Category Archives: Lari 5K

Pendaftaran Bali Marathon BII Maybank Dibuka Online

Bank International Indonesia (BII) kembali menggelar lomba maraton bertaraf internasional, BII Maybank Bali Marathon. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, event ini rencananya akan digelar mendekati akhir tahun, tepatnya pada 14 September 2014 di Gianyar, Bali.

“Melihat tahun ini agenda cukup padat, adanya pileg, kemudian pilpres, dan bulan ramadhan, serta Idul Fitri, maka penyelenggaraan BII Maybank Bali Marathon kami selenggarakan hari Minggu, tanggal 14 September 2014 di Gianyar Bali,” ucap Presiden Direktur BII, Taswin Zakaria dalam konferensi pers di kantor pusat BII, Jakarta, Selasa (22/4/2014).

“Melihat penyelenggaraan tahun sebelumnya yang sukses dan tingginya animo masyarakat, maka tahun ini target kami sekitar 5.000 peserta,” tambah Taswin. Pada 2013, jumlah peserta mencapai 3000 orang.

BII Maybank Bali Marathon tahun ini akan memperlombakan ajang full marathon standar internasional dengan jarak 42,195 km, half marathon 21,975 km, dan 10 km. Lomba ini juga terbuka untuk peserta dari negara lain. Pada penyelenggaraan pertama ada peserta dari 43 negara lain. Lalu pada 2013 ada 46 negara ambil bagian, termasuk Kenya, Eropa, Amerika, Asia, dan Australia.

“Untuk rute full marthon dan half marathon telah mendapat sertifikasi secara internasional standar dari International Measurement Certificate Number INA2012/009 dan sudah disahkan oleh Association of International Marathons and Distance Races (AIMS). Jadi, silakan buat setiap pelari dan komunitas pelari, persiapkan diri dan jangan lupa daftar mulai Mei mendatang,” ungkap Taswir.

Untuk menarik minat peserta, BII meningkatkan jumlah hadiah dibanding tahun sebelumnya. Total hadiah tahun ini adalah 1,9 miliar rupiah.

Informasi tentang BII Maybank Bali Marathon 2014, silakan akses melalui situs http://www.balimarathon.com, untuk facebook http://www.facebook.com/BaliMarathon, dan twitter @BaliMarathon.

Jalur pendaftaran online dibuka mulai 17 Mei 2014 dan walk in tanggal 26 Mei 2014.

6 Alasan Kesehatan Untuk Melakukan Jogging

Semua orang tahu bahwa banyak manfaat yang bisa didapat dari olahraga. Banyak pula pilihan olahraga yang bisa dilakukan, mulai dari pergi ke tempat gym atau hanya berlari di pagi hari.

Namun, ternyata masih banyak masyarakat yang berpikir dua kali untuk melakukan olahraga ini. Padahal, banyak alasan untuk memulainya. Berikut di antaranya:

1. Tanpa biaya
Anda bisa berlari kemana pun dan sesering apa pun tanpa harus mengeluarkan biaya. Cukup dengan baju olahraga dan sepatu yang nyaman, Anda bisa membakar kalori hanya dengan mengitari area perumahan.

2. Lebih sosial
Selain membuat sehat, mengajak teman Anda berlari bersama di taman dapat memperkuat hubungan sosial. Bahkan, tak perlu orang yang sudah dikenal. Di sepanjang trek berlari, Anda bisa berkenalan dengan orang-orang baru yang sama-sama memiliki kepedulian pada kesehatan.

3. Membakar lemak
Selain membantu meningkatkan metabolisme, berlari juga bisa membakar lemak pada tubuh Anda. Bukan hanya selama berlari saja, lemak di tubuh akan terus terbakar setelahnya karena suhu tubuh akan terus panas setelah melakukan aktivitas ini.

4. Meningkatkan kemampuan tubuh
Berlari secara rutin diyakini dapat meningkatkan energi dalam tubuh. Selain itu, dalam sekali berlari kapasitas bernapas dan kekuatan otot juga akan meningkat.

5. Penghargaan untuk diri sendiri
Berlari bukan hanya dapat meningkatkan metabolisme atau energi tubuh, tapi juga memberi penghargaan kepada diri Anda. Jika Anda berhasil melakukan olahraga yang ringan ini, maka akan muncul kepuasan tersendiri setelahnya. Selain itu, Anda juga mungkin mendapat pengalaman baru saat berlari di luar ruangan.

