Category Archives: Karate

Daftar Altet Karate Yang Diterjunkan Di Kejuaraan Karate Asia Tenggara 1st Southeast Asian Karate-Do (SEAK) Championships 2012

Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia, Hendardji Soepandji, menyatakan pihaknya mengincar gelar juara di Kejuaraan Karate Asia Tenggara 1st Southeast Asian Karate-Do (SEAK) Championships 2012 di Bangkok, Thailand, 28-30 September 2012.

“Ini ajang pertama karate ASEAN. Kami akan memaksimalkan upaya hingga jadi juara umum,” kata Hendardji di Jakarta, Selasa, 25 September 2012.

PB Forki akan mengirimkan 25 karatekanya ke Bangkok. Dari jumlah tersebut 4 di antaranya karateka kadet (usia 14-15 tahun), 3 karateka junior (16-17 tahun), dan 18 karateka senior.

Di nomor kadet dan junior, Forki akan mengirim karateka yang berprestasi di Kejuaraan Asia di Uzbekistan. Sedangkan karateka senior diisi oleh para karateka yang juara di Pekan Olahraga Nasional Riau lalu, termasuk Tebing Hutapea (DKI Jakarta), Hendro Salim (Sulawesi Selatan), serta dua karateka asal Sumatera Utara Jintar Sianjuntak dan Donny Dharmawan.

Hendardji optimistis bisa memborong 10 medali emas dari Bangkok. Apalagi PB Forki sudah menggelar pemusatan latihan nasional dengan mandiri sejak 1 April lalu. “Latihan sedini mungkin, membina sedini mungkin, dengan mengimplementasikan sport science. Kami pasti bisa jadi juara umum dengan meraih 10 medali emas,” katanya.

Atlet nasional yang akan turun di nomor kata beregu putera, Aswar, mengungkapkan dirinya siap meskipun baru pulang dari Pekan Olahraga Nasional Riau. “Di Asia, karate Indonesia itu ada di peringkat lima besar. Tapi semua harus diwaspadai karena karate adalah olahraga tidak terukur,” kata peraih medali emas PON Riau di nomor kata beregu putra itu.

Lawan yang harus diwaspadai, kata dia, antara lain wakil Malaysia dan Vietnam. Di bawah itu, ada Laos dan Myanmar. “Tuan rumah Thailand sendiri punya pelatih dari Jepang yang terus menerus melatih sejak lama. Pelatihnya tahu perjalanan anak buahnya karena sudah bersama-sama sejak lama,” kata Aswar.

Aswar yang mengaku sudah diwaspadai lawan-lawannya itu akan menurunkan jurus anan, suparinpei, kururunfa, termasuk variasi setiap jurus yang disebut bunkai. Ia mengatakan dirinya berada dalam kondisi fit.

Berikut nama-nama karateka Indonesia yang akan berlaga di Kejuaraan Karate Asia Tenggara 1st Southeast Asian Karate-Do (SEAK) Championships 2012 di Bangkok, Thailand, 28-30 September 2012.

Kadet:
1. Stenly Sugiarto/DKI Jakarta/kata perorangan putra
2. Ifka Widiasari/Sulawesi Selatan/kumite -47kg putri
3. Feby P. Sutantio/Jawa Timur/kumite +68 kg putra
4. Renaldy P. Sutantio/Jawa Timur/kumite +70kg putra

Junior:
1. Vina Aprilia/Jawa Timur/kata beregu putri
2. Nawar K/DKI Jakarta/kata beregu putri
3. Ni Putu Sari/Bali/kata beregu putri

