Category Archives: Moto GP

Rossi Tercepat Di MotoGP Sepang

Meski masih mengalami nyeri bahu, juara dunia MotoGP, Valentino Rossi, membuka sesi latihan pertama GP Malaysia dengan baik. Di sesi latihan, Jumat (8/10) di Sirkuit Sepang, Malaysia, Rossi memastikan diri sebagai pebalap tercepat.

Pebalap Yamaha itu mengalahkan pebalap Repsol Honda asal Italia, Andrea Dovizioso. Juara dunia tujuh kali itu mencatatkan waktu lap terbaik 2 menit 02,724 detik.

Sementara itu, Dovizioso berada di posisi kedua dengan catatan waktu 2 menit 02,833 detik. Rekan setim Rossi di Yamaha, Jorge Lorenzo, harus puas berada di posisi ketiga dengan waktu 2 menit 02,898 detik.

Rossi pun memastikan kesanggupannya bersaing untuk mencapai podium di Sepang ini meski berdasarkan hasil balapan terakhir di Montegi, Jepang, pekan lalu Rossi ada di posisi kelima klasemen umum.

”Saya penasaran ingin tahu bagaimana nyeri yang akan saya rasakan di sini karena di Sepang ini track -nya terkenal sulit,” ujar Rossi, Kamis (7/10).

Dovizioso yang ada di posisi empat klasemen umum memastikan juga bakal all out, mengupayakan yang terbaik di sesi latihan dan kualifikasi, Sabtu ini. ”Saya puas dengan hasil latihan pertama di Sepang karena kami sudah cepat dari permulaan. Hari ini kondisinya amat ekstrem karena cuaca yang panas,” ujar Dovizioso.

Finis sembilan

Jorge Lorenzo yang saat ini menjadi pemuncak klasemen—unggul 69 poin dari Dani Pedrosa, pebalap Repsol Honda yang ada di posisi kedua klasemen umum—mengincar gelar juara dunia. Lorenzo hanya butuh finis di posisi kesembilan untuk mengunci gelar juara.

Apalagi, dengan tidak turunnya Dani Pedrosa membalap di Sepang karena cedera patah tulang yang dialami di Motegi, upaya Lorenzo makin terbuka. Kepastian tidak membalapnya Pedrosa sudah dinyatakan tim Repsol Honda.

Saat ini pesaing terdekat Lorenzo adalah Casey Stoner, pebalap Ducati, yang terpaut 117 poin darinya. ”Untuk itu, saya akan membalap dengan gaya saya, agresif. Saya akan membalap dengan kecepatan penuh dan percaya diri,” ujar Lorenzo.

Lorenzo juga memastikan, balapan hari Minggu (10/10) akan menjadi akhir yang spesial bagi keluarga dan timnya. ”Saya tahu saya gembira, tetapi saya tetap harus konsentrasi di balapan. Saya berharap nasib sial tidak menghampiri saya. Ini balapan terpenting dalam hidup saya,” ujar Lorenzo.

Pasca Kematian Peter Lenz MotoGP Berupaya Tingkatkan Aspek Keselamatan

Pascakematian dua pebalap di dua balapan Moto2 dalam dua minggu terakhir, MotoGP coba meningkatkan aspek perlindungan tubuh pebalap. Aspek keamanan itu perlu untuk membantu pebalap bertahan dalam kecelakaan saat membalap.

Pebalap Jepang, Shoya Tomizawa (19), yang membalap untuk tim Suter Racing, meninggal dalam balapan Moto2 San Marino Grand Prix di San Marino, Minggu (5/9). Sebelum kecelakaan, pebalap muda bertalenta itu ada di posisi keempat. Namun, ia selip, terjatuh, dan tertabrak pebalap di belakangnya. Akibatnya, Shoya cedera berat. Meski sempat dibawa ke rumah sakit dan mendapat perawatan, Shoya tak terselamatkan.

Seminggu sebelumnya, Peter Lenz (13), pebalap asal Amerika Serikat, meninggal saat membalap di MotoGP Indianapolis Grand Prix.

Moto2 merupakan nama baru untuk balap motor kategori 250 cc. Balap Moto2 itu ada di bawah MotoGP.

”Namun bisa kami pastikan, apa yang terjadi pada dua pebalap itu tak ada hubungannya dengan aspek keselamatan,” ujar delegasi keselamatan MotoGP, Franco Uncini, pada jumpa pers sesudah kematian Shoya yang meninggalkan duka bagi dunia balap itu.

