seri, dan Jerman menang enam kali.

Ketika Mario Goetze mencetak gol kemenangan Jerman, Stadion Maracana bergemuruh karena nyanyian. Bukan dalam bahasa Jerman, melainkan Portugis. Kemenangan Jerman atas Argentina dalam final Piala Dunia 2014 disambut dengan rasa lega dan gembira, salah satunya justru oleh para pendukung tim tuan rumah Brasil. Mereka yang telah telanjur membeli karcis pertandingan final memang tidak rela jika menyaksikan tetangga mereka, Argentina, mengangkat trofi Piala Dunia.

Kebencian atau persaingan dengan Argentina di arena Piala Dunia membuat rakyat Brasil melupakan kekalahan 1-7 dari Jerman pada babak semifinal, dan memilih mendukung tim Panzer saat final. “Jerman akhirnya membawa kebahagiaan buat rakyat Brasil,” kata Pedro Cozzolimo (27), seorang pengacara dari Rio de Janeiro. Ia datang ke Maracana dengan mengenakan kostum timnas Jerman yang berwarna merah dan hitam.

Kebencian rakyat Brasil terhadap Argentina diperparah dengan hasil yang mereka capai pada Piala Dunia. Setelah Argentina memastikan diri ke final, para pendukung Argentina secara terang-terangan menghina rakyat Brasil. Sekitar 100.000 pendukung timnas Argentina datang ke Brasil setelah negara tersebut memastikan diri lolos ke final. Sebagian besar dari mereka datang dengan jalan darat dan tak memiliki karcis.

Banyak dari mereka mendirikan tenda di Pantai Copacabana atau wilayah Sambodromo di Rio de Janeiro. Ratusan dari para pendukung ini berkeliaran di jalan-jalan kota Rio dan mengejek para penduduk. Mereka bernyanyi, “Kami telah menguasai Brasil, orang-orang Brasil ketakutan.” Setelah final, warga Brasil dan Jerman saling berpelukan. Warga Jerman mengatakan, mereka ingin timnya memenangi turnamen untuk sang tuan rumah.

“Kami tidak pernah ingin Argentina menang di sini, di Brasil. Tidak akan,” kata Cassio Conceicao (51), yang memakai jersey Flamengo. “Jerman menghargai kami, walaupun mereka menghancurkan kami,” kata dia. Fans Flamengo lainnya mengatakan, Argentina seharusnya sudah puas karena mempunyai Paus Fransiskus. “Mereka mempunyai Paus terbaik, Paus yang luar biasa. Itu cukup,” kata Barbara Dias, yang menonton laga final dengan suaminya, Diago.

Publik Jerman antusias menyaksikan pertandingan final antara timnas Jerman dan Argentina, yang digelar di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Senin (14/7/2014) dini hari WIB. Pendukung Jerman, yang tidak bisa menyaksikan tim Panser secara langsung di Brasil, berkumpul dan nonton bareng di kota-kota besar, antara lain Berlin. Terlihat lautan manusia tumpah ruah untuk menonton langsung pertandingan pamungkas Piala Dunia 2014.

Sedikitnya, 200.000 pendukung Jerman berkumpul di Brandenburg Gate, Berlin. Sampai berita ini diturunkan, pendukung skuad asuhan Joachim Loew ini sedang berharap-harap cemas karena laga masih berakhir tanpa gol sampai 90 menit waktu normal. Jerman masih belum bisa mencetak gol, dan baru beberapa kali mengancam gawang Argentina. Sebaliknya, tim Tango sempat membuat publik Jerman terdiam melalui gol Gonzalo Higuain pada babak pertama, meskipun akhirnya dianulir wasit karena Higuain sudah dalam posisi offside.

Fakta dan Analisa Kemenangan Jerman Atas Brazil Hingga Skor 7-1

Jerman memastikan langkah mereka ke babak final Piala Dunia 2014 usai mencukur tuan rumah Brasil dengan skor telak 7-1 di Estadio Mineirao, Rabu (9/7/2014) dini hari. Jerman akan menantang pemenang antara Belanda melawan Argentina pada partai puncak di Maracana. Jerman bermain begitu luar biasa sejak awal pertandingan. Dalam tempo 11 menit der Panzer mampu membuka keunggulan mereka melalui tendangan voli Thomas Muller menyambut tendangan penjuru Toni Kroos.
Jerman kemudian mampu memperbesar keunggulan mereka menjadi 5-0 hanya dalam tempo enam menit.

Miroslav Klose mencetak gol kedua Jerman pada menit ke-23 setelah memanfaatkan kerja sama dengan Thomas Muller di kotak penalti Brasil. Tendangan pertama Klose ditepis oleh Julio Cesar dari jarak dekat. Bola pantul kemudian dimaksimalkan oleh Klose tanpa mampu dijangkau Cesar. Semenit berselang, Jerman kembali menjebol gawang Brasil untuk mengubah kedudukan menjadi 3-0 melalui Toni Kroos. Berawal dari umpan tarik Philipp Lahm dari kanan yang mendatar, Muller gagal menyambar bola. Toni Kroos yang tidak terkawal di sisi kiri meneruskan bola dengan tendangan keras.

