Pendaftaran Mandiri Jakarta Marathon Yang Akan Digelar Kembali Tanggal 26 Oktober 2014

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berencana menggelar Mandiri Jakarta Marathon, 26 Oktober 2014. Ini adalah lomba lari bertaraf internasional yang kedua kali digelar di Ibu Kota. Dan seperti tahun sebelumnya, perhelatan ini tak hanya berisi perlombaan lari sejauh 42,195 kilometer. Ada juga festival budaya serta kuliner nusantara.

Rangkaian kegiatan ini mencoba mengangkat tema keberagaman nilai kebudayaan Kota Jakarta, yakni Festival City Marathon. “Harapannya, dunia internasional bisa lebih mengenal keunikan kultur Indonesia lewat Kota Jakarta,” kata Project Manager Inspiro, Irwan Kurniawan kepada Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia, Senin, 15 September 2014. “Dari sisi pelari Indonesia, kami harap mereka bisa semakin bangga berlomba di tanah air sendiri.”

Dalam festival kuliner nusantara, panitia menyediakan makanan khas dari berbagai daerah. Seperti panganan Betawi, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Sumatera. Pun dengan bentuk yang bervariasi. Mulai dari makanan ringan hingga hidangan berat.

Deretan pedagang makanan ini akan bersiap sebelum pembukaan acara, sekitar pukul 05.00. Tujuannya, agar pelari tidak kerepotan mencari tempat untuk mengisi perut usai mencapai garis akhir. “Soal harga sepertinya tidak jauh berbeda dengan tahun lalu,” kata dia. “Prinsipnya kami tidak mengambil keuntungan dari festival kuliner ini.”

Sementara untuk festival budaya nusantara, panitia akan menghadirkan berbagai hiburan menarik. Seperti kesenian Betawi, Bengkulu, Jawa Timur, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan daerah lain. Ada pula atraksi barongsai, liong, drum percussion, cosplay, humanoid, dan pagelaran busana dari peserta Jember Fashion Carnaval.

Tak ketinggalan, aksi centil dari personel JKT 48. “Dari kesenian kontemporer sampai modern semua bisa dinikmati secara gratis,” kata dia.

Parade budaya ini akan terbagi dalam beberapa titik konsentrasi. Panggung utama terpusat di Silang Monas, sedangkan 19 titik lain berada di sepanjang lintasan perlombaan. Seperti di Kota Tua, Pasar Baru, kawasan Sudirman, Pancoran, Senayan, hingga Bundaran Hotel Indonesia. Harapan Irwan, pelari yang semangatnya mulai menurun bisa kembali mendapatkan energi positif setelah melihat kesemarakan panggung hiburan.

“Sembari memberi semangat pada pelari yang melintas, masyarakat Jakarta juga bisa menikmati kemeriahan panggung hiburan,” kata dia.

Pembalap Denny Triyugo Binaan PT Astra Honda Motor Meninggal Dunia

Indonesia kehilangan salah satu pebalap bertalenta, Denny Triyugo, Minggu (10/8/2014). Pebalap sepeda motor yang dinaungi Astra Motor Racing Team, atau merupakan pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) di kancah internasional. Denny dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami trauma pada kepala dan pendarahan di otak, akibat terjatuh saat melakukan latihan bebas ke-2, pada ajang Indoprix Seri 3 kelas 110cc (jelang QTT) di Sirkuit Karting Sentul, Sabtu (9/8/2014) sore.

Dari informasi yang dirangkai Denny sempat dilarikan ke RS Pertamedika di Sentul City, Kabupaten Bogor. Operasi juga sempat dilakukan tim dokter untuk mengembalikan kondisi dan memulihkan trauma, namun nyawanya tak tertolong.

”Atas nama PT Astra Honda Motor, kami turut berbela sungkawa atas meninggalnya pebalap muda berbakat, sebagai salah satu binaan AHM. Sebagai perusahaan yang sedang gencar-gencarnya menyiapkan pebalap muda di kancah internasional, kami kehilangan. Namun kiprahnya di dunia balap pasti akan dikenang dan prestasi akan dilanjutkan oleh generasi penerusnya,” ujar Ahmad Muhibbuddin, Deputy Head of Corporate Communication AHM.

Denny, pebalap asal Probolinggo, Jawa Timur, menjadi salah satu andalan AHM di berbagai ajang kelas internasional, mulai Asia Dream Cup kelas supersport 600cc bersama Dimas Ekky, hingga mengikuti kejuaraan Suzuka Endurance Race beberapa kali dan sempat mengibarkan bendera Merah Putih di podium.

Selamat jalan, Denny…

Profil Lengkap dari Astra Motor Racing Team:

Nama : Denny Triyugo Laksono
Nomor balap : 96
Tanggal Lahir : 26 September 1988
Daerah Asal : Probolinggo, Jawa Timur
Awal Partisipan di Dunia Balap : Mei, 2005
Menjadi Profesional di Dunia Balap : 2006
Pebalap Favorit : Michael Doohan

Karir :
2005 Runner Up Suzuki One Make Race (Seeded)
2006 Juara Region, Jawa Timur (MP1, MP2)
2008 Juara MP2 Yamaha Cup (Seeded)
2008 Juara Nasional Motoprix MP 2 (Seedeed)
2009 Runner Up MP1 Yamaha Cup
2009 Runner Up MP2 Yamaha Cup
2009 Runner Up Asia Road Racing Championship Underbone 115cc
2010 Juara Nasional Indoprix IP 125cc
2010 Runner Up Asia Road Racing Championship Underbone 115cc
2011 Juara Nasional Indoprix IP 110cc
Bergabung menjadi pebalap binaan AHM dalam berbagai ajang internasional, hingga sekarang.

