Category Archives: Balap Sepeda

Kompas Bali Bike Dimulai

Peserta Kompas Bali Bike melaju di tengah padatnya jalur Denpasar, Bali. Mereka bersaing dengan sepeda motor, mobil, dan truk di Jalan Bypass Ngurah Rai.

Sekitar satu jam setelah dilepas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu di Nusa Dua, pesepeda sudah melewati Jimbaran, Tuban, dan simpang Dewaruci. Kini mereka sudah melaju di Bypass Ngurah Rai sekitar Sanur.

“Ini belum terasa capek, saya biasa bersepeda 120 km setiap minggu,” kata Purnomo, peserta dari Purwokerto, Jawa Tengah.

Meskipun jalur yang dilalui ramai, pesepeda tak merasa terganggu. Sebagian dari mereka menganggap keramaian di Bali masih belum mengganggu dibandingkan dengan kemacetan di kota mereka. Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyambut baik kegiatan sepeda Bali Bike Kompas Daily 2012 yang akan menjelajah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, dengan rangkaian kegiatan kemanusiaan oleh Yayasan Kemanusiaan Kompas.

Apalagi kegiatan itu sebagian digelar di Pulau Komodo, Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat pada September ini.

Selama perjalanan petualangan, biker peserta Bali Bike Kompas Daily 2012 juga menggelar pengobatan gratis kepada 1.000 warga Kecamatan Komodo, juga sunat masal untuk 100 orang anak dari keluarga tidak mampu.

Pemda Manggarai Barat menyambut positif serta memberikan dukungan terhadap kegiatan kemanusiaan, terutama pada Yayasan Kemanusiaan Kompas. Apresiasi itu disampaikan Sekretaris Camat Komodo Cordinus M Magul SH kepada Kompas.com di Labuan Bajo, Kamis (13/9/2012).

Cordinus menjelaskan, pada Kamis (13/9/2012) kemarin setelah rapat dengan tim dari Yayasan Kemanusiaan Kompas yang diwakili stafnya, Suyanto di Hotel Jayakarta, pihaknya langsung mengirim surat ke 17 desa dan 2 kelurahan di Kecamatan Komodo.

Staf Yayasan Kemanusiaan Kompas, Suyanto kepada Kompas.com di Hotel Jayakarta, Kamis (13/9/2012) menambahkan, dirinya melakukan pemeriksaan kesiapan di Kota Labuan Bajo dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat terkait kegiatan pengobatan gratis dari Yayasan Kemanusiaan Kompas bersamaan dengan Kompas Bali Bike 2012.

Suyanto menargetkan peserta pengobatan masal dari Bali sampai di Kota Labuan Bajo, NTT sebanyak 3.000 orang dan sunatan masal 200 anak. Kegiatan pengobatan gratis akan dilangsukan di Mataram, ibu kota Provinsi NTB pada 18 September 2012, di Bima 22 September 2012 dan di Kota Labuan Bajo pada 23 September 2012.

Khusus di Bima, jelas Suyanto, Yayasan Kemanusiaan Kompas membantu memberikan makanan dan vitamin TBC untuk 200 pasien. Suyanto menjelaskan, Tim Dana Kemanusiaan Kompas atau Yayasan Kemanusiaan Kompas sudah bertemu dengan pihak terkait di Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat seperti Dinas Kesehatan Manggarai Barat serta Pemerintah Kecamatan Komodo. Mereka menyambut baik dan positif kegiatan kemanusiaan dari Yayasan Kemanusiaan Kompas.

Setelah tiba di desa adat Tenganan, desa tradisional Bali di Kabupaten Karangasem, peserta Kompas Bali Bike menikmati hidangan makan malam yang disajikan masyarakat adat setempat. Saat itu juga ditampilkan tarian adat untuk menghibur peserta.

Kepala Desa Adat Tenganan Pegringsian I Putu Suarjana mengatakan, pihaknya merasa sangat terhormat dikunjungi peserta Kompas Bali Bike.