Jerman pun unggul 4-0 dalam tempo dua menit kemudian. Lagi-lagi melalui Toni Kroos setelah memanfaatkan umpan Sami Khedira di dalam kotak penalti. Khedira menjadi otak atas terciptanya gol ini setelah mencuri bola dari kaki Fernandinho tidak lama setelah sepak mula.

Jerman benar-benar mempermalukan Brasil pada menit ke-29. Kerja sama Mesut Ozil dan Khedira di dalam kotak penalti dituntaskan nama terakhir dengan tendangan setelah lolos dari kawalan pemain bertahan Brasil. Memasuki babak kedua Brasil tampil agresif untuk memperkecil ketertinggalan. Skuat asuhan Luiz Felipe Scolari menciptakan beberapa peluang bagus, namun penampilan gemilang Manuel Neuer mengandaskan peluang-peluang itu. Pemain Bayern Muenchen tersebut melakukan dua penyelamatan beruntun ketika memblok tendangan Paulinho.

Dalam posisi unggul Jerman tidak berhenti melancarkan serangan. Andre Schurrle yang baru masuk pada menit ke-58 menggantikan Klose kemudian menambah dua gol pada menit ke-69 dan ke-79. Schurrle berhasil meneruskan umpan tarik datar Philipp Lahm dari kanan melalui tendangan kaki kanannya. Gol kedua Schurrle tercipta pada menit ke-79 usai memanfaatkan umpan tarik Thomas Muller. Menyambut umpan Muller sambil berlari, Schurrle melepaskan tendangan keras kaki kiri dari dalam kotak penalti. Bola sempat menghajar mistar sebelum memantul ke dalam gawang.

Satu-satunya gol hiburan Brasil dicetak oleh Oscar pada menit ke-91. Pemain Chelsea itu menuntaskan umpan lambung Marceloa melalui tendangan dari dalam kotak penalti setelah mengecoh Jerome Boateng. Jerman tampil luar biasa di babak pertama laga semifinal Piala Dunia 2014 menghadapi tuan rumah Brasil. Mereka berhasil unggul 5-0 dalam laga di Estadio Mineirao, Selasa, 8 Juli 2014, atau Rabu dini hari waktu Indonesia.

Di awal laga permainan berjalan cukup imbang. Bahkan Brasil yang mengambil inisiatif serangan lebih dulu. Pada 10 menit pertama, Selecao menggempur pertahanan Der Panzer. Tapi Jerman yang tampil sangat tenang perlahan mampu ganti menyerang. Malah mereka sukses memimpin di menit 11 melalui gol Thomas Mueller yang menceploskan si kulit bundar meneruskan umpan sepak pojok Toni Kroos.

Tertinggal Brasil jadi bernafsu membalas. Mereka mencoba menyerang Jerman habis-habisan. Sayang, upaya itu malah menjadi senjata makan tuan. Tim asuhan Joachim Loew memanfaatkan lowongnya pertahanan Brasil untuk mencetak gol kedua mereka. Menit 23, Miroslav Klose membobol gawang Brasil setelah berkerja sama satu-dua dengan Mueller. Gol itu sekaligus mengantarkannya sebagai top scorer Piala Dunia dengan koleksi 16 gol, melewati rekor legenda Brasil, Ronaldo.

Gol dari Klose itu ternyata membuat lutut pemain Brasil lemah. Selanjutnya mereka seolah tak berdaya meladeni permainan kolektif Jerman. Tak ayal, gol demi gol berhasil kembali disarangkan anak-anak asuh Joachim Loew. Toni Kroos mencetak gol di menit 24 dan 26, melalui skema yang hampir mirip. Gelandang Bayern Munich itu mengeksekusi umpan datar di muka gawang Brasil. Menit 29, Jerman menambah pundi-pundinya. Kali ini giliran Sami Khedira yang mencatatkan nama di papan skor. Secara perlahan Brasil mencoba bangkit dan kembali meladeni permainan Jerman. Sayangnya upaya mereka mencetak gol balasan tak membuahkan hasil sampai turun minum. Skor di babak pertama 5-0 buat kubu tamu.

Dua tim besar dunia, Brasil (peringkat ke-3 FIFA) dan Jerman (peringkat ke-2) akan saling menjajal kekuatan dalam laga babak semi final pertama di Estadio Mineirao Belo Horizonte pukul 17.00 waktu setempat atau 9 Juli pukul 03.00 WIB. Laga Brasil vs Jerman ini disebut-sebut para penggila bola sejagat sebagai partai real final. Laga kedua tim diperkirakan akan berjalan dalam tempo ketat demi mendapatkan tiket ke final.

