Category Archives: Lari Marathon

Pendaftaran Bali Marathon BII Maybank Dibuka Online

Bank International Indonesia (BII) kembali menggelar lomba maraton bertaraf internasional, BII Maybank Bali Marathon. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, event ini rencananya akan digelar mendekati akhir tahun, tepatnya pada 14 September 2014 di Gianyar, Bali.

“Melihat tahun ini agenda cukup padat, adanya pileg, kemudian pilpres, dan bulan ramadhan, serta Idul Fitri, maka penyelenggaraan BII Maybank Bali Marathon kami selenggarakan hari Minggu, tanggal 14 September 2014 di Gianyar Bali,” ucap Presiden Direktur BII, Taswin Zakaria dalam konferensi pers di kantor pusat BII, Jakarta, Selasa (22/4/2014).

“Melihat penyelenggaraan tahun sebelumnya yang sukses dan tingginya animo masyarakat, maka tahun ini target kami sekitar 5.000 peserta,” tambah Taswin. Pada 2013, jumlah peserta mencapai 3000 orang.

BII Maybank Bali Marathon tahun ini akan memperlombakan ajang full marathon standar internasional dengan jarak 42,195 km, half marathon 21,975 km, dan 10 km. Lomba ini juga terbuka untuk peserta dari negara lain. Pada penyelenggaraan pertama ada peserta dari 43 negara lain. Lalu pada 2013 ada 46 negara ambil bagian, termasuk Kenya, Eropa, Amerika, Asia, dan Australia.

“Untuk rute full marthon dan half marathon telah mendapat sertifikasi secara internasional standar dari International Measurement Certificate Number INA2012/009 dan sudah disahkan oleh Association of International Marathons and Distance Races (AIMS). Jadi, silakan buat setiap pelari dan komunitas pelari, persiapkan diri dan jangan lupa daftar mulai Mei mendatang,” ungkap Taswir.

Untuk menarik minat peserta, BII meningkatkan jumlah hadiah dibanding tahun sebelumnya. Total hadiah tahun ini adalah 1,9 miliar rupiah.

Informasi tentang BII Maybank Bali Marathon 2014, silakan akses melalui situs http://www.balimarathon.com, untuk facebook http://www.facebook.com/BaliMarathon, dan twitter @BaliMarathon.

Jalur pendaftaran online dibuka mulai 17 Mei 2014 dan walk in tanggal 26 Mei 2014.

6 Alasan Kesehatan Untuk Melakukan Jogging

Semua orang tahu bahwa banyak manfaat yang bisa didapat dari olahraga. Banyak pula pilihan olahraga yang bisa dilakukan, mulai dari pergi ke tempat gym atau hanya berlari di pagi hari.

Namun, ternyata masih banyak masyarakat yang berpikir dua kali untuk melakukan olahraga ini. Padahal, banyak alasan untuk memulainya. Berikut di antaranya:

1. Tanpa biaya
Anda bisa berlari kemana pun dan sesering apa pun tanpa harus mengeluarkan biaya. Cukup dengan baju olahraga dan sepatu yang nyaman, Anda bisa membakar kalori hanya dengan mengitari area perumahan.

2. Lebih sosial
Selain membuat sehat, mengajak teman Anda berlari bersama di taman dapat memperkuat hubungan sosial. Bahkan, tak perlu orang yang sudah dikenal. Di sepanjang trek berlari, Anda bisa berkenalan dengan orang-orang baru yang sama-sama memiliki kepedulian pada kesehatan.

3. Membakar lemak
Selain membantu meningkatkan metabolisme, berlari juga bisa membakar lemak pada tubuh Anda. Bukan hanya selama berlari saja, lemak di tubuh akan terus terbakar setelahnya karena suhu tubuh akan terus panas setelah melakukan aktivitas ini.

4. Meningkatkan kemampuan tubuh
Berlari secara rutin diyakini dapat meningkatkan energi dalam tubuh. Selain itu, dalam sekali berlari kapasitas bernapas dan kekuatan otot juga akan meningkat.