“Kami tahu bapak ibu yang datang ke sini umumnya punya beberapa mobil di rumah. Tapi, kali ini datang ke desa kami menggunakan sepeda adalah sebuah kehormatan. Ini sesuai dengan falsafah hidup masyarakat adat Tenganan yang selaras dengan alam,” ujar Putu.

Etape pertama Kompas Bali Bike sudah terlewati. Sekitar pukul 18.00 para peserta sudah kembali masuk hotel setelah sebelumnya menikmati jamuan makan malam di Desa Wisata Tenganan Pegringsingan.

Pada hari pertama, para peserta mampu melewati tantangan jalur padat Denpasar-Ubud sejauh 102 km. Hanya satu dari 114 peserta yang tak bisa melanjutkan perjalanan karena cedera kaki. Hari itu, peserta makan siang, shalat Jumat, dan istirahat di Museum Puri Lukisan Ubud.

Selain Pura Lukisan di Ubud, peserta Kompas Bali Bike juga mampir di Goa Gajah dan Goa Lawah. Pada persinggahan terakhir etape pertama, mereka pun mampir di Desa Tenganan Pegringsingan. Desa kuno Bali itu memproduksi kain gringsing atau kain tenun yang pewarnaannya masih dilakukan dengan cara tradisional, yakni menggunakan warna alam untuk mencelup kain.

Kini peserta pun beristirahat untuk mempersiapkan etape kedua menuju Kintamani. Etape kedua yang menanjak tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pada pegowes Kompas Bali Bike.

Etape kedua dalam perjalanan bersepeda Kompas Bali Bike pada Sabtu (15/9/2012) ini akan menempuh 68 kilometer. Meski jarak tergolong pendek, sebagian perjalanan yang dilalui berupa tanjakan.

Menurut Wakil Ketua Panitia Kompas Bali Bike Nugroho F Yudho, etape kedua cukup berat sehingga peserta diminta untuk siap diri secara baik. Panitia telah menyiapkan tim khusus menggunakan sepeda motor untuk mendorong peserta yang tak kuat mengayuh sepedanya.

“Banyak peserta yang meski tidak begitu kuat lagi mengayuh sepedanya, tetapi tak mau menyerah begitu saja. Mereka tetap berusaha untuk terus gowes hingga di titik akhir sehingga panitia menambah pasukan khusus untuk membantu peserta agar bisa tetap gowes,” kata Nugroho.

Kompas Bali Bike pada rute kedua ini akan dimulai dari Candidasa, Kabupaten Karangasem, menuju ke Kintamani. Titik finis terletak tak jauh dari Gunung Batur dan Danau Batur.

Demi Bali Bike, Tinggalkan Anak

Ini benar-benar luar biasa. Sepasang suami-istri, Andi (41) dan Yonanda (41), warga Sunter, Jakarta Utara, rela meninggalkan dua anaknya yang masih bersekolah di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah dasar (SD) demi mengikuti perjalanan bersepeda jarak jauh yang digelar harian Kompas atau Kompas Bali Bike di Bali pada 14-16 September 2012. Menurut Yonanda, selama ini, dia dan suaminya hanya mengikuti berbagai sepeda gembira (funbike) di Jakarta sehingga ketika dibuka pendaftaran Kompas Bali Bike, mereka pun langsung mendaftarkan diri jadi peserta. Keduanya pun mengajukan cuti sejak Kamis (13/9) sampai Senin (17/9). ”Kami ingin mencoba gowes di Bali,” kata Yonanda. (COK/JAN)

Uang Bisa Dicari

Saking hobinya dengan urusan persepedaan, Lie Surya banyak mengikuti kompetisi Triathlon Ironman di luar negeri. Dia harus membiayai kompetisi itu dari koceknya sendiri. Tidak tanggung-tanggung, sekali kejuaraan, laki-laki yang mempunyai perusahaan teknologi informasi (TI) di Jakarta itu harus mengeluarkan duit sekitar Rp 30 juta. Kejuaraan yang telah diikutinya antara tahun 2011 dan 2012 ada tiga. Dengan demikian, Lie sudah mengeluarkan uang sekitar Rp 90 juta. Tentunya kalau dihitung-hitung, uang sebesar itu dapat digunakan untuk membeli rumah, minimal mungkin dapat digunakan sebagai uang muka untuk rumah baru. ”Saya tidak melihat uangnya, melainkan kepuasan, sebab uang bisa dicari,” kata Lie Surya, Jumat (14/9), peserta Kompas Bali Bike 2012. (NIT/SEM/COK)