Meski berdasarkan survei Bloomberg, Brasil lebih diunggulkan menekuk Jerman dan melaju ke final bertemu dengan tim Tango, Argentina, Jerman akhirnya menundukkan Brasil dengan skor akhir 7-1. Hasil pertandingan ini mengantarkan Jerman melaju ke final. Ini sejalan dengan optimisme Der Panzer yang sejak perang urat syaraf yakin bisa menghentikan langkah tim Samba di depan publik Brasil. “Saya tahu cara menghentikan David Luiz dkk,” kata pemain Der Panzer, Schurrle, sebagaimana dilansir Goal.

Jerman sukses melaju ke babak final Piala Dunia 2014 usai mengalahkan tuan rumah Brasil dengan skor telak 7-1. Kini Jerman menunggu calon lawan di partai puncak, antara Belanda atau Argentina.

Usai kemenangan telak 7-1, sejumlah fakta menarik terukir. Berikut fakta menarik yang dilansir Opta:

  1. 1Jerman menjadi tim pertama yang mencetak tujuh gol di babak semifinal Piala Dunia.
  2. Gol kedua dan keempat Jerman hanya berselang 179 detik saja.
  3. Brasil pernah kebobolan sebanyak 5 kali di Piala Dunia, hal itu terjadi di Piala Dunia 1938 saat melawan Polandia.
  4. Jerman sudah mencetak 17 gol di Piala Dunia 2014. Butuh satu gol saja untuk menyamai raihan gol Brasil di Piala Dunia 2002. Saat itu Ronaldo dan kawan-kawan mencetak 18 gol.
  5. Sepanjang sejarah Piala Dunia, Jerman total sudah mencetak 223 gol. Unggul dua gol dari Brasil (221).
  6. Thomas Mueller sudah mencetak 10 gol dan 6 assist selama 12 kali membela Jerman di Piala Dunia. Dia menjadi pemain ketiga Jerman, setelah Cubillas dan Klose, yang mencetak lima gol atau lebih di dua edisi Piala Dunia.
  7. Jerman sudah delapan kali masuk final Piala Dunia. Namun, mereka baru tiga kali meraih gelar juara dunia.
  8. Raihan 7 gol Jerman saat melawan Brasil, ternyata lebih banyak dari yang dikumpulkan Inggris dalam dua edisi Piala Dunia. The Three Lions mencetak total lima gol dalam Piala Dunia 2010 dan 2014.
  9. Satu gol yang dicetak Miroslav Klose dalam laga tersebut membuat dia menjadi pemain tersubur Piala Dunia sepanjang masa. Striker berusia 36 tahun itu sudah mencetak total 16 gol. Uniknya, gol ke gawang Brasil menjadi yang pertama kali dicetak Klose di babak semifinal Piala Dunia.
  10. Pemain pengganti Andre Schuerrle hanya butuh enam sentuhan untuk mencetak gol keenam Jerman dalam laga tersebut.

im nasional Jerman tidak takut kepada tuan rumah Brasil, tim yang akan mereka hadapi di semifinal Piala Dunia 2014 pada dinihari nanti. Seperti disampaikan pelatih Joachim Low, Der Panser–julukan Jerman–punya kualitas untuk menandingi jawara dunia lima kali tersebut. “Kami mencapai semifinal dalam empat turnamen terakhir. Artinya, kami konsisten berada di level atas sepak bola,” kata Low, Selasa, 8 Juli 2014.

“Tapi satu hal penting lainnya, kami sangat ingin bermain di Maracana pada 13 Juli nanti–partai final Piala Dunia. Jadi, kami belum selesai di sini.”Low pun mengaku sudah menyiapkan strategi khusus untuk meredam tim Brasil. Namun, ia enggan memerinci rencananya lebih lanjut. “Yang pasti rencana bagus,” katanya lagi.

“Kami akan memberikan pertandingan yang keras untuk mereka.” Jerman terakhir kali mencapai babak final Piala Dunia pada 2002 lalu di Korea Selatan dan Jepang. Kebetulan Brasil adalah tim yang mengalahkan mereka ketika itu. Dalam laga final yang digelar di Stadion Internasional Yokohama di Jepang, Brasil unggul 2-0 lewat sepasang gol dari Ronaldo.

Tim Der Panzer Jerman Pecahkan Rekor Di Piala Dunia 2014

Pelatih tim nasional Jerman, Joachim Loew, mengaku puas dengan keberhasilan skuad Der Panzer melangkah ke semifinal Piala Dunia 2014 seusai menaklukkan Perancis 1-0, Jumat (4/7/2014). Gol semata wayang kemenangan Jerman dicetak Mats Hummels pada menit ke-13. Pada babak empat besar, Mesut Oezil dan kawan-kawan bakal menghadapi pemenang laga Brasil dan Kolombia.

