Category Archives: Piala Champion

Martabat AC Milan Hancur Setelah Kalah Dari Tottenham Hotspur Liga Champion

AC Milan kehilangan martabat sebagai klub bergelimang prestasi di Eropa berkat permainan kasar saat ditekuk 0-1 oleh Tottenham Hotspur di laga pertama babak perdelapan final Liga Champions, Rabu (16/2). Milan pun dipermalukan oleh Gennaro Gattuso yang menanduk Joe Jordan.

Kapten AC Milan, Gennaro Gattuso, tidak mampu mengendalikan emosinya dan menanduk Asisten Manajer Tottenham Joe Jordan setelah laga bubar. Pemain bertenaga badak itu menyalami sejumlah pemain dan Manajer Tottenham Harry Redknapp sebelum menghampiri Jordan dan menanduknya.

Insiden ini merupakan puncak dari pertengkaran antara Gattuso dan Jordan pada menit ke-58 setelah pemain tengah Milan, Mathieu Flamini, melakukan tekel keras dengan dua kaki kepada Vedran Corluka. Pelanggaran itu menyebabkan Corluka cedera serius dan harus ditarik keluar dari lapangan, sedangkan Flamini hanya diganjar kartu kuning.

”Dia seharusnya dimasukkan ke penjara,” ujar Corluka ketus saat ditanya mengenai hukuman kartu merah yang seharusnya diterima oleh Flamini.

Jordan memprotes insiden itu dan ditanggapi oleh Gattuso yang terkenal temperamental. Mereka terlibat pertengkaran menggunakan bahasa Skotlandia yang dipelajari oleh Gattuso saat bermain di Glasgow Rangers. Gattuso kehilangan kontrol dan mendorong leher Jordan dengan tangan kanannya.

Jordan yang pernah membela Milan dari tahun 1981 hingga 1983 mungkin tidak pernah menduga akan mendapat sambutan sekasar itu dari mantan timnya. Mantan pemain timnas Skotlandia itu mencetak 12 gol dalam 52 penampilan membela Rossoneri.

”Serangan kekerasan itu merupakan aib bagi sebuah klub yang membangun martabatnya sendiri di persepakbolaan Eropa,” kata kolumnis olahraga The Guardian, Richard Williams.

Williams yang berada di San Siro menilai, penampilan Milan malam itu jauh dari era Gianni Rivera dan Marco van Basten. Juga bukan seperti era para pemain besar, seperti Franco Baresi dan Paolo Maldini.

Insiden kekerasan itu merupakan awal dari kekalahan pasukan Pelatih Massimiliano Allegri. Milan lengah mengantisipasi serangan balik Tottenham melalui Aaron Lennon. Pemain sayap kanan itu tak terbendung oleh bek Milan, Mario Yepes, saat menusuk melalui sisi kanan dan menembus kotak penalti sebelum melayangkan umpan kepada Peter Crouch.

Bek tengah Alesandro Nesta tidak mampu menutup aliran bola sontekan Crouch yang memecundangi kiper Marco Amelia pada menit ke-80. Usaha Allegri memasukkan Pato menggantikan Clarence Seedorf yang telah berjuang keras memasok bola ke Zlatan Ibrahimovic dan Robinho tidak mengubah hasil akhir 0-1.

Hukuman Gattuso

Insiden tandukan Gattuso kini diselidiki badan sepak bola Eropa, UEFA, setelah menerima laporan dari delegasinya, Fernand Meese dari Belgia, dan wasit asal Perancis, Stephane Lannoy. Gattuso bisa dihukum larangan tiga kali bertanding di level Eropa karena menyerang pemain atau pihak yang terkait pertandingan.

”Saya bertanggung jawab penuh. Saya sakit hati setelah bertengkar dengan Jordan. Saya tidak akan memberi tahu apa yang kami pertengkarkan. Saya akan menunggu keputusan (UEFA),” ujar Gattuso.