Beli Sepeda Diam-diam

Demi membeli sebuah sepeda karena hobi, segala cara dilakukan, termasuk secara diam-diam mengumpulkan uang untuk membeli sepeda yang harganya cukup mahal. Itu yang dilakukan Godlief Matatula (52), asal Medan, Sumatera Utara. Peserta Kompas Bali Bike ini mengaku menabung uang tanpa sepengetahuan istrinya. Setiap bulan dia menyisihkan sejumlah penghasilan, hingga akhirnya terkumpul Rp 5 juta. ”Kalau saya bilang ingin beli sepeda seharga Rp 5 juta, istri pasti keberatan. Istri baru tahu setelah sepedanya sudah ada. Walau sempat dimarahi habis-habisan, tapi akhirnya terima saja,” kata Godlief.

20 Negara Ramaikan Balap Sepeda Tour de Timor

Sebanyak 20 negara akan meramaikan penyelenggaraan balap sepeda “Tour de Timor” yang melintasi wilayah Timor Leste dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Ada sekitar 20 negara yang ambil bagian dalam ajang Tour de Timor,” kata Konsul Timor Leste di Kupang, Feliciano da Costa saat bertemu Wakil Gubernur NTT Esthon Foenay di Kupang, Jumat, 7 September 2012.

Tou de Timor ini, menurut dia, mengambil tema ”Pas Laiha Fronteira” atau ”Damai Tanpa Batas”. Pemerintah Timor Leste ingin menggelorakan semangat cinta perdamaian antara semua bangsa di dunia. Event Tour de Timor yang keempat kali ini akan diikuti 320 peserta dari 20 negara, seperti Indonesia, Australia, Malaysia, Singapura serta beberapa negara Eropa.

Tour de Timor ini, lanjutnya, akan digelar mulai tanggal 10-15 September 2012 dengan mengambil start dari Dilli, Timor Leste kemudian melintasi wilayah Indonesia, khususnya di Mota”ain, Kabupaten Belu dan Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). “Kami berharap ada dukungan dari Pemerintah Indonesia untuk menyukseskan event ini,” katanya.

Wakil Gubernur NTT, Esthon Foenay menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan Tour de Timor. Karena itu, dia meminta dukungan dan kerjasama dari seluruh warga di perbatasan kedua negara. “Kami siap mendukung pelaksanaan Tour de Timor ini. Saya berharap ada kerjasama dari semua pihak di perbatasan kedua negara,” katanya.

Sementara itu, Atase Militer Kedubes Indonesia di Timor Leste, Kolonel Agung Wahyu mengatakan, pelaksanaan event tersebut sudah disampaikan kepada Kementerian Luar Negeri di Jakarta.

Pemerintah Indonesia mendukung sepenuhnya event tersebut dan menjamin keamanan serta kenyamanan para peserta Tour de Timor, selama berada dan melintasi wilayah Indonesia. “Kami sudah lakukan koordinasi, dengan pihak keamanan di Nusa Tenggara Timur,” katanya.

Lari Marathon, Triathlon dan Bersepeda Terlalu Sering Bisa Merusak Jantung

Berbagai literatur menyebutkan, melakukan aktivitas fisik (olahraga) secara teratur sebagai cara terbaik dalam menjaga agar tubuh tetap dalam kondisi fit. Namun ada beberapa jenis olahraga yang tampaknya harus Anda waspadai karena justru bisa berdampak buruk buat kesehatan.

Sebuah riset terbaru mengklaim, orang yang secara teratur mengambil bagian dalam program latihan ketahanan ekstrem seperti maraton, triathlon dan sepeda gunung berisiko mengalami kerusakan jantung.