Baju dan Sarung Tinju Muhammad Ali Laku Terjual Masing Masing Rp. 4,5 Milyar

Sepasang sarung tangan tinju yang dikenakan Muhammad Ali sewaktu menghadapi Joe Frazier pada 1971 lampau laku terjual 388.375 dollar AS atau sekitar Rp 4,5 miliar dalam sebuah acara lelang. Pemenang lelang yang diadakan di Cleveland, Amerika Serikat, itu hingga kini dirahasiakan identitasnya.

Meski terbilang mahal, tetapi harga sarung tinju Ali tersebut masih kalah jauh jika dibandingkan dengan harga sepasang sarung tinju yang pernah dikenakan Ali saat pertama kali memenangi kejuaraan dunia. Sarung tinju termahal itu dihargai 836.500 dollar AS atau Rp 9,8 miliar.

Sarung tinju yang dikenakan Ali saat melawan Frazier sarat dengan nilai sejarah. Laga antara Ali dan Frazier kala itu dijuluki Fight of the Century atau “Pertarungan Abad Ini”. Pada akhir pertandingan Frazier menaklukkan Ali dan menjadi juara tinju kelas berat dunia. Namun, baku pukul kedua petinju tersebut belum berakhir. Dalam dua laga selanjutnya, yaitu pada 1974 dan 1975, Ali menundukkan Frazier sekaligus menguatkan predikatnya sebagai petinju terbaik sepanjang masa.

Pertarungan Ali melawan Frazer pada 1971 menjadi salah satu momen olahraga yang dikenang baik dalam aspek tinju maupun politik. Kala itu, semua gelar Ali dicopot karena dia menolak masuk wajib militer semasa perang Vietnam. Sebuah baju atau jubah bertanding milik petinju legendaris Muhammad Ali diperkirakan akan laku sekitar 500 juta rupiah dalam sebuah lelang online.

Baju ini pernah dikenakan Muhammad Ali saat mempertahankan gelar juara dunia tinju kelas berat menghadapi Jimmy Young pada 1976 lalu. Menurut lembaga lelang, SCP, yang berbasis di Laguna-Niguel, California, jubah Muhammad Ali tersebut dalam keadaan seperti saat masih dikenakan si “Mulut Besar”.

Namun, jubah Muhammad Ali ini bukanlah “bintang” dalam acara lelang yang akan berlangsung 20 November hingga 7 Desember ini. Harga terbesar diperkirakan akan jatuh pada medali emas milik atlet AS, Jesse Owens, yang diraihnya di Olimpiade Berlin pada 1936.

Kehadiran dan kemenangan Jesse Owens pada Olimpiade Berlin 1936 dianggap sangat fenomenal. Owens “mempermalukan” pemimpin Nazi, Adolf Hitler, yang saat itu menggunakan ajang Olimpiade untuk menunjukkan keunggulan ras aria atau kulit putih. Owens meraih empat medali emas di Berlin pada nomor 100 dan 200 meter, estafet 400 meter, dan nomor loncat jauh.

Program dan Tehnik Latihan Samurai Indonesia Dengan Master Samurai Dari Jepang

17 samurai Indonesia gelar latihan bersama di Budo-Seishin Dojo, Depok, Jawa Barat. Latihan ini di pimpinan oleh Dandenma Mabes TNI Cilangkap, Kolonel Laut Dr Ivan Yulivan. Para samurai yang berasal dari Bandung, Pontianak, Medan dan Jakarta tersebut tergabung dalam Seishukan Indonesia yang merupakan campuran ilmu bela diri klasik Jepang (Iaido, Jo-Do, Kyu-Do) atau yang lebih dikenal dengan istilah ‘Pedang Samurai’. Sementara Kolonel Laut Dr Ivan Yulivan merupakan penyandang DAN V Karate, Aikido, Jujitsu, serta praktisi Wingchun Sefu Jhony Chan.

“Latihan sejenis ini memiliki tujuan utama yaitu untuk bersikap jujur pada diri sendiri dan menghindar dari sikap Kuchi Bushi atau bermulut besar,” ujar Kolonel Ivan dalam surat keterangan yang diterima, Sabtu (2/8/2014). Latihan yang digelar mulai 26 Juli-1 Agustus 2014 itu menurut Kolonel Ivan sangat disiplin dan keras dalam latihannya sehingga banyak praktisi yang berhenti di tengah jalan. Oleh karena itulah latihan ini hanya diikuti 17 orang saja.

“Latihan ini dimaksudkan pula untuk mempersiapkan diri bagi para murid yang akan melaksanakan ujian di Jepang pada medio September mendatang dan guna menanamkan mental untuk senantiasa sabar, fokus dan rendah hati,” papar Kolonel Ivan. Seorang Master Samurai Jepang hadir dalam latihan bersama ini. Ia adalah Master Iaido dari Jepang, Higuchi Masami (80) yang menyandang DAN 7 Iaido (Pedang Katana) serta Jo-Do (Boken atau sejenis toya/stick) dan merupakan murid dari ilmu pedang (Iaido) Muso Shinden-Ryu (dari Maestro Nakayama Hakuda) serta Shindo Muso-Ryu-Jodo (Musashi).

“Kedatangan Higuchi Masami dalam rangka penyeragaman gerak para murid di Indonesia yang tergabung dalam Seishukan Indonesia pimpinan Sensei Tora Gotoku yang merupakan putera Indonesia degan nama asli Joko Priyanto,” Kolonel Ivan menerangkan.

Sensei Tora Gotoku sendiri telah 30 tahun menimba ilmu beladiri klasik di Jepang dan beberapa kali menjuarai berbagai kejuaraan Nasional Iaido dan Jo Do di Jepang. Ia memperistri Yoshiko Nagata (DAN 7-Shodo/Kaligrafi Jepang) sebagai master Kaligrafi yang sudah langka saat ini di Jepang. “Latihan ini juga bermanfaat agar senantiasa sehat, memperbaiki postur tubuh dan memiliki sikap percaya diri,” tutup Kolonel Ivan.