Senior:
1. Julianti Syafrudin/Jawa Barat/kata perorangan putri
2. Ririn/Sulawesi Selatan/kata beregu putri
3. Suhada/Sulawesi Selatan/kata beregu putri
4. Suhada/Sulawesi Selatan/kata beregu putri
5. Martinel Prihastuti/Sumatera Barat/kumite -50kg putri
6. Nurhadiyanti Fitria/DKI Jakarta/kumite -55kg putri
7. Ayu Safitri/Sulawesi Selatan/kumite -61kg putri
8. IndahMogia Angkat/Sumatera Utara/kumite -68kg putri
9. Asmaul Husna/Riau/kumite +68kg putri
10. Tebing Hutapea/DKI Jakarta/kumite -55kg putra
11. Donny Dharmawan/Sumatera Utara/kumite -60kg putra
12. Jintar Simanjuntak/Sumatera Utara/kumite -67kg putra
13. Angga Lasmana/Jawa Timur/kumite -75kg putra
14. Hendro Salim/Sulawesi Selatan/kumite -84kg putra
15. Caesar Issac/DKI Jakarta/kumite +84 kg putra
16. Faisal Zainuddin/Sulawesi Selatan/kata beregu putra
17. Aswar/Sulawesi Selatan/kata beregu putra
18. Fidelys Lolobua/Sulawesi Selatan/kata beregu putra

Olahraga Beladiri Yong Moo Do Campuran Taekwondo, Judo dan Karate TDiperkenalkan Di GOR Kelapa Gading

Pagi ini, olahraga bela diri “Yong Moo Do” yang kini tengah disosialisasikan terus dan kepada masyarakat Ibukota Jakarta akan diperkenalkan dalam demo di GOR Kelapa Gading Mahaka Jakarta Utara pada Selasa (22/5/20120) pagi.

“Pada Selasa (22/5/2012) akan digelar demo pertandingan resmi turnamen Piala KASAD II yang akan dilangsungkan di GOR Kelapa Gading. Ini merupakan olahraga baru yang merupakan kombinasi dari taekwondo, judo dan karate,” ujar Ketua Federasi Yong Moo Do Indonesia (FYI), Letjen TNI Gatot Nurmantio kepada ANTARA, Senin (21/5/2012).

Gatot mengatakan, intinya olahraga bela diri ini merupakan olahraga baru dan akan dikembangkan di Indonesia dengan melakukan “roadshow”.

Gatot Nurmantio yang merupakan Dankodiklat TNI meaparkan, aktivitas olahraga ini telah dimulai sejak empat tahun lalu (2008) dan telah dikembangkan di jajaran TNI sebagai jenis olahraga bela diri yang harus dimiliki kalangan TNI.

Dikatakannya, selama ini jajaran TNI dan kepolisian memang telah dibekali dengan jenis olahraga beladiri lain yakni karate, namun sedang diupayakan pagar memiliki dua jenis olahraga beladiri.

Mengenai perjalanan olahraga ini, atlet Indonesia pernah mengikuti kejuaraan dunia di Korea dan China dengan hasil keluar sebagai juara umum.

“Tahun 2011 kita ikut serta dalam Kejuaraan Dunia di Korea yang diikuti oleh 32 negara. Hasilnya Indonesia keluar sebagai juara umum dengan meraih medali emas, dan beberapa medali perak dan perunggu. Sejak tahun 2011 pun olahraga ini sudah wajib dilakukan di jajaran TNI Angkatan Darat,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, “yong moo do” tengah terus dikembangkan dengan cara mensosialisasikannya dengan menghadirkan instruktur dari Korea, dimana induk organisasi internasional saat ini dipimpin oleh Presiden Yong Moo Do, Kim Pyong Chun .yang menyempatkan hadir di Indonesia dalam rangkaian “roadshow” ke berbagai daerah.

Selama ini, demo atau sosialisasi olahraga ini telah dilakukan di beberapa daerah yakni di markas Kopassus pada 19 Mei lalu dan setelah di Jakarta akan dilakukan di Cilegon pada 23 Mei.