5. Penghargaan untuk diri sendiri
Berlari bukan hanya dapat meningkatkan metabolisme atau energi tubuh, tapi juga memberi penghargaan kepada diri Anda. Jika Anda berhasil melakukan olahraga yang ringan ini, maka akan muncul kepuasan tersendiri setelahnya. Selain itu, Anda juga mungkin mendapat pengalaman baru saat berlari di luar ruangan.

6. Mengurangi stres
Saat berlari, Anda akan merasa telah meninggalkan stres di belakang. Para peneliti menemukan berlari juga meningkatkan serotonin di otak yang dipercaya dapat membuat otak lebih tenang.

Cara Lari Yang Benar Untuk Menghindari Dehidrasi

Olahraga lari semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat. Terbukti dengan berbagai event lari mulai dari lari 5K atau lari marathon yang selalu ramai. Lari sendiri atau berkelompak memang bisa menjadi olahraga yang menyenangkan. Apalagi lari tidak membutuhkan peralatan khusus seperti olahraga lain. Cukup dengan running shoes, hampir semua orang bisa melakukannya. Ditambah gadget pemutar musik, olahraga lari agar semakin semangat dan menyenangkan.

Beberapa profesional muda pun mulai melakukan lari setelah office hour di tempat yang mempunyai fasilitas track seperti Gelora Bung Karno atau daerah Senayan dan sekitarnya. Selain karena lari menyehatkan, aktivitas ini juga sebagai pengisi waktu sembari menunggu kemacetan ibukota terurai. Walaupun mudah dilakukan, bukan berarti lari menjadi olahraga yang tidak mempunya risiko cedera. Matias Ibo, seorang fisioterapis dari jurusan Sport Physiotherapists Universitas Thim Van Der Laan, Utrecht, Belanda dan juga pernah menjadi fisioterapis tim nasional sepak bola Indonesia, membeberkan cara teknik berlari yang benar. Nah, apa saja yang perlu Anda perhatikan agar terhindar risiko cedera saat berlari?

  1. Lakukan pemanasan dinamis selama 5 – 10 menit, contohnya seperti berlari di tempat
  2. Fokus latihan kecepatan dahulu, baru melatih stamina
  3. Melakukan teknik berlari yang benar seperti pandangan lurus, bahu dalam keadaan rileks, lengan rileks dan berayun ke depan, posisi torso tegak dan kedua kaki di antara posisi tubuh dengan lutut sedikit ditekuk
  4. Dinginkan tubuh Anda dengan melambatkan ritme berlari
  5. Pastikan cairan tubuh terpenuhi sebelum, saat dan sesudah berlari sehingga terhindar dehidrasi

Perhatikan cairan tubuh saat berlari
Mulai dari pemanasan, saat dan sesudah berlari, Anda harus tetap menjaga kondisi tubuh. Sebagaimana dikutip, ada sekitar 55 persen-75 persen tubuh terdiri dari cairan dan keseimbangan cairan menjadi negatif atau terjadi dehidrasi kalau cairan dalam tubuh menurun dua hingga enam persen.

Dehidrasi ini disebabkan penurunan asupan cairan, meningkatnya pengeluaran cairan dari tubuh atau pengalihan cairan. Menurut Prof. Dr. Hardinsyah Ridwan MS, Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, sekaligus peneliti The Indonesian Hydration Study, menyatakan kurangnya cairan dapat menyebabkan gangguan dapat menurunkan stamina dan gangguan fisik seperti sakit kepala, lesu, lemas, kejang, hingga pingsan.

Karena itu, menjaga kadar cairan di dalam tubuh penting agar fungsi organ tubuh bekerja dengan baik terutama saat Anda berlari. Untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang, Anda bisa mengonsumsi minuman elektrolit isotonik seperti oralit yang mempunyai komposisi mirip cairan tubuh dan mengandung air dari ION. Minuman elektroli isotonik ini juga mampu menahan cairan lebih lama di dalam tubuh sehingga dapat mengurangi risiko dehidrasi bagi para pelari.

