Manny Pacquiao Kalah KO Dironde Ke 6 Oleh Juan Manuel Marquez

Juan Manuel Marquez akhirnya bisa mengalahkan Manny ‘Pacman’ Pacquiao. Di pertemuan edisi keempat kedua petinju, dalam duel kelas welter non-gelar, Marquez meng-KO Pacquiao di ronde enam. Di tiga pertemuan sebelumnya, keduanya selalu terlibat duel sengit dengan rekor kemenangan sendiri saat itu masih jadi milik Pacman dengan dua kemenangan, sedangkan satu laga lagi berakhir draw. Salah satu kemenangan Pacman terjadi dalam pertemuan sebelumnya, di mana ia dinyatakan menang angka secara kontroversial.

Nuansa sengit kemudian ikut mewarnai duel edisi keempat di MGM Grand Arena, Minggu (9/12/2012) siang WIB, dengab kedua petinju saling jual-beli pukulan di ronde-ronde awal meski Pacquiao terlihat masih sedikit lebih unggul dibandingkan Marquez.

Di ronde ketiga, Pacquiao yang terus menekan sempat dijatuhkan Marquez dan mendapat hitungan. Setelah Pacquiao berdiri lagi, Marquez terus berusaha menebar pukulan ke tubuhnya. Gantian Marquez yang sempat mendapat hitungan dari wasit pada ronde lima, kendati ia juga masih bisa meneruskan pertandingan. Duel kian memanas, dengan Pacquiao terus berusaha memojokkan Marquez sampai ronder itu berakhir.

Di akhir ronde keenam, Pacquiao tanpa ampun terjatuh setelah dagunya terkena hantaman keras tinju kanan Marquez dari jarak dekat. Pacquiao mencium kanvas, langsung dikerubungi tim medis, dan Marquez dinyatakan menang KO pada menit 2:59 ronde enam. Hasil itu membuat catatan tanding Marquez, kini 39 tahun, menjadi 55 kali menang (40 KO), 6 kali kalah, dan 1 kali imbang. Sedangkan Pacquiao yang berusia 33 tahun kini memiliki catatan 54 kali menang (38 KO), 5 kali kalah (3 KO), dan 2 kali imbang.

Pertarungan Manny Pacquiao dengan Timothy Bradley bisa jadi tak akan berakhir dengan keputusan kontroversial di atas ring. WBO mengonfirmasi kalau mereka akan menginvestigasi laga tersebut. Akhir pekan kemarin Pacquiao kehilangan sabuk juara WBO miliknya saat menghadapi petinju Amerika Serikat, Timothy Bradley. Dalam laga sengit sepanjang 12 ronde, petinju asal Filipina itu dinyatakan kalah split decision.

Hakim Duane Ford dan C.J. Ross memberikan poin 113-115 untuk Bradley. Sementara Jerry Roth jadi satu-satunya yang memberi kemenangan buat Pacman dengan poin 115-113. Hasil tersebut mengejutkan banyak pihak, karena meski dapat perlawanan ketat, Pacquiao dianggap masih lebih unggul. “Publik yang menyaksikan pertandingan tersebut kecewa, dan kami butuh kejelasan di sini. Kami butuh mereka yang bertanggung jawab melakukan investigasi, untuk melihat apa yang terjadi, kenapa hakimnya bisa sangat salah,” seru Bob Arum, presiden Top Rank, promotor pertarungan tersebut.

“Apakah ada bisnis tersembunyi yang terjadi? Atau tidak ada bisnis tersembunyi? Apakah mereka saling melakukan pembicaraan. Kami butuh kejelasan dan publik menginginkan itu,” lanjut dia seperti dikutip dari Associated Press. WBO tidak tinggal diam dengan tekanan yang datang. Dalam pernyataan yang dilontarkan presidennya, Francisco ”Paco” Valcarcel, organisasi tinju dunia itu menegaskan kalau akan dilakukan investigasi terhadap jalannya pertandingan.

Komite Kejuraan WBO akan menonton ulang pertandingan Pacman dengan Bradley bersama ‘lima hakim tinju ternama’ untuk nantinya memberikan rekomendasi. Meski demikian, Paco Valcarcel tetap menekankan kalau pihaknya sama sekali tidak meragukan kemampuan hakim pertandingan. “(Hasil pertandingan) itu membuat tinju berada dalam sorotan yang buruk. Saya menunggu untuk dilakukan upaya pencegahan kerusakan (terhadap olahraga tinju), dan satu-satunya cara adalah dengan melakukan investigasi secara lengkap,” lanjut Arum. Secara resmi Arum sudah mengajukan permintaan pada Kejaksaan Nevada untuk melakukan penyelidikan terkait pertarungan tersebut. Bukan itu saja, seorang anggota senat dari Nevada juga telah meminta dilakukan investigasi terhadap pertarungan itu.