Fakta Fakta Menarik Seputar Piala Dunia 2014 Di Brasil

Gelaran Piala Dunia 2014 yang berlangsung di Brasil sudah berakhir, dan pemenangnya adalah Jerman, sang wakil Eropa, usai menundukkan Argentina 1-0 di partai puncak di Rio de Janeiro, Senin (14/7) dinihari WIB. Gol tunggal Mario Gotze di babak tambahan waktu sudah cukup buat Jerman untuk menambah koleksi gelar mereka menjadi empat kali. Pasukan Joachim Low itu menjadi tim Eropa pertama yang bisa menang di tanah Amerika Latin. Kutukan mampu ditaklukkan!

Untuk menyertai berakhirnya gelaran turnamen terakbar di dunia itu, Goal Indonesia menyajikan untuk serba-serbi Piala Dunia 2014 dari A hingga Z berikut ini…

Asia – Empat tim asal Asia gagal meraih satu pun kemenangan di Brasil, dan ini untuk pertama kalinya tim asal Asia tidak mampu menang di Piala Dunia sejak 1990. Australia, Korea, Jepang, dan Iran hanya mampu maksimal meraih tiga hasil imbang di antara mereka. Semua tim itu finis di dasar klasemen di grup mereka.

Bite (gigitan) – Penyerang Uruguay Luis Suarez mendapat sanksi empat bulan dari aktivitas di dunia sepakbola dan sembilan pertandingan internasional setelah melakukan tindakan gegabah dengan menggigit pundak bek Italia Giorgio Chiellini. Peristiwa ini paling banyak dibicarakan selama Piala Dunia 2014 berlangsung.

Cash – Para pemain Ghana menginginkan bayaran untuk mereka bermain di Piala Dunia cepat dibayar sehingga presiden John Mahama mengirim jutaan dolar ke Brasilia untuk meredkana kondisi sebelum skuat melakoni pertandingan kontra Portugal. Ada gambar yang menunjukkan ciuman terhadap tumpukan uang ketika kedatangan sang presiden. Ghana kalah di tangan Portugal dan harus tersingkir di fase grup.

Dilma – Aksi di lapangan di Brasil merupakan di antara momen-momen terbaik selama perhelatan Piala Dunia 2014, namun masalah seputar organisasi turnamen tidak bisa dilupakan. Presiden Brasil Dilma Russeff bersama pemimpin FIFA Sepp Blatter terus dikecam oleh banyak warga di sana, yang marah karena belanja penyelenggaraan Piala Dunia yang menghabiskan lebih dari £6 juta di saat negara sedang mengalami krisis ekonomi.

Evaluasi – Rekor kekalahan di Piala Dunia, sebagai kekalahan pertama di pertandingan kandang kompetitif dalam 39 tahun, bukan berarti sebagai akhir dari segalanya di Brasil. Kekalahan 7-1 di semi-final di Belo Horizonte di tangan Jerman membuat bangsa mereka berkabung dan meminta adanya evaluasi dan perbaikan terhadap kompetisi domestik.

Fans – Kondisi stadion-stadion yang sepi di Afrika Selatan empat tahun lalu tidak terulang lagi di Brasil karena fans berbondong-bondong datang dari seantero dunia untuk menyaksikan pertandingan secara langsung. Mayoritas fans berasal dari Argentina, Cili, dan Kolombia. Para fans Brasil juga sangat antusias sehingga menjadikan turnamen itu sebagai paling populer kedua dalam sejarah, kalau dihitung dari jumlah rata-rata yang hadir.

Gol – Putaran grup dalam kondisi full team. Fase grup memang menghasilkan gol yang lebih sedikit, namun serangan dari 32 tim menghasilkan 171 gol, memiliki rekor yang sama dengan di Prancis pada 1998.

Howard – Kiper Amerika Serikat Tim Howard melakukan rekor 16 kali penyelamatan di pertandingan babak 16 besar lawan Belgia. Namun, ia gagal membawa timnya lolos karena sang rival yang berhak melenggang ke babak perempat-final.
Invasi – Fans mampu lolos dari penjagaan keamanan dan lari masuk ke dalam lapangan ketika pertandingan grup antara Ghana dan Jerman dan di babak 16 besar yang melibatkan Amerika Serikat dan Belgia. Ada sekitar 200 fans Cili yang melakukan sedikit kerusuhan di media centre di Stadion Maracana sebelum tim kesayangan mereka menang atas Spanyol.

Jerman – Jerman berhasil mematahkan mitos tidak ada tim Eropa yang bisa juara di tanah Amerika Latin dan mereka mampu mengumpulkan gelar keempat usai menundukkan Argentina 1-0 lewat perpanjangan waktu. Gol tunggal dicetak Gotze.

Klose – Striker senior Jerman Miroslav Klose mampu mencetak golnya ke-16 di Piala Dunia, melampaui rekor 16 gol milik legenda Brasil Ronaldo. Gol pertamanya di Piala Dunia 2014 tercipta ketika tim bermain imbang lawan Ghana, sementara gol keduanya terjadi ketika Der Panser menghabisi Brasil 7-1 di semi-final.

Lotto – Kosta Rika merupakan satu-satunya timnas di Piala Dunia 2014 yang mengenakan kostum sponsor dari perusahaan pakaian olahraga asal Italia ini. Kosta Rika bahkan bisa melaju ke babak perempat-final untuk pertama kalinya dalam sejarah. Meski berstatus sebagai kuda hitam, mereka mampu memuncaki Grup D dengan mengalahkan Uruguay dan Italia, dan kemudian menyingkirkan Yunani di babak 16 besar lewat adu penalti.

Messi – Meski gagal membawa Argentina menjadi juara karena kalah 1-0 di tangan Jerman lewat perpanjangan waktu, namun Leo berhasil mendapat penghargaan individual, yakni Bola Emas, sebagai pemain terbaik di turnamen ini.

