Category Archives: Voli Pantai

Electric PLN Belum Mampu Saingi BNI 46

Sampoerna Hijau Voli Proliga digelar lagi musim ini dengan diikuti tujuh klub putra dan tujuh klub putri. Jakarta Electric PLN pada Proliga 2011 ini menurunkan dua tim, putra dan putri, sama dengan klub BNI 46.

”Kami ingin juga seperti BNI 46, ada tim putra dan putri. Dirut PLN cemburu dengan klub yang bisa menurunkan dua tim putra dan putri,” kata Asisten Manajer Tim Putra Electric PLN Titi Riana, Rabu (16/2). Electric PLN selama ini hanya mengikutsertakan tim putri di Proliga.

Pelatih Electric PLN Viktor Laiyan mengatakan, timnya diperkuat tiga pemain nasional, yakni Ma’ruf, Septyo Hadi, dan Heriyanto. Dua pemain Brasil, Rudolfo dan Fernando, yang digaji 3.500-4.000 dollar AS (Rp 31 juta-Rp 35,5 juta) per bulan juga memperkuat tim ini. ”Target kami sama tiap tahunnya, masuk empat besar,” kata Viktor.

Selain Electric PLN Putra, ada tiga tim yang juga baru bergabung di Proliga, yakni Semarang Bank Jateng Putra, Bandung Alko Putri, dan Bontang LNG Badak Putri. Tim putra lainnya, Surabaya Samator, Jakarta Sananta, dan Palembang Bank Sumsel Babel. Tim putri meliputi Gresik Petrokimia, Jakarta TNI AU, dan Popsivo Polwan.

Kompetitif

Memperebutkan hadiah total Rp 990 juta, Proliga yang dimulai 18 Februari hingga 22 Mei 2011 ini diharapkan makin kompetitif. ”Makin banyak tim yang bertanding makin bagus,” kata Manajer Pemasaran Sampoerna Kretek Yasin Tofani Sadikin. Tahun ini adalah tahun terakhir kerja sama delapan tahun antara Sampoerna dan PB PBVSI.

Bontang LNG Badak yang menggandeng mantan pelatih tim nasional putra, Winarto, bertekad memberi kejutan di liga ini. ”Ada pemain asli Kalimantan ditambah pemain dari Jawa, termasuk Deti dari Yuso Yogyakarta sebagai libero,” ujarnya.

Pemain Brasil, Allana T Silva, akan menjadi quicker dan Iva Milanova (Bulgaria) sebagai open spiker tim Bontang

16 Tim Bola Voli Siap Berlaga Di Bali Sampoerna Hijau

Sebanyak 16 tim Divisi Utama putra dan putri berlaga di Sampoerna Hijau Liga Bola Voli Divisi Utama 2010, 12-19 Desember, di Gelanggang Olahraga Purna Krida, Kabupaten Badung, Bali.

Namun, Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) menjatuhkan sanksi kepada tim putri Bahana Bina Pakuan Bandung (Jawa Barat) berupa denda Rp 20 juta dan larangan main selama dua tahun karena tim tersebut mendadak batal datang ke Bali.

”Kami harus menegakkan aturan demi kedisiplinan pembinaan agar tidak seenaknya keluar masuk divisi, terutama divisi utama,” kata Ketua Bidang Kompetisi dan Pertandingan PBVSI Pusat Hanny S Surkatty di Denpasar, Sabtu (11/12).

Pertandingan Livoli Divisi Utama 2010 menjanjikan permainan terbaik dari 16 tim terpilih, termasuk tim promosi. Hanny menilai kekuatan semua tim memiliki kesamaan dan sulit memprediksi tim mana yang dijagokan.

Pertandingan pembuka ditandai dengan partai putra Bank Sumsel melawan PDAM Badung dan Indomaret melawan Berlian Semarang. Pada tim putri, PLN Jakarta melawan Sigap Jakarta, Mabes TNI melawan Yuso Yogyakarta, Bank Jatim lawan TNI AU, dan Popsivo Polwan dengan Tectona Bandung.

Empat besar

Pelatih Samator Ibarsyah tidak yakin bisa kembali menjadi nomor satu. ”Tim kami belum siap benar karena sepulang empat pemain dari SEA Games lalu, semua tim baru berlatih 1 Desember lalu. Karena itu, target kami hanya masuk empat besar. Lawan juga tidak bisa dianggap enteng semuanya, termasuk tim promosi,” jelas Ibarsyah.

Hal senada dikatakan pembina PDAM Badung Nyoman Sukanada

Voli Pantai Putri Adalah Tontonan Yang Paling Dinikmati Pria Timur Tengah Meski Bikini Haram Tapi Menyenangkan

Empat remaja berusia 20-an tahun, salah seorang di antaranya bernama Habib, asyik menonton beberapa tim voli pantai putri berlatih menjelang pertandingan, Senin (6/12) di Al Musannah Sports City, lokasi perhelatan Asian Beach Games 2010, Muskat, Oman. Seusai menonton dua tim putri Jepang, mereka beringsut ke lapangan sebelah, menyaksikan dua tim voli putri Indonesia yang juga sedang berlatih.