Para peneliti dari University of Melbourne di Australia telah mengamati 40 atlet yang semuanya mengambil bagian dalam kegiatan kompetitif (latihan ketahanan). Peneliti menemukan bahwa para atlet yang sering melakukan latihan ketahanan cenderung menunjukkan tanda-tanda kerusakan di ventrikel kanan jantung.

Mereka juga menemukan kerusakan pada jantung akan terjadi setelah para atlet melakukan perlombaan marathon seminggu penuh. Bahkan, lima dari 40 atlet tersebut (13 persen) menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang lebih permanen, seperti jaringan parut atau ‘fibrosis’ pada otot jantung.

Temuan, ini diterbitkan dalam European Heart Journal. Peneliti berkesimpulan bahwa beberapa atlet mungkin akan mengalami risiko kerusakan pada jantung jika mereka melakukan latihan ketahanan tersebut dalam jangka panjang waktu yang panjang, menurut Dr Andre La Gerche.

Namun ia mengatakan, “hal terpenting yang harus dipahami adalah temuan ini tidak bermaksud menyimpulkan bahwa latihan ketahanan fisik itu tidak sehat. Karena data kami tidak cukup mendukung premis ini,” jelasnya.

“Sebagai analogi, beberapa pemain tenis umumnya berisiko mengalami cedera pada siku mereka. Tetapi ini tidak berarti bahwa bermain tenis buruk bagi kesehatan Anda. Temuan ini hanya mencoba mengidentifikasi area mana yang rentan mengalami gangguan untuk selanjutnya Anda dapat fokus pada langkah-langkah pengobatan dan pencegahan,” tambahnya.

Tiga Pebalap BMX Ikuti Pelatihan di Swiss

Tiga pebalap sepeda nomor BMX cross Indonesia mendapat kesempatan mengikuti program pelatihan balap sepeda nomor BMX di Swiss, Februari-Mei 2011, yang diselenggarakan Persatuan Balap Sepeda Internasional.

Tiga pebalap tersebut adalah Puguh Achmadi (DKI Jakarta), Tony Syarifudin (Jawa Tengah), dan Elga Kharisma (Jawa Timur).

Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB ISSI Josef Lomena, Selasa (21/12), mengatakan, ketiga pebalap sepeda BMX itu mendapat undangan dari UCI setelah lembaga itu melakukan pemantauan atas prestasi mereka. Tony dan Puguh terpantau prestasinya melalui Kejuaraan Asia BMX di Korea Selatan, akhir September 2010, sementara prestasi Elga terpantau melalui ajang pra-Olimpiade Remaja 2010 dan Olimpiade Remaja 20101 di Singapura, Agustus 2010. Di nomor BMX Olimpiade Remaja 2010, Elga finis di urutan tujuh.

”Selain mengikuti pelatihan, ketiganya mendapat kesempatan untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan BMX yang menjadi bagian program pelatihan UCI bersama pebalap-pebalap BMX dari negara lain,” ujar Josef.

Pelatih BMX cross Jawa Timur Sugeng Trihartono mengatakan karena kesempatan ikut program pelatihan itu berbentuk undangan, UCI juga memberikan subsidi biaya. Dari 4.000 dollar Amerika Serikat per bulan biaya pelatihan yang harus dibayarkan setiap pebalap, UCI membayari 2.000 dollar AS.

”Untuk Toni dan Puguh, sisa biaya kemungkinan ditanggung sponsor mereka. Untuk Elga, KONI Jawa Timur siap mendukung. Hari ini saya sudah mendapat kepastian dukungan itu,” ujar Sugeng.

Elga yang saat ini tercatat sebagai atlet balap sepeda Pengcab ISSI Malang direncanakan berangkat ke Swiss, 1 Februari 2011. Melihat kesempatan pelatihan yang diselenggarakan langsung oleh UCI dengan pelatih-pelatih BMX pilihan dari tingkat internasional, ujar Sugeng, KONI Jawa Timur bahkan berencana mendukung Elga untuk tidak hanya berlatih selama empat bulan, tetapi hingga sembilan bulan.