Informasi Rute Jakarta Marathon

Perhelatan Jakarta Marathon yang akan berlangsung pada Ahad, 27 Oktober 2013 akan menggunakan sejumlah ruas jalan raya. Pada tahun ini, lomba lari tahunan itu terdiri dari empat kategori, yaitu lomba lari 5 kilometer, 10 kilometer, half marathon (21 kilometer), dan full marathon (42 kilometer).

Perlombaan akan dimulai dari silang barat daya Monumen Nasional pada pukul 04.00 WIB. “Dinas Perhubungan bekerjasama dengan DItlantas Polda Metro Jaya akan menutup sejumlah jalan yang digunakan, secara bergantian,” ujar Kepala DInas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada Jumat, 25 Oktober 2013.

Jalan yang dilewati rute pelari meliputi tiga Kota Madya yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan. Berikut informasi jalan yang akan ditutup selama perhelatan Jakarta Marathon 2013:

1. Jalan Medan Merdeka Barat- Jalan Budi Kemuliaan- Medan Merdeka Selatan- Jalan M.H Thamrin – Bundaran Hotel Indonesia – jalan Jenderal Sudirman – Patung Pemuda akan ditutup mulau pukul 04.00 hingga 11.00 WIB.

2. Jalan Abdul Muis- Jalan Majapahit- Jalan Gajah Mada- Jalan Pintu Besar Selatan – Jalan Bank – Jalan Kali Besar Barat – Jalan Kali Besar Timur – Jalan Kunir – Jalan Kemukus – Jalan Ketumbar – Jalan Lada -Jalan Pintu Besar Selatan – Jalan Hayam Wuruk – Jalan Ir. H. Juanda – Jalan Pos – Jalan Gedung Kesenian – Jalan Lapangan Banteng Utara – Jalan Katedral – dan Jalan Veteran akan ditutup pada pukul 04.00 hingga 09.00 WIB. Setelah itu jalan akan dibuka secara bertahap.

3. jalan Imam Bonjol – Jalan HR Rasuna Said sisi timur – Jalan Jenderal Gatot Subroto sisi barat sampai simpang Pancoran – Jalan Jenderal Gatot Subroto sanpai simpang Gerbang Pemuda – Jalan Gerbang Pemuda Sisi Selatan – Jalan Asia Afrika sisi timur – Jalan Hang Tuah- Jalan Sisingamangaraja sisi barat akan ditutup mulai pukul 05.00 sampai 11.00 WIB. Setelah itu, jalan akan dibuka secara bertahap.

Polisi menurunkan 3.600 personil untuk mengamankan Jakarta Marathon 2013. Festival olahraga internasional itu akan berlangsung pada Minggu pagi, 27 Oktober 2013.

“Polisi siaga sejak H-1,” ujar Juru Bicara Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, Jumat, 25 Oktober 2013. Ada beberapa titik, terutama di Silang Monas sebagai titik tolak dan akhir marathon yang akan steril sejak Minggu dini hari.

Ia mengatakan sejumlah wilayah lain menjadi lokasi pengamanan, terutama rute lintasan lari meliputi Silang Monas, Kota Tua, Hayam Wuruk, Semanggi, hingga Pancoran. Untuk itu, polisi juga melakukan rekayasa lalu lintas menyambut kegiatan tersebut. “Ada sistem buka tutup dan pengalihan lalu lintas ketika jalan sedang dilalui peserta lari,” Kabagops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto.

Sistem buka tutup ini merupakan kebijakan baru usai polisi mendengar aspirasi masyarakat. Tadinya, polisi hendak menutup total rute Jakarta Marathon sepuluh jam sejak pukul 02.00-12.00 WIB. “Akan ada komplain dari warga,” ujarnya.

Peserta yang akan mengikuti acara ini ditargetkan mencapai 5-10 ribu orang, yang berasal dari 15-20 negara. “Tapi undangan khusus untuk negara lain seribu orang,” ujar Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar.