Legenda tinju Mike Tyson tampil dalam acara timbang badan Manny Pacquiao dan Juan Manuel Marquez, Jumat (7/12) yang ditandai perang suara antara pendukung kedua petinju. Ratusan pendukung petinju Filipina Manny Pacquiao gagal mengimbangi suara ribuan pendukung petinju Meksiko, Juan Manuel Marquez. Kedua petinju bertemu dalam acara timbang badan, Jumat (7/12) menjelang pertarungan keempat mereka pada Sabtu (8/12) ini.

Teriakan “Manny, Manny,” langsung tenggelam disapu teriakan, “Marquez, Marquez” dari sekitar 5000 pendukung Marquez yang mengibarkan bendera Meksiko. Pacquiao sendiri yakin menang dalam pertarungan yang akan berlangsung di MGM Grand Arena tersebut. “Saya senang dapat membawa kebanggaan kepada negara saya di dunia tinju,” kata Pacquiao.

Pacquiao memiliki rekor bertarung 54-4-2 dengan 38 KO. Ia akan menghadapi Marquez dengan rekor 54-6-1 dengan 39 KO. Keduanya telah tiga kali bertemu dengan dua kemenangan buat Pacquiao dan satu berakhir draw. Marquez sendiri menyebut hakim bertindak berat sebelah dalam pertarungan sebelumnya, padahal seharusnya ia menang dalam tiga pertarungan tersebut. “Para penggemar akan melihat siapa yang sebenarnya terbaik.”

Manny Pacquiao menyatakan faktor terlalu percaya diri yang membuatnya harus kalah KO di ronde ke-6 dari Juan Manuel Marquez. Kedua petinju bertarung dalam laga di MGM Arena Las Vegas yang disiarkan langsung RCTI minggu siang ini (9/12/2012). Pacman, julukan Pacquiao tersungkur di ronde ke-6.

“Saya pikir saya telah mendapatkannya,” ujar Pacman ketika diwawancarai setelah pertandingan.

“Saya sangat ceroboh.”

“Saya sangat percaya diri.”

“Ini adalah pertarungan yang baik saya terlalu percaya diri.. Saya pikir saya mendapatkannya.”

Sementara itu Marquez menyatakan dirinya memaksimalkan peluang yang terbuka. “Kami tahu ia akan keluar agresif. Kami memanfaatkan hal itu.. Saya tahu itu adalah pertarungan yang sulit tetapi tidak mustahil untuk menang.” “Kami harus menggunakan teknik dan keterampilan dan tidak membiarkan Manny berkembang karena ia biasa melakukan itu.” Hasil tersebut membuat Pacman kalah sekali, draw sekali dan menang dua kali dari Marquez.

Juan Manuel Marquez akhirnya berhasil menuntaskan dendamnya dengan menjatuhkan Manny Pacquiao dengan TKO di ronde ke-6. Dalam pertarungan di MGM Arena Las Vegas yang disiarkan langsung RCTI, kedua petinju tak banyak jual beli pukulan di ronde pertama. Di ronde kedua Pacquiao yang pertama mendarat kombinasi yang layak. Namun di Ronde ketiga justru straight kanan Marquez membuat Pacman mencium kanvas.

Di ronde keempat dan kelima, darah segar mulai memercik dari wajah kedua petinju. Marquez masih unggul angka. Di ronde ke-enam, jual beli pukulan semakin intens dan di akhir ronde, jab kiri Pacman dibalas dengan straight kanan yang langsung membuat idola Filipina itu terjerembap tak bergerak. Dan Marquez pun menang TKO.

Yogyakarta Gelar Turnamen Biliar Internasional

Sebanyak 128 pebiliar nasional dan internasional ikut serta pada Turnamen Biliar Internasional di Yogyakarta, 27 September hingga 7 Oktober mendatang. Turnamen ini memperebutkan trofi Sri Sultan Hamengku Buwono X dan hadiah uang total Rp 239,5 juta.

Selain itu, turnamen yang bertajuk “Jogja Memang Istimewa Open Tournament and Ladies Tournament” ini juga digelar untuk mensyukuri Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta yang sudah disahkan.

“Kami warga Yogyakarta menggelar turnamen ini juga sebagai ungkapan rasa syukur atas keistimewaaan Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Ketua Panitia Penyelenggara, Aswin Adji Praditya, Kamis, 20 September 2012.

Ia menambahkan, panitia turnamen mengikutsertakan semua atlet biliar PON Riau 2012 dan atlet lokal yang akan diseleksi pada 27-30 September 2012. Sedangkan 24 atlet international yang berpartisipasi berasal dari 8 negara, yakni Filipina, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Prancis, Swedia, Inggris, dan Amerika Serikat. Sementara itu, kelompok putri akan diikuti 64 peserta.

