Category Archives: SEA Games

Rekaman Drama Adu Pinalti Antara Malaysia dan Indonesia Pada Cabang Sepakbola SEA Games XXVI

Indonesia kalah dari Malaysia dalam adu penalti pertandingan final cabang sepak bola SEA Games XXVI, di Gelora Bung Karno, Senin (21/11/2011). Adu penalti dilakukan setelah kedua kubu bermain imbang 1-1 sampai akhir babak normal.

Indonesia unggul lebih dulu lewat gol Gunawan Dwi Cahyo pada menit kedua. Dari tengah kotak penalti, ia menanduk bola hasil sepak pojok Okto Maniani, dan bola masuk ke sudut kanan atas gawang Che Mat Khairul Fahmi.

Malaysia menyamakan kedudukan pada menit ke-35 melalui gol Omar Mohamad Asrarudin. Sambil menjatuhkan diri, ia menanduk umpan silang Bakhtiar Baddrol. Bola masuk ke sudut kanan bawah gawang Kurnia Meiga.

Indonesia sempat dominan dan agresif pada awal-awal pertandingan. Setelah lepas dari tekanan Malaysia, Indonesia menciptakan dua peluang emas melalui Andik Vermansyah dan Titus Bonai pada menit kedua. Kedua usaha itu dikandaskan kiper Che Mat Khairul Fahmi.

Selepas gol Gunawan, permainan berubah. Malaysia berusaha mengendalikan permainan dengan penguasaan bola dan Indonesia kesulitan merebut bola dan membangun koordinasi permainan yang rapi.

Hasilnya, selain kesulitan menciptakan peluang, Indonesia juga beberapa kali terancam. Pada menit ke-12, misalnya, Omar Mohamad Asrarudin menyundul bola secara akurat dari tengah kotak penalti, tetapi bisa diblok oleh Kurnia Meiga.

Setelah gol Titus Bonai pada menit ke-17 dianulir karena dinilai off-side, Malaysia melepaskan tiga tembakan, yang semuanya mentah membentur pagar betis Indonesia.

Indonesia mencoba keluar dari tekanan. Namun, akibat umpan yang tidak akurat dan kurangnya kemampuan merebut bola, usaha Indonesia tak menyusahkan Malaysia.

Di tengah kesulitan Indonesia membangun soliditas, Malaysia mencuri gol penyama kedudukan. Saat itu, bola sundulan Omar melewati dua pemain Indonesia, sebelum masuk ke gawang Kurnia Meiga.

Pada menit ke-47, Indonesia menciptakan ancaman berupa tendangan bebas Egi Melgiansyah langsung ke gawang lawan. Namun, tembakannya bisa ditangkap Fahmi.

Malaysia membalas itu dengan tembakan Fakri dan Irfan pada menit ke-55, yang semuanya bisa dikandaskan Meiga.

Peluang emas kembali didapat Indonesia pada menit ke-60. Setelah mengontrol umpan Tibo dengan dada, Wanggai berusaha menembakkan bola. Namun, gerakannya kalah cepat dari Fahmi.

Setelah tembakan Wanggai pada menit ke-65 meleset dari sasaran, tak ada peluang berarti sampai Bakhtiar Baddrol mengeksekusi tendangan bebas langsung ke gawang pada menit ke-83. Tembakannya yang mengarah ke sudut kanan bawah gawang bisa diantisipasi Kurnia Meiga.

Kedua kubu terus berusaha mencetak gol kedua. Namun, mereka sama-sama gagal melakukannya, sampai peluit berbunyi panjang.

Pada babak tambahan, Indonesia mampu menekan Malaysia, terutama pada babak tambahan kedua. Setidaknya ada tiga peluang yang diciptakan, tetapi gagal membuahkan gol.

Pada menit ke-100 dan ke-116, misalnya, Tibo dan Ramdani melepaskan tembakan yang bisa ditangkap Fahmi. Pada menit ke-117, Tibo melihat sundulannya melesat ke atas mistar gawang Malaysia.