“Senin kemarin un kami menggelar sosialisasi di Jawa Barat dengan mengambil tempat di Cikutra Bandung. Ke depannya kita akan mengupayakan dibentuknya pengurus-pengurus Provinsi. Jika sudah memenuhi syarat dalam jumlah Pengprov, kami akan mendaftarkan olahraga ini sebagai anggota KONI,” ujar Gatot Nurmantio.

Mengenai kelas-kelas pertandingan, sejauh ini baru mempertandingkan kelas kumite dalam lima kelas, dan hal ini akan didemonstrasikan dalam kejuaraan di GOR Kelapa Gading.

Kabupaten Bekasi Tidak Gelar Seleksi Atlet Karateka Untuk O2SN Hingga Merugikan Altet

Jika di tiap-tiap daerah kini tengah sibuk menggelar O2SN, masing-masing untuk SD, SMP dan SMA, tidak begitu dengan kabupaten Bekasi, khususnya seleksi cabor karate untuk tingkatan SMTA.

Kabupaten Bekasi tidak mengadakan seleksi atlet karate. Hal itu ditegaskan Iwan Taher, Kabid Binpres Forki Kabupaten Bekasi via SMS kepada Pos Kota, Kamis (20/4). Menurutnya, Diknas tidak menyeleksi karate dari siswa SMTA.

“Orang diknas meminta atlet yang mewakili kabupaten Bekasi adalah yang pernah juara. Minimal juara di Forki Jawa Barat dan bisa berpeluang meraih medali,” jelas Iwan tanpa menyebut siapa nama atlet yang sudah dipersiapkan pihaknya itu.

Keputusan Kabupaten Bekasi tidak menggelar seleksi karate SMTA, tentu saja sangat merugikan para siswa, khususnya yang menekuni beladiri asal Jepang tersebut. Apalagi kegiatan O2SN adalah agenda tahunan Mendiknas yang dananya sudah dianggarkan dalam APBN dan APBD.

Tidak digelarnya seleksi atau atlet yang memperoleh kuota tanpa seleksi, hanya berdasar prestasi omongan serta ditunjuk secara sepihak dan tertutup, berarti telah menutup kesempatan pada atlet-atlet lain untuk berkompetisi.

Seperti halnya karateka Advanand Khalia Harahap, siswa SMTA IT Darul Muhsinin Cibitung Bekasi, dia awalnya berharap bisa bersaing untuk memperebutkan jatah 02SN, tapi juara 1 Kejurcab Inkai Jakarta Timur 2012 dan juara 2 Piala Siwo Jaya 2011 serta juara 2 Gashuku Nasional BKC 2011 ini harus gigit jari.

“Saya memang tidak menjamin bisa menang, karena siapa pun tidak ada yang bisa menjamin seseorang mengkalim dirinya pasti juara. Tapi jika sudah melewati seleksi, semua pasti akan puas, tentu yang terbaik yang akan mewakili daerah Bekasi,” keluh karateka yang turun di kelas yunior -55 kg itu.

Dia juga mempertanyakan seleksi forki Kabupaten Bekasi untuk Kejurda Forki Jabar 2012. “Tidak ada info sama sekali, apakah ada seleksi atau tidak,” ujarnya. Padahal even tersebut sangat penting bagi karir seorang karateka

FORKI Mulai Seleksi Atlet Karateka untuk SEA Games 2013

Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) menggelar seleksi nasional atlet untuk mempersiapan perhelatan SEA Games XXVII yang akan digelar di Myanmar pada 2013.

“Hari ini kita menggelar seleknas yang diikuti sekitar 90 atlet putra-putri Kumite dan Kata dari seluruh daerah yang masuk rangking nasional, untuk mempersiapkan beberpa even ke depan, terutama SEA Games 2013,” kata Ketua umum PB FORKI, Hendardji Soepandji, di sela acara Seleknas, di GOR Basket Hall C, kawasan Gelora Bung Karno, Ahad, 11 Maret 2012.

