Category Archives: Lari 10K

Pendaftaran Mandiri Jakarta Marathon Yang Akan Digelar Kembali Tanggal 26 Oktober 2014

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berencana menggelar Mandiri Jakarta Marathon, 26 Oktober 2014. Ini adalah lomba lari bertaraf internasional yang kedua kali digelar di Ibu Kota. Dan seperti tahun sebelumnya, perhelatan ini tak hanya berisi perlombaan lari sejauh 42,195 kilometer. Ada juga festival budaya serta kuliner nusantara.

Rangkaian kegiatan ini mencoba mengangkat tema keberagaman nilai kebudayaan Kota Jakarta, yakni Festival City Marathon. “Harapannya, dunia internasional bisa lebih mengenal keunikan kultur Indonesia lewat Kota Jakarta,” kata Project Manager Inspiro, Irwan Kurniawan kepada Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia, Senin, 15 September 2014. “Dari sisi pelari Indonesia, kami harap mereka bisa semakin bangga berlomba di tanah air sendiri.”

Dalam festival kuliner nusantara, panitia menyediakan makanan khas dari berbagai daerah. Seperti panganan Betawi, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Sumatera. Pun dengan bentuk yang bervariasi. Mulai dari makanan ringan hingga hidangan berat.

Deretan pedagang makanan ini akan bersiap sebelum pembukaan acara, sekitar pukul 05.00. Tujuannya, agar pelari tidak kerepotan mencari tempat untuk mengisi perut usai mencapai garis akhir. “Soal harga sepertinya tidak jauh berbeda dengan tahun lalu,” kata dia. “Prinsipnya kami tidak mengambil keuntungan dari festival kuliner ini.”

Sementara untuk festival budaya nusantara, panitia akan menghadirkan berbagai hiburan menarik. Seperti kesenian Betawi, Bengkulu, Jawa Timur, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan daerah lain. Ada pula atraksi barongsai, liong, drum percussion, cosplay, humanoid, dan pagelaran busana dari peserta Jember Fashion Carnaval.

Tak ketinggalan, aksi centil dari personel JKT 48. “Dari kesenian kontemporer sampai modern semua bisa dinikmati secara gratis,” kata dia.

Parade budaya ini akan terbagi dalam beberapa titik konsentrasi. Panggung utama terpusat di Silang Monas, sedangkan 19 titik lain berada di sepanjang lintasan perlombaan. Seperti di Kota Tua, Pasar Baru, kawasan Sudirman, Pancoran, Senayan, hingga Bundaran Hotel Indonesia. Harapan Irwan, pelari yang semangatnya mulai menurun bisa kembali mendapatkan energi positif setelah melihat kesemarakan panggung hiburan.

“Sembari memberi semangat pada pelari yang melintas, masyarakat Jakarta juga bisa menikmati kemeriahan panggung hiburan,” kata dia.

Pendaftaran Bali Marathon BII Maybank Dibuka Online

Bank International Indonesia (BII) kembali menggelar lomba maraton bertaraf internasional, BII Maybank Bali Marathon. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, event ini rencananya akan digelar mendekati akhir tahun, tepatnya pada 14 September 2014 di Gianyar, Bali.

“Melihat tahun ini agenda cukup padat, adanya pileg, kemudian pilpres, dan bulan ramadhan, serta Idul Fitri, maka penyelenggaraan BII Maybank Bali Marathon kami selenggarakan hari Minggu, tanggal 14 September 2014 di Gianyar Bali,” ucap Presiden Direktur BII, Taswin Zakaria dalam konferensi pers di kantor pusat BII, Jakarta, Selasa (22/4/2014).

“Melihat penyelenggaraan tahun sebelumnya yang sukses dan tingginya animo masyarakat, maka tahun ini target kami sekitar 5.000 peserta,” tambah Taswin. Pada 2013, jumlah peserta mencapai 3000 orang.

BII Maybank Bali Marathon tahun ini akan memperlombakan ajang full marathon standar internasional dengan jarak 42,195 km, half marathon 21,975 km, dan 10 km. Lomba ini juga terbuka untuk peserta dari negara lain. Pada penyelenggaraan pertama ada peserta dari 43 negara lain. Lalu pada 2013 ada 46 negara ambil bagian, termasuk Kenya, Eropa, Amerika, Asia, dan Australia.