6. Mengurangi stres
Saat berlari, Anda akan merasa telah meninggalkan stres di belakang. Para peneliti menemukan berlari juga meningkatkan serotonin di otak yang dipercaya dapat membuat otak lebih tenang.

Cara Lari Yang Benar Untuk Menghindari Dehidrasi

Olahraga lari semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat. Terbukti dengan berbagai event lari mulai dari lari 5K atau lari marathon yang selalu ramai. Lari sendiri atau berkelompak memang bisa menjadi olahraga yang menyenangkan. Apalagi lari tidak membutuhkan peralatan khusus seperti olahraga lain. Cukup dengan running shoes, hampir semua orang bisa melakukannya. Ditambah gadget pemutar musik, olahraga lari agar semakin semangat dan menyenangkan.

Beberapa profesional muda pun mulai melakukan lari setelah office hour di tempat yang mempunyai fasilitas track seperti Gelora Bung Karno atau daerah Senayan dan sekitarnya. Selain karena lari menyehatkan, aktivitas ini juga sebagai pengisi waktu sembari menunggu kemacetan ibukota terurai. Walaupun mudah dilakukan, bukan berarti lari menjadi olahraga yang tidak mempunya risiko cedera. Matias Ibo, seorang fisioterapis dari jurusan Sport Physiotherapists Universitas Thim Van Der Laan, Utrecht, Belanda dan juga pernah menjadi fisioterapis tim nasional sepak bola Indonesia, membeberkan cara teknik berlari yang benar. Nah, apa saja yang perlu Anda perhatikan agar terhindar risiko cedera saat berlari?

  1. Lakukan pemanasan dinamis selama 5 – 10 menit, contohnya seperti berlari di tempat
  2. Fokus latihan kecepatan dahulu, baru melatih stamina
  3. Melakukan teknik berlari yang benar seperti pandangan lurus, bahu dalam keadaan rileks, lengan rileks dan berayun ke depan, posisi torso tegak dan kedua kaki di antara posisi tubuh dengan lutut sedikit ditekuk
  4. Dinginkan tubuh Anda dengan melambatkan ritme berlari
  5. Pastikan cairan tubuh terpenuhi sebelum, saat dan sesudah berlari sehingga terhindar dehidrasi

Perhatikan cairan tubuh saat berlari
Mulai dari pemanasan, saat dan sesudah berlari, Anda harus tetap menjaga kondisi tubuh. Sebagaimana dikutip, ada sekitar 55 persen-75 persen tubuh terdiri dari cairan dan keseimbangan cairan menjadi negatif atau terjadi dehidrasi kalau cairan dalam tubuh menurun dua hingga enam persen.

Dehidrasi ini disebabkan penurunan asupan cairan, meningkatnya pengeluaran cairan dari tubuh atau pengalihan cairan. Menurut Prof. Dr. Hardinsyah Ridwan MS, Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, sekaligus peneliti The Indonesian Hydration Study, menyatakan kurangnya cairan dapat menyebabkan gangguan dapat menurunkan stamina dan gangguan fisik seperti sakit kepala, lesu, lemas, kejang, hingga pingsan.

Karena itu, menjaga kadar cairan di dalam tubuh penting agar fungsi organ tubuh bekerja dengan baik terutama saat Anda berlari. Untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang, Anda bisa mengonsumsi minuman elektrolit isotonik seperti oralit yang mempunyai komposisi mirip cairan tubuh dan mengandung air dari ION. Minuman elektroli isotonik ini juga mampu menahan cairan lebih lama di dalam tubuh sehingga dapat mengurangi risiko dehidrasi bagi para pelari.

Olahraga Lari Pagi Sehabis Sahur Hendaknya Di Hindari

Olah raga lari pagi ternyata harus dihindari seusai sahur, kata pakar gizi dari Persatuan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI), Dr. dr. Fiastuti Witjaksono SpGK., MSc.

“Aktifitas fisik seperti ini sebaiknya dihindari seusai sahur, karena dapat memicu dehidrasi saat menjalani ibadah puasa,” kata Fiastuti pada media edukasi di Jakarta pekan ini.

Dia menjelaskan risiko dehidrasi terjadi karena jarak waktu kegiatan makan dan minum sejak sahur hingga buka puasa cukup lama.

Fiastuti juga mengemukakan olah raga lari pagi sebaiknya dilakukan pada saat menjelang waktu berbuka puasa atau seusai berbuka.