”Langkah itu diambil untuk melatih dan mematangkan Elga. Sebagai aset Jawa Timur, ia akan menjadi atlet masa depan yang bisa diturunkan di PON 2012 ataupun ajang internasional lainnya,” ujar Sugeng.

Puguh Achmadi mengatakan, ia akan menggunakan kesempatan mengikuti latihan di Swiss sebaik-baiknya. ”Pelatihan di Swiss akan saya pergunakan sebaik-baiknya sebagai persiapan menuju SEA Games 2011. Apalagi ini pertama kalinya saya ikut di ajang SEA Games,” ujarnya

 

Floyd Landis Jadi Mata-Mata

Pebalap sepeda asal Amerika Serikat, Floyd Landis, rupanya menaruh kabel dan kamera tersembunyi untuk mengoleksi bukti-bukti adanya praktik doping di kalangan pebalap sepeda. Demikian dilaporkan New York Daily News, Minggu (19/12).

Harian tersebut mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya menulis, Landis menggunakan peralatan itu pada satu pertemuan awal tahun ini bersama Michael Ball, pemilik tim Rock Racing. Di rekaman itu ada suara Tyler Hamilton dan bekas rekannya, Lance Armstrong.

New York Daily News menulis, kamera tipis itu memperlihatkan hormon pertumbuhan dan produk doping lainnya di kulkas Ball di apartemennya di California. Armstrong membantah semua itu, termasuk tuduhan Landis soal doping yang terencana.

Tuduhan doping yang dilancarkan Landis untuk Armstrong, juara Tour de France tujuh kali, itu masih diselidiki. Tuduhan juga dilancarkan kepada beberapa bekas rekan setim Landis.

Landis sebelumnya didakwa mengonsumsi doping dan gelarnya pada Tour de France 2006 dicopot. Hasil tes menunjukkan Landis positif mengonsumsi obat pendongkrak performa tubuh dan ia diskors beberapa tahun.

Pihak berwenang memiliki surat perintah untuk menggeledah apartemen Ball. Hasilnya akan digabungkan dengan bukti dari Landis. Demikian rencana yang dirancang agen Jeff Novitzky, yang pernah membuktikan skandal steroid BALCO.

Dewan juri masih menyelidiki kasus ini dengan mewawancarai saksi mata, dan sponsor. Testimoni mereka akan dirahasiakan

 

Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia Siapkan 15 Atlet Muda

Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia mulai menangani dan membina 15 atlet muda usia 13-14 tahun dalam pelatihan atlet usia muda.

Ke-15 atlet balap sepeda muda itu disiapkan untuk mengikuti Olimpiade Remaja 2014, kejuaraan-kejuaraan internasional multievent remaja serta sebagai upaya regenerasi.

Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) Josef Lomena, Rabu (17/11), mengatakan, pelatihan ke-15 atlet usia muda itu masuk dalam program pelatihan dan pembinaan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Pratama. Pelatihan itu sudah dimulai sejak 1 November 2010.

Ke-15 atlet balap sepeda usia muda itu dilatih di tiga lokasi pelatihan, yaitu di Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. ”Sebanyak lima atlet berlatih di satu lokasi dan didampingi satu pelatih,” ujar Josef.

Josef mengatakan, ke-15 atlet muda itu merupakan atlet muda berpotensi yang diusulkan Pengurus Daerah ISSI atau Pengurus Cabang ISSI dari seluruh Indonesia kepada PB ISSI untuk ikut pelatihan.

Didi Soedijanto, pelatih balap sepeda atlet muda di DI Yogyakarta, mengatakan, sesuai program latihan, satu atlet balap sepeda itu ditargetkan bisa menguasai beberapa nomor balap sepeda. Satu atlet minimal menguasai tiga nomor.

”Sesuai nomor yang dilombakan di Olimpiade Remaja 2010, kami melatih satu atlet bisa menguasai nomor road race, BMX, dan cross country; ada juga atlet yang dilatih untuk menguasai BMX, cross country, dan time trial,” ujarnya.