Hendardji memaparkan, dari 90 atlet yang ikut dalam seleknas tersebut, kemudian akan disaring menjadi 36 atlet untuk mengikuti pelatihan nasional (pelatnas) yang akan dimulai sejak 1 April. Pelatnas akan berlangsung selama 20 bulan yang dibagi dalam empat tahap, yaitu persiapan umum, persiapan khusus, pra kompetisi, dan tahap kompetisi.

“Setiap tahapnya lima bulan dan akan diterapkan sistem degradasi dan promosi,” katanya. “Jadi, jika dalam lima bulan pertama atlet itu prestasinya turun, maka akan diganti dengan atlet yang lebih berprestasi. Dengan demikian prestasi itu akan bisa dijaga selama 20 bulan,” katanya.

Selain agar prestasi atlet tetap terjaga, Hendardji menyatakan penyelenggaraan pelatnas yang berlangsung 20 bulan ini juga sebagai upaya agar Indonesia dapat kembali menjadi juara umum di SEA Games 2013 mendatang.

“FORKI bertekad di manapun SEA Games digelar, baik di Jakarta atau di luar Indonesia, kita harus menjadi juara umum. Selain itu, kami juga menargetkan dapat meraih satu medali emas di Asian Games 2014,” katanya.

Daftar 11 Atlet Karate Kabupaten Bekasi Yang Ikut Kejurda di Bogor

Sebanyak 11 atlet karate Kabupaten Bekasi akan mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) BKC 2011 yang digelar di Gedung Olahraga Padjajaran Bogor Jawa Barat, mulai Senin (26/12) sampai Rabu (28/12/2011).

Minimnya jumlah atlet yang dikirim tahun ini menurut Endang Nono, SPd, Kestapel BKC Kabupaten Bekasi, disebabkan kurang adanya koordinasi antar dojo di wilayah Bekasi. “Kami hanya mereferensi hasil dari Kejurwil November lalu. Jadi, yang betul-betul siap hanya sebelas atlet. Karena itu kami tidak punya target untuk mengejar juara umum. Tapi kami yakin anak-anak akan mampu mengeksplorasi kemampuannya di Kejurda ini,” jelas Endang pada Pos Kota, Minggu (25/12/2011)

Sementara itu menurut Dede Danuri, tim manager tim kabupaten Bekasi, pihaknya sudah mempersiapkan para atlet usai Kejurwil wilayah IV Jawa Barat November lalu.”Target kita tentu saja anak-anak bisa bermain maksimal dan jadi juara setelah berlatih keras,” kata Dede.

Kesebelas atlet tersebut antara lain Muhammad Asmin, Advanand khalia Harahap (Anan) Ajeng Raraningrum, Rizka Ramadhan, Fauzan Noviana, Bayu, Ilham Yadisyam, Azzachrul Aziv Harahap (Arul), Wildan Yudatama dan Azhar Subhan.

Sementara itu kotamadya Bekasi menerjunkan sekitar 80 atlet dengan target juara umum. Pun begitu dengan tuan rumah Bogor, optimis bisa meraih gelar juara umum.

Gelaran Kejurda BKC yang diikuti seluruh kabupaten dan kotamadya se-Provinsi Jawa Barat ini sekaligus sebagai penyaringan atlet-atlet menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) BKC yang rencananyan akan dilangsungkan di Banten tahun depan.

Rencananya Kejurda akan dibuka oleh pendiri BKC, Kang Iwa Rahadian Arsanata, besok dan mempertandingkan seluruh kategori mulai usia dini, pra pemula, pemula, kadet, yunior sampai senior putra dan putri.

Karateka Asal Jambi Erlando Stevano Tampil Sempurna Dalam OSO Cup 2011

Tampil perdana di ajang senior nasional, karateka asal Jambi yang belum genap berusia 18 tahun, Erlando Stevano, meraih kemenangan nyaris sempurna dalam seluruh perjalanannya merebut gelar juara di nomor kata perorangan putra OSO Cup 2011 di Bekasi, Jumat (25/3). Dari lima pertandingan yang dijalani, total 24 juri memenangkannya dan hanya satu yang mengibarkan bendera poin untuk lawan tandingnya.

