Category Archives: Lari 5K

Happy Run Di Gelar Pada Taiwan Excellence

Taiwan Excellence Happy Run yang digelar pada Sabtu, 14 Juni 2014 di Plaza Barat, Senayan, Jakarta mengajak masyarakat menjadikan gaya hidup sehat dengan berlari dan berbuat amal menyumbang kepada organisasi amal lokal.
ni sudah tahun kelima diadakan Taiwan Excelllence di Indonesia. Terdapat 54 produk Taiwan yang ditampilkan di gerai-gerai, diantaranya makanan dan minuman khas Taiwan di food bazaar.

Kegiatan ini melibatkan Dompet Dhuafa, World Vision Indonesia dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang akan menggalang dana dan menerima sumbangan. Menurut Peter WJ Huang, CEO Teitra, acara ini memperkenalkan acara yang berhubungan dengan gaya hidup, olahraga dan kegiatan sosial sekaligus.

Sementara perwakilan Taipe Economic and Trade Office (TETO), Chang Liang Jen, Taiwan Excellence Campaign di Indonesia mengatakan, sejak 2010 untuk mereka hadir untuk meningkatkan kesadaran pengetahuan tentang merk produk Taiwan. Ia mengatakan, impor Indonesia dari Taiwan telah tumbuh dengan pesat selama berapa tahun terakhir. “Kami menghargai hubungan perdagangan yang positif dengan Indonesia. Kegiatan ini, utamanya sebagai bentuk rasa terimakasih kami kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah mendukung kami,” kata Chang.

Perwakilan dari Taiwan External Trade Development Council, Peter W J Huang, menambahkan jika program Taiwan Excellence tidak hanya melalui lari. Melainkan, melalui kompetisi desain batik untuk menunjukkan apresiasi Taiwan kepada budaya Indonesia. Kemudian, nonton bareng pertandingan Piala Dunia 2014 di Jakarta Fair, pada pekan mendatang.

“Khusus untuk lari, saya berharap ini bisa digelar setiap tahunnya. Antusias masyarakat di sini sangat luar biasa. Terbukti, seluruh lapisannya dapat terlibat aktif,” jelasnya. Ada 2.200 pelari yang mengikuti lari 5 kilometer ini. Ini kelima kalinya ajang lari ini digelar.

Pendaftaran Bali Marathon BII Maybank Dibuka Online

Bank International Indonesia (BII) kembali menggelar lomba maraton bertaraf internasional, BII Maybank Bali Marathon. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, event ini rencananya akan digelar mendekati akhir tahun, tepatnya pada 14 September 2014 di Gianyar, Bali.

“Melihat tahun ini agenda cukup padat, adanya pileg, kemudian pilpres, dan bulan ramadhan, serta Idul Fitri, maka penyelenggaraan BII Maybank Bali Marathon kami selenggarakan hari Minggu, tanggal 14 September 2014 di Gianyar Bali,” ucap Presiden Direktur BII, Taswin Zakaria dalam konferensi pers di kantor pusat BII, Jakarta, Selasa (22/4/2014).

“Melihat penyelenggaraan tahun sebelumnya yang sukses dan tingginya animo masyarakat, maka tahun ini target kami sekitar 5.000 peserta,” tambah Taswin. Pada 2013, jumlah peserta mencapai 3000 orang.

BII Maybank Bali Marathon tahun ini akan memperlombakan ajang full marathon standar internasional dengan jarak 42,195 km, half marathon 21,975 km, dan 10 km. Lomba ini juga terbuka untuk peserta dari negara lain. Pada penyelenggaraan pertama ada peserta dari 43 negara lain. Lalu pada 2013 ada 46 negara ambil bagian, termasuk Kenya, Eropa, Amerika, Asia, dan Australia.

“Untuk rute full marthon dan half marathon telah mendapat sertifikasi secara internasional standar dari International Measurement Certificate Number INA2012/009 dan sudah disahkan oleh Association of International Marathons and Distance Races (AIMS). Jadi, silakan buat setiap pelari dan komunitas pelari, persiapkan diri dan jangan lupa daftar mulai Mei mendatang,” ungkap Taswir.

Untuk menarik minat peserta, BII meningkatkan jumlah hadiah dibanding tahun sebelumnya. Total hadiah tahun ini adalah 1,9 miliar rupiah.