Neymar – Pemain Brasil pemilik kostum nomor sepuluh ini mencetak empat gol dari empat pertandingan dalam kondisi ekspektasi tinggi agar timnas bisa meraih gelar keenam dan yang pertama di kandang sendiri. Namun, sang striker hanya bisa tampil hingga babak delapan besar ketika ia mengalami cedera vertebra usai mendapat hadangan keras dari Juan Zuniga ketika lawan Kolombia.

Oldest (tertua) – Kiper Kolombia Faryd Mondragon mencatatkan rekor sebagai pemain tertua yang ikut ambil bagian di Piala Dunia ketika pemain berusia 43 tahun itu masuk dari bangku cadangan saat menang 4-1 atas Jepang di Grup C.
Penalti – Empat pertandingan harus diselesaikan lewat adu penalti. Kosta Rika mampu memenangi adu tos-tosan lawan Yunani sehingga mereka lolos ke perempat-final, namun akhirnya kalah di tangan Belanda melalui cara yang sama di babak delapan besar.

Queiroz – Pelatih Iran Carlos Queiroz mengundurkan diri usai Piala Dunia. Pelatih asal Portugal ini tidak senang dengan kurangnya dukungan keuangan dari pemerintah, yang sebagian besar diakibatkan karena pembatasan politik yang terjadi di negara itu. Meski begitu, Federasi Sepakbola Iran sempat menawarinya sebuah kontrak baru.

Rodriguez – Penyerang muda Kolombia itu tampil gemilang di Piala Dunia 2014 dengan finis sebagai pencetak gol terbanyak (enam gol dari lima pertandingan) dan mengantarkan timnya melaju hingga perempat-final. Ia akhirnya mendapat Sepatu Emas atas prestasinya itu.

Spanyol – Sang juara bertahan datang ke Brasil dengan ambisi bisa mempertahankan gelar yang diraih empat tahun lalu dan memenangi empat kejuaraan secara berturut-turut. Namun, ambisi itu sirna karena pasukan Vicente del Bosque itu tersingkir di fase grup akibat kalah 5-1 di tangan Belanda dan 2-0 dari Cili.

Teknologi – Teknologi garis gawang dilakukan untuk pertama kalinya di ajang Piala Dunia. Prancis menjadi tim pertama yang mendapat manfaat dengan penggunaan alat ini ketika kiper Honduras menepis bola rebound dari mistar gawang setelah melewati garis. Bisa saja sang kiper lolos dari kejadian ini, namun berkat perusahaan asal Jerman, GoalControl, semuanya menjadi jelas.

Underdogs – Tim-tim yang di atas kertas tidak diunggulkan justru membuktikan kalau mereka bisa mengimbangi permainan lawan yang memiliki kualitas lebih baik. Kosta Rika menjuarai Grup D, Cili bisa bersaing dengan Spanyol di Grup B, dan Amerika Serikat yang memenangi persaingan merebut tiket 16 besar dengan Portugal di Grup G.

Vanishing spray – Untuk pertama kalinya di Piala Dunia, penanda berwarna putih yang disempotkan wasit ketika terjadi tendangan bebas sebagai tempat dilakukannya eksekusi dan berdirinya pagar hidup. Ini dilakukan agar pemain tidak melakukan manipulasi soal posisi.

Water break – Temperatur yang cukup panas menyebabkan para pemain kehilangan tenaga dalam kondisi kelembaban tinggi. FIFA melakukan water break pertama, yaitu setelah 30 menit di pertandingan ketika Belanda menang 2-1 atas Meksiko di babak 16 besar di Fortaleza.

Xherdan Shaqiri – Gelandang swiss ini mencetak hat-trick ketika timnya menang atas Honduras di Grup E. Itu merupakan hat-trick ke-50 sepanjang sejarah Piala Dunia dan yang kedua di turnamen di Brasil setelah Thomas Muller melakukan untuk Brasil ketika Jerman menang 4-0 atas Portugal.

Yuichi Nishimura – Wasit asal Jepang ini menjadi pusat perhatian kontroversi yang pertama di Piala Dunia 2014 ketika ia menghadiahi penalti untuk Brasil di pertandingan di Grup A kontra Kroasia. Saat itu kedudukan sedang imbang 1-1 ketika Fred secara teatrikal terjatuh di kotak terlarang dan Nishimura langsung menunjuk titik putih. Pelatih Kroasia Nico Kovac sampai dibuat bingung.

Zuniga – Bek Kolombia Juan Zuniga menjadi musuh nomor satu Brasil karena dengan ceroboh mendorong lututnya ke arah punggung Neymar sehingga sang striker harus mengalami cedera vertebra dan menyudahi Piala Dunia lebih dini.

Jerman Juara Piala Dunia 2014 dan Pecahkan Sejumlah Rekor

Jerman memastikan diri keluar sebagai kampiun Piala Dunia 2014 setelah berhasil mengalahkan Argentina 1-0 pada laga final di Stadion Maracana, Minggu atau Senin (14/7/2014) dini hari WIB. Gol tunggal kemenangan Jerman dicetak Mario Goetze pada menit ke-113. Jerman dan Argentina memainkan babak tambahan setelah bermain imbang tanpa gol hingga babak normal. Keberhasilan ini pun membuat Jerman mencatat sejarah baru dalam perhelatan Piala Dunia. Jerman kini menjadi satu-satunya tim Eropa yang berhasil menjuarai Piala Dunia di Amerika Selatan. Pada pertandingan ini sebenarnya kedua tim memainkan komposisi terbaiknya. Hanya gelandang Jerman, Sami Khedira, yang harus absen karena mengalami cedera saat melakukan pemanasan sebelum pertandingan.

Pelatih Jerman, Joachim Loew, memasukkan nama Christoph Kramer untuk menggantikan posisi Kheidira yang sebelumnya berada dalam line-up skuad Der Panzer. Sementara itu, gelandang andalan Argentina, Angel Di Maria, tetap tidak bermain dalam laga final karena belum pulih dari cedera. Jerman mencoba mengambil alih permainan sejak menit-menit awal. Namun, Argentina juga bukan tanpa serangan karena mereka beberapa kali mampu membuat barisan pertahanan Jerman kerepotan. Ini misalnya pada menit keempat, saat Argentina menusuk jantung pertahanan Jerman lewat serangan balik yang dikreasi Gonzalo Higuain. Sayang, peluang itu terbuang sia-sia karena tidak ada pemain yang menyambut umpan silang Higuain dari sisi kanan pertahanan Jerman.