Erlando, yang pada 2009 dan 2010 merupakan juara nasional yunior kata perorangan, antara lain meraih angka mutlak di babak final kejuaraan yang berlangsung di Dojo Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia, Kota Wisata, tersebut. Di partai puncak itu, kelima juri memenangkan Erlando yang tampil memilih kata Catanyara Khusanku. Nomor kata (jurus) dipertandingkan dengan dua karateka diadu menampilkan kesempurnaan ritme, kecepatan, fokus kekuatan, kekokohan kuda-kuda, dan lainnya dalam sebuah kata yang dipilih atau ditetapkan. Pemenang pun berhak melangkah ke babak berikutnya.

”Saya tidak menyangka sama sekali dengan hasil hari ini,” kata Erlando, yang hanya sekali menorehkan angka tak bulat, 4-1, yaitu di babak semifinal. Berbeda dari atlet kelahiran Jambi, 6 April 1993, itu, lawannya di final, Very Maradona, dari DKI Jakarta harus puas dengan medali perak.

Sejatinya, Very yang memilih kata Gan Kaku di partai pamungkas juga tampil menawan. Sayang, saat harus memutar badan di penghujung jurus, tumpuan kuda-kuda satu kakinya tidak sempurna dan membuat gerakan tubuhnya goyah.

Pelatih sekaligus ayah Erlando, Erwin, mengaku puas atas penampilan atletnya tersebut. Dengan kemenangan kemarin, Erlando otomatis meraih tiket sebagai atlet pelapis tim SEA Games XXVI. ”Persiapan Erlando sudah lama. Setiap hari dia berlatih, pagi dan sore. Februari lalu dia juga baru pulang dari International Sydney Championships di Australia dengan hasil satu emas untuk kata perorangan yunior dan satu perak untuk nomor senior,” kata Erwin.

Menurut Ketua Umum PB Forki Hendardji Soepandji, para pemenang OSO Cup yang diikuti oleh 33 Pengprov Forki dan 25 perguruan se-Indonesia tersebut akan menjadi tim kedua dalam menghadapi SEA Games. Para juara itu, bersama tim utama pelatnas, akan diterjunkan dalam kejuaraan internasional Indonesia Open, Juni 2011, yang menjadi salah satu ajang untuk menentukan karateka yang bakal turun di SEA Games.

Gelar merata

Dari hari pertama kejuaraan kemarin, empat gelar juara yang diperebutkan dibagi merata. Predikat juara kata perorangan putri diraih kontingen DKI Jakarta, Flenty Enoch. Di partai puncak, Flenty unggul atas rekan satu kontingen, Dewy Prasetya, dengan skor 4-1.

Sementara emas kumite kelas +84 kilogram putra diraih karateka KKI, Brazamusty, yang mengalahkan Caesar dari DKI Jakarta dengan skor telak 6-3. Di kumite kelas 68 kilogram putri, emas direbut karateka Aceh Nanggroe Darussalam, Lia Novia.

Di final, Lia mengalahkan karateka dari provinsi paling timur Indonesia, Papua, Meri M, dengan skor 5-3.

Karate Berlatih dan Bertarung di Eropa Untuk Persiapan SEA Games

Cabang karate, salah satu andalan Indonesia meraih medali emas di SEA Games XXVI di Jakarta, akan menggelar latihan dan bertarung di Eropa.

”Tetapi, sebelum berangkat, kami lebih dulu akan menggelar seleknas (seleksi nasional) yang diikuti ke-30 karateka kami, yang kini mengikuti pelatnas SEA Games. Seleknas akan dilakukan Minggu, 27 Februari, di Senayan,” kata Hendardji Soepandji, Ketua Umum PB Forki, Rabu (16/2).