Kemenangan dalam pertandingan itu juga membuat Jerman membukukan rekor baru. Skuad Der Panzer menjadi negara pertama yang sukses menembus semifinal Piala Dunia empat kali berturut-turut. “Ini adalah rekor yang bagus. Presiden kami memberi tahu bahwa kami memenangi 28 laga dari total 31 pertandingan resmi, jadi itu adalah rekor yang bagus,” ungkap Loew seperti dilansir Skysports.

“Tim ini mempunyai kualitas, solid serta stabil, dan sejak 2010 kami mengambil beberapa pemain baru, seperti Mats Hummels. Kami banyak berinvestasi pemain,” tambah Low. Low mengungkapkan, ia telah berbicara dengan Per Mertesacker pada malam sebelum pertandingan untuk menjelaskan mengapa bek Arsenal tersebut tidak akan dimainkan melawan Perancis.

“Per adalah pemain yang sangat penting bagi kami dan saya berbicara kepadanya tadi malam dan menjelaskan, dan dia memiliki sikap yang luar biasa dan berkata ‘Saya hanya ingin membantu tim’,” ujar Low. Sebagai ganti Mertesacker, Low memasukkan Hummels ke dalam starting line-up. “Saya memilih Jerome Boateng dan Mats Hummels demi alasan taktik. Kami sudah mengamati pemain Perancis, Valbuena dan Griezmann yang punya kecepatan dalam menyerang dan saya kira kami akan mampu untuk mengatasi masalah tersebut,” papar Low.

Inilah yang menjadi rahasia sukses Jerman menekuk Perancis. Hummels, selain sukses menjaga pertahanan Jerman juga menjadi pencetak gol penentu lolosnya Der Panzer ke semifinal Piala Dunia 2014. Terkait dengan calon lawan di semifinal, Loew menambahkan, “Mereka akan mempunyai keuntungan bermain di kandang (Amerika Selatan), Anda tidak dapat membantahnya. Tim dari Amerika Selatan berjuang untuk hidup mereka di sini.”

Jerman membuat sejarah baru di ajang Piala Dunia setelah mengalahkan Perancis 1-0 di Stadion Maracano, Rio de Janeiro, Jumat (4/7/2014), lewat gol Mats Hummels. Der Panzer menjadi negara pertama yang sukses menembus babak semifinal Piala Dunia empat kali berturut-turut.

Sebelum Jerman membukukan torehan terbaru ini, hanya Der Panzer dan Brasil yang sukses mencetak hat-trick ke semifinal. Ketika masih bernama Jerman Barat, juara dunia tiga kali ini pernah mencapai semifinal pada Piala Dunia 1966, 1970, dan 1974 (kemudian menjadi juara). Delapan tahun berselang, mereka kembali menembus semifinal Piala Dunia 1982, 1986, dan 1990 (menjadi juara). Sementara itu, Brasil, yang sudah lima kali menjadi juara dunia, juga pernah tiga kali berturut-turut menembus semifinal pada Piala Dunia 1970 (menjadi juara), 1974, dan 1978. Setelah itu, Selecao mengulangi prestasi serupa pada Piala Dunia 1994 (menjadi juara), 1998, dan 2002 (juara).

Di tahun ketika Brasil menjadi juara (2002), Jerman kembali merintis perjalanan menuju semifinal. Der Panzer mempertahankan prestasi itu dengan kembali menembus babak empat besar pada 2006, 2010, dan kini Jerman untuk keempat kalinya merasakan atmosfer semifinal Piala Dunia.

Mampukah Jerman menyempurnakan rekor baru ini dengan gelar juara? Kita harus lebih dulu menunggu aksi tim besutan Joachim Loew ini di semifinal ketika bertemu Brasil atau Kolombia, sebelum merajut mimpi meraih gelar keempat. Pelatih timnas Jerman, Joachim Loew, mengaku puas terhadap performa skuat asuhannya ketika mengalahkan timnas Prancis 1-0 pada babak perempatfinal di Maracana, Sabtu (5/7/2014). Menurut Loew, permainan timnya berjalan sesuai rencana.

“Saya rasa kedua tim sama-sama bermain bertahan hari ini. Tidak banyak peluang gol yang tercipta, jadi itu berjalan sesuai rencana. Kami tidak ingin memberikan kesempatan kepada Prancis karena kualitas para penyerang yang mereka miliki. Kami menutup mereka secara baik dan itulah kuncinya,” jelas Low dikutip dari FIFA.com. “Mereka melakukan hal yang sama kepada kami karena Yohan Cabaye dan Paul Pogba menjadi tembok bagus untuk lini pertahanan dan kami tahu kami harus bermain melebar untuk menciptakan peluang,” imbuh Loew.