Bagi Redknapp, yang lebih penting adalah UEFA menyelidiki tekel keras Flamini. ”Itu tekel untuk mematahkan kaki.”

Namun, UEFA menolak membuka kasus Flamini karena menilai Lannoy melihat jelas kejadian itu dan mengambil keputusan yang semestinya.

Laga kedua

Kekalahan ini menjadi beban berat bagi Milan untuk lolos ke perempat final. Ibrahimovic harus tampil lebih ngotot untuk mencetak dua gol tanpa balas di White Hart Lane. Ini bukan perkara mudah karena Tottenham akan kembali diperkuat oleh Gareth Bale.

”Kami membutuhkan pendekatan berbeda di London, seperti yang kami lihat sebagian di babak kedua,” ujar Allegri mengacu pada permainan terbuka Milan di babak kedua.

Eto’o Terbaik di Benua Afrika

Tonggak baru bagi striker Inter Milan asal Kamerun, Samuel Eto’o, di jagat sepak bola Afrika setelah menggaet predikat Pemain Terbaik tahun ini di Benua Afrika untuk keempat kalinya, Senin (20/12). Namun, titel itu justru membikin pemain legam ini merasa kurang nyaman.

Striker berusia 29 tahun ini menggaet predikat yang menandai keberhasilan klub, yang belum pernah ada selama ini. Berpijak pada poling, Eto’o menyingkirkan rival abadinya, Didier Drogba dari Pantai Gading dan Asamoah Gyan asal Ghana.

Predikat Eto’o ini kini melampaui predikat yang disandang Abedi Pele, yang tiga kali dianugerahi pemain terbaik di awal tahun 90-an. Berbagai penghargaan sudah ia terima. Ia memenangi medali utama lebih banyak, melebihi pemain mana pun di Afrika.

Itulah justru yang membikin Eto’o enggan menerima predikat yang menandainya sebagai pemain terbaik yang pernah ada.

”Rasanya tidak mungkin. Memenangi titel Pemain Terbaik selama empat kali ini berarti membikin rekor baru. Namun, saya pikir, saya tidak punya hak untuk mengatakan bahwa sayalah yang terbaik,” kata Eto’o di Kairo seusai menerima penghargaan.

Menurut Eto’o, ada banyak pemain terbaik pada generasi sebelumnya. Mereka menghadapi tantangan dan situasi berbeda dengan generasinya. ”Kita sungguh tidak bisa membandingkan masa,” sambungnya.

Bagi Eto’o, saat ini ada banyak pemain muda yang sedang memanjat tangga menuju kesuksesan. ”Mereka ada di belakang saya dan ada yang datang dengan sangat cepat. Siapa yang bisa bilang saya yang terbaik?” tuturnya.

Namun, ada banyak alasan soal pencapaian Eto’o, yang belum bisa dilampaui pemain sepak bola top lainnya di Afrika. Di level internasional, Eto’o pernah bertanding di tiga kali final Piala Dunia. Ia juga mengomandoi timnas negaranya pada turnamen tahun ini di Afrika Selatan.

Eto’o pernah memenangi Piala Afrika dua kali. Sebanyak 18 gol di final berbagai turnamen pernah ia cetak. Itu adalah rekor yang sangat sulit dicapai. Masih ingat, ia juga meraih emas Olimpiade tahun 2000.

Di tataran klub, Eto’o juga unggul. Setelah hijrah ke Spanyol ketika masih usia belasan tahun, ia mampu beradaptasi dengan suasana baru. Ia bekerja keras menerpa segala kesulitan. Ia mampu melawan rasisme dan membuktikan diri menjadi salah seorang striker terbaik di Eropa. Kecepatannya serta kemampuannya mengeksekusi bola belumlah tertandingi.

Bersama Barcelona, Eto’o memenangi dua kali Liga Champions UEFA. Ia membikin skor pada final tahun 2006 dan 2009. Bersama Inter Milan, ia memenangi final pada Mei 2010. Semua itu membikin Eto’o layak meraih gelar pemain terbaik selama empat kali.