Pada menit ke-22, Argentina kembali mendapatkan peluang emas. Kesempatan itu berawal dari blunder Toni Kroos yang ingin melakukan back-pass ke barisan belakang. Namun, bola umpannya itu justru mengarah ke Higuain. Higuain yang berdiri bebas tanpa pengawalan bek Jerman lalu menggiring bola ke dalam kotak penalti. Sayang, bola tendangannya masih melenceng ke sisi kanan tiang gawang Jerman yang dikawal kiper Manuel Neuer.

Selama paruh pertama, Jerman tampak kesulitan menembus rapatnya berisan belakang Argentina, sementara Lionel Messi dan kawan-kawan terlihat lebih efektif dalam melakukan serangan balik. Bahkan, pada menit ke-30, Argentina sebenarnya mampu menceploskan bola ke gawang Jerman melalui torehan Higuain. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena hakim garis melihat Higuain lebih dulu berada di posisi offside saat menerima umpan Ezequiel Lavezzi.

Peluang terbaik Jerman diciptakan Andre Schuerrle pada menit ke-36. Pemain yang baru masuk menggantikan Kramer itu melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Akan tetapi, bola tendangannya masih dapat ditepis oleh kiper Argentina, Sergio Romero. Pada injury time, Der Panzer kembali mendapatkan peluang. Namun, kali ini giliran Benedikt Hoewedes yang gagal karena sundulannya, yang memanfaatkan bola umpan tendangan pojok Kroos, masih membentur tiang gawang.

Selepas turun minum, Argentina kembali mengancam melalui aksi Messi. Beruntung bagi Jerman, bola tendangan Messi dari dalam kotak penalti masih menyamping tipis di sisi kanan gawang Jerman. Sepanjang babak kedua, kedua tim tampak saling menyerang. Namun, mereka lebih sering memainkan bola di lapangan tengah. Tempo pertandingan pun sedikit melambat ketimbang babak pertama.

Pada menit ke-80, Jerman membalas. Sayang, bola tendangan Kroos dari luar kotak penalti seusai menerima umpan silang Mesut Oezil masih belum menemui sasaran karena melenceng di sisi kiri gawang Argentina. Pada babak tambahan, tempo pertandingan masih berjalan lambat. Meski begitu, beberapa kali Jerman dan Argentina mempunyai peluang emas untuk saling membobol gawang. Gol yang ditunggu-tunggu publik Jerman pun akhirnya tiba setelah Goetze mencetak gol indah untuk membuat timnya unggul pada menit ke-113. Gol itu berawal dari aksi Andre Schuerrle di sisi kiri pertahanan Argentina. Ia kemudian memberikan umpan silang ke tengah kotak penalti. Goetze langsung mengontrol umpan tersebut sebelum melepaskannya dengan tendangan keras yang masuk ke pojok kiri gawang Argentina. Skor 1-0 untuk Jerman pun akhirnya bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Sepanjang pertandingan, menurut catatan FIFA, Jerman menguasai bola sebanyak 60 persen dan melepaskan tujuh tembakan akurat dari 10 usaha. Adapun Argentina menciptakan 2 peluang emas dari 9 percobaan.

Susunan pemain
Jerman: 1-Manuel Neuer; 16-Philipp Lahm (kapten), Mats Hummels, 20-Jerome Boateng, 4-Benedikt Hoewedes; 7-Bastian Schweinsteiger, 23-Christoph Kramer (9-Andre Schuerrle 32), 18-Toni Kroos; 8-Mesut Oezil, 13-Thomas Mueller; 11-Miroslav Klose (19-Mario Goetze 88)
Pelatih: Joachim Loew

Argentina: 1-Sergio Romero; 4-Pablo Zabaleta, 15-Martin Demichelis, 2-Ezequiel Garay, 16-Marcos Rojo; 6-Lucas Biglia, 14-Javier Mascherano, 8-Enzo Perez (5-Fernando Gago 86); 10-Lionel Messi (kapten), 22-Ezequiel Lavezzi (20-Sergio Aguero 45); 9-Gonzalo Higuain (18-Rodrigo Palacio 78)
Pelatih: Alejandro Sabella

Wasit: Nicola Rizzoli (Italia)

Jerman baru saja memastikan diri sebagai juara Piala Dunia 2014, di Brasil. Ini adalah prestasi tertinggi keempat Jerman sebagai juara dunia. Sebelumnya, Der Panzer menjadi juara pada 1954, 1974 dan 1990. Selain menjadi negara Eropa kedua setelah Italia, yang mengumpulkan empat trofi juara dunia, Jerman menjadi negara Benua Biru pertama yang menaklukan benua Amerika. Sebelumnya, belum ada negara Eropa yang bisa menjadi juara selama Piala Dunia digelar di daratan Amerika.

Piala Dunia pertama pada 1930 di Uruguay, dimenangkan oleh tuan rumah Uruguay. Lalu Piala Dunia 1950 di Brasil, dimenangkan juga oleh Uruguay. Piala Dunia 1962 di Cile, dimenangkan oleh Brasil yang mengalahkan Cekoslovakia 3-1 di final. Sementara di Piala Dunia 1970 di Meksiko, Brasil menjadi juara dengan membungkam Italia 4-1. Dilanjutkan Piala Dunia 1978 di Argentina, dimenangkan oleh tuan rumah Argentina dengan mengalahkan Belanda 3-1 di final.

