Category Archives: Dayung

Jawa Timur Kejar Target 3 Emas

Kontingen Jawa Timur menargetkan tambahan tiga medali emas pada Kejuaraan Nasional Dayung 2010 di Danau Buatan, Pekanbaru, Riau. Peluang emas diharapkan terwujud mengingat Jatim meloloskan 9 finalis dari 11 nomor rowing yang diikuti pada semifinal, Senin (20/12).

”Kami tidak berani memasang target besar. Tiga emas dari sembilan finalis sudah cukup karena kami lebih banyak menurunkan atlet yunior dalam Kejurnas di Riau,” ujar Suparto, pelatih dayung Jawa Timur.

Pada Kejurnas 2009, Jatim menduduki posisi kedua di bawah Jabar, dengan tujuh medali emas. Apabila target tiga emas terpenuhi, Jatim hanya mengumpulkan empat emas karena sebelumnya baru mendapat satu emas lewat pasangan Abdul Azis- Husni yang turun pada nomor kano-2. ”Memang target kami turun dari hasil Kejurnas 2009. Kami memang lebih memfokuskan diri pada yunior agar mendapat pengalaman bertanding sebelum PON 2012,” kata Suparto.

Meski memberi kesempatan kepada yunior, Jatim masih tetap mengandalkan pedayung senior pada nomor 4- putra yang diawaki Ramdan, Dasri, M Yakin, dan Isram. Ramdan dan Isram juga akan turun pada final nomor scull ganda. ”Untuk putri, kami berharap nomor 4- (Yulia, Diah Putri, Sinta, dan Nurul Aisyah) mendapat emas,” ujar Suparto.

Pelatih rowing Sulsel, Jodi Winarso, tak memasang target medali meski meloloskan empat finalis. Sulsel meloloskan atletnya di nomor scull tunggal putra (Aris), Scull ganda (Aris dan Theodorus), serta pasangan Susilowati dan Sri Rahayu yang turun di nomor scull ganda dan 2-. ”Kami sadar persiapan menghadapi kejurnas sangat minim, hanya tiga hari. Saya hanya meminta anak-anak tampil maksimal,” kata Jodi.

Kontingen Jawa Barat masih berada pada jalur juara umum setelah pada semifinal kemarin berhasil meloloskan 11 finalis. Namun, pelatih dayung Jabar, Muhammad Suryadi, tidak berani sesumbar. ”Kami hanya berupaya tampil terbaik. Lawan sekarang tidak mudah untuk dikalahkan. Peluang kami tetap ada, sama seperti peluang daerah lain. Saya hanya perintahkan mereka tampil tanpa beban,” katanya.

Ketua Harian PODSI Riau Sanusi Anwar mengatakan, timnya hanya berhasil meloloskan enam finalis. ”Kami memang tidak berani menargetkan lebih dari dua emas karena catatan waktu semifinal kurang bagus,” kata Sanusi.