Pada turnamen ini juara kelompok putra akan mendapat trofi Sri Sultan Hamengku Buwono X dan hadiah uang Rp 100 juta. Sedangkan kelompok putri akan mendapatkan trofi Sri Sultan Hamengku Buwono X dan uang Rp 20 juta.

Sri Sultan Hamengku Buwono X dijadwalkan membuka turnamen ini.

Para pemain biliar internasional yang akan tampil di antaranya ialah Roberto Gomes, Jeffry Deluna, Carlo Biado, Antonio L (Filipina), Ibrahim Ammir dan Patrick Ooi (Malaysia). Sedangkan pemain biliar terbaik Indonesia yang ikut serta ialah Ricky Yang, Irsal N, M Zulfikri, Siauw Wieto, dan M Junarto dari Yogyakarta.

Daftar Altet Karate Yang Diterjunkan Di Kejuaraan Karate Asia Tenggara 1st Southeast Asian Karate-Do (SEAK) Championships 2012

Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia, Hendardji Soepandji, menyatakan pihaknya mengincar gelar juara di Kejuaraan Karate Asia Tenggara 1st Southeast Asian Karate-Do (SEAK) Championships 2012 di Bangkok, Thailand, 28-30 September 2012.

“Ini ajang pertama karate ASEAN. Kami akan memaksimalkan upaya hingga jadi juara umum,” kata Hendardji di Jakarta, Selasa, 25 September 2012.

PB Forki akan mengirimkan 25 karatekanya ke Bangkok. Dari jumlah tersebut 4 di antaranya karateka kadet (usia 14-15 tahun), 3 karateka junior (16-17 tahun), dan 18 karateka senior.

Di nomor kadet dan junior, Forki akan mengirim karateka yang berprestasi di Kejuaraan Asia di Uzbekistan. Sedangkan karateka senior diisi oleh para karateka yang juara di Pekan Olahraga Nasional Riau lalu, termasuk Tebing Hutapea (DKI Jakarta), Hendro Salim (Sulawesi Selatan), serta dua karateka asal Sumatera Utara Jintar Sianjuntak dan Donny Dharmawan.

Hendardji optimistis bisa memborong 10 medali emas dari Bangkok. Apalagi PB Forki sudah menggelar pemusatan latihan nasional dengan mandiri sejak 1 April lalu. “Latihan sedini mungkin, membina sedini mungkin, dengan mengimplementasikan sport science. Kami pasti bisa jadi juara umum dengan meraih 10 medali emas,” katanya.

Atlet nasional yang akan turun di nomor kata beregu putera, Aswar, mengungkapkan dirinya siap meskipun baru pulang dari Pekan Olahraga Nasional Riau. “Di Asia, karate Indonesia itu ada di peringkat lima besar. Tapi semua harus diwaspadai karena karate adalah olahraga tidak terukur,” kata peraih medali emas PON Riau di nomor kata beregu putra itu.

Lawan yang harus diwaspadai, kata dia, antara lain wakil Malaysia dan Vietnam. Di bawah itu, ada Laos dan Myanmar. “Tuan rumah Thailand sendiri punya pelatih dari Jepang yang terus menerus melatih sejak lama. Pelatihnya tahu perjalanan anak buahnya karena sudah bersama-sama sejak lama,” kata Aswar.

Aswar yang mengaku sudah diwaspadai lawan-lawannya itu akan menurunkan jurus anan, suparinpei, kururunfa, termasuk variasi setiap jurus yang disebut bunkai. Ia mengatakan dirinya berada dalam kondisi fit.

Berikut nama-nama karateka Indonesia yang akan berlaga di Kejuaraan Karate Asia Tenggara 1st Southeast Asian Karate-Do (SEAK) Championships 2012 di Bangkok, Thailand, 28-30 September 2012.

Kadet:
1. Stenly Sugiarto/DKI Jakarta/kata perorangan putra
2. Ifka Widiasari/Sulawesi Selatan/kumite -47kg putri
3. Feby P. Sutantio/Jawa Timur/kumite +68 kg putra
4. Renaldy P. Sutantio/Jawa Timur/kumite +70kg putra

Junior:
1. Vina Aprilia/Jawa Timur/kata beregu putri
2. Nawar K/DKI Jakarta/kata beregu putri
3. Ni Putu Sari/Bali/kata beregu putri

