Category Archives: Olahraga

Demi Melaksanakan Asian Beach Games 2 Sebuah Padang Pasir Dirubah Menjadi Resor Pantai Mewah

Dua tahun lalu, ketika terpilih menjadi tuan rumah Asian Beach Games II, Oman langsung berbenah. Dua tahun berlalu dan kini berdiri Al Musannah Sports City, ”kot a olahraga” seluas sejuta meter persegi yang terletak 125 kilometer di utara Muskat, ibu kota Oman.

Di lokasi yang mulanya hanya padang pasir kosong itu kini berdiri dua hotel berbintang empat, Hotel Millenium dan Marina. Apartemen dan perkampungan atlet juga berdiri megah. Apartemen Marina ini meliputi 30 apartemen dupleks, 28 apartemen studio, dan 16 apartemen dengan satu dipan tunggal. Apartemen ini dilengkapi dengan ruangan- ruangan semacam kantor untuk kebutuhan komite olimpiade nasional negara-negara, juga untuk segala urusan penyelenggaraan kegiatan olahraga.

Masih sempat tercium bau cat di penginapan atlet, tanda gedung ini belum lama rampung dibangun. Masih ada plaza luas untuk perhelatan berbagai kegiatan. Lokasi ini digunakan untuk upacara pembukaan Asian Beach Games (ABG) II, Rabu (8/12) malam, yang dimeriahkan oleh kesenian tradisional Oman plus suguhan suara si seksi Tata Young.

Di lokasi ini juga tersedia restoran, warung kopi, gerai-gerai makanan cepat saji, mode dan aksesori, serta fasilitas kesehatan dan tempat parkir superluas. Untuk menghelat kegiatan olahraga, tersedia juga lapangan di dalam dan luar ruangan. Karena kali ini digelar olahraga pantai, maka lokasi tentu di sepanjang pantai.

Menteri Olahraga Kesultanan Oman Ali bin Masoud al-Sinaidi mengatakan, lokasi ini dibangun selama dua tahun mulai dari desain hingga penyelesaian. ”Lihat desainnya. Penginapan, hotel, apartemen berada di tengah. Semua arena dan lapangan olahraga dibangun mengelilingi hotel dan fasilitas penunjang. Ini memudahkan pergerakan atlet,” katanya.

Berapa anggaran pembangunannya? ”Sekitar 75 juta real Oman atau 190 juta dollar AS,” kata Ali.

Ditambahkan, ketika Oman menawarkan diri menjadi tuan rumah ABG II dan diterima, pihaknya sudah membayangkan satu lokasi yang bakal menjadi masa depan Oman.

”Lokasi ini belum sempurna betul. Masih harus dikembangkan. Lokasi ini nantinya akan menjadi pusat penyelenggaraan berbagai macam kegiatan olahraga. Semua fasilitas ada di sini,” imbuhnya. ”Tidak hanya itu. Lokasi ini akan menjadi resor yang akan menarik perhatian wisatawan asing. Dengan pantainya, berbagai fasilitas, lokasi ini akan menjadi salah satu resor yang dicari di Oman.”

Olahraga pantai sangat populer di Oman dan terus berkembang, kata Ali. Pantas saja, negara ini memiliki garis pantai sepanjang 3.000 kilometer. ”Kami memiliki tim voli pantai yang juara di jazirah Arab. Kami juga punya atlet binaraga yang juara dunia,” bebernya.

Ali menegaskan kembali, Al Musannah Sports City akan menjadi pendukung untuk kemajuan olahraga di Oman.

Andi Mallarangeng Tidak Akan Jagokan Indonesia Di Asian Beach Games 2010

Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng pesimistis Indonesia mampu meraih posisi juara umum Asian Beach Games 2010 di Oman, seperti tahun 2008 di Bali. Alasannya, cabang olahraga yang dilombakan berbeda dengan ABG di Bali.

Namun, ia yakin 119 atlet Indonesia yang dikirim mampu meraih puluhan medali, baik emas, perak, maupun perunggu. ”Beberapa cabang tak dilombakan lagi. Kami percaya masih bisa mengandalkan cabang lainnya,” katanya pada penyerahan api abadi Merapen kepada delegasi Organizing Committee Muscat ABG dari Oman dan pelepasan atlet Indonesia di rumah dinas Gubernur Bali, Denpasar, Sabtu (4/12).

Hal senada dikatakan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Rita Subowo. Menurut Rita, peluang Indonesia menjadi juara umum dalam ajang yang diikuti 45 negara di Asia itu sangatlah kecil. ”Tiga cabang andalan Indonesia tidak lagi dilombakan. Padahal, cabang itu menyumbang 15 medali saat di Bali. Tetapi, cabang lainnya masih bisa diandalkan untuk menghasilkan medali,” kata Rita.