Adu penalti
1. Tibo: Gol. Bola masuk ke sudut kiri bawah gawang. Fahmi bergerak ke arah yang benar, tetapi kalah cepat dari bola. 1-0

2. Jasuli Mahali: Gol. Bola masuk ke sudut kiri atas gawang. Meiga melakukan gerak antisipasi ke arah kanan. 1-1

3. Gunawan Dwi Cahyo: Gagal. Tembakannya membentur tiang kanan gawang. Fahmi lagi-lagi menebak arah bola dengan benar. 1-1

4. Othman Mohamad Fandi. Gol. Bola masuk ke sudut kanan bawah gawang. Meiga salah menebak arah bola. 1-2

5. Egi Melgiansyah: Gol. Bola masuk ke tengah gawang. Fahmi menjatuhkan diri ke sisi kiri. 2-2

6. Saarani Ahmad Fakri: Gagal, tembakannya ke sudut kiri bawah diblok Meiga. 2-2

7. Abdulrahman: Gol. Tembakannya ke tengah gawang salah dibaca oleh Fahmi yang menjatuhkan diri ke sisi kiri. 3-2

8. Fadhli: Gol. Bola masuk ke sudut kanan atas. 3-3

9. Ferdinand Sinaga: Gagal. Tembakan ke sudut kanan bawah diblok. 3-3

10. Baddrol: Gol. Tembakannya sempat mengenai Meiga sebelum masuk ke gawang. 4-3

Indonesia: 1-Kurnia Mega, 15-Hasim Kipuw, 13-Gunawan Dwi Cahyo, 28-Abdulrahman, 24-Diego Michels, 8-Egi Melgiansyah, 6-Mahadirga Lasut, 21-Andik Vermansyah, 10-Oktovianus Maniani, 25-Titus Bonai, 27-Patrich Wanggai

Cadangan: 12-Andritany, 5-Tericho Christiantoko, 14-Lukas Mandowen, 11-Ramdhani Lestaluhu, 28-Hendro Siswanto, 17-Ferdinan Sinaga, 7-Yongki Aribowo

Malaysia: 1-Che Mat Khairul Fahmi, 2-Jasuli Mahali, 3-Mohamad Azmi, 4-Mohamad Shas, 13-Saarani Ahmad Fahkri, 6-Omar Mohamad Asrarudin, 7-Fazail Mohamad irfan, 24-Ahmad Mohamad Muslim, 10-Bakhtiar Baddrol, 11-G. Kandasamy Gurusamy, 9-Ambumamee Thamil Arasu.

Cadangan: 20-Roslan Mohamad Izham Tarmizi, 15-Saidin Mohamad Amer, 17-Othman Mohamad Fandi, 21-Mansor Muhamad Nazmi, 28-Yong Kuong Yong, 8-Jusoh Abdul Shukur

Pelatih tim nasional U-23 Malaysia, Ong Kim Swee, mengaku senang timnya bisa mempertahankan emas di SEA Games XXVI setelah menekuk timnas U-23 Indonesia 4-3 dalam drama adu penalti.

“Ini merupakan sebuah kemenangan yang cukup manis. Kami mampu mendapatkan emas di dua SEA Games dan ini membuktikan kami menang bukan karena keberuntungan. Ini semua berkat dedikasi tim,” kata Kim Swee dalam konferensi pers setelah laga final.

Pada laga final, Malaysia tertinggal lebih dulu akibat gol Gunawan Dwi Cahyo pada menit kedua. Mereka menyamakan kedudukan lewat gol Omar Mohamad Asrarudin pada menit ke-35. Pertandingan akhirnya ditentukan lewat adu penalti, setelah skor 1-1 bertahan sampai akhir babak tambahan.

“Sebelum tiba di Jakarta, kami sudah siap untuk menerima semua kendala, termasuk tekanan dari pendukung. Saya anggap ini justru sebuah pembelajaran dan pembentukan karakter untuk pemain saya,” ujar sang pelatih.

“Pemain tetap fokus di pertandingan meski mendapat tekanan, bahkan sebelum pertandingan. Ini menunjukkan pemain Malaysia punya mental yang kuat. Saya sendiri kurang percaya saat menghadapi adu penalti,” tambahnya.

Tidak Ada Dana Dari Pemerintah Persiapan SEA Games Terganggu

Deputi IV Inasoc yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan kegiatan sebelum pembukaan SEA Games, pembukaan, hingga penutupan mengaku tidak memiliki dana operasional penunjang kerja panitia. Sampai sekarang semua pendanaan berasal dari kantong pribadi.

”Sampai saat ini dana operasional belum ada. Belum ada dukungan untuk kerja kami,” kata Deputi IV Inasoc Indra Yudhistira, di Jakarta, Jumat (25/3).