Kepada wartawan, Uncini mengatakan, jatuh dan celaka adalah bagian dari balap motor. Namun, seringnya pengendara bisa selamat dari kecelakaan yang paling spektakuler sekalipun. Melihat aspek keamanan saat ini, pelindung punggung, penutup lutut, dan helm menawarkan tingkatan perlindungan. Sementara sirkuit dibuat aman dengan area keluar dan rumput buatan di samping sirkuit.

Uncini menambahkan, meski sirkuit dibuat lebih aman, kecelakaan bisa terjadi kapan saja. Ketika kecelakaan terjadi, pebalap tidak bisa mengandalkan diri pada pengaman kabin (roll cages) dan serat karbon yang melapisi pengaman kabin dan melindungi pebalap reli ataupun F1.

”Dengan teknologi yang kami miliki saat ini, sangat sulit memecahkan masalah semacam itu. Namun, kami terus mencoba berbuat sesuatu yang bisa membantu mengurangi dampak akibat kecelakaan,” ujar Uncini.

”Kami memahami beberapa pihak mulai meneliti aspek keselamatan ini. Pada saat yang sama, kami memang belum siap. Namun, kami berpikir, apabila pengalaman kami digabung dengan pengalaman mereka dalam kerja sama, kami akan bisa meningkatkan aspek keselamatan,” imbuh Uncini.

Membahayakan

Suter, Kepala Eksekutif Eskil Suter yang mesinnya dipakai Tomizawa membalap, mengatakan, kematian Tomizawa tetap menjadi pengingat, balapan tetaplah olahraga membahayakan meski upaya meningkatkan aspek-aspek keselamatan diupayakan.

Sementara juara tiga MotoGP seri Italia, Valentino Rossi, mengatakan, kematian adalah hal terburuk yang bisa terjadi di olahraga balapan. ”Anda tabrakan dan motor lain tepat berada di belakang Anda,” ujar Rossi.

Dalam balap MotoGP, pebalap Jepang lain yang meninggal adalah Daijiro Kato. Ia meninggal di balap MotoGP Grand Prix di Suzuka, Jepang, 2003. Saat itu, sirkuit disalahkan dan balap MotoGP tak pernah lagi diselenggarakan.

Kekuatan Motor Honda Repsol dari Dani Pedrosa Menjadikannya Juara MotoGP San Marino

Pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa, benar-benar memanfaatkan kekuatan motornya untuk memimpin balapan sendirian hingga finis, meninggalkan rival utamanya, Jorge Lorenzo dari tim Fiat Yamaha, pada balapan MotoGP di Sirkuit Misano, San Marino, Italia, Minggu (5/9).

Memimpin sejak putaran (lap) awal, Pedrosa tak pernah bisa ditandingi para pesaingnya. Pebalap andalan tim Ducati, Casey Stoner, yang semula berada di posisi kedua, bahkan kemudian harus menyerahkan posisinya kepada Lorenzo sebelum putaran pertama usai.

Dalam balapan cukup rapat dengan pebalap kebanggaan tuan rumah, Valentino Rossi, yang berada di posisi keempat, dan pebalap Repsol Honda Andrea Dovizioso di posisi kelima, Stoner akhirnya tidak bisa mempertahankan posisinya pada lap ke-11 dan didahului Rossi.

Bahkan, posisi Stoner kemudian lebih melorot lagi setelah dengan mudah dilalui Dovizioso pada lap yang sama, dari 28 lap yang harus dijalani para pebalap MotoGP.

Setelah tidak pernah naik podium pada beberapa balapan terakhir, juara dunia 2009 Valentino Rossi akhirnya berhasil naik ke podium setelah memastikan posisi ketiga. Meski bukan juara pertama, Rossi disambut hangat ribuan penggemarnya.

Tomizawa tewas

Di tengah serunya persaingan antara pebalap, GrandPrix MotoGP San Marino kemarin diwarnai peristiwa duka, yaitu tewasnya pebalap Moto2 asal Jepang, Shoya Tomizawa, akibat kecelakaan di 15 lap terakhir.

Pebalap debutan dari tim Technomag-CIP itu tengah mengendarai motornya dalam kecepatan tinggi ketika terhantam motor Alex De Angelis dan Scott Redding. Kecelakaan yang melibatkan tiga pebalap itu tidak sampai membuat balapan dihentikan, dan akhirnya kelas Moto2 dimenangi pebalap Spanyol, Toni Elias.