 

Daftar Harga Transfer Pemain Di Bursa Sepakbola

Selain permasalahan ekonomi, peraturan finansial baru UEFA, atau segera diterapkannya ”financial fair play”membuat klub-klub sepak bola Eropa lebih irit dalam bursa transfer. Dalam kondisi itu, siapa pemenang dan pecundang dalam bursa kali ini yang nilainya turun 40 persen dari musim lalu?

Klub yangdimiliki keluarga kaya dari Timur Tengah, Manchester City, barangkali menjadi pengecualian dari pengetatan pengeluaran klub-klub Eropa.Menurut kantor akuntanDeloitte, klub Liga Premier mengeluarkan 350 juta poundsterling (Rp 4,8 triliun)di bursatransfer,22 persen di bawahmusim lalu, dengan sepertiganya adalah pengeluaran City.

Nilai-nilai belanja di liga besar lain, Italia dan Spanyol, jauh lebih menurun dengan klub-klub Serie A mengeluarkan 240 juta poundsterling, sedangkan La Liga 260 juta poundsterling. Klub Serie A, AC Milan yang bermarkas di San Siro bisa dipandang sebagai pemenang besar dalam bursa transfer yang baru saja ditutup pada 31 Agustus tengah malam lalu.

Zlatan Ibrahimovic dan Robinho, terlepas dari penampilan mereka musim lalu, tetap dipandang sebagai dua dari beberapa penyerang terbaik dunia saat ini. Milan berhasil mendapatkan keduanya dalam satu minggu terakhir bursa dan lebih gemilang lagi, ”Rossonerri” mendapatkannya dengan harga diskon. Ibrahimovic dibeli dari Barcelona dengan harga 24 juta euro (Rp 277 miliar).

Padahal, Barca dulunya membeli pemain ini seharga lebih dari 50 juta euro ditambah striker berkelas dunia lainnya, Samuel Eto’o. Robinho dibeli lebih murah lagi, hanya 18 juta euro, dari Manchester City yang menghabiskan dana 32 juta poundsterling untuk mendatangkan pemain asal Brasil ini dari Real Madrid.

Klub Liga Premier, Tottenham Hotspur, juga menjadi pemenang. Spurs yang untuk pertama kalinya tampil di penyisihan Liga Champions terbilang pasif sepanjang bursa transfer hingga melakukan kejutan besar pada detik-detik terakhir menjelang bursa transfer. Tim asuhan Harry Redknapp ini mendapatkan salah satu gelandang berkelas, Rafael Van der Vaart, dari Real Madrid dengan harga 8 juta poundsterling, jauh di bawah harga pasar.

Klub Liga Premier lainnya, Manchester City, memang rugi saat menjual Robinho, tetapi uang bukan masalah. City membeli David Silva, Mario Balotelli, Yaya Toure, James Milner, dan Aleksandar Kolarov, dengan total belanja mencapai lebih dari 120 juta poundsterling. Terlepas apakah pemain yang dibeli nilainya sesuai pasar, City bakal selalu menjadi pemenang dalam bursa transfer. Pasalnya, hal itu mempersulit klub lain untuk mendapatkan pemain. Ada yang menuduh City membeli pemain, meski tidak butuh, hanya dengan tujuan agar klub lain tidak bisa memperkuat skuad.

Klub Serie A, Inter Milan, disebut pecundang besar karena gagal atau tidak membeli pemain pada bursa transfer. Inter kehilangan striker Balotelli dan tidak mencari pengganti. Tim asuhan Rafael Benitez ini mencoba membeli Dirk Kuyt dan Mascherano dari Liverpool, tetapi berakhir dengan kegagalan. Kuyt bertahan di Anfield, sementara Mascherano memilih ke Barca.