Piala Dunia 1986 kembali digelar di Meksiko, dan dimenangkan Argentina yang mengalahkan Jerman Barat 3-2. Piala Dunia 1994 dilangsungkan di Amerika Serikat dan dimenangkan oleh Brasil, yang mengalahkan Italia melalui babak adu penalti. Jerman akhirnya mentahbiskan diri sebagai negara Eropa perdana yang menguasai benua Amerika, dengan membungkam Argentina 1-0, melalui gol tunggal yang dicetak pemain pengganti Mario Gotze di menit 113.Tim nasional Jerman menjuarai Piala Dunia setelah mengalahkan Argentina 1-0 pada laga final di Estadio do Maracana, Minggu (13/7/2014).

Bagi Miroslav Klose, pertandingan itu mungkin menjadi laga internasional terakhir, mengingat usianya yang sudah 36 tahun. Namun, apa pun yang terjadi, Klose akan meninggalkan turnamen ini sebagai pemain terbesar dalam sejarah sepak bola Jerman dan Piala Dunia. Sepanjang Piala Dunia ini, Klose mencetak dua gol dan itu menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, dengan 16 gol.

Selain itu, Klose juga menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah yang mengoleksi empat medali Piala Dunia, dan semuanya diraih secara berturut-turut. Pada 2002, Klose meraih medali perak, setelah Jerman kalah 0-2 dari Brasil saat final. Empat tahun kemudian, Klose meraih medali perunggu setelah membantu Jerman mengalahkan Portugal 3-1 pada perebutan tempat ketiga. Pada Piala Dunia 2010, Klose kembali mendapatkan medali perunggu setelah Jerman menang 3-2 atas Uruguay pada laga perebutan tempat ketiga. Kini, Klose memiliki medali emas.

Meski sejak lama mengidolakan penyerang Argentina Lionel Messi, vokalis Andien Aisyah mengaku menjagokan Jerman, untuk memenangi laga final Piala Dunia, yang tengah berlangsung di Estadio do Maracana. “Sebenarnya kalau saya pribadi sudah ngefans sama Messi sejak lama, tapi malam ini kalau lihat track record Jerman kayaknya lebih condong ke Jerman,” komentar Andien saat menjadi bintang tamu program Piala Dunia yang disiarkan stasiun televisi swasta Indonesia, Senin dini hari.

Andien berpaling dari Argentina dengan alasan bahwa pelatih Jerman, Joachim Loew optimis Thomas Mueller dan kawan-kawan akan mematahkan mistos yang menyebut tim dari Eropa selalu sulit untuk juara jika berlaga di Amerika Latin. “Aku ngelihatnya dari pelatih Jerman (Joachim Loew), dia bilang, ‘We gonna make a history’. Kayaknya malam ini Jerman akan bikin sejarah di Eropa,” kata Andien. Jerman dan Argentina sama-sama memiliki peluang untuk merebut gelar juara Piala Dunia 2014. Bagi Andien, selain saling beradu taktik, Der Panzer dan Tim Tanggo akan beradu mental.

“Mungkin selain tactical, ini menurut aku perang mental. Seperti Argentina yang sekarang underdog, tapi mereka hampir punya 10000 supporter. Tapi karena (pendukung tuan rumah) Brasil secara quote and quote punya dendam pribadi ke Argentina jadi mereka akan dukung Jerman,” kata Andien. “Selain strategi dan pola, menurut aku begitu keadannya,” lanjutnya.

Kedua negara saling pernah mengalahkan di partai final. Pada 1986 di Meksiko, Argentina meraih trofi setelah mengandaskan harapan Jerman Barat dengan skor 3-2. Bagaimana komentar Andien? “Saya rasa ini menjadi penantian panjang kedua tim karena di 1986 masing-masing saling berhadapan dan sekarang mereka berupaya membuktikan yang terbaik untuk membuat sejarah,” ujarnya. Kedua negara telah bertemu sebanyak 20 kali dengan catatan Argentina menang sembilan kali, lima kali seri, dan Jerman menang enam kali.

Ketika Mario Goetze mencetak gol kemenangan Jerman, Stadion Maracana bergemuruh karena nyanyian. Bukan dalam bahasa Jerman, melainkan Portugis. Kemenangan Jerman atas Argentina dalam final Piala Dunia 2014 disambut dengan rasa lega dan gembira, salah satunya justru oleh para pendukung tim tuan rumah Brasil. Mereka yang telah telanjur membeli karcis pertandingan final memang tidak rela jika menyaksikan tetangga mereka, Argentina, mengangkat trofi Piala Dunia.

Kebencian atau persaingan dengan Argentina di arena Piala Dunia membuat rakyat Brasil melupakan kekalahan 1-7 dari Jerman pada babak semifinal, dan memilih mendukung tim Panzer saat final. “Jerman akhirnya membawa kebahagiaan buat rakyat Brasil,” kata Pedro Cozzolimo (27), seorang pengacara dari Rio de Janeiro. Ia datang ke Maracana dengan mengenakan kostum timnas Jerman yang berwarna merah dan hitam.

Kebencian rakyat Brasil terhadap Argentina diperparah dengan hasil yang mereka capai pada Piala Dunia. Setelah Argentina memastikan diri ke final, para pendukung Argentina secara terang-terangan menghina rakyat Brasil. Sekitar 100.000 pendukung timnas Argentina datang ke Brasil setelah negara tersebut memastikan diri lolos ke final. Sebagian besar dari mereka datang dengan jalan darat dan tak memiliki karcis.

Banyak dari mereka mendirikan tenda di Pantai Copacabana atau wilayah Sambodromo di Rio de Janeiro. Ratusan dari para pendukung ini berkeliaran di jalan-jalan kota Rio dan mengejek para penduduk. Mereka bernyanyi, “Kami telah menguasai Brasil, orang-orang Brasil ketakutan.” Setelah final, warga Brasil dan Jerman saling berpelukan. Warga Jerman mengatakan, mereka ingin timnya memenangi turnamen untuk sang tuan rumah.