Senior:
1. Julianti Syafrudin/Jawa Barat/kata perorangan putri
2. Ririn/Sulawesi Selatan/kata beregu putri
3. Suhada/Sulawesi Selatan/kata beregu putri
4. Suhada/Sulawesi Selatan/kata beregu putri
5. Martinel Prihastuti/Sumatera Barat/kumite -50kg putri
6. Nurhadiyanti Fitria/DKI Jakarta/kumite -55kg putri
7. Ayu Safitri/Sulawesi Selatan/kumite -61kg putri
8. IndahMogia Angkat/Sumatera Utara/kumite -68kg putri
9. Asmaul Husna/Riau/kumite +68kg putri
10. Tebing Hutapea/DKI Jakarta/kumite -55kg putra
11. Donny Dharmawan/Sumatera Utara/kumite -60kg putra
12. Jintar Simanjuntak/Sumatera Utara/kumite -67kg putra
13. Angga Lasmana/Jawa Timur/kumite -75kg putra
14. Hendro Salim/Sulawesi Selatan/kumite -84kg putra
15. Caesar Issac/DKI Jakarta/kumite +84 kg putra
16. Faisal Zainuddin/Sulawesi Selatan/kata beregu putra
17. Aswar/Sulawesi Selatan/kata beregu putra
18. Fidelys Lolobua/Sulawesi Selatan/kata beregu putra

Kompas Bali Bike Dimulai

Peserta Kompas Bali Bike melaju di tengah padatnya jalur Denpasar, Bali. Mereka bersaing dengan sepeda motor, mobil, dan truk di Jalan Bypass Ngurah Rai.

Sekitar satu jam setelah dilepas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu di Nusa Dua, pesepeda sudah melewati Jimbaran, Tuban, dan simpang Dewaruci. Kini mereka sudah melaju di Bypass Ngurah Rai sekitar Sanur.

“Ini belum terasa capek, saya biasa bersepeda 120 km setiap minggu,” kata Purnomo, peserta dari Purwokerto, Jawa Tengah.

Meskipun jalur yang dilalui ramai, pesepeda tak merasa terganggu. Sebagian dari mereka menganggap keramaian di Bali masih belum mengganggu dibandingkan dengan kemacetan di kota mereka. Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyambut baik kegiatan sepeda Bali Bike Kompas Daily 2012 yang akan menjelajah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, dengan rangkaian kegiatan kemanusiaan oleh Yayasan Kemanusiaan Kompas.

Apalagi kegiatan itu sebagian digelar di Pulau Komodo, Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat pada September ini.

Selama perjalanan petualangan, biker peserta Bali Bike Kompas Daily 2012 juga menggelar pengobatan gratis kepada 1.000 warga Kecamatan Komodo, juga sunat masal untuk 100 orang anak dari keluarga tidak mampu.

Pemda Manggarai Barat menyambut positif serta memberikan dukungan terhadap kegiatan kemanusiaan, terutama pada Yayasan Kemanusiaan Kompas. Apresiasi itu disampaikan Sekretaris Camat Komodo Cordinus M Magul SH kepada Kompas.com di Labuan Bajo, Kamis (13/9/2012).

Cordinus menjelaskan, pada Kamis (13/9/2012) kemarin setelah rapat dengan tim dari Yayasan Kemanusiaan Kompas yang diwakili stafnya, Suyanto di Hotel Jayakarta, pihaknya langsung mengirim surat ke 17 desa dan 2 kelurahan di Kecamatan Komodo.

Staf Yayasan Kemanusiaan Kompas, Suyanto kepada Kompas.com di Hotel Jayakarta, Kamis (13/9/2012) menambahkan, dirinya melakukan pemeriksaan kesiapan di Kota Labuan Bajo dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat terkait kegiatan pengobatan gratis dari Yayasan Kemanusiaan Kompas bersamaan dengan Kompas Bali Bike 2012.

Suyanto menargetkan peserta pengobatan masal dari Bali sampai di Kota Labuan Bajo, NTT sebanyak 3.000 orang dan sunatan masal 200 anak. Kegiatan pengobatan gratis akan dilangsukan di Mataram, ibu kota Provinsi NTB pada 18 September 2012, di Bima 22 September 2012 dan di Kota Labuan Bajo pada 23 September 2012.

Khusus di Bima, jelas Suyanto, Yayasan Kemanusiaan Kompas membantu memberikan makanan dan vitamin TBC untuk 200 pasien. Suyanto menjelaskan, Tim Dana Kemanusiaan Kompas atau Yayasan Kemanusiaan Kompas sudah bertemu dengan pihak terkait di Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat seperti Dinas Kesehatan Manggarai Barat serta Pemerintah Kecamatan Komodo. Mereka menyambut baik dan positif kegiatan kemanusiaan dari Yayasan Kemanusiaan Kompas.

Setelah tiba di desa adat Tenganan, desa tradisional Bali di Kabupaten Karangasem, peserta Kompas Bali Bike menikmati hidangan makan malam yang disajikan masyarakat adat setempat. Saat itu juga ditampilkan tarian adat untuk menghibur peserta.

Kepala Desa Adat Tenganan Pegringsian I Putu Suarjana mengatakan, pihaknya merasa sangat terhormat dikunjungi peserta Kompas Bali Bike.