”Baru setelah mendapat 130 persen atau sekitar 23 sampai 24 karateka terbaik, mereka itulah yang bakal disiapkan untuk berlatih dan bertarung di dua kejuaraan di Eropa,” kata Manajer Pelatnas Karate Zulkarnaen Purba.

Italia dipilih sebagai tempat latihan di Eropa. ”Kami akan berangkat pada 15 Maret mendatang. Di sana para karateka akan mengikuti Italia Open yang akan berlangsung di Milan mulai tanggal 18 hingga 20 Maret,” ujar Purba, yang juga pengurus Forki dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Selesai di Italia Open, mereka langsung akan bertarung di Swedia Open yang digelar mulai 25 hingga 27 Maret. ”Memang, kami tidak memberikan target apa pun, tetapi tim PB Forki akan menilai kesiapan mental maupun teknik bertarung mereka,” kata Hendardji.

Indonesia Open

Setelah pulang ke Jakarta, peserta pelatnas SEA Games masih harus bertarung di Indonesia Open yang akan digelar awal Juni nanti. ”Di Indonesia Open, tim Indonesia akan menurunkan dua tim. Tim lainnya adalah hasil dari kejurnas yang digelar di Bekasi, bersamaan dengan pelaksanaan Swedia Open,” katanya.

Indonesia Open akan menjadi event penentu siapa yang akan terpilih menjadi anggota tim inti karate yang bakal diterjunkan ke SEA Games pada November 2011. ”Jelas, hanya yang menjadi juara di Indonesia Open yang akan tampil di SEA Games,” ujarnya

23 Atlet Karate SEA Games Indonesia Berangkat ke Belgrade

Menyadari perlunya menambah jam terbang karateka-karateka yang tergabung dalam tim nasional SEA Games 2011, Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-do Indonesia akan mengirim 23 atlet ke Belgrade, Serbia. Mereka bakal mengikuti Kejuaraan Dunia Senior Karate yang berlangsung pada 27-31 Oktober 2010.

Manajer Pelatnas Karate SEA Games 2011 Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (PB Forki) Zulkarnaen Purba, Jumat (8/10), mengatakan, ke-23 atlet itu terdiri atas 8 atlet kata dan 15 atlet kumite. ”Mereka akan berangkat dengan disertai lima pelatih dan saya selaku manajer tim,” ujar Zulkarnaen.

Zulkarnaen menuturkan, para karateka yang tergabung dalam tim nasional SEA Games 2011 mengikuti pelatnas sejak Mei 2010. Mereka juga sudah beberapa kali mengikuti kejuaraan karate. Salah satunya yang baru saja diikuti adalah Kejuaraan Indonesia Terbuka II-2010 di Bali, 24-29 September 2010.

Namun, ujar Zulkarnaen, meski sudah ikut beberapa kejuaraan, PB Forki berpikir masih perlu menambah jam terbang mereka. Ke-23 atlet itu akan mengikuti sekitar 15 nomor di kejuaraan dunia yang terdaftar di kalender Federasi Karate Dunia (WKF) itu. PB Forki menargetkan karateka-karateka Indonesia paling tidak bisa masuk delapan besar hingga empat besar.

Penambahan jam terbang itu juga merupakan upaya PB Forki untuk mendukung Indonesia menjadi juara umum di SEA Games XXVI/2011. Jadi hasil dari kejuaraan dunia tersebut akan menjadi bahan evaluasi pelatih dan manajer mengenai kesiapan para atlet.

Ketua Umum PB Forki Hendardji Soepandji menyatakan, untuk atlet-atlet Asian Games 2010 yang gagal berangkat ke Austria Terbuka, PB Forki memilih tidak mencarikan alternatif kejuaraan lain. Namun, PB Forki terus menyiapkan mereka. Mereka di antaranya berlatih bersama atlet-atlet yang akan dikirim ke SEA Games 2011

Kekuatan Atlet Karateka Indonesia Termasuk Diperhitungankan Di Asia

Sekalipun bukan merupakan pemilik ilmu seni bela diri karate, tetapi Indonesia, di jajaran Asia, termasuk salah satu negara yang diperhitungkan kekuatannya. Baik untuk nomor kumite atau pertarungannya, maupun pada nomor kata atau jurusnya.