Dalam ajang ABG di Bali pada 2008, Indonesia berhasil meraih gelar juara umum dengan 23 medali emas dari total 57 medali. Tiga cabang penyumbang terbanyak adalah paragliding, perahu naga, dan pencak silat, yang pada ABG kedua di Oman tidak dilombakan.

Di Oman ini digelar delapan cabang olahraga, di antaranya sepak takraw, voli pantai, sepak bola pantai, jetski, body building, dan ski air.

Penyerahan api abadi yang diambil dari Merapen, Jateng, itu diawali dari perwakilan KONI Jateng kepada KONI Bali dan diteruskan ke Gubernur Bali, Ketua KONI, dan Menpora.

Kasih Hanggoro Kembali Wakili RI Dalam Rally Paris Drakar

Indonesia kembali masuk dalam daftar negara yang mengirimkan perelinya ke reli terganas dunia, Reli Dakar 2011. Setelah tahun lalu terjun sendirian di Reli Dakar, Kasih Hanggoro kali ini turun dengan persiapan yang lebih baik. Dia akan dibantu oleh navigator Iriatna Yudha Satria.

”Kami tidak menetapkan target apa-apa, bisa finis saja sudah bagus. Itu kesepakatan saya dengan Yudha, yang penting kita bisa finis. Setiap tahun hanya 30 persen dari peserta yang bisa finis,” kata Kasih Hanggoro yang merupakan Ketua Badan Pelaksana Harian Universitas Budi Luhur dan Budi Luhur Racing Team itu, dalam jumpa pers Kamis (25/11) di Jakarta.

Ditegaskan, tujuan untuk ikut kembali Reli Dakar semata-mata untuk membawa bendera Indonesia memperkenalkan Indonesia di wilayah-wilayah yang akan dilalui selama Reli Dakar itu, yaitu Argentina dan Cile. Reli Dakar akan menempuh jarak total sekitar 9.000 kilometer, dimulai 1 hingga 16 Januari 2011.

Aang, panggilan Kasih Hanggoro, pada tahun sebelumnya hanya bisa menyelesaikan dua dari tujuh etape.

Keputusan Aang ikut lagi pada reli tersebut cukup mendadak, yaitu setelah melihat tidak adanya putra Indonesia yang hingga bulan Juni lalu mendaftar ikut reli bergengsi tersebut.

Aang kemudian mengajukan surat permintaan untuk bergabung dengan tim-tim peserta Reli Dakar. Suratnya direspons cepat tim Epsilon, tim elite Spanyol. ”Saya awalnya juga tidak tahu tim Epsilon ini tim apa. Baru kemudian saya tahu, inilah tim yang pernah menjadi juara dunia dengan pebalap Carlos Sainz, juga navigatornya Lucas Cruz. Jadi bergabungnya dengan Epsilon itu tidak disengaja,” kata Aang.

Aang dan Yudha telah menjalani sejumlah latihan dengan dibantu langsung oleh Lucas Cruz. Mereka pun kemudian sepakat memilih mobil Mitsubishi Montero (Pajero) V60.

”Saya diajari bagaimana membaca peta sangat rinci dan sebagian besar ditulis dalam bahasa Perancis, juga latihan baca GPS (global positioning satelite). Kami juga dapat tips-tips dari Cruz,” kata Yudha yang merupakan Kepala Mekanik Harley Davidson Indonesia.

Aang menjelaskan, partisipasinya pada Reli Dakar itu merupakan yang terakhir.

”Hal terberat dari Reli Dakar adalah medan pasir yang sangat halus, serta ketinggian rute balap yang di antaranya di ketinggian 3.600 hingga 4.000 meter. Berada di ketinggian itu membuat kepala kita pusing. Belum lagi kita baru pulang ke tenda istirahat rata-rata pukul 1 dini hari, padahal sudah harus jalan lagi pukul 07.00,” ujarnya.

Masalah Prasarana Kian Mengganggu Para Atlet Commonwealth Games di India

Hingga hari kelima penyelenggaraan Commonwealth Games di India, masalah-masalah ketidaksiapan sarana dan fasilitas kian mengganggu para atlet ataupun penyelenggaraan pertandingan pada umumnya.

Ketua Federasi Commonwealth Games Mike Fennell, Jumat (8/10), menyebutkan, buruknya komunikasi membuat para petugas di stadion atletik membuat kesalahan besar dengan tak memberitahukan kepada para peraih medali di nomor lari 100 meter putri bahwa hasil pertandingan masih diprotes sejumlah pihak. Padahal, belakangan, pemenangnya, Sally Pearson dari Australia, didiskualifikasi.

Di sejumlah cabang, hasil pertandingan juga tidak didukung sistem pencatatan hasil yang layak sehingga sering menimbulkan kesalahan dalam penyerahan medali.