“Tulang yang berbenturan serta napas yang terengah-engah, memicu pengeluaran keringat lebih banyak. Sementara itu, tidak ada asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh hingga waktu berbuka, inilah pemicu dehidrasi,” kata dia.

Untuk pengganti olah raga lari pagi, Fiastuti menganjurkan olah raga jalan pagi sebagai alternatif.

“Selain bagus untuk kebugaran tubuh, jalan pagi juga baik untuk menjaga tulang tetap kuat dan sehat,” ujar Fiastuti.

Lari Cepat Selama 1 Jam Seminggu Lebih Efektif Daripada Lari Pelan Setiap Hari

Pepatah yang bunyinya biar lambat asal selamat tidak berlaku lagi kalau sudah menyangkut olahraga menurunkan berat badan. Menurut penelitian, lari cepat atau sprint lebih efektif melangsingkan tubuh daripada jogging atau lari pelan.

Penelitian yang dilakukan di University of New South Wales ini menunjukkan bahwa efek dari berlari dengan kecepatan tinggi bukan hanya rasa capek dan pegal-pegal di kaki. Lebih dari itu, berat badan bisa turun lebih cepat daripada hanya lari perlahan.

Lari cepat dengan total durasi 60 menit dalam seminggu diklaim sama manfaatnya dengan lari perlahan selama 7 jam, masing-masing selama 1 jam dan dilakukan setiap hari selama seminggu. Dilihat dari waktu yang dibutuhkan, lari cepat akan sangat menghemat waktu.

Dalam penelitian tersebut, 40 orang laki-laki dewasa diminta untuk mejalani olahraga lari cepat secara rutin sebanyak 3 kali seminggu. Seluruh partisipan yang dilibatkan mengalami kelebihan berat badan, serta berusia relatif muda yakni sekitar 20-an tahun.

Di setiap sesi latihan, para partisipan hanya disuruh berlari secepat mungkin selama 8 menit lalu kembali ke kecepatan normal dalam 12 menit berikutnya. Meski cuma sebentar yakni 8 menit, lari cepat mampu meningkatkan denyut jantung hingga 80-90 persen dari denyut maksimal.

“Dalam 3 kali 20 menit sesi latihan tiap pekan, mereka hanya olahraga berat selama 8 menit,” kata Prof Steve Boutcher yang memimpin penelitian ini seperti dikutip dari Indiavision, Senin (2/7/2012).

Pengaturan lari dengan kecepatan tinggi semacam itu terbukti bisa membakar lemak sebanyak 2 kg selama masa pengamatan yakni 12 pekan. D1 sisi lain, massa otot meningkat 1,1 kg sehingga total berkurangnya berat badan bisa mencapai rata-rata 0,9 kg.

Secara teknis, Dr Boutcher menjelaskan bahwa lari cepat dapat merangsang pelepasan sejenis hormon yang disebut catecholamine. Hormon ini merangsang pelepasan lemak, khususnya lemak perut dan lemak visceral, sehingga lebih mudah dibakar menjadi energi.

Run Rhino Run Fun Run Untuk Pelestarian Badak Jawa Di Ujung Kulon

Run Rhino Run 10K resmi dimulai di Taman Nasional Ujung Kulon. Kegiatan lari yang diikuti sekitar 150 orang peserta ini bertujuan untuk mengenalkan potensi alam Ujung Kulon dan menambah semangat dalam melestarikan badak Jawa. “Ini lari untuk konservasi Ujung Kulon, semoga dengan kegiatan ini bisa menambah semangat kita untuk melestarikan Ujung Kulon,” kata Kepala Taman Nasional Ujung Kulon, Moh. Haryono, di Taman Nasional Ujung Kulon, Minggu (24/6/2012).

Lari sejauh 10 km ini diselenggarakan oleh WWF, bekerja sama dengan komunitas lari Indo Runners dan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Lari ini juga merupakan salah satu bentuk usaha membangun kepedulian publik akan pentingnya pelestarian badak Jawa dan memperkenalkan potensi keindahan alam dan ekowisata di TNUK kepada masyarakat luas. Peserta lari berasal komunitas lari sebanyak 50 orang pemenang kontes online dan masyarakat sekitar taman nasional.

“Jadi pemenang kontes ini dipilih dari peserta yang sudah mengirim foto, video atau tulisan ke fan page WWF dengan keywordnya badak jawa, konservasi, Taman Nasional Ujung Kulon, Run Rhino Run, kemudian 50 orang dengan likes terbanyak dipilih untuk ikut lari ini” jelas Panitia Run Rhino Run, Annisa.