“Full marathon, tapi di dalamnya ada half marathon bagi yang tidak kuat,” ia menjelaskan. Ia juga mengatakan, di dalam Jakarta Marathon akan ada acara 10 K yang rutin dilaksanakan di setiap ulang tahun Jakarta. Acara ini terbuka, baik bagi yang profesional maupun yang bukan profesional. Tentunya dengan syarat yang ditentukan. Hadiah yang disediakan cukup menggiurkan, dengan jumlah total Rp 4 miliar. Sumber dananya berasal dari dari sponsor, juga ada dukungan dari pemerintah.

Operasional bus Transjakarta juga ikut terkena imbas lomba lari Jakarta Marathon 2013. Sejumlah koridor dan halte bus tak beroperasi penuh karena digunakan sebagai rute pelari.

Kepala BLU Transjakarta Pargaulan Butarbutar mengatakan koridor yang paling banyak terkena imbas adalah Koridor 1 Blok M – Kota. Koridor itu akan ditutup sejak pukul 05.00 hingga 12.00 WIB. “Tetapi mulai pukul 10.00 bus dari Kota bisa beroperasi hanya sampai Harmoni karena pelari diperkirakan sudah lewat,” katanya ketika dihubungi pada Jumat, 25 Oktober 2013.

Selain itu, koridor 6 jurusan Ragunan-Dukuh Atas juga akan ditutup sejak pukul 05.00-11.00 WIB. Sementara sejumlah rute hanya beroperasi sebagian. Transjakarta dari Pulogadung menuju Harmoni misalnya, hanya akan beroperasi hingga shelter Senen selama pukul 05.00 hingga 10.00 WIB. “Setelah itu bus akan beroperasi normal,” katanya.

Bus yang melewati Grogol seperti bus koridor 8 Lebak Bulus-Harmoni dan Koridor 3 Kalideres-Harmoni hanya beroperasi hingga Grogol selama pukul 05.00-10.00 WIB. Begitu juga dengan Koridor 12 Pluit-Tanjung Priok yang hanya beroperasi dari Priuk hingga Mangga dua selama pukul 05.00-12.00 WIB.

Adapun, Koridor 9 Pinang Ranti-Pluit akan masuk ke dalam tol dalam kota mulai dari gerbang tol Cawang sampai Semanggi. “Jadi bus baru keluar di dekat gedung DPR-MPR,” ujar Butarbutar.

Itu disebabkan sejumlah shelter yang akan dilewati pelari, di antaranya shelter Cikoko Stasiun Cawang, Tebet BKPM, Pancoran Tugu, Pancoran Barat, Tegal Parang, Kuningan Barat, Gatot Subroto Jamsostek, Gatot Subroto LIPI, Semanggi, dan Senayan.

Olahraga Lari Pagi Sehabis Sahur Hendaknya Di Hindari

Olah raga lari pagi ternyata harus dihindari seusai sahur, kata pakar gizi dari Persatuan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI), Dr. dr. Fiastuti Witjaksono SpGK., MSc.

“Aktifitas fisik seperti ini sebaiknya dihindari seusai sahur, karena dapat memicu dehidrasi saat menjalani ibadah puasa,” kata Fiastuti pada media edukasi di Jakarta pekan ini.

Dia menjelaskan risiko dehidrasi terjadi karena jarak waktu kegiatan makan dan minum sejak sahur hingga buka puasa cukup lama.

Fiastuti juga mengemukakan olah raga lari pagi sebaiknya dilakukan pada saat menjelang waktu berbuka puasa atau seusai berbuka.

“Tulang yang berbenturan serta napas yang terengah-engah, memicu pengeluaran keringat lebih banyak. Sementara itu, tidak ada asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh hingga waktu berbuka, inilah pemicu dehidrasi,” kata dia.

Untuk pengganti olah raga lari pagi, Fiastuti menganjurkan olah raga jalan pagi sebagai alternatif.

“Selain bagus untuk kebugaran tubuh, jalan pagi juga baik untuk menjaga tulang tetap kuat dan sehat,” ujar Fiastuti.

Lari Cepat Selama 1 Jam Seminggu Lebih Efektif Daripada Lari Pelan Setiap Hari

Pepatah yang bunyinya biar lambat asal selamat tidak berlaku lagi kalau sudah menyangkut olahraga menurunkan berat badan. Menurut penelitian, lari cepat atau sprint lebih efektif melangsingkan tubuh daripada jogging atau lari pelan.