Untuk beberapa kelas di nomor kumite putra, seperti kelas -60 kilogram, -67 kilogram, ataupun + 84 kilogram, karateka Indonesia berada pada urutan ketiga besar Asia. Bisa dikatakan pada ketiga kelas tersebut Indonesia hanya berada di bawah karateka Jepang sebagai pemilik ilmu seni bela diri ini, kemudian Vietnam yang merupakan kekuatan baru yang tangguh.

Hal tersebut mengacu pada hasil terakhir pelaksanaan Kejuaraan Karate Asia (AKF) yang berlangsung di China 2009. Beberapa karateka Indonesia mampu meraih medali perunggu. Antara lain seperti Dharmawan Donny, andalan Kontingen Asian Games Indonesia di kelas -60 kilogram.

Posisi Indonesia di tiga besar Asia, terlihat jelas dalam dua Asian Games terakhir, yakni Asian Games XIV-2002 Busan serta Asian Games XV-2002 Doha, di mana karateka kita berhasil meraih medali perunggu.

Hanya M Hasan Basri yang meraih medali emas pada Asian Games 2002 di Busan, Korsel. Ia membuktikan bahwa Indonesia harus diperhitungkan sebagai salah satu pesaing utama.

Dengan posisi Indonesia yang masih diperhitungkan hingga saat ini, wajar bila Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (PB Forki), menargetkan satu medali emas di Asian Games XVI-2010 Guangzhou yang tinggal 40 hari lagi digelar.

Apalagi, medali emas Hasan Basri itu bukan yang pertama kali. ”Karena sebelumnya, cabang karate juga sudah mampu mempersembahkan medali emas bagi kontingen Indonesia di Asian Games XIII-1998 Bangkok. Melalui Arief Taufan Syamsuddin,” kata Hendardji Soepandji, Ketua Umum PB Forki.

Hanya memang, ada beberapa kekuatan lain yang tetap masuk dalam perhitungan kontingen Karate Indonesia. Seperti karateka dari negara Iran yang tidak ikut ambil bagian di Indonesia Open II-2010, pertengahan September lalu di Denpasar, Bali.

Begitu juga dengan karateka tuan rumah China, yang pasti juga bakal berusaha keras meraih kemenangan di event terakbar para atlet se-Asia tersebut. Serta Kazakstan, yang memiliki satu karateka semifinalis AKF 2009 yang bakal menjadi lawan dari Umar Syarief yang turun di kelas +84 kilogram.

Tentu dengan posisi tiga besar, seperti hasil Asian Games XV- 2006 di Doha lalu, hasil di Asian Games XVI-2010 Guangzhou, masih akan sangat bergantung pada optimalisasi penampilan ke enam karateka untuk nomor kumite, berikut dua karateka kata yang dipercayakan untuk mewakili Indonesia.

PB Forki telah memberikan amunisi yang rasanya lengkap bagi setiap karateka selama 7 bulan lebih didadar di pemusatan latihan nasional (pelatnas) Asian Games KONI yang kemudian dilanjutkan oleh Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). Termasuk tentunya saat mendapat koreksi menyeluruh dari para sensei kelas dunia, ketika mereka berlatih hampir selama empat minggu di Tokyo, Jepang, Agustus lalu.

Tentu bila mereka tampil prima dan penuh percaya diri, tidak menutup kemungkinan mereka bisa meraih medali emas, bahkan mungkin lebih dari satu medali emas. Tradisi menyumbang emas Asian Games yang sempat terputus di Doha tampaknya bakal terulang di China.