“Untuk rute full marthon dan half marathon telah mendapat sertifikasi secara internasional standar dari International Measurement Certificate Number INA2012/009 dan sudah disahkan oleh Association of International Marathons and Distance Races (AIMS). Jadi, silakan buat setiap pelari dan komunitas pelari, persiapkan diri dan jangan lupa daftar mulai Mei mendatang,” ungkap Taswir.

Untuk menarik minat peserta, BII meningkatkan jumlah hadiah dibanding tahun sebelumnya. Total hadiah tahun ini adalah 1,9 miliar rupiah.

Informasi tentang BII Maybank Bali Marathon 2014, silakan akses melalui situs http://www.balimarathon.com, untuk facebook http://www.facebook.com/BaliMarathon, dan twitter @BaliMarathon.

Jalur pendaftaran online dibuka mulai 17 Mei 2014 dan walk in tanggal 26 Mei 2014.

6 Alasan Kesehatan Untuk Melakukan Jogging

Semua orang tahu bahwa banyak manfaat yang bisa didapat dari olahraga. Banyak pula pilihan olahraga yang bisa dilakukan, mulai dari pergi ke tempat gym atau hanya berlari di pagi hari.

Namun, ternyata masih banyak masyarakat yang berpikir dua kali untuk melakukan olahraga ini. Padahal, banyak alasan untuk memulainya. Berikut di antaranya:

1. Tanpa biaya
Anda bisa berlari kemana pun dan sesering apa pun tanpa harus mengeluarkan biaya. Cukup dengan baju olahraga dan sepatu yang nyaman, Anda bisa membakar kalori hanya dengan mengitari area perumahan.

2. Lebih sosial
Selain membuat sehat, mengajak teman Anda berlari bersama di taman dapat memperkuat hubungan sosial. Bahkan, tak perlu orang yang sudah dikenal. Di sepanjang trek berlari, Anda bisa berkenalan dengan orang-orang baru yang sama-sama memiliki kepedulian pada kesehatan.

3. Membakar lemak
Selain membantu meningkatkan metabolisme, berlari juga bisa membakar lemak pada tubuh Anda. Bukan hanya selama berlari saja, lemak di tubuh akan terus terbakar setelahnya karena suhu tubuh akan terus panas setelah melakukan aktivitas ini.

4. Meningkatkan kemampuan tubuh
Berlari secara rutin diyakini dapat meningkatkan energi dalam tubuh. Selain itu, dalam sekali berlari kapasitas bernapas dan kekuatan otot juga akan meningkat.

5. Penghargaan untuk diri sendiri
Berlari bukan hanya dapat meningkatkan metabolisme atau energi tubuh, tapi juga memberi penghargaan kepada diri Anda. Jika Anda berhasil melakukan olahraga yang ringan ini, maka akan muncul kepuasan tersendiri setelahnya. Selain itu, Anda juga mungkin mendapat pengalaman baru saat berlari di luar ruangan.

6. Mengurangi stres
Saat berlari, Anda akan merasa telah meninggalkan stres di belakang. Para peneliti menemukan berlari juga meningkatkan serotonin di otak yang dipercaya dapat membuat otak lebih tenang.

Cara Lari Yang Benar Untuk Menghindari Dehidrasi

Olahraga lari semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat. Terbukti dengan berbagai event lari mulai dari lari 5K atau lari marathon yang selalu ramai. Lari sendiri atau berkelompak memang bisa menjadi olahraga yang menyenangkan. Apalagi lari tidak membutuhkan peralatan khusus seperti olahraga lain. Cukup dengan running shoes, hampir semua orang bisa melakukannya. Ditambah gadget pemutar musik, olahraga lari agar semakin semangat dan menyenangkan.