Lari 10 k ini bukanlah lomba lari. Sesuai dengan tujuan awal, Run Rhino Run diselenggarakan untuk menambah kesadaran masyarakat mengenai kondisi badak Jawa yang mulai terancam punah. “Kita menyebutnya dengan fun trail run, bukan lomba lari, jadi santai saja,” kata panitia Run Rhino Run dari Indo Runners, Yasha Chatab.

Lari ini telah dimulai sejak pukul 06.30 WIB di kawasan Cibayoni dan berakhir di Cinabung. Mengambil lokasi di kawasan penyangga TNUK. Pelari akan melewati lintasan dengan latr perbukiran, sawah dan pedesaan warga. “Ada sekitar 3 pos medis dan water station di setiap 2,5 km,” tambah Yasha. Dari pantauan, para peserta sudah melewati 3 km pertama. Diperkirakan lari akan selesai pada pukul 08.00 WIB

Lomba lari amal untuk konservasi Badak Jawa, Run Rhino Run 10K, bakal digelar di Ujung Kulon pada 24 Juni 2012. Jalurnya ternyata seru dan pemandangannya mantap. Lari lintas alam mungkin belum pernah seindah ini. Desa-desa penyangga kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, rupanya punya jalur trekking yang asyik untuk para atlet lari, penghobi kegiatan alam bebas, ataupun wisatawan. Jalur inilah yang nantinya akan dipakai untuk kegiatan lari amal yang digelar WWF: Run Rhino Run 10K.

Bersama WWF, sejumlah media dan para blogger menjajal jalur 10 km ini pada Sabtu (16/6/2012) lalu. Titik awalnya adalah pertigaan baru di Kampung Kopi, dekat dengan Kantor Seksi Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Kecamatan Sumur, Pandeglang. Proyek pembangunan jalan baru sedang dibangun untuk memudahkan wisatawan yang hendak liburan ke Pulau Umang dan Pantai Sumur. Jalan ini masih tanah kasar yang baru di-buldozer, tapi sudah enak untuk dipakai lari.

Kontur kawasan ini adalah perbukitan. Silakan jajal tantangan lari naik turun bukit berulang kali. Seru banget! Asyiknya di kanan dan kiri jalan, mata kita dimanjakan sawah yang hijau atau hutan kayu sengon. Atur nafas Anda, jalan kita masih jauh. Setelah sekitar 3-4 km, kontur jalan akan menurun ke arah pantai. Di ujung jalan baru ini ada hadiah untuk para pelintas alam. Tiba-tiba kita dihadapkan dengan pantai biru sejauh mata memandang, inilah Pantai Sumur.

Tak jauh di seberang lautan, ada Resor Pulau Umang dengan bentuk kerangnya yang khas. Debur ombak akan menemani trekking Anda di sini. Pelari manapun pasti ingin rasanya berhenti sejenak. Dari sini jalur berbelok ke kiri menuju Desa Sumberjaya. Kalau Anda beruntung, akan bertemu puluhan kerbau yang merumput sambil memakai lonceng kayu yang disebut kongkorak. Suara lonceng ini akan terdengar merdu seperti gamelan. Jalan terus ke arah desa, mungkin Anda akan berpapasan dengan nelayan membawa ikan, atau bocah-bocah yang adu jago melompat dari dermaga. Byurr!

Ditemani jejeran pohon kelapa, Anda akan sampai ke Desa Sumberjaya, nikmatilah suasana desa nelayan ini sebelum akhirnya Anda tiba di pertigaan Jl Raya Ujung Kulon. Anda berbelok ke kanan menuju Desa Kertajaya. Menjelang finish, ini dia yang asyik. Campaigner WWF, Verena Puspawardani mengatakan, tempat finish akan dibikin seru yaitu di tepi pantai. Dari jalan desa, trekking akan dibelokan ke Pantai Cinibung. Dalam ratusan meter terakhir menjelang finish, kita akan berlari di samping ombak yang mendebur Pantai Cinibung. Mantap!