Sambil tertawa-tawa, mereka tampak menikmati tontonan itu. Suka voli? ”Suka, tetapi tak bisa bermain,” sahut Habib menjawab pertanyaan Kompas. Ia lantas mengambil bola yang menggelinding keluar lapangan dan melemparkannya kepada Aning, atlet voli pantai Indonesia.

Ia kembali terbahak dan mengaku, ”Ya, suka” ketika ditanya apakah suka menonton tim putri berlatih. Boleh jadi memang soal bikini—kostum yang dikenakan para pemain voli pantai putri—yang menjadi daya tariknya. Ia lantas buru-buru menambahkan, ”Memakai pakaian seperti itu haram.” Lalu, mengapa kalian menonton? ”Haram, tetapi kami suka melihatnya,” kata Habib dan ketiga temannya sambil tertawa.

Bikini memang menjadi kostum standar internasional untuk atlet voli pantai putri. Bertanding voli dengan kostum seperti itu sudah menjadi pemandangan yang biasa di berbagai turnamen. Apalagi, voli pantai memiliki jadwal tur dunia yang pasti di setiap tahunnya dan hampir digelar setiap bulan di seantero jagat.

Ketika cabang olahraga ini digelar di Oman—yang baru pertama kali ini menggelar ajang multicabang setingkat Asia, khususnya untuk olahraga pantai—suasananya semakin semarak. Saat atlet putri bertanding, bangku penuh oleh penonton pria.

Budaya masyarakat Oman merujuk pada norma agama Islam, tetapi masyarakatnya menghargai keragaman agama. Seiring perkembangan zaman, transnasionalisme, dan globalisasi, Oman makin terbuka menerima budaya Barat. Seperti dikatakan Menteri Olahraga Kesultanan Oman Ali bin Masoud al-Sunaidy, masyarakat Oman tidak berkeberatan dengan kostum untuk atlet voli pantai putri. Artinya, mereka tidak memprotes ketika kostum tersebut dipakai di Oman. ”Asalkan bukan atlet putri Oman yang mengenakannya,” kata Ali di sela-sela kunjungannya ke Al Musannah Sports City yang terletak 125 kilometer dari jantung ibu kota Oman, Muskat.

Menurut Ali, kostum, mode, atau pakaian adalah sebuah pilihan. Aturan internasional untuk kostum voli pantai putri memang bikini, tetapi itu tidaklah kaku. ”Atlet kami bisa mengenakan celana panjang kok. Pilihan itu hak,” katanya. Jika pada ABG II ini Oman tidak mengikutsertakan tim voli pantai putri, itu karena Oman belum memiliki tim yang kuat.

Oman menjaga tradisi berbusana, seperti daishdasha atau kandoorah, yang biasa dikenakan para pria Oman. Ini semacam jubah atau baju panjang semata kaki dengan kancing di sepanjang depan jubah. Kandoorah dilengkapi dengan mussar, kain wol atau anyaman yang dililitkan melingkari kepala. Perempuan Oman juga mengenakan daishdasha, jubah panjang semata kaki, tetapi masih tetap mengenakan celana panjang. Masih ada abaya, lalu hijab atau jilbab dan burqa untuk menutupi wajah (di daerah tertentu). Sekali lagi, busana adalah soal pilihan.

Voli Pantai Indonesia Berharap Kuasai Grup

Pelatih voli pantai Indonesia, Slamet Mulyanto, berharap, kedua tim Indonesia yang diturunkan di Asian Games XVI-2010 Guangzhou mampu keluar sebagai juara grup mereka masing-masing.

”Kalau Andy Ardiansyah dan Koko Prasetyo Darkuncoro mampu menjadi juara di Grup C, serta Ade Candra Rahmawan dan Dian Putra Santoso mampu menguasai Grup H, keduanya akan terpisah di grup atas dan di grup bawah,” tutur Slamet, seusai mengantar kemenangan bagi kedua tim putra voli pantai Indonesia, Selasa (16/11).

Dengan begitu, tim Indonesia diharapkan bisa bertemu China di babak final. ”China ataupun Jepang merupakan tim terkuat. Itu sebabnya kami berharap bisa bertemu mereka di final saja,” kata Slamet.

Baik pasangan Andy/Koko maupun pasangan Dian/Chandra mampu menundukkan lawan-lawannya. Andy/Koko menang 2-0 (24-22, 21-12) dari pasangan Yaman Mahfoudh Adeeb/Mohammed Assar. Adapun Dian/Chandra menang 2-1 (15-21, 21-15, 15-9) dari pasangan Korea Selatan, Lee Gwangin/Ko Jumyong.