Beberapa profesional muda pun mulai melakukan lari setelah office hour di tempat yang mempunyai fasilitas track seperti Gelora Bung Karno atau daerah Senayan dan sekitarnya. Selain karena lari menyehatkan, aktivitas ini juga sebagai pengisi waktu sembari menunggu kemacetan ibukota terurai. Walaupun mudah dilakukan, bukan berarti lari menjadi olahraga yang tidak mempunya risiko cedera. Matias Ibo, seorang fisioterapis dari jurusan Sport Physiotherapists Universitas Thim Van Der Laan, Utrecht, Belanda dan juga pernah menjadi fisioterapis tim nasional sepak bola Indonesia, membeberkan cara teknik berlari yang benar. Nah, apa saja yang perlu Anda perhatikan agar terhindar risiko cedera saat berlari?

  1. Lakukan pemanasan dinamis selama 5 – 10 menit, contohnya seperti berlari di tempat
  2. Fokus latihan kecepatan dahulu, baru melatih stamina
  3. Melakukan teknik berlari yang benar seperti pandangan lurus, bahu dalam keadaan rileks, lengan rileks dan berayun ke depan, posisi torso tegak dan kedua kaki di antara posisi tubuh dengan lutut sedikit ditekuk
  4. Dinginkan tubuh Anda dengan melambatkan ritme berlari
  5. Pastikan cairan tubuh terpenuhi sebelum, saat dan sesudah berlari sehingga terhindar dehidrasi

Perhatikan cairan tubuh saat berlari
Mulai dari pemanasan, saat dan sesudah berlari, Anda harus tetap menjaga kondisi tubuh. Sebagaimana dikutip, ada sekitar 55 persen-75 persen tubuh terdiri dari cairan dan keseimbangan cairan menjadi negatif atau terjadi dehidrasi kalau cairan dalam tubuh menurun dua hingga enam persen.

Dehidrasi ini disebabkan penurunan asupan cairan, meningkatnya pengeluaran cairan dari tubuh atau pengalihan cairan. Menurut Prof. Dr. Hardinsyah Ridwan MS, Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, sekaligus peneliti The Indonesian Hydration Study, menyatakan kurangnya cairan dapat menyebabkan gangguan dapat menurunkan stamina dan gangguan fisik seperti sakit kepala, lesu, lemas, kejang, hingga pingsan.

Karena itu, menjaga kadar cairan di dalam tubuh penting agar fungsi organ tubuh bekerja dengan baik terutama saat Anda berlari. Untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang, Anda bisa mengonsumsi minuman elektrolit isotonik seperti oralit yang mempunyai komposisi mirip cairan tubuh dan mengandung air dari ION. Minuman elektroli isotonik ini juga mampu menahan cairan lebih lama di dalam tubuh sehingga dapat mengurangi risiko dehidrasi bagi para pelari.

Daftar Pemenang Lomba Lari Milo Jakarta 10K

Ajang lomba lari jalan raya Jakarta International 10K memunculkan pelari asal Kenya, Silas Kipruto, menjadi pemenang di nomor elit putra. Sementara atlet Tanzania, Zakia Mohamed Mrisho, menang di nomor elit internasional putri. Silas menjadi yang pertama menyentuh garis finish setelah menempuh rute Silang Monas Barat Daya-Jalan MH Thamrin-Jalan Jenderal Sudirman-Semanggi-Jalan Jenderal Sudirman-jalan MH Thamrin-Silang Monas Barat Daya, Minggu (23/6/2013) pagi WIB, dengan catatan waktu 29 menit 17 detik.

Untuk nomor elit internasional putri, Zakia menjadi yang tercepat dengan setelah membukukan waktu 33 menit 34 detik. Semetara itu, dua juara bertahan di nomor elit putra dan putri nasional, Jauhari Johan dan Triyaningsing berhasil mengulangi prestasi mereka tahun lalu. Jauhari menjadi pemenang dengan catatan waktu 31 menit enam detik. Sedangkan Triyaningsih, 34 menit 50 detik.