Kecelakaan juga terjadi di belokan kedua lap pertama kelas utama MotoGP, yaitu serempetan antara pebalap Ducati, Nicky Hayden, dan pebalap Suzuki,

Loris Capirosi, yang membuat keduanya terpental dari motor. Meskipun Hayden mencoba meneruskan balapan, dia akhirnya masuk ke pit menyusul Capirosi.

Pada balapan kemarin, posisi ketiga Rossi beberapa kali dicoba direbut Dovizioso yang terus menempelnya dengan ketat. Akan tetapi, dengan kematangannya, Rossi tidak memberi Dovizioso ruang untuk mendahului. Pada lima putaran terakhir, Rossi bahkan semakin memperlebar jarak dengan pebalap Honda itu.

Kemenangan kedua Pedrosa setelah di Sirkuit Indianapolis, AS, semakin memangkas selisih poin dengan Lorenzo. Jorge Lorenzo masih memimpin dengan 271 poin, disusul Pedrosa 208, Dovizioso 139, Rossi 130, dan Stoner 130. Ben Spies diposisi keenam dengan 120 poin, diikuti Nicky Hayden 109, Randy De Puniet 81, Marco Melandri 67, dan Colin Edwards 66.

Dani Pedrosa Kembali Berjaya Dengan Start Di Posisi Pertama San Marino

Pebalap tim Repsol Honda, Dani Pedrosa, memberi peringatan serius kepada rival utamanya, Jorge Lorenzo, dengan kembali merebut posisi terdepan pada balapan MotoGP Grand Prix San Marino yang akan digelar Minggu (5/9).

Pada kualifikasi Sabtu, Pedrosa bukan hanya menunjukkan sebagai pebalap tercepat dengan mencetak waktu 1 menit 33,948 detik untuk satu putaran, tetapi juga kekuatan motor yang dikendarainya yang mampu berlari hingga kecepatan 278,5 kilometer per jam.

”Sangat penting untuk berada di posisi terdepan, tetapi kami masih harus mempertahankan kinerja mesin untuk balapan besok,” ujar Pedrosa yang optimistis bisa menang lagi setelah kemenangan di Sirkuit Indianapolis, Amerika Serikat, pekan lalu.

Pemimpin perolehan nilai MotoGP, Jorge Lorenzo dari tim Fiat Yamaha, menempati posisi kedua dengan waktu 1:34,256, diikuti pebalap andalan tim Ducati, Casey Stoner dengan 1:34,470.

”Saya menyadari motor kami bukan yang terkuat, tetapi kami akan terus berusaha meningkatkannya untuk balapan besok,” kata Lorenzo yang hanya mampu memacu motornya hingga kecepatan 269,7 km/jam.

Meski memiliki motor yang lebih kuat ketimbang Yamaha, yang mampu dipacu hingga kecepatan 271,7 km/jam, Stoner hanya mengatakan akan berusaha keras tampil sebaik mungkin pada balapan Minggu. ”Mudah-mudahan cuaca besok juga tetap bagus,” ujarnya.

Perbaiki setelan

Juara dunia sekaligus pebalap harapan tuan rumah, Valentino Rossi, akan menempati posisi start keempat dengan mencetak waktu 1:34,470. Dia akan ditemani Ben Spies di posisi kelima dan Randy De Puniet di posisi keenam.

”Saya cukup gembira dengan hasil kualifikasi karena kami telah melakukan sebuah pekerjaan yang bagus selama latihan hari ini, khususnya menjelang akhir latihan ketika kami bisa membuat peningkatan besar atas setelan motor dan saya bisa mencetak waktu lebih cepat,” kata Rossi, yang bekerja keras bersama timnya guna meningkatkan kinerja mesin Yamaha M1-nya.

Juara dunia tahun lalu itu menambahkan, masih ada banyak hal yang harus dicoba, yaitu setelan elektronik motor dan pemilihan ban. ”Namun, saya sudah merasakan keyakinan sehingga ini bisa menjadi awal yang baik untuk start,” ujarnya.

Dari segi kecepatan, motor- motor Honda dan Ducati mencetak hasil lebih baik dari motor- motor Yamaha.

Rekan satu tim Pedrosa, Andrea Dovizioso, hanya menempati posisi ketujuh. Sementara rekan satu tim Stoner, Nicky Hayden, akan membalap dari posisi ke-14

Dani Pedrosa Mencetak Waktu Tercepat Dalam MotoGP Misano San Marino

Pebalap tim Repsol Honda, Dani Pedrosa, mencetak waktu tercepat pada sesi latihan bebas pertama MotoGP, Jumat (3/9) di Sirkuit Misano, San Marino, Italia. Pebalap Repsol Honda lainnya, Andrea Dovizioso, tercepat kedua disusul dua pebalap Fiat Yamaha, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi.