Penelitian yang dilakukan di University of New South Wales ini menunjukkan bahwa efek dari berlari dengan kecepatan tinggi bukan hanya rasa capek dan pegal-pegal di kaki. Lebih dari itu, berat badan bisa turun lebih cepat daripada hanya lari perlahan.

Lari cepat dengan total durasi 60 menit dalam seminggu diklaim sama manfaatnya dengan lari perlahan selama 7 jam, masing-masing selama 1 jam dan dilakukan setiap hari selama seminggu. Dilihat dari waktu yang dibutuhkan, lari cepat akan sangat menghemat waktu.

Dalam penelitian tersebut, 40 orang laki-laki dewasa diminta untuk mejalani olahraga lari cepat secara rutin sebanyak 3 kali seminggu. Seluruh partisipan yang dilibatkan mengalami kelebihan berat badan, serta berusia relatif muda yakni sekitar 20-an tahun.

Di setiap sesi latihan, para partisipan hanya disuruh berlari secepat mungkin selama 8 menit lalu kembali ke kecepatan normal dalam 12 menit berikutnya. Meski cuma sebentar yakni 8 menit, lari cepat mampu meningkatkan denyut jantung hingga 80-90 persen dari denyut maksimal.

“Dalam 3 kali 20 menit sesi latihan tiap pekan, mereka hanya olahraga berat selama 8 menit,” kata Prof Steve Boutcher yang memimpin penelitian ini seperti dikutip dari Indiavision, Senin (2/7/2012).

Pengaturan lari dengan kecepatan tinggi semacam itu terbukti bisa membakar lemak sebanyak 2 kg selama masa pengamatan yakni 12 pekan. D1 sisi lain, massa otot meningkat 1,1 kg sehingga total berkurangnya berat badan bisa mencapai rata-rata 0,9 kg.

Secara teknis, Dr Boutcher menjelaskan bahwa lari cepat dapat merangsang pelepasan sejenis hormon yang disebut catecholamine. Hormon ini merangsang pelepasan lemak, khususnya lemak perut dan lemak visceral, sehingga lebih mudah dibakar menjadi energi.

42 Negara dan 4700 Orang Ikuti Borobudur Internasional Hash 10K

Sedikitnya 4.700 orang mengikuti Borobudur Internasional Hash (Interhash) 2012 pada 22-27 Mei 2012 di Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Mereka datang dari 42 negara.

“Hash ini merupakan komunitas pencinta olah raga lari lintas alam yang bersifat non-kompetitif dengan menggabungkan unsur persaudaraan dan hiburan,” kata Ketua Borobudur Interhash 2012 Lien Chie An di Candi Prambanan, Jumat malam, 25 Mei 2012.

Sedangkan Interhash merupakan event berskala internasional yang diprakarsai sejak 1978. Event itu dilaksanakan setiap dua tahun sekali dengan lokasi yang berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain.

Indonesia terakhir menjadi tuan rumah Interhash pada 1988 di Bali. Sebelumnya pada 1982 di Jakarta. Tujuan lain dari kegiatan ini untuk mengenalkan wisata Indonesia. “Selain olah raga lintas alam dan persaudaraan, juga mengenalkan wisata di Indonesia,” kata dia.

Kegiatan Interhash ini diharapkan bisa menjadi pendorong pertumbuhan industri pariwisata nasional. Melalui kegiatan inilah, aktivitas pariwisata dan budaya yang dikemas dalam wujud kegiatan olahraga lintas alam akan terpromosikan secara luas.

“Untuk menggelar acara seperti ini sangat sulit. Sudah 24 tahun Indonesia baru bisa menjadi tuan rumah,” kata salah seorang promotor Borobudur Interhash 2012, Oei Hong Djien.