“Kami tidak pernah ingin Argentina menang di sini, di Brasil. Tidak akan,” kata Cassio Conceicao (51), yang memakai jersey Flamengo. “Jerman menghargai kami, walaupun mereka menghancurkan kami,” kata dia. Fans Flamengo lainnya mengatakan, Argentina seharusnya sudah puas karena mempunyai Paus Fransiskus. “Mereka mempunyai Paus terbaik, Paus yang luar biasa. Itu cukup,” kata Barbara Dias, yang menonton laga final dengan suaminya, Diago.

Publik Jerman antusias menyaksikan pertandingan final antara timnas Jerman dan Argentina, yang digelar di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Senin (14/7/2014) dini hari WIB. Pendukung Jerman, yang tidak bisa menyaksikan tim Panser secara langsung di Brasil, berkumpul dan nonton bareng di kota-kota besar, antara lain Berlin. Terlihat lautan manusia tumpah ruah untuk menonton langsung pertandingan pamungkas Piala Dunia 2014.

Sedikitnya, 200.000 pendukung Jerman berkumpul di Brandenburg Gate, Berlin. Sampai berita ini diturunkan, pendukung skuad asuhan Joachim Loew ini sedang berharap-harap cemas karena laga masih berakhir tanpa gol sampai 90 menit waktu normal. Jerman masih belum bisa mencetak gol, dan baru beberapa kali mengancam gawang Argentina. Sebaliknya, tim Tango sempat membuat publik Jerman terdiam melalui gol Gonzalo Higuain pada babak pertama, meskipun akhirnya dianulir wasit karena Higuain sudah dalam posisi offside.

Fakta dan Analisa Kemenangan Jerman Atas Brazil Hingga Skor 7-1

Jerman memastikan langkah mereka ke babak final Piala Dunia 2014 usai mencukur tuan rumah Brasil dengan skor telak 7-1 di Estadio Mineirao, Rabu (9/7/2014) dini hari. Jerman akan menantang pemenang antara Belanda melawan Argentina pada partai puncak di Maracana. Jerman bermain begitu luar biasa sejak awal pertandingan. Dalam tempo 11 menit der Panzer mampu membuka keunggulan mereka melalui tendangan voli Thomas Muller menyambut tendangan penjuru Toni Kroos.
Jerman kemudian mampu memperbesar keunggulan mereka menjadi 5-0 hanya dalam tempo enam menit.

Miroslav Klose mencetak gol kedua Jerman pada menit ke-23 setelah memanfaatkan kerja sama dengan Thomas Muller di kotak penalti Brasil. Tendangan pertama Klose ditepis oleh Julio Cesar dari jarak dekat. Bola pantul kemudian dimaksimalkan oleh Klose tanpa mampu dijangkau Cesar. Semenit berselang, Jerman kembali menjebol gawang Brasil untuk mengubah kedudukan menjadi 3-0 melalui Toni Kroos. Berawal dari umpan tarik Philipp Lahm dari kanan yang mendatar, Muller gagal menyambar bola. Toni Kroos yang tidak terkawal di sisi kiri meneruskan bola dengan tendangan keras.

Jerman pun unggul 4-0 dalam tempo dua menit kemudian. Lagi-lagi melalui Toni Kroos setelah memanfaatkan umpan Sami Khedira di dalam kotak penalti. Khedira menjadi otak atas terciptanya gol ini setelah mencuri bola dari kaki Fernandinho tidak lama setelah sepak mula.

Jerman benar-benar mempermalukan Brasil pada menit ke-29. Kerja sama Mesut Ozil dan Khedira di dalam kotak penalti dituntaskan nama terakhir dengan tendangan setelah lolos dari kawalan pemain bertahan Brasil. Memasuki babak kedua Brasil tampil agresif untuk memperkecil ketertinggalan. Skuat asuhan Luiz Felipe Scolari menciptakan beberapa peluang bagus, namun penampilan gemilang Manuel Neuer mengandaskan peluang-peluang itu. Pemain Bayern Muenchen tersebut melakukan dua penyelamatan beruntun ketika memblok tendangan Paulinho.

Dalam posisi unggul Jerman tidak berhenti melancarkan serangan. Andre Schurrle yang baru masuk pada menit ke-58 menggantikan Klose kemudian menambah dua gol pada menit ke-69 dan ke-79. Schurrle berhasil meneruskan umpan tarik datar Philipp Lahm dari kanan melalui tendangan kaki kanannya. Gol kedua Schurrle tercipta pada menit ke-79 usai memanfaatkan umpan tarik Thomas Muller. Menyambut umpan Muller sambil berlari, Schurrle melepaskan tendangan keras kaki kiri dari dalam kotak penalti. Bola sempat menghajar mistar sebelum memantul ke dalam gawang.

Satu-satunya gol hiburan Brasil dicetak oleh Oscar pada menit ke-91. Pemain Chelsea itu menuntaskan umpan lambung Marceloa melalui tendangan dari dalam kotak penalti setelah mengecoh Jerome Boateng. Jerman tampil luar biasa di babak pertama laga semifinal Piala Dunia 2014 menghadapi tuan rumah Brasil. Mereka berhasil unggul 5-0 dalam laga di Estadio Mineirao, Selasa, 8 Juli 2014, atau Rabu dini hari waktu Indonesia.

Di awal laga permainan berjalan cukup imbang. Bahkan Brasil yang mengambil inisiatif serangan lebih dulu. Pada 10 menit pertama, Selecao menggempur pertahanan Der Panzer. Tapi Jerman yang tampil sangat tenang perlahan mampu ganti menyerang. Malah mereka sukses memimpin di menit 11 melalui gol Thomas Mueller yang menceploskan si kulit bundar meneruskan umpan sepak pojok Toni Kroos.