Hasil Jakarta Internasional 10K:

Elite Putra Internasional
1. Silas Kipruto Kenya 29 menit 17 detik
2. Fredrick Kipchumba Kenya 29 menit 23 detik
3. Isaac Mukundi Kenya 29 menit 57 detik
4. Vasyl Mukundi Ukraina 30 menit 40 detik
5. Bernard Mwendia Kenya 30 menit 43 detik

Elite Putri Internasional

1. Zakia Mohamed Tanzania 33 Menit 34 detik
2. Suzan Temutai Kenya 34 menit 25 detik
3. Mary Wangechi Kenya 34 menit 49 detik
4. Eunice Nyawira Kenya 34 menit 49 detik
5. Ann Mukuhi Kenya 35 menit 12 detik

Elite Putra Nasional

1. Jauhari Johan Indonesia 31 menit 6 detik
2. M. Ridwan Indonesia 31 menit 17 detik
3. Agus Prayogo Indonesia 31 menit 41 detik
4. Nikolas Sila Indonesia 31 menit 49 detik
5. Acong Tio Indonesia 33 menit 17 detik

Elite Putri Nasional

1. Triyaningsih Indonesia 34 menit 50 detik
2. Rini Budiarti Indonesia 36 menit 24 detik
3. Yulianingsih Indonesia 37 menit 4 detik
4. Feri Marince Indonesia 37 menit 56 detik
5. Andiana Waru Indonesia 38 menit 8 detik

Pelari asal Kenya Silas Kipruto, pemenang juara kelompok elite di ajang lomba lari Jakarta International 10K, mengaku ingin membeli sapi perah dengan uang hadiahnya. Silas mempertahankan gelar di kelompok putra dengan catatan waktu 29 menit 17 detik dan berhasil meraih hadiah sebesar 6.000 dolar AS. “Nanti uangnya mau saya belikan sapi perah,” kata Silas yang telah memiliki 12 sapi di kampung halamannya.

Silas memiliki rekor waktu terbaik dengan catatan 27 menit 28 detik. Namun, pada Jakarta International 10K ini ia tidak mampu mencatatkan waktu terbaiknya karena cuaca Jakarta yang panas dan lembap. “Dulu saya raih waktunya saat di Eropa. Cuaca di Jakarta dan Eropa sangat berbeda,” tambahnya. Sementara itu, pelari asal Tanzania Zakia Mrisho berhasil merebut gelar juara elite internasional kelompok putri. Pada laga pertamanya ini, ia mampu meraih waktu terbaik dengan catatan 33 menit 34 detik.

“Ini pertama kalinya saya ke Jakarta dan menjadi juara. Nanti uangnya ingin saya belikan rumah,” katanya. Jakarta International 10K merupakan salah satu rangkaian acara perayaan HUT DKI Jakarta ke-486 yang telah digelar sejak 2004. Perlombaan lari yang berhadiah total Rp900 juta tersebut diikuti oleh lebih dari 35 ribu peserta, termasuk di antaranya 20 pelari elite internasional.

Lomba lari dimulai dan berakhir di Lapangan Silang Monas Barat Daya, Jakarta Pusat. Rute yang ditempuh, yakni Jalan MH Thamrin – Soedirman, kemudian berputar di depan Kampus Unika Atmajaya. Peserta lomba dibagi dalam empat kategori, yaitu elite internasional, elite nasional, pelajar dan umum. Sebanyak 20 pelari elite nasional diundang oleh Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) untuk ikut berlomba. Jauhari Johan atlet nasional asal Sumatera Selatan menjuarai “Jakarta International MILO 10K 2013” kategori elit nasional putera pada Minggu pagi (23/6) dengan catatan waktu 31 menit 06 detik.

Sedangkan kategori elit nasional puteri berhasi direbut oleh Triyaningsih, atlet nasional asal Jawa Tengah dengan waktu 34 menit 50 detik. Keduanya berhak atas hadiah masing-masing sebesar Rp 40 juta. Usai lomba, Jauhari Johan mengatakan, “Saya sangat senang bisa meraih prestasi ini, meskipun saya kurang puas dengan hasil yang saya peroleh karena catatan waktu saya lebih baik dtahun 2004 dibanding tahun lalu. Saya berterima kasih kepada pihak Nestlè MILO yang mendukung Jakarta Internasional MILO 10K serta beberapa kegiatan olah raga lainnya di Indonesia.”