“Kami tahu bapak ibu yang datang ke sini umumnya punya beberapa mobil di rumah. Tapi, kali ini datang ke desa kami menggunakan sepeda adalah sebuah kehormatan. Ini sesuai dengan falsafah hidup masyarakat adat Tenganan yang selaras dengan alam,” ujar Putu.

Etape pertama Kompas Bali Bike sudah terlewati. Sekitar pukul 18.00 para peserta sudah kembali masuk hotel setelah sebelumnya menikmati jamuan makan malam di Desa Wisata Tenganan Pegringsingan.

Pada hari pertama, para peserta mampu melewati tantangan jalur padat Denpasar-Ubud sejauh 102 km. Hanya satu dari 114 peserta yang tak bisa melanjutkan perjalanan karena cedera kaki. Hari itu, peserta makan siang, shalat Jumat, dan istirahat di Museum Puri Lukisan Ubud.

Selain Pura Lukisan di Ubud, peserta Kompas Bali Bike juga mampir di Goa Gajah dan Goa Lawah. Pada persinggahan terakhir etape pertama, mereka pun mampir di Desa Tenganan Pegringsingan. Desa kuno Bali itu memproduksi kain gringsing atau kain tenun yang pewarnaannya masih dilakukan dengan cara tradisional, yakni menggunakan warna alam untuk mencelup kain.

Kini peserta pun beristirahat untuk mempersiapkan etape kedua menuju Kintamani. Etape kedua yang menanjak tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pada pegowes Kompas Bali Bike.

Etape kedua dalam perjalanan bersepeda Kompas Bali Bike pada Sabtu (15/9/2012) ini akan menempuh 68 kilometer. Meski jarak tergolong pendek, sebagian perjalanan yang dilalui berupa tanjakan.

Menurut Wakil Ketua Panitia Kompas Bali Bike Nugroho F Yudho, etape kedua cukup berat sehingga peserta diminta untuk siap diri secara baik. Panitia telah menyiapkan tim khusus menggunakan sepeda motor untuk mendorong peserta yang tak kuat mengayuh sepedanya.

“Banyak peserta yang meski tidak begitu kuat lagi mengayuh sepedanya, tetapi tak mau menyerah begitu saja. Mereka tetap berusaha untuk terus gowes hingga di titik akhir sehingga panitia menambah pasukan khusus untuk membantu peserta agar bisa tetap gowes,” kata Nugroho.

Kompas Bali Bike pada rute kedua ini akan dimulai dari Candidasa, Kabupaten Karangasem, menuju ke Kintamani. Titik finis terletak tak jauh dari Gunung Batur dan Danau Batur.

Demi Bali Bike, Tinggalkan Anak

Ini benar-benar luar biasa. Sepasang suami-istri, Andi (41) dan Yonanda (41), warga Sunter, Jakarta Utara, rela meninggalkan dua anaknya yang masih bersekolah di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah dasar (SD) demi mengikuti perjalanan bersepeda jarak jauh yang digelar harian Kompas atau Kompas Bali Bike di Bali pada 14-16 September 2012. Menurut Yonanda, selama ini, dia dan suaminya hanya mengikuti berbagai sepeda gembira (funbike) di Jakarta sehingga ketika dibuka pendaftaran Kompas Bali Bike, mereka pun langsung mendaftarkan diri jadi peserta. Keduanya pun mengajukan cuti sejak Kamis (13/9) sampai Senin (17/9). ”Kami ingin mencoba gowes di Bali,” kata Yonanda. (COK/JAN)

Uang Bisa Dicari

Saking hobinya dengan urusan persepedaan, Lie Surya banyak mengikuti kompetisi Triathlon Ironman di luar negeri. Dia harus membiayai kompetisi itu dari koceknya sendiri. Tidak tanggung-tanggung, sekali kejuaraan, laki-laki yang mempunyai perusahaan teknologi informasi (TI) di Jakarta itu harus mengeluarkan duit sekitar Rp 30 juta. Kejuaraan yang telah diikutinya antara tahun 2011 dan 2012 ada tiga. Dengan demikian, Lie sudah mengeluarkan uang sekitar Rp 90 juta. Tentunya kalau dihitung-hitung, uang sebesar itu dapat digunakan untuk membeli rumah, minimal mungkin dapat digunakan sebagai uang muka untuk rumah baru. ”Saya tidak melihat uangnya, melainkan kepuasan, sebab uang bisa dicari,” kata Lie Surya, Jumat (14/9), peserta Kompas Bali Bike 2012. (NIT/SEM/COK)

Beli Sepeda Diam-diam

Demi membeli sebuah sepeda karena hobi, segala cara dilakukan, termasuk secara diam-diam mengumpulkan uang untuk membeli sepeda yang harganya cukup mahal. Itu yang dilakukan Godlief Matatula (52), asal Medan, Sumatera Utara. Peserta Kompas Bali Bike ini mengaku menabung uang tanpa sepengetahuan istrinya. Setiap bulan dia menyisihkan sejumlah penghasilan, hingga akhirnya terkumpul Rp 5 juta. ”Kalau saya bilang ingin beli sepeda seharga Rp 5 juta, istri pasti keberatan. Istri baru tahu setelah sepedanya sudah ada. Walau sempat dimarahi habis-habisan, tapi akhirnya terima saja,” kata Godlief.