Berdasarkan statistik pertandingan yang dirilis oleh ESPN, Timnas Prancis melepaskan 13 tendangan ke gawang Jerman, sembilan di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, Jerman hanya melepaskan delapan tendangan ke gawang, namun hanya dua di antaranya yang tidak tepat sasaran. Menurut Joachim Loew, skuat asuhan Didier Deschamps telah berusaha keras untuk mencetak gol penyama kedudukan. Loew mengatakan usaha Prancis selalu kandas karena Manuel Neuer, Mats Hummels dan Jerome Boateng tampil luar biasa di bawah mistar gawang dan lini pertahanan.

Timnas Jerman semakin sah menyandang gelar sebagai spesialis turnamen usai mengalahkan tim nasional Prancis 1-0 pada babak perempat final di Maracana, Sabtu (5/7/2014). Sepanjang sejarah penampilan Jerman di Piala Dunia, hanya empat kali mereka gagal melangkah ke babak semifinal.

Termasuk Piala Dunia 2014, Jerman telah 13 kali menembus babak semifinal. Total penampilan Jerman di Piala Dunia 18 kali. Der Panzer hanya dua absen yaitu pada Piala Dunia 1930 dan 1950. Pada 1930 Jerman tidak berpartisipasi, sedangkan 20 tahun kemudian Jerman dilarang tampil karena sanksi internasional.

Dari 13 kali menembus babak semifinal, Jerman tujuh kali menembus babak final. Jerman pun tiga kali menjadi juara yaitu pada 1954, 1974, dan 1990. Pencapaian terburuk Jerman selama di Piala Dunia adalah babak pertama Piala Dunia 1938 dan fase grup kedua Piala Dunia 1978.

Lolosnya skuat asuhan Joachim Low ke babak semifinal menjadi catatan tersendiri. Untuk keempat kalinya secara berturut-turut Der Panzer menembus babak semifinal Piala Dunia. Pada dua edisi terakhir, 2006 dan 2010, Jerman selalu kandas pada babak semifinal dan harus puas menjadi juara ketiga.

Analisa Mengapa Spanyol Kalah Telak Dari Chili Hingga Tersingkir Di Babak Penyisihan Piala Dunia

Spanyol harus angkat koper dari Brasil setelah kalah dari Chile. Penjaga gawang La Furia Roja Iker Casillas pun tak bisa menahan rasa malu harus tersingkir sebelum fase grup usai. Peluang Spanyol mempertahankan gelar juara dunia berakhir di babak awal. Kekalahan beruntun yang diterima atas Belanda dan Chile membuat Tim Matador dipastikan out .

Casillas tak bisa menutupi kekecewaannya. Dengan banyak pemain senior yang dimiliki Spanyol, tidak semestinya mereka tersingkir di awal Piala Dunia. “Kami mempunyai beberapa pemain yang berusia di atas 30 tahun; mengecewakan jika generasi ini harus tersingkir (dari Brasil 2014) dengan cara seperti ini,” ucap Casillas seperti dikutip AS. Namun Casillas tak bisa menjawab saat ditanya apakah kekecewaan itu cukup membuat dia harus pensiun atau tidak. “Saya tidak tahu, saya benar-benar tidak tahu,” ucap Casillas sambil menggeleng kemudian melangkah pergi.

Tim nasional Chile mampu menaklukkan juara bertahan saat melakoni laga lanjutan Grup B Piala Dunia. Hasil itu disebut oleh pelatih La Roja Jorge Sampaoli sebagai kemenangan yang tak terlupakan.

Chile dan Spanyol mempunyai misi masing-masing saat melakoni pertandingan di Maracana Stadium, Kamis (19/6/2014) dinihari WIB. Arturo Vidal dkk. butuh tambahan tiga angka untuk lolos ke babak 16 besar, sementara angka penuh diperlukan Spanyol untuk menjaga kans. Pada prosesnya, Chile akhirnya berhasil menundukkan Spanyol dua gol tanpa balas. Eduardo Vargas dan Charles Aranguiz menjadi pencetak golnya.

Chile sukses menemani Belanda melaju ke babak 16 besar, sekaligus mengantarkan Spanyol harus pulang lebih awal. Atas raihan Chile itu, Sampaoli tak segan untuk melabeli anak-anak asuhnya sebagai tim kejutan di Piala Dunia. “Tentu saja saya merasa bangga dan bangga dengan semua pemain. Saya tak tahu apakah ini merupakan kemenangan terbaik yang pernah kami alami, untuk saya ini kemenangan terbaik selalu laga berikutnya. Tapi, saya tak berpikir saya bakal pernah melupakan kemenangan ini,” tutur Sampaoli di Reuters.