Kemarin, sejumlah persoalan baru juga mengemuka, antara lain laporan seorang ofisial Pakistan yang kecurian 550 dollar AS di kamarnya di perkampungan atlet. Toilet di tempat pertandingan renang pun rusak karena saluran airnya terhambat.

Masalah lain yang dipersoalkan Fennell adalah laporan bahwa tiket-tiket pertandingan terjual dengan baik, tetapi pada kenyataannya stadion-stadion tempat diselenggarakannya pertandingan sepi penonton.

Kualitas air di kolam renang pun dipersoalkan karena menimbulkan belasan kasus sakit perut, khususnya yang terjadi pada para perenang Australia dan Inggris.

Fennel mengatakan, tiga kolam renang telah diuji dan hasilnya adalah kualitas air di semua kolam renang tersebut sesuai dengan standar-standar yang ditetapkan.

Ditambahkan, para dokter Federasi Commonwealth Games dan beberapa tim dokter India sepakat bahwa masalah yang dialami sejumlah ofisial dan atlet di perkampungan atlet itu bukan berasal dari air, tetapi dari sejumlah hal yang lain.

”Saya tidak ingin berargumentasi bahwa jika stadion telah diserahkan lebih awal kepada komite penyelenggara, kondisinya akan lebih baik. Hal itu tidak perlu dipertanyakan lagi,” kata Fennell.

Banyak tempat pertandingan untuk Commonwealth Games itu tidak sempat diuji coba terlebih dulu karena keterlambatan penyelesaiannya. Akibatnya, terjadi kekurangan di sana-sini serta kerusakan dan ketidaksiapan sejumlah sarana.

Emas Australia

Pada pertandingan kemarin, Australia meraih dua emas dari panahan putra beregu dan menembak putri berpasangan. Adapun panahan putri beregu dimenangi atlet-atlet India.

Di nomor angkat besi 77 kilogram putra, atlet dari Nauru, Yukio Peter, meraih medali emas dengan total angkatan 333 kilogram.

Di kolam renang, atlet Australia, Rebecca Adlington, memenangi medali emas keduanya setelah mendominasi nomor 400 meter gaya bebas putri. Malam sebelumnya, dia memenangi 800 meter gaya bebas putri. Pada nomor gaya punggung 100 meter putra perenang Inggris, Liam Tancock, keluar sebagai juara.

Sementara itu, pelari Inggris, Andy Turner, melengkapi medali emasnya dari nomor lari gawang 110 meter.

Di nomor balap sepeda, Australia meneruskan dominasinya dengan memenangi sprint putra beregu. Juara dunia Alison Shanks memenangi individual pursuit

Isu dan Strategi Keamanan Jadi Masalah Penting di Commonwealth Games di New Delhi

Masalah keamanan menjadi isu utama penyelenggaraan pesta olahraga Commonwealth Games di New Delhi, India, pada 3-14 Oktober mendatang. Sampai sekarang, India masih dicap sebagai negara yang tidak aman dari teror.

Bayang-bayang peristiwa penembakan dan peledakan bom di Hotel Mumbai pada tahun 2008 masih membekas. Bahkan, Amerika Serikat hari Rabu pekan ini mengeluarkan peringatan perjalanan ke India selama pesta olahraga Commonwealth Games berlangsung.

Sebelumnya, pada Agustus lalu, Pemerintah Australia juga memberi peringatan serupa. Dalam buletin Commonwealth Games disebutkan,” Masyarakat Australia harus hati-hati selama berada di New Delhi yang berisiko tinggi ancaman teroris”.

Pejabat India beberapa waktu lalu juga sempat mengeluarkan pernyataan adanya ancaman teroris dari kelompok tertentu pada penyelenggaraan Commonwealth Games.

Strategi keamanan

Atas isu keamanan ini, Kepolisian Kota New Delhi menyatakan, mereka sudah mempunyai strategi keamanan yang cermat untuk menyukseskan pesta Commonwealth Games.

Disebutkan, keamanan atlet dan turis mancanegara akan diutamakan. Mereka akan menyiapkan patroli helikopter yang ditumpangi penembak jitu.

Selain itu, pengawasan juga akan dilakukan lebih ketat dengan menempatkan personel di tempat pertandingan, perkampungan atlet, dan hotel-hotel.

”Pengamanan dan pengawasan akan dilakukan dari darat dan udara. Kami sudah menyiapkan tim serbu reaksi cepat dan penembak jitu untuk mencegah dan melumpuhkan teroris,” kata juru bicara Kepolisian Kota New Delhi, Rajan Bhagat.

Ditambahkan, aspek keamanan tidak cuma tempat pertandingan, tetapi seluruh kota. Diperkirakan lebih dari 10.000 atlet dari 71 negara akan berpartisipasi dalam pesta olahraga ini.