Meski kalah cepat dari Pedrosa, pemimpin klasemen sementara MotoGP, Jorge Lorenzo, optimistis bisa menang di sirkuit yang menjadi ”rumah” bagi rival satu timnya, Valentino Rossi, itu.

”Di Indianapolis saya mempunyai banyak masalah dengan kondisi fisik. Bahkan, pada Senin lalu saya belum sepenuhnya merasa fit. Namun, saya yakin bisa kembali sehat sepenuhnya besok,” kata Lorenzo saat berbicara saat jumpa pers, Kamis.

Pebalap yang masih unggul 68 poin dari rival terdekatnya, Pedrosa, itu mengungkapkan, ia menyukai Sirkuit Misano. ”Tidak ada yang khusus mengenai sirkuit ini, tetapi semuanya sangat bagus. Saya suka membalap di sini,” ujarnya.

Berjuang keras

Meski belum sepenuhnya pulih dari cedera yang membuatnya tidak mengikuti empat ajang balapan MotoGP, juara dunia Valentino Rossi, seperti dilaporkan dalam situs resmi MotoGP, berjanji akan berjuang keras untuk menang di sirkuit ini.

”Ini adalah grand prix rumah saya karena saya tinggal hanya 10 kilometer jauhnya dari sirkuit ini dan saya menghabiskan banyak waktu di sirkuit ini. Saya telah menjalani dua pertarungan fantastik di sirkuit ini dalam dua tahun terakhir sehingga ada sangat banyak harapan dari para penggemar menjelang akhir pekan ini. Balapan akan sulit bagi setiap pebalap, dengan banyaknya pengereman. Namun, kami harus berusaha sangat keras untuk membuat hasil yang bagus,” kata Rossi, yang menjuarai balapan MotoGP di sirkuit ini pada dua tahun terakhir.

Pada sesi latihan bebas pertama, kemarin, Rossi mencetak waktu 1:35,539, sedangkan Pedrosa 1:34,772.

Dua pebalap Ducati, Nicky Hayden dan Casey Stoner, pada sesi latihan kemarin menempati posisi ketujuh dan kedelapan di belakang dua pebalap Monster Yamaha Tech3, yaitu Collin Edwards dan Ben Spies. Meski demikian, penentuan posisi start balapan masih akan ditentukan pada sesi latihan Sabtu ini.

Sirkuit Misano yang memiliki panjang 4,226 kilometer memiliki 10 belokan ke kanan dan enam belokan ke kiri, serta lintasan lurus terpanjang 565 meter. Rekor satu putaran tercepat di sirkuit ini dipegang Valentino Rossi, 1:34,338. Sementara rekor kecepatan tertinggi di Misano dipegang Pedrosa dengan 279,720 kilometer per jam.

Indianapolis Moto GP Telan Korban Pembalap Muda Peter Lenz

Keberhasilan pembalap MotoGP tuan rumah, Ben Spies, diiringi dengan kedukaan, setelah Sirkuit Indianapolis GP di Amerika Serikat menelan korban pembalap muda berusia 13 tahun.

Pada kejuaraan yang mendapat persetujuan Grand Prix Racers Union AS itu, Minggu (29/8) pagi, sebelum digelar MotoGP, telah terjadi kecelakaan yang dialami Peter Lenz (13), pebalap muda yang masuk ke sirkuit guna melakukan pemanasan.

Namun, ketika Lenz baru ingin memulai lap pemanasannya, dia langsung disambar pebalap lainnya yang baru berusia 12 tahun.

Melihat Lenz tergeletak, petugas kesehatan sirkuit Indianapolis GP langsung menandu serta menggunakan alat pengaman leher dan memberikan pernapasan bantuan. Lenz langsung dibawa ke Rumah Sakit Marion County.

Namun, tidak lama kemudian, Lenz meninggal dunia. Menurut petugas RS Marion County, Lenz meninggal akibat terbentur benda tumpul yang sangat keras. Informasi lebih lanjut dijanjikan akan disampaikan pada Senin (30/8) waktu Indianapolis, tentunya setelah mendapat hasil autopsi.

”Saya ikut berduka dengan kepergiannya,” tutur Ben Spies yang berada di urutan kedua, di belakang Dani Pedrosa yang menjadi juara. Hasil di Indianapolis GP merupakan hasil terbaik bagi Spies selama mengikuti ke-11 seri MotoGP 2010.