Informasi tentang BII Maybank Bali Marathon 2014, silakan akses melalui situs http://www.balimarathon.com, untuk facebook http://www.facebook.com/BaliMarathon, dan twitter @BaliMarathon.

Jalur pendaftaran online dibuka mulai 17 Mei 2014 dan walk in tanggal 26 Mei 2014.

6 Alasan Kesehatan Untuk Melakukan Jogging

Semua orang tahu bahwa banyak manfaat yang bisa didapat dari olahraga. Banyak pula pilihan olahraga yang bisa dilakukan, mulai dari pergi ke tempat gym atau hanya berlari di pagi hari.

Namun, ternyata masih banyak masyarakat yang berpikir dua kali untuk melakukan olahraga ini. Padahal, banyak alasan untuk memulainya. Berikut di antaranya:

1. Tanpa biaya
Anda bisa berlari kemana pun dan sesering apa pun tanpa harus mengeluarkan biaya. Cukup dengan baju olahraga dan sepatu yang nyaman, Anda bisa membakar kalori hanya dengan mengitari area perumahan.

2. Lebih sosial
Selain membuat sehat, mengajak teman Anda berlari bersama di taman dapat memperkuat hubungan sosial. Bahkan, tak perlu orang yang sudah dikenal. Di sepanjang trek berlari, Anda bisa berkenalan dengan orang-orang baru yang sama-sama memiliki kepedulian pada kesehatan.

3. Membakar lemak
Selain membantu meningkatkan metabolisme, berlari juga bisa membakar lemak pada tubuh Anda. Bukan hanya selama berlari saja, lemak di tubuh akan terus terbakar setelahnya karena suhu tubuh akan terus panas setelah melakukan aktivitas ini.

4. Meningkatkan kemampuan tubuh
Berlari secara rutin diyakini dapat meningkatkan energi dalam tubuh. Selain itu, dalam sekali berlari kapasitas bernapas dan kekuatan otot juga akan meningkat.

5. Penghargaan untuk diri sendiri
Berlari bukan hanya dapat meningkatkan metabolisme atau energi tubuh, tapi juga memberi penghargaan kepada diri Anda. Jika Anda berhasil melakukan olahraga yang ringan ini, maka akan muncul kepuasan tersendiri setelahnya. Selain itu, Anda juga mungkin mendapat pengalaman baru saat berlari di luar ruangan.

6. Mengurangi stres
Saat berlari, Anda akan merasa telah meninggalkan stres di belakang. Para peneliti menemukan berlari juga meningkatkan serotonin di otak yang dipercaya dapat membuat otak lebih tenang.

Cara Lari Yang Benar Untuk Menghindari Dehidrasi

Olahraga lari semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat. Terbukti dengan berbagai event lari mulai dari lari 5K atau lari marathon yang selalu ramai. Lari sendiri atau berkelompak memang bisa menjadi olahraga yang menyenangkan. Apalagi lari tidak membutuhkan peralatan khusus seperti olahraga lain. Cukup dengan running shoes, hampir semua orang bisa melakukannya. Ditambah gadget pemutar musik, olahraga lari agar semakin semangat dan menyenangkan.

Beberapa profesional muda pun mulai melakukan lari setelah office hour di tempat yang mempunyai fasilitas track seperti Gelora Bung Karno atau daerah Senayan dan sekitarnya. Selain karena lari menyehatkan, aktivitas ini juga sebagai pengisi waktu sembari menunggu kemacetan ibukota terurai. Walaupun mudah dilakukan, bukan berarti lari menjadi olahraga yang tidak mempunya risiko cedera. Matias Ibo, seorang fisioterapis dari jurusan Sport Physiotherapists Universitas Thim Van Der Laan, Utrecht, Belanda dan juga pernah menjadi fisioterapis tim nasional sepak bola Indonesia, membeberkan cara teknik berlari yang benar. Nah, apa saja yang perlu Anda perhatikan agar terhindar risiko cedera saat berlari?