“Kami bermain dengan cara yang berani dan Anda bisa mengatakan bawa kami merupakan tim kejutan dari turnamen ini,” imbuhnya. Kiper dan Kapten tim nasional Spanyol, Iker Casillas, meminta maaf atas kekalahan dari Cile dalam laga kedua Grup B di Stadion Maracana, Kamis, 19 Juni 2014. Tim asuhan Vicente Del Bosque ini harus mengakui keunggulan Cile dan kalah dengan skor akhir 0-2. “Jika di Piala Dunia Anda kehilangan dua pertandingan pertama itu menjelaskan semuanya,” kata Casillas.

Casillas mengatakan Spanyol tak layak pulang dengan cara kekalahan yang bertubi-tubi. Menurut dia, tim sudah bekerja keras untuk memberikan yang terbaik dalam ajang Piala Dunia 2014. “Mudah-mudahan mereka tahu kami melakukan segala hal untuk membuat mereka bahagia lagi. Tapi itu tak terjadi,” ujarnya.

Pemain Real Madrid ini mengatakan bahwa mereka sangat bertanggung jawab atas kekalahan yang cukup memalukan itu. “Kami adalah orang pertama yang bertanggung jawab dan terluka. Ini merupakan pukulan berat untuk tim,” katanya. Meskipun dipastikan tidak lolos ke babak 16 besar, Casillas memastikan tim akan tetap bermain maksimal dalam laga melawan Australia nanti. “Tim tidak layak berakhir seperti ini.”

Spanyol harus pulang lebih awal setelah dipermalukan Cile. Sejak peluit pertandingan dimulai, Cile memang tampil terus menekan dan membuat pertahanan Spanyol keteteran. Spanyol yang sempat beberapa kali mencoba melakukan serangan, selalu gagal. Dalam laga pembuka Grup B Piala Dunia, Sabtu dini hari lalu, Spanyol juga harus kalah telak dari Belanda dengan skor 5-1. Kekalahan ini merupakan yang terbesar selama 51 tahun terakhir dan sangat menyakitkan bagi juara Piala Dunia 2010 ini.

Pelatih Tim Nasional Spanyol Vincente del Bosque menyatatakan anak asuhan tak beruntung dalam laga lanjutan Grup B Piala Dunia 2014 Brazil melawan Chili. Ia menilai el Matador sudah bermain menyerang dan menunjukan karakter selama dua babak pertandingan tersebut.

“Kami tak berdalih dengan alasan apa pun. Kami tak memenuhi standard apa yang diharapkan pada kami, meski saya menilai tim sudah menunjukan karakternya,” kata del Bosque usai pertandingan. Spanyol gagal meraih kemenangan setelah ditekuk Chili dalam laga yang berakhir 2-0. Gol anak asuhan Jorge Sampaoli dilesakan Eduardo Vargas pada menit ke-20 dan Charles Aranguiz menit ke-43. Hasil demikian membuat Juara Piala Dunia 2010 Afrika Selatan ini harus pulang lebih awal dan gagal mempertahankan gelar.

Pada laga pembukaan, La Furia Roja sendiri mengalami kekalahan telak kala melawan Tim Orange, Belanda. Juara Piala Eropa 2008 tersebut kalah dengan skor besar 5-1. Grup B dipastikan akan diwakil Belanda dan Chili yang saat ini sudah mengumpulkan 6 poin dari dua laga. Penentuan juara dan runner up akan ditentukan kedua tim kala bertemu di laga penutupan grup pekan depan.

“Sekarang bukan waktunya berfikir tentang masa depan tim atau saya. Akan ada waktu untuk itu, tapi bukan sekarang,” kata del Bosque. Jorge Sampaoli menyatakan senang pada setiap pemainnya yang tampil dalam pertandingan. Ia menilai La Roja sudah bekerja keras untuk menemukan cara mengalahkan Spanyol. Ia juga tak mau terjebak dalam euforia kemenangan tersebut. Menurut dia, saat ini yang terpenting adalah berfikir tentang laga selanjutnya melawan Timnas Belanda.

“Ini sangat penting untuk menentukan siapa juara grup. Idenya tidak melihat lebih jauh ke depan, tapi pada setiap pertandingan berikutnya dan mengambil langkah demi langkah,” kata Jorge.

Fakta dan Analisa Kemenangan Jerman Atas Portugal Hingga Skor 4-0

Tim nasional Jerman mengawali Piala Dunia 2014 dengan amat manis. Tim berjuluk Die Nationalmannschaft menuai kemenangan telak atas Portugal dengan skor 4-0. Berikut data dan fakta terkait hasil laga tersebut. Bertanding di Arena Fonte Nova, Salvador Senin (16/6/2014) malam WIB, Jerman tampil sangat dominan. Laga yang diprediksi berjalan ketat ternyata berlangsung satu arah, dengan Portugal kesulitan mengimbangi pernampilan solid lawannya.

Tampil menjadi bintang dalam laga ini adalah Thomas Mueller yang bikin hat-trick. Mats Hummels menambah dominasi Jerman atas Portugal dengan gol yang dia lesakkan melalui sundulan. Laga itu tak cuma membuat sederet catatan oke Jerman kian bertambah panjang. Sebaliknya, pertandingan itu menjadikan Portugal merasakan kebobolan lebih dari tiga gol.