Event lari lintas alam 10 kilometer di Ujung Kulon tidak sekadar punya misi olahraga. Selain lari, para peserta juga disadarkan untuk meningkatkan kepedulian pada lingkungan hidup. Memperingati ulang tahunnya yang ke-50, WWF menggelar event yang tidak biasa. Bertajuk ‘Run Rhino Run’, organisasi independent yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan dan satwa itu, menyelenggarakan lari 10 kilometer dan berlokasi di Ujung Kulon

Akan digelar pada 24 Juni, penunjukkan Ujung Kulon sebagai lokasi digelarnya acara bukan tanpa alasan. Wilayah tersebut punya nilai penting dalam konservasi badak di dunia dengan kini memiliki dua spesies badak yaitu badak Jawa dan Badak Sumatera. Kedua spesies tersebut terancam punah. “Badak Jawa adalah salah satu mamalia besar terlangka di dunia dengan hanya sekitar 50 individu tersisa di Taman Nasional Ujung Kulon,” kara Anwar Purwoto, Direktur Program Kehutanan, Air Tawar dan Spesies WWF-Indonesia di Bloeming Cafe, FX Plaza, Jakarta, Kamis (31/5/2012).

Selain menikmati alam, menurut Anwar, kegiatan lari ini dihelat dengan tujuan memberi kesadaran kepada masyarakat pentingnya melestarikan badak serta lingkungan hidup. “Kenapa di Ujung Kulon, karena erat dengan sejarah WWF pertama penelitian badak. Kami ingin hidupkan sejarah masa lalu untuk konservasi badak di Ujung Kulon.” “Harapan kami atas kelestarian badak dan habitatnya bisa terwujud. Untuk menyelematkan badak dan lingkungan,” sambungnya.

Kegiatan lari yang bertajuk Run Rhino Run itu akan diikuti 50 pelari utama akan terpilih melalui seleksi online di http://www.facebook.com/RhinoCare atau http://www.wwf.or.id/RhinoCare.

42 Negara dan 4700 Orang Ikuti Borobudur Internasional Hash 10K

Sedikitnya 4.700 orang mengikuti Borobudur Internasional Hash (Interhash) 2012 pada 22-27 Mei 2012 di Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Mereka datang dari 42 negara.

“Hash ini merupakan komunitas pencinta olah raga lari lintas alam yang bersifat non-kompetitif dengan menggabungkan unsur persaudaraan dan hiburan,” kata Ketua Borobudur Interhash 2012 Lien Chie An di Candi Prambanan, Jumat malam, 25 Mei 2012.

Sedangkan Interhash merupakan event berskala internasional yang diprakarsai sejak 1978. Event itu dilaksanakan setiap dua tahun sekali dengan lokasi yang berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain.

Indonesia terakhir menjadi tuan rumah Interhash pada 1988 di Bali. Sebelumnya pada 1982 di Jakarta. Tujuan lain dari kegiatan ini untuk mengenalkan wisata Indonesia. “Selain olah raga lintas alam dan persaudaraan, juga mengenalkan wisata di Indonesia,” kata dia.

Kegiatan Interhash ini diharapkan bisa menjadi pendorong pertumbuhan industri pariwisata nasional. Melalui kegiatan inilah, aktivitas pariwisata dan budaya yang dikemas dalam wujud kegiatan olahraga lintas alam akan terpromosikan secara luas.

“Untuk menggelar acara seperti ini sangat sulit. Sudah 24 tahun Indonesia baru bisa menjadi tuan rumah,” kata salah seorang promotor Borobudur Interhash 2012, Oei Hong Djien.

Ia mengakui butuh perjuangan keras untuk memenangkan perebutan tempat penyelenggaraan. Banyak panitia di berbagai negara juga menginginkan hal yang sama. Sinergi dan dukungan dari semua kalangan yang akhirnya membawa Interhash bisa digelar di Prambanan dan Borobudur.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki potensi besar untuk memenangi kegiatan-kegiatan alam seperti Interhash. Selain faktor alam, potensi ini juga ditunjang oleh ragam budaya dan pariwisata yang berkelas dunia.

“Tetapi, potensi saja belum cukup, butuh dukungan dari semua pihak untuk mempromosikan potensi ini ke berbagai pihak dan ke dunia internasional,” kata dia.

Menurut Direktur Bank Central Asia (BCA) Armand W. Hartono, Borobudur Interhash 2012 diharapkan bisa menjadi dukungan dan kampanye bagi kegiatan kepariwisataan nasional. “Lebih dari 4.700 peserta dari dalam dalam dan luar negeri termasuk nasabah BCA Prioritas ikut event ini,” kata Armand.