Menurut mantan pemain AC Milan, Zvonimir Boban, Inter melakukan kesalahan fatal tidak menambah pemain. ”Mereka butuh pemain baru untuk memberi persaingan pada pemain yang telah ada. Mereka melakukan kesalahan dengan tidak membeli pemain. Mereka butuh playmaker, seseorang yang bisa memberikan bola dengan cepat kepada Wesley Sneijder,” kata Boban.

Klub lain, seperti Barcelona, boleh dibilang ada di posisi tengah. Barcelona mendapatkan David Villa seharga 40 juta euro, tetapi gagal mendapatkan Cesc Fabregas yang merupakan buruan utama. Barca mengalami rugi besar ketika menjual Ibrahimovic, tetapi mendapatkan Mascherano dengan harga yang relatif murah (sekitar 20 juta poundsterling).

Liverpool mendapatkan Joe Cole dengan bebas transfer, tetapi harus menjual Mascherano dengan nilai di bawah harga permintaan. Real Madrid mendatangkan Sami Khedira, Mesut Oezil, dan Angel di Maria dengan total nilai transfer mencapai lebih dari 68 juta euro. Terlepas dari keuntungan atau kerugian finansial, kesuksesan bursa transfer pada akhirnya bakal diukur berdasar hasil di lapangan. Siapa pemenang dan pecundang sebenarnya masih harus ditunggu pada Mei tahun depan.

Nike Gelar Program Seleksi Pemain Muda Berbakat Indonesia Untuk Dikirim Ke London

Produsen perlengkapan olahraga Nike akan menggelar program The Chance yang menyeleksi pemain-pemain muda sepak bola Indonesia untuk ikut Nike Academy di London, Inggris. Pemain yang lolos seleksi akan menjalani pelatihan selama setahun di London di bawah pelatih-pelatih berlisensi Liga Primer.

Seleksi pemain muda ini berlangsung di 40 negara dan akan menghasilkan 100 pemain. Para pemain itu akan diseleksi lagi di London. Tim seleksi yang terdiri atas pelatih-pelatih berlisensi Liga Primer itu akan memilih delapan anak. Para pemain juga akan diuji oleh pelatih kepala Arsene Wenger yang juga membesut Arsenal.

Delapan pemain muda yang lolos seleksi akhir di London itu memiliki peluang untuk mendapatkan tawaran kontrak dari klub-klub Inggris.

”The Chance merupakan pencarian global bakat-bakat baru pemain sepak bola yang bisa bergabung dengan Nike Academy. Mereka akan dilatih untuk menjadi pemain profesional dan berkesempatan untuk mendapatkan tawaran kontrak untuk bermain bersama klub di Inggris,” ujar Manajer Pemasaran Nike Indonesia Dyah Oetari, Selasa (31/8).

Di Indonesia, lanjut Dyah, perekrutan akan diadakan di Surabaya dan Jakarta. Ditargetkan sekitar 400 anak ikut dalam perekrutan ini dan akan dipilih 30 pemain berbakat. Mereka akan dikumpulkan di Jakarta dan diuji oleh tim yang dipimpin oleh pelatih klub Liga Super Indonesia Rachmad Dharmawan. Panel pelatih antara lain Patar Tambunan, Nursaelan, Aji Ridwan Mas, dan Yopie Riwoe.

Menurut Dyah, seleksi dilakukan dalam uji coba lokal pada 19-20 September. Seleksi pertama di Surabaya pada 19 September. Pemain yang sudah terpilih seleksi di Surabaya akan diberangkatkan ke Jakarta yang sekaligus diadakan seleksi pada 20 September. Peserta hasil seleksi akan mengikuti trial camp pada 22-23 September.

Pemain yang mendapat kesempatan ke London akan ditentukan pada 23 September. Untuk informasi dan mendaftar program The Chance bisa dilakukan di situs http://www.nikefootball.co.id.