Ia mengakui butuh perjuangan keras untuk memenangkan perebutan tempat penyelenggaraan. Banyak panitia di berbagai negara juga menginginkan hal yang sama. Sinergi dan dukungan dari semua kalangan yang akhirnya membawa Interhash bisa digelar di Prambanan dan Borobudur.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki potensi besar untuk memenangi kegiatan-kegiatan alam seperti Interhash. Selain faktor alam, potensi ini juga ditunjang oleh ragam budaya dan pariwisata yang berkelas dunia.

“Tetapi, potensi saja belum cukup, butuh dukungan dari semua pihak untuk mempromosikan potensi ini ke berbagai pihak dan ke dunia internasional,” kata dia.

Menurut Direktur Bank Central Asia (BCA) Armand W. Hartono, Borobudur Interhash 2012 diharapkan bisa menjadi dukungan dan kampanye bagi kegiatan kepariwisataan nasional. “Lebih dari 4.700 peserta dari dalam dalam dan luar negeri termasuk nasabah BCA Prioritas ikut event ini,” kata Armand.

Revolusi Waktu Geoffrey Mutai Di New York Marathon Melewati Batas Psikologis

Geoffrey Mutai dari Kenya menjuarai New York Marathon, kemarin. Pelari 30 tahun ini mencetak waktu 2 jam 5 menit 6 detik. Catatan waktu ini memang belum memecahkan rekor dunia yang dipegang pelari Kenya Patrick Makau dengan 2 jam 3 menit 38 detik. Tapi New York mencatatkan sejarah yang khusus bagi dunia maraton: sebagai lomba dengan pemenang mampu menembus 2 jam 7 menit. Ini merupakan batas psikologis dalam lari 42,195 kilometer itu. Bertahun-tahun tak seorang pelari pun mampu menembus batas ini.

Maraton mencatat penajaman waktu yang siginifikan sejak era 2000-an. Sebelum itu jarang ada pelari yang mendekati 2 jam 7 menit, apalagi 2 jam 5 menit. Tapi pada 2003 Paul Tergat dari Kenya menembus 2 jam 5 menit. Namun pemecahan waktu bersejarah ini tidak menghasilkan perubahan apa pun dalam gaya lari maraton. Bahkan di tahun 2004, 2005, dan 2006 para pelari seolah-olah kembali ke masa sebelum Paul Tergat memecahkan rekor. Jumlah pelari yang melewati 2 jam 7 menit menurun. Tak ada lagi yang mampu mendekati 2 jam 5 menit.

Waktu tempuh yang semakin cepat ini jelas merupakan “Efek Tergat”. Tapi catatan waktu Tergat bertahan lama, walaupun kita tahu pasti akan dipecahkan. Pada 1990-an, rekor-rekor dunia lari jarak jauh di lintasan stadion, khususnya nomor 10 ribu meter, pecah secara meyakinkan. Ini berkat atlet yang berlaga di nomor lari berjarak lebih panjang. Ketika Tergat dan Gebrselassie, dua juara dunia dari “generasi lari lintasan (trek)”, akhirnya pindah ke nomor maraton, kepindahan itu diyakini akan memecahkan kebuntuan pemecahan waktu maraton.

Tergat adalah yang pertama berhasil. Sedangkan Gebrselassie membutuhkan waktu lebih lama. Selanjutnya ia menduduki puncak daftar tahunan dengan konsistensi yang menakjubkan. Tapi terobosan besar waktu sampai 2007, ketika Gebrselassie berlari 2:04:26 untuk menang di maraton Berlin. Ini adalah catatan prestasi yang seolah-olah membuka “gerbang penahan banjir” prestasi. Pada 2008, prestasi baru tercipta, dengan Samuel Wanjiru dari Kenya dan Gebrselassie sebagai pembuka jalan.

Tahun 2008, Gebrselassie bahkan lebih baik, menerabas 2 jam 04 menit, dan diikuti sejumlah pelari lain yang menembus 2 jam 06 menit. Dunia maraton menyebutnya “Efek Gebrselassie”. Pada 2008 itu lima pelari mematahkan waktu 2 jam 6 menit–pertama kalinya sejak 2003, selain Gebrselassie. Tentu saja pada 2008 ada catatan emas ketika Haile Gebrselassie berlari 2:03:59 untuk mengukir rekor dunia di Berlin.