Indonesia Sedang Butuh Banyak Pelari Sprinter

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Boedi Darma masih melihat kurangnya bibit-bibit pelari yang bisa meneruskan sprinter-sprinter saat ini. “Saya melihat secara bakat masih sedikit yang memenuhi standar,” katanya saat ditemui, Rabu 7 Desember 2011.

Pada Kejuaraan Nasional Hot Sprint Yunior-Remaja dan 1000M Remaja 2011, dari sektor putra, sprinter asal Nusa Tenggara Barat Safwaturrahman mendominasi perlombaan. Pada babak kualifikasi nomor lari 60 meter remaja putra, Safwaturrahman finis terbaik dengan catatan waktu 6,87 detik. Catatan ini mendekati rekor nasional remaja yang dipegang Franklin Ramses Burumi yaitu 6,85 detik.

Pelari asal Nusa Tenggara Barat itu melesat jauh dibandingkan pelari lainnya di-heat ketiga. Arif Rahmat Gunawan asal DKI Jakarta ikut lolos ke babak semifinal dengan catatan waktu 7,49 detik. Safwaturrahman -yang memang sudah berlatih di pelatnas PB PASI- masih menjadi yang terbaik dibandingkan yang lainnya. “Pembibitan di daerah untuk pelari sprint dan 1000 meter belum terlalu baik,” kata Boedi.

Semua pelari yang lolos ke babak semifinal mencapai garis finis dengan kisaran catatan waktu 7 detik. Yang terdekat dengan Safwaturrahman adalah Noval Kurniawan asal Sulawesi Tengah yang membukukan catatan waktu 7 detik.

Dari nomor lari 60 meter yunior putra, catatan waktu terbaik yang diciptakan di babak semifinal bahkan tidak bisa melampaui catatan waktu Safwaturrahman. Riski Latip asal Kalimantan Timur yang mencatatkan waktu paling cepat hanya membukukan 6,98 detik. Rekor ini masih jauh di bawah rekor nasional yunior milik Franklin, 6,73 detik.

Kehadiran kompetisi khusus lari jarak cepat ini sebetulnya menjadi bagian dari upaya PASI untuk melakukan regenerasi atlet. Boedi mengatakan bahwa pihaknya sebetulnya mengharapkan agar setiap daerah bisa melakukan pembinaan yang tepat. “Karena kami berharap nantinya akan banyak atlet yang bisa bersaing di kejuaraan-kejuaraan yang kita buat,” ujarnya.

Pelari Umur 17 Tahun Safwaturrahman Pecahkan Rekor Hot Sprint Peraih Medali Emas SEA Games XXVI Asal Papua Franklin Ramses Burumi

Pelari Safwaturrahman, memecahkan rekor atlet atletik Peraih medali emas SEA Games XXVI asal Papua, Franklin Ramses Burumi, dalam final kejuaraan nasional atletik hot sprint 60 meter nomor remaja, di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Kamis, 8 Desember 2011.

Safwaturrahman berhasil meraih kecepetan 6.80 detik, mengungguli rekor Franklin yang meraih kecepatan 6.85 detik pada 29 November lalu. “Ini ajang pembuktian saya. Saat SEA Games kemarin saya tidak diturunkan,” katanya, usai pengalungan medali.

Dia mengaku tampil buruk saat tes SEA Games lalu. Namun atlet berusia 17 tahun asal Nusa Tenggara Barat ogah berpuas diri dan berkeras supaya bisa tampil di SEA Games 2013 nanti. “Itu target saya dan harus menjadi tahun spesial saya.” kata Safwaturrahman.

Remaja ini beberapa kali menjadi juara di ajang nasional, seperti saat Kejurnas 2011 di nomor 200 meter. Di ajang internasional, dia meraih medali perak nomor 100 meter dengan kecepatan 10.63 detik dan di nomor 200 meter dengan kecepatan 21.38 detik dalam Asian Junior 2010 lalu. Dalam waktu dekat, Safwaturrahman menargetkan untuk memecahkan rekor Junior pada tahun 2012 mendatang.

Pelatih Subagiyo mengatakan Safwaturrahman merupakan sprinter masa depan Indonesia. “Dia memang luar biasa,” katanya.

Berdasarkan hasil akhir Kejurnas hot sprint 2011 tersebut, untuk juara dua nomor remaja putra 60 meter diraih oleh atlet asal Sulawesi Tengah, Noval Kurniawan dengan kecepatan 7.00 detik, disusul atlet asal Jawa Tengah, Sutrisno dengan kecepatan 7.07 detik.