Karateka Peraih Emas Dalam Indonesia Open 2 Pasti Akan DI Kirim Ke Asian Games 2010

Karateka Indonesia yang menyabet medali emas pada kejuaraan Indonesia Open II di Denpasar, Bali, dipastikan tampil di Asian Games XVI-2010 Guangzhou, China. Hal itu diucapkan Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-do Indonesia Hendardji Soepandji di Sanur, Bali, Kamis (23/9).

”Siapa pun yang mendapat emas akan masuk kontingen Asian Games (Indonesia),” kata Hendardji dalam jumpa pers. ”Yang mendapat medali lainnya dan tidak masuk kontingen Asian Games bakal dikirim ke Kejuaraan Dunia di Belgrade.”

Indonesia Open II, yang digelar mulai Jumat (24/9) ini hingga Minggu lusa, merupakan ajang seleksi terakhir untuk membentuk tim karate Indonesia ke Asian Games. Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (PB Forki) memutuskan mengirimkan delapan karateka, terdiri atas tiga putra, tiga putri (kumite) dan satu putra, serta satu putri (kata).

Hendardji mengatakan, pembentukan tim karate telah berlangsung sejak awal Februari lalu. Sejak itu, promosi-degradasi terus berlangsung dan persaingan memperebutkan delapan tiket ke Asian Games cukup ketat. ”Setelah ajang (Indonesia Open) ini, tidak ada lagi perubahan delapan nama itu,” ujarnya.

Pada Indonesia Open II ini, selaku tuan rumah, Indonesia turun dengan kontingen terbesar, yakni 36 karateka. Sebanyak 11 negara berpartisipasi dalam kejuaraan dunia itu, 9 di antaranya (termasuk Indonesia) menurunkan para atletnya.

Delapan negara lain, yaitu Malaysia (23 karateka), Brunei (4), Singapura (2), Iran (15), Vietnam (17), Filipina (2), Uzbekistan (14), Uni Emirat Arab (8). Beberapa negara yang semula diharapkan hadir, seperti Irak, Korea Selatan, Hongkong, dan India, batal datang.

Ketua Bagian Teknik Panitia Pelaksana Djafar Djantang menyebutkan, hingga Kamis siang, kontingen dari beberapa negara sudah hadir di Bali. Kehadiran atlet luar negeri itu juga penting karena selain untuk ajang seleksi, kejuaraan ini juga untuk memantau peta kekuatan negara lain di Asian Games.

Sebanyak 19 medali emas akan diperebutkan dalam kejuaraan ini. ”Target kami, menjadi juara umum dan memperoleh medali yang terbaik. Dari 19 emas itu, paling tidak kami berharap bisa mendapat enam emas dari kumite putra-putri dan kata putra,” papar Hendardji. ”Iran, Malaysia, Vietnam, dan negara Arab lain yang posturnya tinggi bakal menjadi pesaing utama.”

Sejumlah karateka terbaik negeri ini tampil, seperti Donny Dharmawan (-60 kilogram), Jintar Simanjuntak (-67 kilogram), Umar Syarief (+84 kilogram), Faisal Zainuddin (kata), Martinel Prihastuti (-50 kilogram), Nurhadiyanti (-55 kilogram), Tantri Widyasari (-61 kilogram), Yolanda Asmuruf (-68 kilogram).

Setelah tampil di Indonesia Open II, beberapa karateka terpilih untuk Asian Games bakal menjalani satu lagi pemanasan, berlaga di Austria Open, yang digelar dua minggu sebelum Asian Games. Mereka dipastikan tidak akan dikirim ke Kejuaraan Dunia di Belgrade, Serbia.

”Selain dikhawatirkan pemain cedera, juga tidak mungkin dalam peak performance (penampilan terbaik) dalam rentang dua minggu itu. Tidak ada target dalam penampilan di Austria Open, ajang itu hanya untuk menjaga kemampuan,” ujar Hendardji Soepandji.