”Berita kepergiannya menjadi berita duka bagi semua peserta MotoGP Seri Indianapolis ini. Namun, ketika lampu hijau menyala, semua pebalap harus konsentrasi pada balapan yang kita ikuti,” tuturnya.

Meninggalnya Lenz yang menggunakan nomor moto 45 itu merupakan kejadian pertama kali.

Pedrosa Juara Grand Prix MotoGP di Indianapolis

Dani Pedrosa Ramal (24), pebalap asal Sabadell, Spanyol, menjadi juara pada seri ke-11 MotoGP yang berlangsung di Red Bull Indianapolis Grand Prix, Amerika Serikat, Minggu (29/8). Kemenangan tersebut merupakan sukses pertama Pedrosa di Indianapolis GP.

Dengan keberhasilan Pedrosa di Indianapolis GP itu, berarti pebalap dari tim Repsol Honda ini sudah tiga kali naik podium utama pada musim 2010 yang terdiri dari 18 seri itu.

Kemenangan itu sekaligus memperkecil ketertinggalan poinnya dari Jorge Lorenzo, yang memimpin klasemen sementara MotoGP 2010.

Lorenzo, yang juga berasal dari Spanyol, tetapi dari Kota Palma de Mallorca, dengan menempati podium ketiga masih mampu menambah poinnya sehingga kini sudah mencapai 251 poin. Sementara Pedrosa baru memperoleh 183 poin atau tertinggal 68 poin dari Lorenzo.

Pedrosa menyelesaikan Indianapolis GP dengan waktu 47 menit 31,615 detik. Sementara juara kedua diraih pebalap tuan rumah, Ben Spies. Ia tertinggal hampir 4 detik.

Spies, yang mengawaki motor Yamaha, menyelesaikan balapannya dengan waktu 47 menit 35,190 detik. Sementara Lorenzo masuk finis dengan waktu 47 menit 38,427 detik atau tertinggal hampir 7 detik dari sang juara Indianapolis GP.

”Ini merupakan salah satu pertarungan yang ketat, terutama cuacanya yang sangat panas karena mencapai 35 derajat celsius,” kata Pedrosa yang meniti kariernya dari Moto 125 cc pada 2003.

Sebenarnya, katanya, ”Saya tidak sempat melakukan start yang sempurna. Tetapi beruntung saya kemudian mampu memburu ketertinggalan saya dengan memacu kendaraan lebih kencang.”

”Khususnya ketika akan melampaui tikungan pertama, agar bisa lebih dekat dengan pebalap yang menjadi pimpinan sementara,” tuturnya kepada wartawan seusai balapan.

Kemudian, lanjut Pedrosa yang mengawaki Moto 250 cc pada 2004 dan 2005, ”Setelah saya sudah mampu meninggalkan pebalap lain di belakang, saya masih tetap berusaha keras agar bisa fokus, agar dapat menyelesaikan balapan ini dengan sempurna.”

”Tahun lalu, saya mengalami kecelakan ketika akan memperoleh kemenangan. Ternyata baru tahun inilah kemenangan tersebut dapat saya wujudkan,” ungkapnya.

”Sekarang yang ada tinggal lelah saja, serta tentu rasa gembira,” tegas Pedrosa.

Bagi Spies, hasil balapan di Indianapolis GP merupakan hasil terbaik dari kesebelas seri MotoGP musim ini. Dan Spies menjadi pebalap yang menempati posisi pul pertama pada seri Indianapolis GP ini.

Lorenzo semula sudah memimpin pada urutan pertama, tetapi kemudian Pedrosa mampu menyusul dan meninggalkannya hingga selesai balapan.

”Saya sangat menyesal menjadi juara ketiga dan saya juga tidak senang dengan pertarungan hari ini. Saya rasa kalau saya tidak mengawaki motor saya dengan baik. Apalagi saya juga tidak memperoleh start yang baik,” tutur Lorenzo.

Rossi senang

Sementara itu, bintang Fiat Yamaha sekaligus juara dunia yang baru sembuh dari cederanya, Valentino Rossi, merasa senang dengan hasil balapannya di Indianapolis GP sebagai juara keempat.

”Ini merupakan hasil balapan yang sangat baik pada akhir pekan ini. Berada di urutan keempat tentu merupakan hasil yang cukup baik,” katanya.

Namun, kata Rossi, satu hal yang lebih penting dari semuanya, yakni saya sudah mulai merasa berada dalam kondisi lebih siap.