Berikut fakta yang rangkuman Infostrada tentang laga Jerman melawan Protugal:
1. Portugal menderita kekalahan terbesar dalam sebuah pertandingan dalam turnamen mayor internasional (di Piala Dunia dan Piala Eropa)

2. Thomas Mueller mencetak gol keenamnya, tujuh dan delapan dalam tujuh laga yang dilakoni di Piala Dunia. Hanya ada satu pesepakbola Jerman yang bisa mengoleksi delapan gol lewat laga yang lebih sedikit. Gerd Mueller membukukan delapan gol lewat empat laga dan Helmut Rahn butuh tujuh pertandingan untuk mencapai delapan gol.

3. Jerman membuat hattrick untuk ketujuh kalinya dan menjadi tim nasional paling sering bikin hattrick.

4. Laga itu menjadikan Portugal untuk pertama kalinya merasakan kebobolan lebih dari tiga gol di Piala Dunia ataupun Piala Eropa.

5. Jerman memenangkan tujuh laga perdana di Piala Dunia, mengikuti 1986 yang berakhir seri saat menghadapi Uruguay.

Jerman berhasil menang besar atas Portugal 4-0 di laga perdana Piala Dunia. Jumlah minimal empat gol di partai pembuka pernah dilakukan Jerman di tiga edisi beruntun sebelumnya, tapi itu tidak menjamin mereka juara. Pada Piala Dunia 2002, Jerman menghajar Arab Saudi delapan gol tanpa balas. Striker Miroslav Klose mengemas hattrick dan lima gol lainnya dibagi rata satu gol oleh Michael Ballack, Carsten Jancker, Thomas Linke, Oliver Bierhoff dan Bernd Schneider/

Jerman sukses menjuarai grup dan terus melaju sampai babak final. Tapi mereka gagal mengangkat trofi setelah takluk dari Brasil dengan skor 0-2 di Yokohama. Ketika menggelar Piala Dunia di negeri sendiri pada tahun 2006, Jerman mengalahkan Kostarika di partai pembuka turnamen dengan skor 4-2. Philip Lahm mencetak gol pertama turnamen, sedangkan Paulo Wanchope memborong dua gol ke tuan rumah.

Namun kembali Jerman gagal jadi kampiun karena langkah mereka terhenti di babak semifinal, setelah menyingkirkan Swedia di 16 Besar dan Argentina di perempat final. Die Mannschaft kalah 0-2 dari Italia pada babak extra time. Empat tahun berikutnya, Jerman membekuk Australia 4-0. Bermain di Durban (Afrika Selatan), empat gol Jerman disumbangkan oleh Lukas Podolski, Miroslav Klose, Thomas Muller dan Cacau. Sayangnya, mereka kembali mengulang ‘prestasi’ di tahun 2006, usai disingkirkan Spanyol 0-1 di babak semifinal.

Tahun ini, Mesut Oezil dkk mengulang skor sama seperti empat tahun yang lalu. Malam tadi, Portugal menjadi korban. Diwarnai oleh hattrick Muller dan satu gol lainnya dari Matt Hummels, skuat besutan Joachim Loew menang 4-0. Empat Piala Dunia beruntun sudah dilewati Jerman dengan kemenangan besar di laga pertama tapi pada akhirnya gagal jadi juara. Bagaimana peluang mereka kali ini?

Menurut catatan Misterchip, ada dua negara yang menjuarai Piala Dunia setelah meraih kemenangan dengan selisih gol minimal empat gol di partai perdana. Pertama, Italia pada Piala Dunia 1934, sehabis membantai Amerika Serikat 7-1 di Roma. Kedua, Uruguay (1950) usai menang telak 8-0 atas Bolivia. Jerman sendiri sudah tiga kali menjuarai Piala Dunia, di antaranya dua kali diraih ketika mereka menang besar pada laga perdana. Saat menjadi juara dunia pertama kalinya pada tahun 1954 (waktu itu bernama Jerman Barat), mereka mengalahkan Turki 4-1 di laga perdana.

Pada Piala Dunia 1974, saat trofi direbut untuk kedua kalinya, Jerman Barat menang tipis 1-0 atas Chile di pertandingan pertama. Ketika Jerman terakhir kali mengangkat trofi Piala Dunia pada tahun 1990, Jerman Barat membekuk Yugoslavia dengan skor 4-1. Menarik untuk ditunggu, langkah Jerman akan sampai mana di Piala Dunia 2014 Brasil. Tentu, para fans Jerman ingin pasukan Joachim Loew meraih trofi Piala Dunia yang keempat kalinya.