Indra menjelaskan, semua kebutuhan dana untuk kegiatan terkait deputi di bawah pimpinannya berasal dari kocek tiap- tiap anggota. Tidak ada dana sepeser pun dari pemerintah.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sejak rapat koordinasi yang berlangsung pada Februari 2011, pihaknya belum bisa bergerak lebih jauh karena ketiadaan dana, termasuk berkoordinasi dengan panitia lokal SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan.

Di tempat terpisah, Ketua Panitia SEA Games 2011 Pemerintah Provinsi Sumsel Muddai Madang menyatakan, pihaknya memerlukan dana tambahan Rp 150 miliar untuk keperluan acara pembukaan, penyelenggaraan, dan penutupan.

Dia menegaskan, kebutuhan dana sangat mendesak. Panitia daerah harus menggelar banyak kegiatan terkait persiapan acara pembukaan dan penutupan.

Ajukan proposal

Indra menjelaskan, Deputi IV tiga kali mengajukan proposal anggaran pembiayaan semua kegiatan. Kebutuhan total anggaran Rp 200 miliar.

”Sudah tiga kali revisi proposal diajukan, tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan,” ujarnya.

Rencananya dana itu untuk membiayai upacara pembukaan dan penutupan SEA Games, mengarak api SEA Games yang berasal dari Mrapen, Jawa Tengah, keliling ke 15 kota di Indonesia hingga Palembang, kegiatan seni dan budaya, serta upacara penyerahan medali.

Dia mengatakan, untuk kegiatan budaya, mereka menyiapkan 5.000 penari yang 95 persen penari lokal dari Sumsel. Pentas tersebut melibatkan lima penata tari dan penata musik lokal dan nasional.

Untuk kegiatan yang berada di bawah tanggung jawab Deputi IV, Indra menyatakan, mereka tidak akan menggunakan dana pemerintah. Mereka mengusahakan menggaet sponsor. ”Kami sedang mengupayakannya,” ujarnya.

Namun, katanya, kegiatan ini tidak akan berjalan tanpa dukungan dana operasional yang cukup.

Karate Berlatih dan Bertarung di Eropa Untuk Persiapan SEA Games

Cabang karate, salah satu andalan Indonesia meraih medali emas di SEA Games XXVI di Jakarta, akan menggelar latihan dan bertarung di Eropa.

”Tetapi, sebelum berangkat, kami lebih dulu akan menggelar seleknas (seleksi nasional) yang diikuti ke-30 karateka kami, yang kini mengikuti pelatnas SEA Games. Seleknas akan dilakukan Minggu, 27 Februari, di Senayan,” kata Hendardji Soepandji, Ketua Umum PB Forki, Rabu (16/2).

”Baru setelah mendapat 130 persen atau sekitar 23 sampai 24 karateka terbaik, mereka itulah yang bakal disiapkan untuk berlatih dan bertarung di dua kejuaraan di Eropa,” kata Manajer Pelatnas Karate Zulkarnaen Purba.

Italia dipilih sebagai tempat latihan di Eropa. ”Kami akan berangkat pada 15 Maret mendatang. Di sana para karateka akan mengikuti Italia Open yang akan berlangsung di Milan mulai tanggal 18 hingga 20 Maret,” ujar Purba, yang juga pengurus Forki dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Selesai di Italia Open, mereka langsung akan bertarung di Swedia Open yang digelar mulai 25 hingga 27 Maret. ”Memang, kami tidak memberikan target apa pun, tetapi tim PB Forki akan menilai kesiapan mental maupun teknik bertarung mereka,” kata Hendardji.

Indonesia Open

Setelah pulang ke Jakarta, peserta pelatnas SEA Games masih harus bertarung di Indonesia Open yang akan digelar awal Juni nanti. ”Di Indonesia Open, tim Indonesia akan menurunkan dua tim. Tim lainnya adalah hasil dari kejurnas yang digelar di Bekasi, bersamaan dengan pelaksanaan Swedia Open,” katanya.