Sementara untuk nomor yunior putra 60 meter, dimenangkan oleh M Roziqin, atlet asal Jawa Timur dengan kecepatan 7.02 detik, disusul atlet yang juga berasal dari Jawa Timur, Sugeng Purwanto dengan kecepatan 7.03 detik, dan juara tiga diraih Rio Maholtra dari Sumatera Selatan dengan kecepatan 7.03 detik.

Sedangkan nomor remaja putri 60 meter, juara satu dimenangkan oleh Hasruni dari Sulawesi Selatan, 7.73 detik, juara dua Nia Fatul Aini dari Jawa Timur, 7.82 detik, disusul Sri Wahyuni dari Jawa Timur 7.89 detik. Untuk nomor yunior putri 60 meter dimenangkan Fitri Indah dari Jawa Timur, 7.66 detik disusul Siti Solikah darI Jawa Timur, 8.02 detik, dan Nurul Sofiah dari DKI Jakarta 8.03 detik.

Untuk nomor remaja putra 1000 meter dimenangkan oleh atlet dari Jawa Tengah, Slamet Wahyu Jati dengan kecepatan 2:43.87, sedangkan nomor 100 meter remaja putri dimenangkan oleh Aprilia Kartina dari Sumatera Barat dengan kecepatan 3:01.70.

Sementara untuk nomor estafet yunior dan remaja putra 4×400 meter dimenangkan oleh daerah asal Nusa Tenggara Barat dengan kecepatan 42.11 detik. Sedangkan untuk estafet yunior dan remaja putri 4×400 meter dimenangkan daerah Jawa Timur dengan kecepatan 47.66 detik.

Sedangkan perolehan medali dalam kejurnas atletik ini, daerah Jawa Timur unggul dengan perolehan medali terbanyak, yaitu 3 medali emas, 4 perak dan 3 perunggu.

Lomba Lari Jakarta Barat 5K Berhadiah 30 Juta dan Ratusan Sepeda Motor Sebagai Doorprize

Sebanyak 8.000 pelajar SLTA dan masyarakat Jakarta Barat mengikuti lomba lari 5 Kilometer (5K) yang diselenggarakan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat dengan start/finish di halaman Kantor Wali Kota Adm Jakarta Barat, Jl Kembangan Raya, Jakarta Barat, Minggu (6/5).

Ketua Penyelenggara yang mewakili Pemkot Adm Jakarta Barat adalah Sudin Olah Raga dan Pemuda Jakbar sejak satu bulan lalu menyebar brosur, poster, pamflet, dan spanduk untuk tempat pendaftaran baik melalui Sudin/Badan, Kantor, maupun Kecamatan/Kelurahan sehingga hampir seluruh masyarakat Jakarta Barat tersosialisasi untuk mengikuti lomba 5K.

Kasudin Olah Raga dan Pemuda Jakarta Barat, Dahlan mengatakan, event ini kita selenggarakan untuk sebanyak-banyaknya pesrta mengikuti lomba, oleh karena itu kita berdayakan semua unit dijajaran Pemkot Adm Jakbar untuk mensosialisasikan adanya lomba 5K.

“Kita lihat sampai sekarang cukup banyak animo pelajar dan warga ambil bagian untuk lomba dan yang menarik ratusan door prize dan para juara mendapatkan piagam penghargaan dan hadiah uang,” kata Dahlan dikantornya, di gedung Pemkot Adm Jakarta Barat, Jumat (5/5) seraya menambahkan, tujuan kegiatan adalah untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga, sehingga warga masyarakat, khususnya warga Jakarta Barat sehat jasmani dan sehat rohani, untuk pelajar dengan sehat jasmani minat belajar semakin tinggi, jujur dan disiplin.Untuk hadiah-hadiah yang akan diberikan berupa door prize disumbangkan oleh semua satker/unit kerja/kecamatan/Kelurahan dan sudah terkumpul ratusan hadiah.

Dahlan menjelaskan, lomba 5K diselenggarakan setiap tahun oleh Pemkot Adm Jakbar yang didukung Kementerian Pemudan dan Olahraga (Kemenpora) dan merupakan tahun kedua untuk tahun 2012 ini, dan akan dilaksanakan setiap tahun untuk menjadi icon olahraga terbesar se Jakbar. Adapun kegiatan untuk mengibur peserta lomba adalah berupa bmx freestyle, dance, beladiri, musik, dan jumpa atlit. Untuk peraturan lomba atau juri diserahkan kepada Pengda Persatuan Atlit Seluruh Indonesia (PASI) Dki Jakarka.