Josef menambahkan, ia optimistis pada target pelatihan di mana satu atlet menguasai tiga nomor bisa berhasil.

Didi menambahkan, karena pelatihan baru saja dimulai, peningkatan kemampuan belum bisa dilihat sekarang. Untuk itu, selain dijadwalkan mengikuti kejuaraan balap sepeda di daerah, ia mengusulkan, PB ISSI untuk memperbanyak agenda kejuaraan balap sepeda.

”Banyaknya kejuaraan yang diikuti bisa menjadi ajang uji coba atlet-atlet muda. Itu juga akan menambah pengalaman mereka,” ujar Didi.

Penyelidikan Kasus Doping Pembalap Sepeda Armstrong Berlanjut ke Perancis

Penyelidik Amerika Serikat mewawancarai petugas antidoping Perancis di markas Interpol, Selasa (16/11), sebagai bagian dari upaya mereka menyelidiki dugaan doping oleh pebalap sepeda AS, Lance Armstrong, yang merupakan juara tujuh kali lomba balap sepeda Tour de France dari tahun 1999-2005.

Penyelidikan petugas AS kini terfokus di Perancis karena petugas polisi dan petugas Badan Antidoping Perancis (AFLD) menyimpan beberapa sampel Armstrong yang diambil saat ia mengikuti Tour de France.

Sumber kantor berita AP di Interpol yang tidak bisa disebutkan namanya menyebutkan, penyelidik AS mendengar kesaksian Direktur Laboratorium AFLD, Francoise Lasne dan Direktur Pengujian Jean-Pierre Verdy. Penyelidikan dilakukan di Interpol karena sebagai badan polisi internasional, Interpol berperan sebagai perantara antara petugas AS dan Perancis.

Sebelum wawancara itu, petugas Perancis mengungkapkan, AFLD berharap informasi yang dimiliki bakal berguna bagi penyelidik AS itu. Narasumber itu memastikan, badan antidoping Perancis akan membagi semua yang diketahui, yang dimiliki, di mana pun, serta siap menjawab semua yang ditanyakan.

Di Perancis, penyelidikan itu dilakukan oleh Jeff Novitzky, petugas dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) beserta beberapa petugas lainnya. Ditemui di lobi hotel tempat ia menginap, Novitzky menolak berkomentar.

Petugas Perancis mengungkapkan, di hotel itu, selain Novitzky, delegasi AS dipastikan juga terdiri atas Jaksa Federal AS, Goud Miller dan CEO Badan Antidoping AS, Travis Tygart.

Miller diketahui menginap di hotel yang sama dengan Novitzky, tetapi membatalkan pemesanan. Kantor berita AP tidak bisa meminta keterangannya segera. Surat suara di kantornya memastikan, ia akan berada di luar negeri mulai Senin hingga Kamis. Thom Mrozek, juru bicara kantor Kejaksaan AS juga menolak berkomentar.

Konfirmasi yang dilakukan lewat surat elektronik kepada Tygart tidak ditanggapi. Juga dalam pesan telepon yang terekam di markas besar Badan Antidoping AS (USADA) di Colorado Springs, Colorado, Tygart dikatakan sedang tidak ada di kantor.

Sumber AP di kepolisian Perancis juga mengungkapkan, polisi Perancis yang bertugas menyelidiki doping di olahraga di Perancis juga melakukan pertemuan minggu ini dengan penyelidik AS di Lyon.

Dikatakan, pertemuan itu juga akan membicarakan lainnya, di antaranya seperti dugaan pebalap sepeda Floyd Landis bahwa Armstrong dan rekan setimnya di tim US Postal juga melakukan doping secara sistematis. US Postal merupakan tim lama Armstrong di mana ia bergabung sejak 1998-2004.

Para polisi Perancis itu secara terpisah juga menyelidiki jarum suntik dan peralatan transfusi yang ditemukan di sebuah tempat sampah seusai Tour de France 2009. Petugas Perancis menyatakan, peralatan itu milik tim balap sepeda Astana, tim di mana Armstrong dan pemenang tur Alberto Contador bergabung