  1. Lakukan pemanasan dinamis selama 5 – 10 menit, contohnya seperti berlari di tempat
  2. Fokus latihan kecepatan dahulu, baru melatih stamina
  3. Melakukan teknik berlari yang benar seperti pandangan lurus, bahu dalam keadaan rileks, lengan rileks dan berayun ke depan, posisi torso tegak dan kedua kaki di antara posisi tubuh dengan lutut sedikit ditekuk
  4. Dinginkan tubuh Anda dengan melambatkan ritme berlari
  5. Pastikan cairan tubuh terpenuhi sebelum, saat dan sesudah berlari sehingga terhindar dehidrasi

Perhatikan cairan tubuh saat berlari
Mulai dari pemanasan, saat dan sesudah berlari, Anda harus tetap menjaga kondisi tubuh. Sebagaimana dikutip, ada sekitar 55 persen-75 persen tubuh terdiri dari cairan dan keseimbangan cairan menjadi negatif atau terjadi dehidrasi kalau cairan dalam tubuh menurun dua hingga enam persen.

Dehidrasi ini disebabkan penurunan asupan cairan, meningkatnya pengeluaran cairan dari tubuh atau pengalihan cairan. Menurut Prof. Dr. Hardinsyah Ridwan MS, Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, sekaligus peneliti The Indonesian Hydration Study, menyatakan kurangnya cairan dapat menyebabkan gangguan dapat menurunkan stamina dan gangguan fisik seperti sakit kepala, lesu, lemas, kejang, hingga pingsan.

Karena itu, menjaga kadar cairan di dalam tubuh penting agar fungsi organ tubuh bekerja dengan baik terutama saat Anda berlari. Untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang, Anda bisa mengonsumsi minuman elektrolit isotonik seperti oralit yang mempunyai komposisi mirip cairan tubuh dan mengandung air dari ION. Minuman elektroli isotonik ini juga mampu menahan cairan lebih lama di dalam tubuh sehingga dapat mengurangi risiko dehidrasi bagi para pelari.

Olahraga Lari Pagi Sehabis Sahur Hendaknya Di Hindari

Olah raga lari pagi ternyata harus dihindari seusai sahur, kata pakar gizi dari Persatuan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI), Dr. dr. Fiastuti Witjaksono SpGK., MSc.

“Aktifitas fisik seperti ini sebaiknya dihindari seusai sahur, karena dapat memicu dehidrasi saat menjalani ibadah puasa,” kata Fiastuti pada media edukasi di Jakarta pekan ini.

Dia menjelaskan risiko dehidrasi terjadi karena jarak waktu kegiatan makan dan minum sejak sahur hingga buka puasa cukup lama.

Fiastuti juga mengemukakan olah raga lari pagi sebaiknya dilakukan pada saat menjelang waktu berbuka puasa atau seusai berbuka.

“Tulang yang berbenturan serta napas yang terengah-engah, memicu pengeluaran keringat lebih banyak. Sementara itu, tidak ada asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh hingga waktu berbuka, inilah pemicu dehidrasi,” kata dia.

Untuk pengganti olah raga lari pagi, Fiastuti menganjurkan olah raga jalan pagi sebagai alternatif.

“Selain bagus untuk kebugaran tubuh, jalan pagi juga baik untuk menjaga tulang tetap kuat dan sehat,” ujar Fiastuti.

Lari Cepat Selama 1 Jam Seminggu Lebih Efektif Daripada Lari Pelan Setiap Hari

Pepatah yang bunyinya biar lambat asal selamat tidak berlaku lagi kalau sudah menyangkut olahraga menurunkan berat badan. Menurut penelitian, lari cepat atau sprint lebih efektif melangsingkan tubuh daripada jogging atau lari pelan.

Penelitian yang dilakukan di University of New South Wales ini menunjukkan bahwa efek dari berlari dengan kecepatan tinggi bukan hanya rasa capek dan pegal-pegal di kaki. Lebih dari itu, berat badan bisa turun lebih cepat daripada hanya lari perlahan.

Lari cepat dengan total durasi 60 menit dalam seminggu diklaim sama manfaatnya dengan lari perlahan selama 7 jam, masing-masing selama 1 jam dan dilakukan setiap hari selama seminggu. Dilihat dari waktu yang dibutuhkan, lari cepat akan sangat menghemat waktu.

Dalam penelitian tersebut, 40 orang laki-laki dewasa diminta untuk mejalani olahraga lari cepat secara rutin sebanyak 3 kali seminggu. Seluruh partisipan yang dilibatkan mengalami kelebihan berat badan, serta berusia relatif muda yakni sekitar 20-an tahun.