Peserta pelajar Jakbar dengan KTP atau Kartu pelajar dan tidak dipungut uang pendaftaran.

Untuk pemenang lomba 5K, 4 kategori pelajar putra putri dan umum putra putri dan hadiah untuk Juara I, Rp 2 jt, Juara II Rp 1.7500.000, Juara III, Rp 1,5 jt dan Juara IV, Rp 1.250,000 dan Juara V, Rp 1 jt. Door price disediakan ratusan berupa sepeda motor, sepeda fixed dan mtb, mini compo mixer, blender, oven, mini freezer, handpone, bola basket, bola takraw, bola sepak, bola voli, skiping, raket, dan juga disediakan untuk belanja ke mall berupa voucher belanja.

Jakarta-Pemkot Jakarta Barat akan menggelar lomba lari 5 kilometer (JB 5K) untuk pelajar SLTA putera/puteri dan masyarakat pada 6 Mei 2012. Lomba memperebutkan piala Wali Kota Jakarta Barat dan hadiah menarik. Lomba lari bagi pelajar khusus SLTA dan masyarakat ini merupakan kegiatan rutin setahun sekali dalam rangka memperingati HUT Kota Jakarta,kata Asisten Kesejahteraan Masyarakat (Askesmas) Jakarta Barat H Darma Sembiring, Jumat (16/3).

Dijelaskan, kegiatan melalui olahraga lari ini untuk memotivasi pelajar dan masyarakat meningkatkan kesehatan sekaligus sebagai ajang silaturrahmi memupuk persaudaraan. Selain itu juga untuk mengembangkan sportivitas dan kejujuran,” ujarnya. Untuk memeriahkan acara, penyelenggara juga menyediakan berbagai hadiah menarik, antara lain sepeda dan doorprize bagi peserta.

Rute lomba JB 5K menempuh sekitar kawasan Sentra Primer Baru Barat SPBB) Kembangan. Rencananya lomba akan dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta. Start dari halaman kantor wali kota Jakarta Barat Jalan Raya Kembangan no 2. Bagi peserta yang berminat saat ini sudah bisa mendaftar melalui kantor Sudin Olahraga Pemkot Jakarta Barat. Syarat peserta antara lain harus warga Jakarta Barat dan berbadan sehat. Untuk pendaftaran tidak dipungut biaya atau gratis.

Juara I, II, III serta harapan I dan II akan mewakili Jakarta Barat pada lomba lari tingkat Provinsi DKI yang memperebutkan hadiah dan piala Gubernur DKI Jakarta. Untuk pengaturan dan pengamanan pelaksanaan kegiatan, Pemkot Jakarta Barat berkoordinasi dengan Polres Jakarta Barat, Satpol PP, Sudin Perhubungan, Kesehatan dan instansi terkait.

Peserta yang ikut JB 5K ditargetkan mencapai sekitar 5.000-7.000 peserta. “Kami mengajak pelajar dan masyarakat untuk menyukseskan kegiatan ini. Kami berharap lurah dapat mengerahkan warganya untuk mengikuti lomba tersebut, imbuh Darma.

Dini hari pada Minggu cuaca sangat sejuk di kawasan Kantor Walikota Administrasi Jakarta Barat di lingkungan Puri Indah Kembangan. Pukul. 06.00 mulai berdatangan dari kalangan masyarakat dan pelajar sebagai peserta Lomba Lari 5K yang diselenggarakan oleh Walikota Administrasi Jakarta Barat bagi masyarakat dan pelajar.

Walikota Jakarta Barat, Drs. Burhanudin, M.Si menembakan pistol start keatas sebagai tanda dimulainya start Lomba Lari 5K. Peserta yang berjumlah 5000 orang yang terdiori dari masyarakat dan pelajar mulai berlari berduyun-duyun berupaya mencapai posisi di depan. Selain masyarakat dan pelajar, Lomba Lari 5K ini diikuti pula oleh karyawan dan karyawati Kantor Walikota Jakarta Barat, Kantor Kecamatan dan Kantor Kelurahan.

Kegiatan Jakarta Barat 5K For Green diselenggarakan secara swadaya dan mendapatkan sambutan dari masyarakat dan pelajar di Jakarta Barat. Masyarakat dan pelajar mengharapkan kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan setiap tahun sehingga dapat mengisi waktu luang dan mendorong bakat dan prestasi olahraga.