Sementara di kategori elit internasional, pelari asal Kenya, Silas Kipruto untuk kedua kalinya menjuarai “Jakarta International MILO 10K” dengan catatan waktu 29 menit 17 detik, yang lebih cepat 3 detik dibanding rekor sebelumnya 29 menit 20 detik tahun 2012. Ia berhak atas hadiah uang 6.000 Dolar AS dalam lomba lari memperingati HUT ke-486 Kota Jakarta yang bertema “Green Energy for New Jakarta” (Energi Hijau untuk Jakarta Baru) dan telah empat kali disponsori Nestlé MILO itu.

Pemandangan yang berbeda terlihat selepas Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo melepaskan tembakan ke udara sebagai penanda dimulainya perlombaan. Gubernur yang disapa Jokowi ini kemudian turun dari podium dan berbaur dengan para peserta lomba lari ini. Para peserta memulai lomba dari garis start di Silang Monas Barat Daya menuju Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman kemudian berputar di depan Kampus Unika Atmajaya.

Putera pertama Presiden Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono juga tercatat sebagai salah satu peserta lomba lari jalan raya 10 kilometer ini. Kehadiran keduanya mendapat tepukan dan sorakan meriah dari para penonton yang memadati area pertandingan. Setelah menyelesaikan lomba larinya Agus Harimurti Yudhoyono didampingi Business Executive Manager MILO PT. Nestlé Indonesia Prawitya Soemadijo menyerahkan hadiah kepada para juara kategori elit internasional dan elit nasional. Penyerahan hadiah ini disaksikan sekitar 35 ribu peserta lomba termasuk 25 pelari elit internasional dan 21 pelari elit nasional, serta ribuan masyarakat ibukota yang berbondong-bondong menonton lomba.

Triyaningsih dan Jauhari Johan melanjutkan dominasi mereka di kejuaraan lomba lari Milo Jakarta Internasional 10K setelah kembali menjadi yang tercepat di kategori elite nasional, Minggu (23/6). Dalam lomba yang merupakan rangkaian ulang tahun DKI Jakarta dan berpusat di silang Monas tersebut, Jauhari Johan tampil sebagai juara di nomor elite putra dengan catatan waktu 31 menit 6 detik dan Triyaningsih untuk kategori putri dengan waktu 34 menit 50 detik.
“Stamina belum fit betul karena habis ikut lari half marathon 21 kilometer di Bali pekan lalu,” kata Jauhari, Ahad, 23 Juni 2013. Pria asal Sumatera Selatan ini menjadi juara pada kategori half marathon Indonesia di Bali dengan waktu 1 jam, 11 menit, 15 detik.

Tak hanya stamina, Jauhari mengatakan suhu udara saat lomba terasa cukup panas sehingga menyulitkan dirinya. “Tapi secara keseluruhan tidak terlalu menjadi masalah,” kata dia. Triyaningsih yang mencatat waktu kemenangan 34 menit 50 detik merasa senang bisa mempertahankan gelar juara. Kendati bisa mempertahankan, Triyaningsih kurang puas dengan catatan waktunya kali ini. “Catatan terbaik saya 33 menit 48 detik di lomba lari 10K ini,” kata Triyaningsih yang sudah enam kali mengikuti lomba lari 10K.

Senada dengan Jauhari, Triyaningsih menuturkan faktor cuaca yang panas menjadi kendala selama lomba berlangsung. Apalagi ia masih merasakan cedera telapak kaki kanannya. “Saya coba fokus saja karena kan kami berlatih untuk segala kondisi cuaca,” ucapnya. Pelari asal Kenya, Silas Kipruto, menjadi pemenang kategori atlet elite internasional. Silas mencatat waktu kemenangan 29 menit, 17 detik. Ia memperbaiki catatan waktunya tahun lalu dengan selisih tiga detik. “Saya senang juara. Tapi memang cuaca Jakarta terasa lembab dan panas berbeda dengan Eropa,” kata Silas.
Sebagai pemenang Triyaningsih dan Jauhari berhak atas hadiah uang sebesar Rp.40 juta.