Di setiap sesi latihan, para partisipan hanya disuruh berlari secepat mungkin selama 8 menit lalu kembali ke kecepatan normal dalam 12 menit berikutnya. Meski cuma sebentar yakni 8 menit, lari cepat mampu meningkatkan denyut jantung hingga 80-90 persen dari denyut maksimal.

“Dalam 3 kali 20 menit sesi latihan tiap pekan, mereka hanya olahraga berat selama 8 menit,” kata Prof Steve Boutcher yang memimpin penelitian ini seperti dikutip dari Indiavision, Senin (2/7/2012).

Pengaturan lari dengan kecepatan tinggi semacam itu terbukti bisa membakar lemak sebanyak 2 kg selama masa pengamatan yakni 12 pekan. D1 sisi lain, massa otot meningkat 1,1 kg sehingga total berkurangnya berat badan bisa mencapai rata-rata 0,9 kg.

Secara teknis, Dr Boutcher menjelaskan bahwa lari cepat dapat merangsang pelepasan sejenis hormon yang disebut catecholamine. Hormon ini merangsang pelepasan lemak, khususnya lemak perut dan lemak visceral, sehingga lebih mudah dibakar menjadi energi.

Run Rhino Run Fun Run Untuk Pelestarian Badak Jawa Di Ujung Kulon

Run Rhino Run 10K resmi dimulai di Taman Nasional Ujung Kulon. Kegiatan lari yang diikuti sekitar 150 orang peserta ini bertujuan untuk mengenalkan potensi alam Ujung Kulon dan menambah semangat dalam melestarikan badak Jawa. “Ini lari untuk konservasi Ujung Kulon, semoga dengan kegiatan ini bisa menambah semangat kita untuk melestarikan Ujung Kulon,” kata Kepala Taman Nasional Ujung Kulon, Moh. Haryono, di Taman Nasional Ujung Kulon, Minggu (24/6/2012).

Lari sejauh 10 km ini diselenggarakan oleh WWF, bekerja sama dengan komunitas lari Indo Runners dan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Lari ini juga merupakan salah satu bentuk usaha membangun kepedulian publik akan pentingnya pelestarian badak Jawa dan memperkenalkan potensi keindahan alam dan ekowisata di TNUK kepada masyarakat luas. Peserta lari berasal komunitas lari sebanyak 50 orang pemenang kontes online dan masyarakat sekitar taman nasional.

“Jadi pemenang kontes ini dipilih dari peserta yang sudah mengirim foto, video atau tulisan ke fan page WWF dengan keywordnya badak jawa, konservasi, Taman Nasional Ujung Kulon, Run Rhino Run, kemudian 50 orang dengan likes terbanyak dipilih untuk ikut lari ini” jelas Panitia Run Rhino Run, Annisa.

Lari 10 k ini bukanlah lomba lari. Sesuai dengan tujuan awal, Run Rhino Run diselenggarakan untuk menambah kesadaran masyarakat mengenai kondisi badak Jawa yang mulai terancam punah. “Kita menyebutnya dengan fun trail run, bukan lomba lari, jadi santai saja,” kata panitia Run Rhino Run dari Indo Runners, Yasha Chatab.

Lari ini telah dimulai sejak pukul 06.30 WIB di kawasan Cibayoni dan berakhir di Cinabung. Mengambil lokasi di kawasan penyangga TNUK. Pelari akan melewati lintasan dengan latr perbukiran, sawah dan pedesaan warga. “Ada sekitar 3 pos medis dan water station di setiap 2,5 km,” tambah Yasha. Dari pantauan, para peserta sudah melewati 3 km pertama. Diperkirakan lari akan selesai pada pukul 08.00 WIB

Lomba lari amal untuk konservasi Badak Jawa, Run Rhino Run 10K, bakal digelar di Ujung Kulon pada 24 Juni 2012. Jalurnya ternyata seru dan pemandangannya mantap. Lari lintas alam mungkin belum pernah seindah ini. Desa-desa penyangga kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, rupanya punya jalur trekking yang asyik untuk para atlet lari, penghobi kegiatan alam bebas, ataupun wisatawan. Jalur inilah yang nantinya akan dipakai untuk kegiatan lari amal yang digelar WWF: Run Rhino Run 10K.