Werder Bremen Bangkit Secara Spektakuler Mengalahakan Sampdoria Setelah Tertinggal 0-3 Dalam Liga Champion

Werder Bremen lolos dengan cara spektakuler setelah bangkit dari ketinggalan 0-3 untuk menyingkirkan Sampdoria pada laga kualifikasi final Liga Champions, Selasa (24/8). Sementara klub Portugal, Braga, membuat kejutan besar dengan menghentikan Sevilla.

Bermain di Stadion Luigi Ferraris, Sampdoria sepertinya bakal lolos setelah dua gol dari Giampaolo Pazzini dan satu gol lagi dari Antonio Cassano memberi mereka keunggulan 3-0 hingga menit ke-90. Namun, gol dari striker Bremen, Markus Rosenberg, pada injury time membuat pertandingan harus dilanjutkan lewat babak perpanjangan waktu karena agregat sama setelah pada pertandingan pertama berakhir dengan skor 3-1 untuk Bremen.

Mantan striker Chelsea, Claudio Pizarro, menghancurkan harapan Sampdoria dengan gol pada babak perpanjangan waktu yang membuat pertandingan leg kedua berakhir dengan skor 3-2. Meski kalah, Bremen berhak lolos karena mereka unggul dengan agregat 5-4.

Sampdoria tidak pernah lagi bermain di Liga Champions sejak 1992. Kapten Angelo Palombo mengakui, musuh mereka memiliki pengalaman lebih saat bermain di level tertinggi. ”Sungguh terasa sangat buruk. Kami unggul 3-0 dan seharusnya bisa mempertahankan kedudukan menjelang akhir laga. Mungkin kami terlalu bekerja keras sehingga kehabisan tenaga pada perpanjangan waktu. Mereka adalah tim sejati. Mereka memiliki banyak pengalaman, mereka hanya menciptakan dua atau tiga peluang. Sungguh memalukan, ini mimpi dan akan mendatangkan banyak uang bagi tim,” kata Palombo.

Sampdoria kini harus mengalihkan sasaran mereka ke Liga Europa. ”Kami harus bersabar, kami akan mencoba lagi. Kami masih bisa bermain di Liga Europa, sebuah kompetisi besar, ada banyak tim hebat, pemain hebat,” tambah Palombo.

Pelatih Bremen Thomas Schaaf sangat gembira dengan keberhasilan timnya menembus babak penyisihan grup Liga Champions meski baru kehilangan pemain bintang, Mesut Oezil, yang pindah ke Real Madrid.

”Kami sangat gembira meski tidak tahu mengapa kami harus melakukannya dengan cara yang sulit. Itu laga yang luar biasa,” kata Schaaf.

Kejutan

Sevilla, yang mencapai babak 16 besar musim lalu, harus menerima kenyataan pahit setelah disingkirkan Braga, klub yang tidak diunggulkan.

Klub asal Portugal ini lolos ke penyisihan grup setelah menang 4-3 pada pertandingan leg kedua. Pemain pengganti Lima masuk pada babak kedua untuk mencetak hattrick yang membawa Braga ke penyisihan grup untuk pertama kalinya dalam sejarah dengan keunggulan agregat 5-3, setelah menang 1-0 pada leg pertama.

Drama juga terjadi saat Partizan Belgrade menyingkirkan klub Belgia, Anderlecht, 3-2, lewat adu penalti setelah bermain imbang 2-2. Ini adalah kali kedua Partizan berhasil lolos ke penyisihan grup Liga Champions.

Sementara juara Swiss, Basel, menang mudah 3-0 atas klub Moldova, Sheriff Tiraspol, untuk lolos dengan agregat 4-0. Tim Israel, Hapoel Tel Aviv, mencatat sejarah setelah lolos untuk pertama kalinya ke babak penyisihan grup lewat hasil imbang, 1-1, atas Salzburg. Hapoel melaju dengan unggul agregat 4-3. Ini adalah yang ke-10 kali berturut-turut Sheriff gagal ke penyisihan grup, sementara Salzburg, tim asal Austria, gagal untuk yang keempat kalinya dalam lima musim terakhir.