Category Archives: Bilyar

Yogyakarta Gelar Turnamen Biliar Internasional

Sebanyak 128 pebiliar nasional dan internasional ikut serta pada Turnamen Biliar Internasional di Yogyakarta, 27 September hingga 7 Oktober mendatang. Turnamen ini memperebutkan trofi Sri Sultan Hamengku Buwono X dan hadiah uang total Rp 239,5 juta.

Selain itu, turnamen yang bertajuk “Jogja Memang Istimewa Open Tournament and Ladies Tournament” ini juga digelar untuk mensyukuri Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta yang sudah disahkan.

“Kami warga Yogyakarta menggelar turnamen ini juga sebagai ungkapan rasa syukur atas keistimewaaan Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Ketua Panitia Penyelenggara, Aswin Adji Praditya, Kamis, 20 September 2012.

Ia menambahkan, panitia turnamen mengikutsertakan semua atlet biliar PON Riau 2012 dan atlet lokal yang akan diseleksi pada 27-30 September 2012. Sedangkan 24 atlet international yang berpartisipasi berasal dari 8 negara, yakni Filipina, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Prancis, Swedia, Inggris, dan Amerika Serikat. Sementara itu, kelompok putri akan diikuti 64 peserta.

Pada turnamen ini juara kelompok putra akan mendapat trofi Sri Sultan Hamengku Buwono X dan hadiah uang Rp 100 juta. Sedangkan kelompok putri akan mendapatkan trofi Sri Sultan Hamengku Buwono X dan uang Rp 20 juta.

Sri Sultan Hamengku Buwono X dijadwalkan membuka turnamen ini.

Para pemain biliar internasional yang akan tampil di antaranya ialah Roberto Gomes, Jeffry Deluna, Carlo Biado, Antonio L (Filipina), Ibrahim Ammir dan Patrick Ooi (Malaysia). Sedangkan pemain biliar terbaik Indonesia yang ikut serta ialah Ricky Yang, Irsal N, M Zulfikri, Siauw Wieto, dan M Junarto dari Yogyakarta.

Lima Cabang Tambahan Akan Dipertandingkan Pada Asian Games 2010

Ketua Bidang Pengembangan Olahraga Komite Olimpiade Indonesia Djoko Pramono memastikan, Indonesia menambah lima cabang olahraga yang akan diikuti di Asian Games 2010. Lima cabang itu terdiri atas empat cabang tambahan yang diusulkan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) sebagai hasil rapat, Rabu (18/8), dan satu cabang yang mengusulkan diri ikut berangkat sejak awal pendaftaran.

”Empat cabang usulan Satlak Prima adalah bola voli indoor, tinju, biliar, dan menembak. Satu lagi yang mengusulkan ikut berangkat adalah sofbol,” ujar Djoko, Senin (30/8).

Djoko mengatakan, sesuai prosedur di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)/Komite Olimpiade Indonesia (KOI), hasil rapat Satlak Prima ataupun penawaran pengurus besar cabang itu kemudian dibawa dalam rapat pleno antara Ketua Umum KONI dengan KOI dan Satlak Prima.

”Jadi, kepastian menambah cabang yang akan diikutkan bertanding di Asian Games 2010 adalah keputusan rapat pleno Senin ini,” ujar Djoko.

Sebelum ada keputusan menambah, selama masa pendaftaran entry by number yang dimulai Juni 2010, KOI sudah mendaftarkan 20 cabang olahraga ke panitia pelaksana Asian Games 2010. Dengan keputusan itu, KOI meminta pengurus lima cabang tambahan segera melengkapi syarat-syarat untuk pendaftaran entry by number. KOI memberi batas waktu hingga Jumat (3/9) supaya bisa didaftarkan.

Djoko menambahkan, selain setuju mendaftarkan lima cabang tambahan, rapat juga memutuskan jumlah kontingen. Dengan mengikuti 25 cabang, kontingen akan terdiri atas 244 atlet, 82 ofisial, dan 35 staf kontingen. KOI menghitung kebutuhan akomodasi kontingen selama di Guangzhou, China, sekitar Rp 18 miliar

Permainan Bilyar Dilarang Selama Bulan Puasa Karena Dianggap Hiburan Bukan Olahraga

Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia Riau prihatin atas perintah Wali Kota Pekanbaru menutup semua rumah biliar selama bulan puasa. Rumah biliar dikategorikan sebagai tempat hiburan umum, sama seperti tempat karaoke, pub, dan kafe.

”Kami kecewa biliar masih dikategorikan sebagai tempat hiburan umum. Padahal biliar di seluruh Tanah Air sudah menjadi salah satu olahraga favorit. Biliar bahkan dipertandingkan secara luas di dunia. Riau yang akan menjadi tuan rumah PON 2012 pun mempertandingkan cabang olahraga ini,” kata Boobie Purbowo, Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pengprov POBSI) Riau yang dihubungi, Selasa (10/8) di Pekanbaru.

Ungkapan keprihatinan Boobie berawal dari surat imbauan Wali Kota Pekanbaru Herman Abdullah bernomor No 451/2010/BPT/505. Surat itu menyebutkan, semua bentuk hiburan umum, seperti karaoke, pub, kafe, dan bola biliar, ditutup selama bulan Ramadhan, kecuali hotel-hotel berbintang yang memiliki fasilitas hiburan yang boleh buka pada pukul 21.00 sampai 02.00.

Boobie menambahkan, surat Wali Kota Pekanbaru memang berupa imbauan, tetapi merujuk Perda Kota Pekanbaru Nomor 2 Tahun 2002 yang mewajibkan seluruh lokasi tempat hiburan wajib tutup selama bulan puasa.

Bina 27 klub

Menurut Boobie, saat ini Pengprov POBSI Riau membina 27 klub biliar yang sebagian besar berada di kota Pekanbaru. Klub-klub itu berada di rumah- rumah biliar yang wajib ditutup selama bulan puasa itu.

”Setiap klub membina beberapa atlet andalan Riau. Pada Agustus ini, kami akan melakukan pelatihan dengan mendatangkan pelatih dari Filipina untuk kebutuhan Pekan Olahraga Daerah Riau yang berlangsung pada September. Pada Oktober nanti, Pekanbaru akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Biliar. Kami berharap jadwal latihan tidak akan terganggu karena imbauan Wali Kota itu,” kata Boobie.

Secara terpisah, Ketua Bidang Humas Komite Olahraga Nasional Indonesia Riau Raja Isyam Azwar menyayangkan rumah biliar masih dikategorikan sebagai tempat hiburan. Sudah saatnya, perda yang menggolongkan biliar sebagai lokasi hiburan direvisi dan menjadikan biliar sebagai cabang olahraga sama seperti olahraga lain.

”Namun, bukan berarti Pemkot Pekanbaru tidak berhak mengawasi rumah biliar. Tidak dapat dimungkiri tidak sedikit rumah biliar di Pekanbaru yang sengaja didesain remang-remang sehingga menyuburkan praktik judi. Namun, kalau untuk keperluan olahraga, saya harap Pemkot Pekanbaru justru ikut membantu,” kata Raja.

Boobie tak menampik adanya beberapa rumah biliar yang bermasalah di Pekanbaru. Namun, lebih dari 70 persen dari rumah biliar yang ada sudah menjadi lokasi olahraga untuk penyaluran bakat anak-anak muda.

”Tidak gampang mencari atlet biliar di Riau. Saat ini olahraga biliar sedang bangkit dan kami membutuhkan lebih banyak atlet untuk ajang PON 2012 nanti. Kami berharap Pemkot Pekanbaru dapat mengerti,” kata Boobie