Pesta gol kembali tercipta di Arena Fonte Nova, Salvador. Empat gol Jerman ke Portugal tidak memberi kepuasan bagi kapten Philip Lahm. Dalam waktu kurang dari sepekan Arena Fonte Nova menjadi panggung banyak gol. Setelah Belanda menang besar 5-1 atas juara bertahan Spanyol, kini giliran Jerman mencukur Portugal 4-0. Bagi Lahm, jumlah gol Jerman mestinya bisa bertambah, bukan cuma empat gol saja. Soalnya, Portugal bermain dengan 10 orang, setelah Pepe diusir wasit.

“Seharusnya bisa lebih banyak lagi gol tercipta. Hari ini adalah saat yang tepat bagi kami mencetak gol. Kami bekerja keras untuk itu dan ini berkat dukungan semua pemain,” kata Lahm setelah pertandingan, seperti dikutip dari Globo Esporte. “Masalah cedera yang menimpa Matt Hummels adalah sesuatu yang kurang menguntungkan. Adapun soal kartu merah, masalah selalu terjadi dalam sepakbola. Tapi, timnas Portugal adalah tim yang bagus sekali, mereka bermain sangat baik,” ujarnya.

Kartu merah Pepe disebut jadi salah satu biang kekalahan Portugal dari Jerman. Tapi Thomas Mueller menolak anggapan dirinya memprovokasi bek lawan itu hingga diusir keluar lapangan. Insiden antara Pepe dan Mueller terjadi di menit 37 kala Pepe sedang memperebutkan bola dengan pemain 24 tahun itu. Dalam duel itu, tangan Pepe terlihat mengenai wajah Mueller. Seketika Mueller terjatuh dan memegangi wajahnya yang membuat wasit menghentikan laga. Namun reaksi Mueller yang terlihat berlebihan akhirnya membuat Pepe terpancing dan menghampiri pria yang bermain di Bayern Munich itu.

Mueller kemudian diteriaki oleh Pepe yang lantas terlihat juga seperti menanduk lawannya itu, dan membuat wasit Milorad Mazic mengacungkan kartu merah. Portugal pun harus bermain dengan 10 orang dan setelahnya kebobolan dua gol lagi sehingga harus kalah 0-4 dari Jerman. Pelatih Portugal Paulo Bento mengkritik keputusan Mazic yang mengkartumerah Pepe, yang dinilainya tidak tepat. Merasa dianggap sebagai penyebab kekalahan Portugal, Mueller pun membela diri. “Saya merasa ditanduk Pepe. Kartu merah itu bukan gara-gara saya dan saya tidak berniat untuk membuat pemain dikartumerah,” ujar Mueller seperti dikutip Soccernet.

Happy Run Di Gelar Pada Taiwan Excellence

Taiwan Excellence Happy Run yang digelar pada Sabtu, 14 Juni 2014 di Plaza Barat, Senayan, Jakarta mengajak masyarakat menjadikan gaya hidup sehat dengan berlari dan berbuat amal menyumbang kepada organisasi amal lokal.
ni sudah tahun kelima diadakan Taiwan Excelllence di Indonesia. Terdapat 54 produk Taiwan yang ditampilkan di gerai-gerai, diantaranya makanan dan minuman khas Taiwan di food bazaar.

Kegiatan ini melibatkan Dompet Dhuafa, World Vision Indonesia dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang akan menggalang dana dan menerima sumbangan. Menurut Peter WJ Huang, CEO Teitra, acara ini memperkenalkan acara yang berhubungan dengan gaya hidup, olahraga dan kegiatan sosial sekaligus.

Sementara perwakilan Taipe Economic and Trade Office (TETO), Chang Liang Jen, Taiwan Excellence Campaign di Indonesia mengatakan, sejak 2010 untuk mereka hadir untuk meningkatkan kesadaran pengetahuan tentang merk produk Taiwan. Ia mengatakan, impor Indonesia dari Taiwan telah tumbuh dengan pesat selama berapa tahun terakhir. “Kami menghargai hubungan perdagangan yang positif dengan Indonesia. Kegiatan ini, utamanya sebagai bentuk rasa terimakasih kami kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah mendukung kami,” kata Chang.

Perwakilan dari Taiwan External Trade Development Council, Peter W J Huang, menambahkan jika program Taiwan Excellence tidak hanya melalui lari. Melainkan, melalui kompetisi desain batik untuk menunjukkan apresiasi Taiwan kepada budaya Indonesia. Kemudian, nonton bareng pertandingan Piala Dunia 2014 di Jakarta Fair, pada pekan mendatang.

“Khusus untuk lari, saya berharap ini bisa digelar setiap tahunnya. Antusias masyarakat di sini sangat luar biasa. Terbukti, seluruh lapisannya dapat terlibat aktif,” jelasnya. Ada 2.200 pelari yang mengikuti lari 5 kilometer ini. Ini kelima kalinya ajang lari ini digelar.