Bloedus Management Promotor Reli Asia Pasifik Di Makasar Tidak Profesional

Juliari Batubara, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia, menyesali cara kerja promotor Kejuaraan Reli Asia Pasifik yang tidak profesional sama sekali.

”Harusnya Bloedus Management Indonesia menyatakan ketidakmampuannya pada jauh-jauh hari sehingga kami mampu mencarikan plan B agar Seri APRC Makassar, 26 September nanti, tetap bisa berlangsung,” tegas Ari, panggilan akrab Juliari Batubara.

Hal itu disampaikan Ari pada acara buka puasa bersama dengan Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI). Hadir dalam acara itu antara lain Penasihat PP IMI Hutomo Mandala Putra, Tinton Suprapto, dan promotor nasional Helmi Sungkar.

Dari pihak Bloedus Management Indonesia (BMI) hanya ada Jefry JP yang merupakan direktur pelaksana. Sementara orang nomor satu yang paling bertanggung jawab, Sadikin Aksa, tak terlihat.

Karena sudah tidak bisa berupaya apa pun agar Seri Kejuaraan Reli Asia Pasifik (APRC) Makassar tetap terlaksana, menurut Ari, ke depan PP IMI akan mencari promotor yang lebih siap dan bertanggung jawab.

”Tentu tahun berikutnya kami akan membuat perjanjian yang berisi sanksi. Sehingga kalau promotornya seperti BMI, bisa kami jatuhi sanksi,” tegas Ari.

Hutomo Mandala Putra, mantan pereli dan pebalap nasional yang menjadi Penasihat PP IMI, juga menyesali pembatalan Seri APRC Makassar tersebut.

”Bila tahun depan kami dipercaya lagi, harusnya tak perlu terpatok pada satu tempat. Kan ada Sumatera Utara yang sudah terbukti diterima dua kali jadi tempat digelarnya kejuaraan dunia reli,” kata Tommy. Dengan dibatalkannya Seri APRC Makassar, baru 2-3 tahun ke depan Indonesia bisa menjadi tuan rumah lagi.

Satlak Prima Pratama Belum Bisa Bekerja Karena Kendala Klasik Pendanaan

Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas Pratama atau Satlak Prima Pratama mengakui, sejak dibentuk awal Mei 2010, Satlak belum bisa membina dan melatih atlet usia dini. Itu terjadi karena Satlak Prima Pratama belum mendapat kejelasan jumlah atlet yang akan dibina dan besaran pendanaan.

Ketua Satlak Prima Pratama Djoko Pramono, Selasa (31/8), mengatakan, sejak dibentuk awal Mei 2010 bersama dengan Satlak Prima Utama untuk atlet-atlet yang akan dikirim ke ajang kejuaraan dunia, Satlak Prima Pratama mendapat tugas melakukan pembinaan terhadap atlet-atlet usia dini. Atlet-atlet itu disiapkan dan dibina untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan yunior. Dengan demikian, ke depannya Indonesia memiliki regenerasi atlet di setiap cabang.

Sejak dibentuk, ujar Djoko, Satlak Prima Pratama sudah menyusun rencana program. Satlak berencana membina dan melatih 300-an atlet usia dini atau remaja dari cabang-cabang yang dikirim ke Asian Games 2010. Mereka di antaranya berasal dari cabang tinju, renang, atletik, angkat besi, panahan, menembak, ataupun voli pantai.

Untuk mendapatkan atlet usia dini, Satlak Prima Pratama bekerja sama dengan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) serta sekolah-sekolah di Indonesia. Satlak Prima Pratama juga akan memilih pelatih terbaik dari setiap provinsi untuk melatih atlet-atlet tersebut.

”Dengan pelatihan terpusat di daerah dan menggunakan program dari Satlak Prima Pratama, setiap bulan akan dilakukan evaluasi,” ujar Djoko.

Atlet-atlet yang sudah berlatih antara setengah hingga satu tahun rencananya akan diikutkan dalam Olimpiade Olahraga Sekolah Nasional (O2SN) ataupun kejuaraan antar PPLP. ”Untuk bisa melaksanakan seluruh program itu, dibutuhkan anggaran sebesar Rp 30 miliar,” ujar Djoko.

Namun, ujar Djoko, sampai saat ini Satlak belum mendapat kepastian jumlah atlet yang dibina serta besaran anggaran untuk pembinaan dan pelatihan. ”Dampaknya, kami belum bisa bekerja dan baru melakukan sosialisasi ke pengurus-pengurus cabang. Satlak berharap segera mendapat kepastian supaya bisa segera bekerja,” ujar Djoko.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia R Isnanta mengatakan, pembinaan terhadap atlet-atlet muda sebaiknya segera dilakukan sejak sekarang. ”Sehingga di ajang Olimpiade Remaja Indonesia bisa berbicara,” ujarnya