35 Negara Ikut MetaMan Triathlon Ekstrem di Bintan

Triathlon terekstrem dimulai di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, besok, 15 September 2012. Peserta dari 35 negara akan adu lari, balap sepeda, dan lomba renang dalam trek yang ultra jauh.

“MetaMan atau triathlon ultra jauh ini adalah yang pertama di Asia Tenggara,” ujar Bupati Bintan Ansar Ahmad dalam keterangan pers di Nirwana Resor, Bintan, Jumat, 14 September 2012.

Bintan memiliki agenda tahunan serupa, yaitu Bintan Triathlon, yang sudah berjalan selama empat tahun. Tapi MetaMan dengan jarak ultra jauh ini baru pertama. Peserta harus berlari menempuh jarak sejauh 42,2 kilometer, balap sepeda 180 kilometer, dan renang 3,8 kilometer. Bagi peserta non-profesional, bisa memilih kategori MetaMan half dengan jarak separuh dari MetaMan full.

Direktur Metasport Race Marie Leautey menuturkan, jarak tempuh MetaMan kali ini tidak banyak di dunia. Tercatat, di dunia, ada tiga kategori utama triathlon ultra jauh, yaitu triathlon ironman (28 seri), triathlon challenge (enam seri), dan triathlon independen (15 jenis). “Ini benar-benar baru di Asia Tenggara,” kata dia.

Sebanyak 250 peserta akan memperebutkan hadiah utama sebesar US$ 15 ribu untuk tiap kategori putra dan putri. Menurut Marie, angka 250 orang memang tidak besar ketimbang lomba-lomba serupa yang bisa diikuti hingga 4.000 peserta. “Tapi, karena ini baru pertama, maka selalu menjadi uji coba. Kami akan menunggu feedback dari lomba ini,” ujar dia.

Metasport adalah lembaga yang juga menyelenggarakan Bintan Triathlon. Jadi pemilihan Bintan bukanlah hal yang baru. “Kami sudah kerja sama dengan swasta dan pemerintah selama delapan tahun, dan kami sudah percaya mereka bisa menangani lomba berkelas internasional,” ujar Marie. “Apalagi kawasan ini sangat indah dan cantik.”

Peserta dari Selandia Baru, Belinda Harper, menuturkan, tantangan utama lomba adalah cuaca. “Terutama panas dan kelembapan, mudah membuat atlet menjadi dehidrasi,” ujar dia.

Kondisi tersebut diamini peserta lain, Aaron Farlow. Pria yang sudah menggeluti triathlon selama 10 tahun ini mengakui adaptasi terhadap cuaca adalah tantangan utama.

MetaMan perdana ini akan berlangsung di Nirwana Gardens. Lomba diawali dengan berenang yang dimulai dari salah satu teluk di Nirwana Garden. Setelah berenang, peserta harus bersepeda melintasi barat daya Pulau Bintan melewati permukiman penduduk. Terakhir adalah lari maraton yang akan melintasi kawasan hutan di sekitar Bintan.

Zarmi Bachtiar Asal Bukittinggi Jadi Legenda Atlet Binaraga Indonesia

Pada masa remaja, Zarmi hanyalah seorang anak kampung yang minder dan kurang gaul.

Saat bersekolah di Sekolah Teknik Menengah (STM) Bukittinnggi pada 1970-an, ia hanya bisa menguping pembicaraan riang rekan-rekan sekolahnya tentang kegemaran mereka latihan binaraga di semacam fitness center atau pusat kebugaran.

“Saya hanyalah orang kampung dan hanya bisa iri mendengar obrolan mereka, saya sebenarnya juga ingin seperti mereka, tapi tidak punya uang untuk bayar iuran,” kata Zarmi, 67, saat ditemui di kediamannya kawasan Tangkerang, Pekanbaru, Senin (10/9).

Saat itu, Zarmi tinggal di sebuah desa sekitar sembilan kilometer di timur Bukittinggi dan tidak punya kegiatan apa-apa sepulang sekolah. Terdorong oleh keinginan kuat untuk menyalurkan kegemaran olahraga binaraga, tapi sama sekali tidak punya fasilitas, ia pun mencoba memutar otak untuk membuat peralatan sederhana.