Bahwa prestasi di Berlin merupakan yang paling signifikan tahun 2008, itu tak bisa dimungkiri. Tapi prestasi Samuel “Sammy” Wanjiru di Olimpiade Beijing Marathon tahun 2008 juga luar biasa. Wanjiru menjadi semacam katalis perubahan bagi sikap pelari maraton sampai sekarang. Berlari pada hari yang panas dan lembap di Beijing, mengubah maraton dari sekadar lomba menjadi tempat perang yang diserang musuh. Para penulis maraton seperti Jim Ferstle menyebut telah terjadi “Efek Wanjiru” di Beijing.

Sebelumnya belum pernah ada pelari Kenya yang merebut medali emas Olimpiade. Wanjiru akhirnya menjawab tantangan itu. Ia berlari dengan tempo cepat, sebuah tempo yang bisa membuatnya “terbunuh”. Wanjiru tampaknya menciptakan tempo itu untuk membunuh niat setiap pelari merebut medali emas. Sammy Wanjiru pun mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri–dalam arti sebenarnya. Ia melompat dari balkon rumahnya di Nairobi, Mei 2011 yang lalu.

Sikap Wanjiru dalam berlari, juga Gebrselassie, membawa perubahan pada dunia maraton. Gebrselassie menunjuk menjadi target baru, 2 jam 03 menit, sebagai era baru dunia maraton. Pada 2009, dua pelari menciptakan 2:04:27 di Rotterdam, dan enam lainnya akan melewati 02:06 tahun itu. Jadi secara tota, ada delapan pelari yang mampu mengukir 2 jam 06 menit. Sebagian besar dari mereka adalah pelari Kenya.

Indonesia Sedang Butuh Banyak Pelari Sprinter

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Boedi Darma masih melihat kurangnya bibit-bibit pelari yang bisa meneruskan sprinter-sprinter saat ini. “Saya melihat secara bakat masih sedikit yang memenuhi standar,” katanya saat ditemui, Rabu 7 Desember 2011.

Pada Kejuaraan Nasional Hot Sprint Yunior-Remaja dan 1000M Remaja 2011, dari sektor putra, sprinter asal Nusa Tenggara Barat Safwaturrahman mendominasi perlombaan. Pada babak kualifikasi nomor lari 60 meter remaja putra, Safwaturrahman finis terbaik dengan catatan waktu 6,87 detik. Catatan ini mendekati rekor nasional remaja yang dipegang Franklin Ramses Burumi yaitu 6,85 detik.

Pelari asal Nusa Tenggara Barat itu melesat jauh dibandingkan pelari lainnya di-heat ketiga. Arif Rahmat Gunawan asal DKI Jakarta ikut lolos ke babak semifinal dengan catatan waktu 7,49 detik. Safwaturrahman -yang memang sudah berlatih di pelatnas PB PASI- masih menjadi yang terbaik dibandingkan yang lainnya. “Pembibitan di daerah untuk pelari sprint dan 1000 meter belum terlalu baik,” kata Boedi.

Semua pelari yang lolos ke babak semifinal mencapai garis finis dengan kisaran catatan waktu 7 detik. Yang terdekat dengan Safwaturrahman adalah Noval Kurniawan asal Sulawesi Tengah yang membukukan catatan waktu 7 detik.

Dari nomor lari 60 meter yunior putra, catatan waktu terbaik yang diciptakan di babak semifinal bahkan tidak bisa melampaui catatan waktu Safwaturrahman. Riski Latip asal Kalimantan Timur yang mencatatkan waktu paling cepat hanya membukukan 6,98 detik. Rekor ini masih jauh di bawah rekor nasional yunior milik Franklin, 6,73 detik.

Kehadiran kompetisi khusus lari jarak cepat ini sebetulnya menjadi bagian dari upaya PASI untuk melakukan regenerasi atlet. Boedi mengatakan bahwa pihaknya sebetulnya mengharapkan agar setiap daerah bisa melakukan pembinaan yang tepat. “Karena kami berharap nantinya akan banyak atlet yang bisa bersaing di kejuaraan-kejuaraan yang kita buat,” ujarnya.