Tertinggal Brasil jadi bernafsu membalas. Mereka mencoba menyerang Jerman habis-habisan. Sayang, upaya itu malah menjadi senjata makan tuan. Tim asuhan Joachim Loew memanfaatkan lowongnya pertahanan Brasil untuk mencetak gol kedua mereka. Menit 23, Miroslav Klose membobol gawang Brasil setelah berkerja sama satu-dua dengan Mueller. Gol itu sekaligus mengantarkannya sebagai top scorer Piala Dunia dengan koleksi 16 gol, melewati rekor legenda Brasil, Ronaldo.

Gol dari Klose itu ternyata membuat lutut pemain Brasil lemah. Selanjutnya mereka seolah tak berdaya meladeni permainan kolektif Jerman. Tak ayal, gol demi gol berhasil kembali disarangkan anak-anak asuh Joachim Loew. Toni Kroos mencetak gol di menit 24 dan 26, melalui skema yang hampir mirip. Gelandang Bayern Munich itu mengeksekusi umpan datar di muka gawang Brasil. Menit 29, Jerman menambah pundi-pundinya. Kali ini giliran Sami Khedira yang mencatatkan nama di papan skor. Secara perlahan Brasil mencoba bangkit dan kembali meladeni permainan Jerman. Sayangnya upaya mereka mencetak gol balasan tak membuahkan hasil sampai turun minum. Skor di babak pertama 5-0 buat kubu tamu.

Dua tim besar dunia, Brasil (peringkat ke-3 FIFA) dan Jerman (peringkat ke-2) akan saling menjajal kekuatan dalam laga babak semi final pertama di Estadio Mineirao Belo Horizonte pukul 17.00 waktu setempat atau 9 Juli pukul 03.00 WIB. Laga Brasil vs Jerman ini disebut-sebut para penggila bola sejagat sebagai partai real final. Laga kedua tim diperkirakan akan berjalan dalam tempo ketat demi mendapatkan tiket ke final.

Meski berdasarkan survei Bloomberg, Brasil lebih diunggulkan menekuk Jerman dan melaju ke final bertemu dengan tim Tango, Argentina, Jerman akhirnya menundukkan Brasil dengan skor akhir 7-1. Hasil pertandingan ini mengantarkan Jerman melaju ke final. Ini sejalan dengan optimisme Der Panzer yang sejak perang urat syaraf yakin bisa menghentikan langkah tim Samba di depan publik Brasil. “Saya tahu cara menghentikan David Luiz dkk,” kata pemain Der Panzer, Schurrle, sebagaimana dilansir Goal.

Jerman sukses melaju ke babak final Piala Dunia 2014 usai mengalahkan tuan rumah Brasil dengan skor telak 7-1. Kini Jerman menunggu calon lawan di partai puncak, antara Belanda atau Argentina.

Usai kemenangan telak 7-1, sejumlah fakta menarik terukir. Berikut fakta menarik yang dilansir Opta:

  1. 1Jerman menjadi tim pertama yang mencetak tujuh gol di babak semifinal Piala Dunia.
  2. Gol kedua dan keempat Jerman hanya berselang 179 detik saja.
  3. Brasil pernah kebobolan sebanyak 5 kali di Piala Dunia, hal itu terjadi di Piala Dunia 1938 saat melawan Polandia.
  4. Jerman sudah mencetak 17 gol di Piala Dunia 2014. Butuh satu gol saja untuk menyamai raihan gol Brasil di Piala Dunia 2002. Saat itu Ronaldo dan kawan-kawan mencetak 18 gol.
  5. Sepanjang sejarah Piala Dunia, Jerman total sudah mencetak 223 gol. Unggul dua gol dari Brasil (221).
  6. Thomas Mueller sudah mencetak 10 gol dan 6 assist selama 12 kali membela Jerman di Piala Dunia. Dia menjadi pemain ketiga Jerman, setelah Cubillas dan Klose, yang mencetak lima gol atau lebih di dua edisi Piala Dunia.
  7. Jerman sudah delapan kali masuk final Piala Dunia. Namun, mereka baru tiga kali meraih gelar juara dunia.
  8. Raihan 7 gol Jerman saat melawan Brasil, ternyata lebih banyak dari yang dikumpulkan Inggris dalam dua edisi Piala Dunia. The Three Lions mencetak total lima gol dalam Piala Dunia 2010 dan 2014.
  9. Satu gol yang dicetak Miroslav Klose dalam laga tersebut membuat dia menjadi pemain tersubur Piala Dunia sepanjang masa. Striker berusia 36 tahun itu sudah mencetak total 16 gol. Uniknya, gol ke gawang Brasil menjadi yang pertama kali dicetak Klose di babak semifinal Piala Dunia.
  10. Pemain pengganti Andre Schuerrle hanya butuh enam sentuhan untuk mencetak gol keenam Jerman dalam laga tersebut.

im nasional Jerman tidak takut kepada tuan rumah Brasil, tim yang akan mereka hadapi di semifinal Piala Dunia 2014 pada dinihari nanti. Seperti disampaikan pelatih Joachim Low, Der Panser–julukan Jerman–punya kualitas untuk menandingi jawara dunia lima kali tersebut. “Kami mencapai semifinal dalam empat turnamen terakhir. Artinya, kami konsisten berada di level atas sepak bola,” kata Low, Selasa, 8 Juli 2014.

“Tapi satu hal penting lainnya, kami sangat ingin bermain di Maracana pada 13 Juli nanti–partai final Piala Dunia. Jadi, kami belum selesai di sini.”Low pun mengaku sudah menyiapkan strategi khusus untuk meredam tim Brasil. Namun, ia enggan memerinci rencananya lebih lanjut. “Yang pasti rencana bagus,” katanya lagi.

“Kami akan memberikan pertandingan yang keras untuk mereka.” Jerman terakhir kali mencapai babak final Piala Dunia pada 2002 lalu di Korea Selatan dan Jepang. Kebetulan Brasil adalah tim yang mengalahkan mereka ketika itu. Dalam laga final yang digelar di Stadion Internasional Yokohama di Jepang, Brasil unggul 2-0 lewat sepasang gol dari Ronaldo.