Indonesia Open akan menjadi event penentu siapa yang akan terpilih menjadi anggota tim inti karate yang bakal diterjunkan ke SEA Games pada November 2011. ”Jelas, hanya yang menjadi juara di Indonesia Open yang akan tampil di SEA Games,” ujarnya

Nomor Pertandingan Siap Dikirimkan Untuk Sea Games 2011

Panitia penyelenggara SEA Games XXVI/2011, Inasoc, memastikan jumlah nomor yang akan dipertandingkan di DKI Jakarta dan Sumatera Selatan kurang dari 500. Jumlah yang sudah berkurang dari jumlah sebelumnya yang mencapai 577 nomor itu siap didistribusikan ke negara peserta pesta olahraga dua tahunan negara Asia Tenggara itu.

Ketua Umum KONI Pusat Rita Subowo, Senin (24/1), seusai rapat dengan Inasoc mengungkapkan, potensi medali dari nomor yang dikurangi menjadi pertimbangan pengurangan. Untuk nomor cabang olimpiade, panitia tidak mengurangi karena merupakan nomor wajib yang mesti dipertandingkan.

”Di antaranya nomor-nomor atletik 100 meter dan 200 meter. Demikian juga untuk nomor-nomor dari cabang renang. Itu nomor-nomor yang selalu dipertandingkan,” ujar Rita.

Jumlah nomor yang sudah berkurang, ujar Rita, akan dikirimkan ke negara peserta SEA Games, Selasa (25/1). ”Itu akan menjadi bahan pembicaraan dalam pertemuan Dewan SEA Games awal Februari 2011. Setiap negara akan memberikan masukannya dan diharapkan segera mengerucut ke jumlah pasti,” ujar Rita.

Dengan begitu, kata Rita, setiap negara bisa segera melatih atletnya sesuai nomor dari cabang yang dipertandingkan.

Deputi I Inasoc Djoko Pramono berujar, segera dikirimkannya jumlah nomor yang diputuskan Inasoc ke negara peserta SEA Games akan menjawab keluhan mereka. Sesuai dengan peraturan penyelenggaraan pesta olahraga dua tahunan di kawasan Asia Tenggara itu, jumlah nomor dan cabang yang akan dipertandingkan idealnya sudah dikirim ke negara peserta sekitar satu tahun sebelum penyelenggaraan pertandingan.

”Kita malah baru mengirim sembilan bulan sebelum pertandingan. Negara peserta sudah terus-menerus menelepon Ketua Umum ataupun saya. Namun, besok jumlah nomor sudah siap dikirimkan dengan jumlah nomor yang sesuai dengan keinginan Menpora, kurang dari 500 nomor,” ujar Djoko.

Rita menambahkan, untuk promosi dan pemasaran SEA Games, Inasoc sudah akan bergerak pada minggu ini. “Desain baliho ataupun iklan tengah dibuat dan akan dikirim juga ke Sumatera Selatan untuk dicetak. Titik seperti bandar udara, jalan-jalan protokol, ataupun pusat perbelanjaan akan menjadi titik yang penting untuk dipasangi baliho-baliho itu,” ujar Rita.

Secara terpisah, Seskemenpora Wafid Muharam mengatakan, menindaklanjuti kunjungan Wapres Boediono dan Menpora Andi A Mallarangeng ke Palembang, Jumat (21/1), Kemenpora sudah membentuk tim pemantau dan evaluasi. Tim terdiri atas unsur Kemenpora, Inasoc, pengurus induk cabang olahraga, dan KONI/KOI. ”Tim akan ke Palembang Rabu (26/1). Tim akan memantau dan mengawasi pembangunan fasilitas pertandingan di sana,” ujar Wafid.

Waspadai Perenang Malaysia

Chiang Mai telah memasuki musim dingin, tetapi persaingan di arena Pekan Olahraga Mahasiswa ASEAN XV 2010 terasa mulai panas. Posisi Indonesia yang tiga hari lalu di puncak klasemen medali, Senin (20/12), tergeser ke peringkat kedua oleh Thailand.

Dari 32 medali yang diperebutkan kemarin, Indonesia memetik enam emas, masing-masing tiga emas dari renang dan atletik. Thailand menambang 10 emas, sementara peringkat ketiga Malaysia memanen 12 emas. Thailand mengambil alih puncak klasemen dengan 23 emas, 27 perak, dan 19 perunggu.

Indonesia melorot ke urutan kedua (23-20-20), ditempel ketat Malaysia (22-14-23). Vietnam terpaut jauh di peringkat keempat (9-9-6), membuat POM ASEAN kini seperti menjadi ajang pacuan ”tiga kuda”, yaitu Thailand, Indonesia, dan Malaysia.