Pelari Umur 17 Tahun Safwaturrahman Pecahkan Rekor Hot Sprint Peraih Medali Emas SEA Games XXVI Asal Papua Franklin Ramses Burumi

Pelari Safwaturrahman, memecahkan rekor atlet atletik Peraih medali emas SEA Games XXVI asal Papua, Franklin Ramses Burumi, dalam final kejuaraan nasional atletik hot sprint 60 meter nomor remaja, di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Kamis, 8 Desember 2011.

Safwaturrahman berhasil meraih kecepetan 6.80 detik, mengungguli rekor Franklin yang meraih kecepatan 6.85 detik pada 29 November lalu. “Ini ajang pembuktian saya. Saat SEA Games kemarin saya tidak diturunkan,” katanya, usai pengalungan medali.

Dia mengaku tampil buruk saat tes SEA Games lalu. Namun atlet berusia 17 tahun asal Nusa Tenggara Barat ogah berpuas diri dan berkeras supaya bisa tampil di SEA Games 2013 nanti. “Itu target saya dan harus menjadi tahun spesial saya.” kata Safwaturrahman.

Remaja ini beberapa kali menjadi juara di ajang nasional, seperti saat Kejurnas 2011 di nomor 200 meter. Di ajang internasional, dia meraih medali perak nomor 100 meter dengan kecepatan 10.63 detik dan di nomor 200 meter dengan kecepatan 21.38 detik dalam Asian Junior 2010 lalu. Dalam waktu dekat, Safwaturrahman menargetkan untuk memecahkan rekor Junior pada tahun 2012 mendatang.

Pelatih Subagiyo mengatakan Safwaturrahman merupakan sprinter masa depan Indonesia. “Dia memang luar biasa,” katanya.

Berdasarkan hasil akhir Kejurnas hot sprint 2011 tersebut, untuk juara dua nomor remaja putra 60 meter diraih oleh atlet asal Sulawesi Tengah, Noval Kurniawan dengan kecepatan 7.00 detik, disusul atlet asal Jawa Tengah, Sutrisno dengan kecepatan 7.07 detik.

Sementara untuk nomor yunior putra 60 meter, dimenangkan oleh M Roziqin, atlet asal Jawa Timur dengan kecepatan 7.02 detik, disusul atlet yang juga berasal dari Jawa Timur, Sugeng Purwanto dengan kecepatan 7.03 detik, dan juara tiga diraih Rio Maholtra dari Sumatera Selatan dengan kecepatan 7.03 detik.

Sedangkan nomor remaja putri 60 meter, juara satu dimenangkan oleh Hasruni dari Sulawesi Selatan, 7.73 detik, juara dua Nia Fatul Aini dari Jawa Timur, 7.82 detik, disusul Sri Wahyuni dari Jawa Timur 7.89 detik. Untuk nomor yunior putri 60 meter dimenangkan Fitri Indah dari Jawa Timur, 7.66 detik disusul Siti Solikah darI Jawa Timur, 8.02 detik, dan Nurul Sofiah dari DKI Jakarta 8.03 detik.

Untuk nomor remaja putra 1000 meter dimenangkan oleh atlet dari Jawa Tengah, Slamet Wahyu Jati dengan kecepatan 2:43.87, sedangkan nomor 100 meter remaja putri dimenangkan oleh Aprilia Kartina dari Sumatera Barat dengan kecepatan 3:01.70.

Sementara untuk nomor estafet yunior dan remaja putra 4×400 meter dimenangkan oleh daerah asal Nusa Tenggara Barat dengan kecepatan 42.11 detik. Sedangkan untuk estafet yunior dan remaja putri 4×400 meter dimenangkan daerah Jawa Timur dengan kecepatan 47.66 detik.

Sedangkan perolehan medali dalam kejurnas atletik ini, daerah Jawa Timur unggul dengan perolehan medali terbanyak, yaitu 3 medali emas, 4 perak dan 3 perunggu.