Sementara di kategori pelari elite internasional, pelari Kenya, Silas Kipruto tampil sebagai juara di kategori putra dan pelari Tanzania, Zakia Mohamed untuk kategori putri. Kipruto mencatat waktu 29 menit 17 detik, sedangkan Zakia membukukan waktu 33 menit 34 detik. Sebagai juara Silas dan Zakia berhak atas hadiah uang sebesar US$ 6 ribu. “Saya akan gunakan uang itu untuk beli sapi perah,” tandas Silas.

Olahraga Lari Pagi Sehabis Sahur Hendaknya Di Hindari

Olah raga lari pagi ternyata harus dihindari seusai sahur, kata pakar gizi dari Persatuan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI), Dr. dr. Fiastuti Witjaksono SpGK., MSc.

“Aktifitas fisik seperti ini sebaiknya dihindari seusai sahur, karena dapat memicu dehidrasi saat menjalani ibadah puasa,” kata Fiastuti pada media edukasi di Jakarta pekan ini.

Dia menjelaskan risiko dehidrasi terjadi karena jarak waktu kegiatan makan dan minum sejak sahur hingga buka puasa cukup lama.

Fiastuti juga mengemukakan olah raga lari pagi sebaiknya dilakukan pada saat menjelang waktu berbuka puasa atau seusai berbuka.

“Tulang yang berbenturan serta napas yang terengah-engah, memicu pengeluaran keringat lebih banyak. Sementara itu, tidak ada asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh hingga waktu berbuka, inilah pemicu dehidrasi,” kata dia.

Untuk pengganti olah raga lari pagi, Fiastuti menganjurkan olah raga jalan pagi sebagai alternatif.

“Selain bagus untuk kebugaran tubuh, jalan pagi juga baik untuk menjaga tulang tetap kuat dan sehat,” ujar Fiastuti.

Lari Cepat Selama 1 Jam Seminggu Lebih Efektif Daripada Lari Pelan Setiap Hari

Pepatah yang bunyinya biar lambat asal selamat tidak berlaku lagi kalau sudah menyangkut olahraga menurunkan berat badan. Menurut penelitian, lari cepat atau sprint lebih efektif melangsingkan tubuh daripada jogging atau lari pelan.

Penelitian yang dilakukan di University of New South Wales ini menunjukkan bahwa efek dari berlari dengan kecepatan tinggi bukan hanya rasa capek dan pegal-pegal di kaki. Lebih dari itu, berat badan bisa turun lebih cepat daripada hanya lari perlahan.

Lari cepat dengan total durasi 60 menit dalam seminggu diklaim sama manfaatnya dengan lari perlahan selama 7 jam, masing-masing selama 1 jam dan dilakukan setiap hari selama seminggu. Dilihat dari waktu yang dibutuhkan, lari cepat akan sangat menghemat waktu.

Dalam penelitian tersebut, 40 orang laki-laki dewasa diminta untuk mejalani olahraga lari cepat secara rutin sebanyak 3 kali seminggu. Seluruh partisipan yang dilibatkan mengalami kelebihan berat badan, serta berusia relatif muda yakni sekitar 20-an tahun.

Di setiap sesi latihan, para partisipan hanya disuruh berlari secepat mungkin selama 8 menit lalu kembali ke kecepatan normal dalam 12 menit berikutnya. Meski cuma sebentar yakni 8 menit, lari cepat mampu meningkatkan denyut jantung hingga 80-90 persen dari denyut maksimal.

“Dalam 3 kali 20 menit sesi latihan tiap pekan, mereka hanya olahraga berat selama 8 menit,” kata Prof Steve Boutcher yang memimpin penelitian ini seperti dikutip dari Indiavision, Senin (2/7/2012).

Pengaturan lari dengan kecepatan tinggi semacam itu terbukti bisa membakar lemak sebanyak 2 kg selama masa pengamatan yakni 12 pekan. D1 sisi lain, massa otot meningkat 1,1 kg sehingga total berkurangnya berat badan bisa mencapai rata-rata 0,9 kg.

Secara teknis, Dr Boutcher menjelaskan bahwa lari cepat dapat merangsang pelepasan sejenis hormon yang disebut catecholamine. Hormon ini merangsang pelepasan lemak, khususnya lemak perut dan lemak visceral, sehingga lebih mudah dibakar menjadi energi.