Tambahan tiga emas dari renang ditorehkan Muhammad Akbar Nasution (200 meter gaya ganti putra), Nicko Biondi Ricardo (50 meter gaya dada putra), serta kuartet Fauzi Sidik, Idham Dasuki, Akbar Nasution, dan Briand Howard (4 x 200 meter gaya bebas estafet putra).

Jika pada hari pertama Indonesia dominan dengan enam emas, pada hari kedua Malaysia merajalela dengan tujuh emas. ”Tim Malaysia putra-putri sangat kuat dan saingan utama kita. Dari ajang ini, kita bisa pantau kekuatan terkini mereka sebelum tampil di SEA Games (2011),” kata Akbar Nasution, yang telah menyumbang tiga emas.

Selain pada nomor 200 meter gaya ganti putra, Akbar tampil cemerlang pada 4 x 200 meter gaya bebas estafet putra. Tampil sebagai perenang ketiga, ia mengejar ketertinggalan tim Indonesia dengan menyalip perenang Malaysia pada 100 meter terakhir menjelang finis.

Dengan jarak yang terpaut cukup jauh dari lawan, perenang keempat Triadi Fauzi Sidik leluasa memimpin terus hingga finis. Tim Indonesia mencatat waktu 7 menit 52,70 detik dan Malaysia 7 menit 56,64 detik.

”Kondisi kolam yang berair dingin dan tidak adanya kolam cooling down sedikit menyulitkan. Ini juga dikeluhkan tim lain. Namun, kondisi ini harus kami atasi, misalnya dengan memperbanyak pemanasan,” ujar Akbar.

Malaysia percaya diri

Dengan kondisi kolam yang sama, pada hari kedua itu Malaysia lebih perkasa. Kekuatan renang putra-putri Negeri Jiran tersebut cukup merata. ”Setelah tiga tahun ditangani pelatih Australia, kami lebih percaya diri. Tak ada yang istimewa dari materi pelatih. Ia cuma tidak garang kepada pemain,” kata Khoo Cai Lin, perenang putri andalan Malaysia yang mengoleksi empat emas.

Persaingan di cabang renang yang masih memperebutkan 20 emas lagi agaknya bakal menentukan peringkat kedua dan ketiga di klasemen akhir, antara Indonesia dan Malaysia. Kekuatan Malaysia harus diwaspadai.

Pelatih tim renang Indonesia Felix C Sutanto menyebutkan, Selasa ini Indonesia menargetkan tiga emas dari 200 meter gaya dada putra, 400 meter gaya bebas putra, 50 meter gaya kupu-kupu putra, dan 100 meter gaya punggung putra.

Tiga emas atletik disumbangkan Triyaningsih pada lari 10.000 kilometer putri (35 menit 30,80 detik), Agustina Bawele dari 100 meter gawang putri (14,29 detik), dan Maria Natalia Londa pada lompat jangkit (13,38 meter).

Di cabang futsal, Indonesia melaju ke final setelah memukul Malaysia 4-2 (1-1). Di final, Rabu besok, Indonesia menantang Thailand yang menghajar Brunei 15-0.

Pelatnas Sea Games Ditargetkan Mulai Januari 2011

Satuan Pelaksana Prima Utama memastikan pemusatan latihan nasional untuk para atlet dari 40 cabang yang akan turun di SEA Games 2011 dimulai serentak Januari 2011. Satlak Prima Utama juga mengungkapkan perlunya setiap cabang menggunakan pelatih asing untuk mendukung sistem kepelatihan dan mendongkrak prestasi.

Sekretaris Satlak Prima Utama Hamidi, Kamis (9/12), seusai rapat persiapan SEA Games XXVI-2011 dengan pengurus besar (PB) cabang olahraga mengatakan, selama persiapan Asian Games 2010, Satlak Prima sudah mengimbau cabang yang tidak dikirim ke Asian Games untuk menyiapkan diri menghadapi SEA Games 2011. Untuk cabang yang dikirim ke Asian Games, ditargetkan sudah efektif menyelenggarakan pelatnas SEA Games 2011 mulai Januari 2011.

Hamidi mengatakan, ada juga cabang yang berangkat ke Asian Games dan sudah menyelenggarakan pelatihan SEA Games sejak dua atau tiga bulan yang lalu. Cabang itu di antaranya anggar dan karate.