Bersama WWF, sejumlah media dan para blogger menjajal jalur 10 km ini pada Sabtu (16/6/2012) lalu. Titik awalnya adalah pertigaan baru di Kampung Kopi, dekat dengan Kantor Seksi Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Kecamatan Sumur, Pandeglang. Proyek pembangunan jalan baru sedang dibangun untuk memudahkan wisatawan yang hendak liburan ke Pulau Umang dan Pantai Sumur. Jalan ini masih tanah kasar yang baru di-buldozer, tapi sudah enak untuk dipakai lari.

Kontur kawasan ini adalah perbukitan. Silakan jajal tantangan lari naik turun bukit berulang kali. Seru banget! Asyiknya di kanan dan kiri jalan, mata kita dimanjakan sawah yang hijau atau hutan kayu sengon. Atur nafas Anda, jalan kita masih jauh. Setelah sekitar 3-4 km, kontur jalan akan menurun ke arah pantai. Di ujung jalan baru ini ada hadiah untuk para pelintas alam. Tiba-tiba kita dihadapkan dengan pantai biru sejauh mata memandang, inilah Pantai Sumur.

Tak jauh di seberang lautan, ada Resor Pulau Umang dengan bentuk kerangnya yang khas. Debur ombak akan menemani trekking Anda di sini. Pelari manapun pasti ingin rasanya berhenti sejenak. Dari sini jalur berbelok ke kiri menuju Desa Sumberjaya. Kalau Anda beruntung, akan bertemu puluhan kerbau yang merumput sambil memakai lonceng kayu yang disebut kongkorak. Suara lonceng ini akan terdengar merdu seperti gamelan. Jalan terus ke arah desa, mungkin Anda akan berpapasan dengan nelayan membawa ikan, atau bocah-bocah yang adu jago melompat dari dermaga. Byurr!

Ditemani jejeran pohon kelapa, Anda akan sampai ke Desa Sumberjaya, nikmatilah suasana desa nelayan ini sebelum akhirnya Anda tiba di pertigaan Jl Raya Ujung Kulon. Anda berbelok ke kanan menuju Desa Kertajaya. Menjelang finish, ini dia yang asyik. Campaigner WWF, Verena Puspawardani mengatakan, tempat finish akan dibikin seru yaitu di tepi pantai. Dari jalan desa, trekking akan dibelokan ke Pantai Cinibung. Dalam ratusan meter terakhir menjelang finish, kita akan berlari di samping ombak yang mendebur Pantai Cinibung. Mantap!

Event lari lintas alam 10 kilometer di Ujung Kulon tidak sekadar punya misi olahraga. Selain lari, para peserta juga disadarkan untuk meningkatkan kepedulian pada lingkungan hidup. Memperingati ulang tahunnya yang ke-50, WWF menggelar event yang tidak biasa. Bertajuk ‘Run Rhino Run’, organisasi independent yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan dan satwa itu, menyelenggarakan lari 10 kilometer dan berlokasi di Ujung Kulon

Akan digelar pada 24 Juni, penunjukkan Ujung Kulon sebagai lokasi digelarnya acara bukan tanpa alasan. Wilayah tersebut punya nilai penting dalam konservasi badak di dunia dengan kini memiliki dua spesies badak yaitu badak Jawa dan Badak Sumatera. Kedua spesies tersebut terancam punah. “Badak Jawa adalah salah satu mamalia besar terlangka di dunia dengan hanya sekitar 50 individu tersisa di Taman Nasional Ujung Kulon,” kara Anwar Purwoto, Direktur Program Kehutanan, Air Tawar dan Spesies WWF-Indonesia di Bloeming Cafe, FX Plaza, Jakarta, Kamis (31/5/2012).

Selain menikmati alam, menurut Anwar, kegiatan lari ini dihelat dengan tujuan memberi kesadaran kepada masyarakat pentingnya melestarikan badak serta lingkungan hidup. “Kenapa di Ujung Kulon, karena erat dengan sejarah WWF pertama penelitian badak. Kami ingin hidupkan sejarah masa lalu untuk konservasi badak di Ujung Kulon.” “Harapan kami atas kelestarian badak dan habitatnya bisa terwujud. Untuk menyelematkan badak dan lingkungan,” sambungnya.

Kegiatan lari yang bertajuk Run Rhino Run itu akan diikuti 50 pelari utama akan terpilih melalui seleksi online di http://www.facebook.com/RhinoCare atau http://www.wwf.or.id/RhinoCare.