Pohon kelapa tua pun menjadi pilihan untuk untuk dipotong-potong dan dijadikan barbel. Melihat Zarmi yang latihan beban dengan menggunakan barbel dari pohon kelapa, seorang teman di kampung pun mencemooh, mengganggapnya sudah gila dan “kurang kerjaan”.

“Kamu seperti kurang kerjaan. Kalau mencangkul di sawah, jelas ada hasilnya dibanding ngangkat-ngangkat pohon kelapa itu,” kata Zarmi menirukan cemoohan temannya.

Cemoohan itu bukannya membuat pria kelahiran Bukittinggi 27 September 1945 itu tersinggung, tapi justru ibarat bara yang membakar semangatnya. “Dalam hati saya berkata, sekarang silahkan mencemooh saya, tapi suatu saat dia akan menelan kembali kata-katanya,” kata pensiunan PNS Pemda Riau itu.

Tamat STM pada 1970, Zarmi pun mencoba peruntungan ke Pekanbaru, kota tempat dimana orang-orang sekampungnya merantau untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Bekal ijazah STM ternyata belum cukup baginya untuk mencari pekerjaan, seperti pegawai negeri yang ia idamkan. Untuk menyambung hidup dan karena tidak ada pilihan lain, ia pun rela bekerja sebagai kuli panggul di pasar. Latihan barbel selama ini cukup membantunya untuk bekerja mengangkat barang-barang yang berat di pasar.

Otot bentukan saat latihan mengangkat barbel dari pohon kelapa ternyata masih tersisa pada tubuh Zarmi, sehingga pemilik Riau Barbell Club Pekanbaru mengajaknya untuk bergabung.

Sejak itulah, secara perlahan, nasib Zarmi yang sekarang hidup nyaman di rumah sederhana tapi asri di areal seluas 400m persegi itu mulai berubah.

Pada 1973, ia untuk pertama kalinya ikut PON VIII di Jakarta dan ketika itu binaraga masih dalam status ekshibisi. Medali perak pun ia raih untuk kelas pendek. Ketika itu, binaraga dipertandingkan dalam tiga kategori dan berdasarkan ukuran tinggi badan, yaitu tinggi, menengah dan pendek.

Perlahan tapi pasti, prestasi demi prestasi pun direngkuh untuk mengharumkan nama Riau. Secara beruntun mulai dari PON 1981, 1985, dan 1989, medali emas sudah menjadi langganannya.

PON 1996 menjadi pentas terakhirnya ketika ia masih mampu meraih medali perak meski sudah berusia 51 tahun dan menjadi atlet tertua dalam sejarah binaraga nasional.

Kebanggaan Riau tidak hanya berkibar di tingkat nasional, tapi juga regional dan bahkan internasional. Prestasi terbaiknya adalah perak SEA Games 1981 di Manila dan peringkat sepuluh di kejuaraan dunia 1983 di Singapura.

Saat pulang ke kampung halaman di Bukittinggi, hanya ada satu keinginan Zarmi, yaitu menemui temannya yang pernah mencemoohnya dan ternyata hidupnya masih belum berubah.

“Waktu ketemu saya, dia langsung menangis sambil meminta maaf atas sikapnya dulu. Dan saya katakan bahwa saya menemuinya justru untuk menyampaikan ucapan terima kasih,” kata Zarmi yang dikarunia empat orang anak dan empat cucu itu.

Selama menjadi atlet, Zarmi boleh dikatakan “makan gaji buta” karena sebagai PNS Pemda Riau, ia hampir tidak pernah masuk kantor. Tapi semua itu ia bayar dengan prestasi yang telah mengharumkan nama Riau di pentas nasional dan internasional.

Sukses sebagai atlet, ia pun juga sukses sebagai pelatih dan salah satu binaraga binaannya adalah Asrelawandi yang beruntun tampil sebagai juara di Asian Beach Games (ABG) 2008 di Bali dan Asian Beach Games 2010 di Muscat, Oman.

Prestasi demi prestasi serta dedikasi yang telah ditunjukannya untuk cabang binaraga, menempatkan Zarmi sebagai salah satu dari 100 atlet legendaris Indonesia versi buku yang diterbitkan KONI Pusat pada 2002. Dari 100 atlet legendaris itu, Zarmi adalah satu-satunya yang mewakili Riau.

Tidaklah mengherankan jika Zarmi kemudian dipercaya sebagai pembawa obor terakhir untuk menyulut kaldron pada pembukaan pesta olahraga empat tahunan itu.

Zarmi semula sempat ragu-ragu kalau ia mampu untuk menjalankan tugas yang menjadi impian insan olahraga di Tanah Air itu karena ia takut berada di ketinggian.

Dalam acara gladi bersih, Zarmi mengaku grogi karena berada di ketinggian 20 meter saat akan menyulut kaldron dengan obor berbentuk lembing setelah secara perlahan diangkat dengan menggunakan semacam kereta.