”Namun, kami menargetkan pelatnas semua cabang dapat dimulai pada bulan Januari 2011,” ujarnya.

Pelatih asing

Dalam proses persiapan SEA Games 2011, Satlak Prima Utama mendukung penggunaan pelatih asing. Kehadiran pelatih asing itu dirasa perlu karena mereka memiliki pengetahuan dan teknik cabang olahraga secara benar. ”Pelatih lokal itu rata-rata berasal dari atlet sehingga pengetahuan mereka tradisional, tidak didukung ilmu pengetahuan. Mereka berlatih hanya berdasarkan pengalaman semata,” kata Tono Suratman, Ketua Satlak Prima Utama.

Tono menambahkan, kehadiran pelatih asing diharapkan dapat mempertajam kemampuan teknik atlet sedang untuk pelatih lokal, diharapkan ada transfer ilmu. Apalagi, dari evaluasi Satlak Prima berdasar hasil Asian Games, Indonesia bakal menghadapi ancaman dari negara Asia Tenggara, khususnya di cabang boling, loncat indah, layar, menembak, renang, tenis, dan karate.

Hamidi mengatakan, sebelum menggunakan pelatih asing, setiap PB harus menyelidiki prestasi pelatih tersebut. ”Kami akan mengontrol dengan meminta catatan PB atas pelatih itu dan kemajuan latihan setiap minggu. Kami akan mengevaluasi per tiga bulan,” ujarnya

Tim Soft Tenis Indonesia Jajaki Kekuatan Lawan Di Asia Tenggara

Kejuaraan Soft Tenis Asia Tenggara 2010 akan menjadi ajang tim nasional soft tenis SEA Games untuk mengukur kekuatan dan mengintip kekuatan lawan. Kejuaraan itu akan berlangsung pada 17-19 September 2010 di Kinabalu, Malaysia.

Ferly Montolalu, atlet soft tenis yang memperkuat timnas SEA Games 2011, Senin (6/9), mengatakan, di kejuaraan soft tenis Asia Tenggara itu, Indonesia akan menghadapi lawan yang sama tangguhnya dengan Indonesia, yaitu tim soft tenis Filipina dan Thailand.

Namun, ujar Ferly, ia optimistis tim Indonesia, khususnya tim putra, bisa menghadapi lawan-lawan dari dua negara itu. Sebagai gambaran, pada Kejuaraan Asia Tenggara Soft Tenis 2006 di Jakarta, tim soft tenis Indonesia meraih juara umum.

Tim Indonesia meraih medali emas dari nomor beregu putra, tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran. Sementara tim putri yang bertanding di nomor tunggal putri dan ganda putri hanya sampai semifinal. Juga untuk tim putri yang bertanding di nomor beregu putri sampai di final.

”Untuk itu, kita perlu melihat kekuatan mereka karena tim Indonesia diperkuat dengan atlet- atlet yang itu-itu saja sejak 2006 sampai sekarang. Sementara tim dari dua negara itu mengalami regenerasi yang cepat,” ujarnya.

Ferly memastikan, tim terus menyiapkan diri. Tim yang terdiri atas lima atlet soft tenis putri dan lima atlet soft tenis putra berlatih intensif hingga 15 September 2010 atau menjelang keberangkatan ke Kinabalu.

Lima medali

August Ferry Raturandang, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti), mengatakan, melihat kekuatan timnas Indonesia, ia menargetkan Indonesia akan meraih lima medali emas dari tujuh nomor cabang soft tenis yang dipertandingkan di SEA Games 2011.

Di ajang kejuaraan dua tahunan ke-26 yang bakal berlangsung di Indonesia itu, cabang soft tenis akan mempertandingkan nomor tunggal putri, ganda putri, tunggal putra, ganda putra, ganda campuran, beregu putri, dan beregu putra. Medali emas Indonesia ditargetkan direbut dari nomor tunggal putra, ganda putra, ganda campuran, beregu putra, dan beregu putri.

”Dengan kekuatan tim putra saat ini, prediksi perolehan medali ada pada mereka. Tim putri diprediksi tidak akan meraih medali karena melihat pengalaman mereka,” ujar Ferry.

Ferry menambahkan, hingga menjelang SEA Games 2011, timnas soft tenis akan terus mengikuti kejuaraan-kejuaraan. Selain sebagai ajang latih tanding, juga sebagai persiapan