“Saya memang takut berada di ketinggian. Tapi saya juga sadar bahwa penyulut kaldron adalah puncak dari seluruh upacara pembukaan dan ini menjadi idaman seluruh atlet dan kesempatan itu hanya sekali seumur hidup,” katanya.

Mantan atlet binaraga Zarmi Bachtiar mengaku sangat terhormat dipercaya menyulut api di kaldron pada pembukaan PON XVIII/2012 di Stadion Utama Riau di Pekanbaru, Selasa (11/9) malam.

“Saya merasa sangat terhormat, belum pernah dapat pengalaman seperti ini,” kata Zarmi kepada setelah acara pembukaan PON berakhir.

Pria yang kini berusia 67 tahun itu mengaku sangat santai melakukan tugas menyulut kaldron. Padahal, tugas yang diembannya itu tidaklah mudah karena ia ditonton oleh jutaan orang di Indonesia baik yang hadir di stadion, maupun penonton di televisi.

Selain itu, dia juga harus naik ke ketinggian sekitar 20 meter menggunakan lift hidrolik untuk menyalakan kaldron PON Riau. “Saya cuma latihan dua kali,” kata Zarmi dengan santai.

Zarmi dipilih Panitia Besar PON Riau karena merupakan atlet legendaris sarat prestasi dari “Bumi Lancang Kuning”. Lahir di Bukittinggi 27 September 1945, ia merupakan atlet binaraga yang menjadi langganan peraih medali emas pada pelaksanaan PON.

Memulai kariernya pada 1970, Zamri hanya butuh waktu tiga tahun untuk meraih medali perak pertamanya di PON VIII 1973. Setelah kembali meraih perak pada PON 1977, ia akhirnya menyabet emas pada PON X/1981 pada kelas 65 kilogram.

Ia mengulang prestasi meraih emas pada PON XI dan XII di Jakarta.

Prestasinya di tingkat internasional adalah meraih medali perunggu pada SEA Games 1981 di Manila dan medali perak pada SEA Games Jakarta/1987.

Selain itu, ia juga meraih medali emas pada kejuaraan tingkat nasional mulai tahun 1978 hingga 1989. Kemudian prestasi serupa juga diraihnya para kejuaraan tingkat ASEAN mulai tahun 1983, 1984 dan 1985.

Sumatera Barat Lolos ke Babak Enam Besar Setelah Menaklukan DKI Jakarta

Tim futsal Sumatera Barat berhasil lolos ke babak enam besar setelah mengalahkan DKI Jakarta pada laga terakhir penyisihan Grup C di GOR Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Senin.

Pada pertandingan pamungkas melawan tim ibu kota tersebut tim Ranah Minang sukses membukukan kemenangan dengan skor akhir 2-1.

Hasil tersebut membuat Sumbar lolos ke babak enam besar dengan poin sembilan. Poin sempurna itu didapatkan setelah sebelumnya Sumbar mampu menundukkan lawan-lawannya di Grup C yakni Sulsel 7-5, NTT 5-3, dan terakhir DKI Jakarta 2-1.

Dengan demikian Sumbar lolos dengan predikat sebagai juara grup ditemani DKI Jakarta yang berada di posisi runner-up dengan perolehan enam poin.

Sebenarnya, kepastian lolos Sumbar ke enam besar sudah diketahui Minggu (9/9) malam, menyusul kandasnya Sulsel di tangan DKI Jakarta dengan skor 7-3. Hasil itu membuat Sulsel tersingkir lebih awal bersama NTT.

Pelatih tim futsal Sumbar Syafrianto Rusli usai pertandingan mengatakan, kunci kemenangan anak asuhnya terletak dari kesabaran dalam bermain.

“Sebenarnya DKI juga bermain sabar, tapi anak-anak lebih bermain sabar lagi. Saya kira itulah kunci kemenangan kami,” ujarnya.

Mantan pelatih Semen Padang FC itu menambahkan, permainan berlangsung ketat. Saling adu strategi terjadi di lapangan. Menurut dia, ini terjadi karena kekuatan Sumbar dan DKI yang berimbang. Jadi wajar jika laga berakhir dengan skor ketat 2-1.

Pada pertandingan itu Sumbar sempat tertinggal lebih dulu setelah pemain DKI Jakarta Stefanus Home mencetak gol pada menit 22. Tapi Yudi Fatra mampu mengimbangi gol DKI setelah mencetak gol menit 24. Hanya berselang satu menit Randi Satria menggandakan keunggulan Sumbar jadi 2-1.

Setelah itu, permainan semakin berlangsung ketat. Kedua tim terlihat bermain sedikit berhati-hati karena tidak mau kebobolan. Dan hingga waktu habis, skor tidak berubah dengan hasil untuk kemenangan Sumbar.