Menurut Slamet, peluang Andy/Koko untuk menjadi juara grup cukup besar. ”Setelah menang atas Yaman, mereka tinggal menghadapi Shinya Inoue/ Yoshiumi Hasegawa dari Jepang. Sedangkan Pasangan Dian/ Chandra masih harus lebih berkonsentrasi untuk menghadapi tim Oman (Khalifa Al Jabri/Abdullah Al Alrajhi),” ujarnya

Tim Voli Pantai Indonesia Kandas Ditangan China

Tim voli pantai nomor satu China, Wu Penggen/Xu Linyin, masih terlalu tangguh untuk pasangan tim Indonesia 1, Andy Ardiansyah/ Koko Prasetyo. Pada babak final Kejuaraan Tianliheng Voli Pantai Asia di Haikou, China, Minggu (24/10), Wu/Xu menekuk Andy/ Koko 2-0 (21-18, 21-16).

Wu/Xu, dua kali juara dunia voli pantai, mematahkan smes-smes Andy dan Koko dengan blocking yang akurat. Menurut Koko ketika dihubungi, blocking menjadi kekuatan pasangan China yang berpostur lebih tinggi. Plus kesalahan yang kerap dibikin sendiri oleh tim Indonesia 1, poin Wu/Xu makin bertambah dan membuat Andy/Koko harus bekerja ekstrakeras.

”Karena ngos-ngosan, konsentrasi kami pun goyah. Kami menjadi tidak fokus,” kata Koko.

Untuk bisa menumbangkan tim China, lanjut Koko, ia dan Andy harus bermain sempurna, tidak boleh ada kesalahan. Blocking harus dilawan dengan permainan taktis.

”Kami kini tahu bakal lawan nanti di Asian Games. Mereka sebetulnya tidak terlalu istimewa. Dua hal yang pantas diwaspadai, blocking mereka plus pengalaman bertanding yang jauh lebih banyak,” ujarnya.

Soal pertahanan dan servis, tim China juga memiliki kelemahan. Passing juga tidak terlalu istimewa. ”Kami sempat ambil empat kali servis karena pertahanan mereka lemah. Itu kami catat betul,” sambung Koko.

Intinya, Andy dan Koko yakin, tim kuat China ini bisa diimbangi. ”Jam terbang memang tidak dibohongi. Mereka kerap mengikuti tur dunia, sementara kami jarang sekali,” ujar Koko.

Pelatih voli pantai nasional, Slamet Mulyanto, mengatakan, masih ada waktu untuk berlatih dan membalas kekalahan itu di ajang Asia Games.

Tim Voli Pantai Indonesia Berjaya

Dua tim voli pantai putra Indonesia, pasangan Andy Ardiansyah/Koko Prasetyo Darkuncoro dan Dian Putra Santosa/Ade Candra Rachmawan menaklukkan lawan masing-masing pada babak penyisihan hari pertama Kejuaraan Voli Pantai Asia Pasifik Indonesia Terbuka 2010 di Pantai Tanjung Pendam, Tanjung Pandan, Belitung, Jumat (8/10).

Andy/Koko menekuk tim Oman, Hassan Alburajhi/Abdullah Alrajhi, 2-0 (24-22, 21-17); sedangkan Dian/Candra menumbangkan tim China 2, Li Yang/Yang Bo, 2-0 (21-16, 27-25) dan tim Thailand 2, Toyam Panupong/Niphon Nimnuan, 2-1 (21-16, 19-21, 15-9).

Sayang, keberhasilan dua tim putra Indonesia 1 (INA 1) dan Indonesia 2 (INA 2) ini tidak diikuti tim Indonesia (INA 3), pasangan yunior Fahriansyah/ Mohammad Bastomi. Fahri/Tomi dua kali didera kekalahan akibat minimnya pengalaman bertanding. Fahri/Tomi mampu mengambil satu set saat melawan tim Thailand 1, Sittichai Sangkhachot/Teerapat Pollueang. Pertandingan itu berakhir 2-1 (21-18, 17-21, 15-9) untuk Thailand 1. Saat melawan tim Malaysia 1, M Fitri bin Salim/Kiew Chiong Ung, Fahri/Tomi juga menahan tiga set, 1-2 (22-20, 24-26, 8-15).

”Kami baru pertama kali ini mengikuti turnamen internasional dan bertanding dengan tim asing. Kalau melihat permainan mereka, rasa-rasanya kami bisa mengimbangi. Namun, mental kami masih perlu diasah supaya tidak panik menghadapi tekanan,” kata Tomi.

Pasangan Andy/Koko ternyata juga tidak mudah melawan pasangan Oman. Andy/Koko mulanya tertinggal angka cukup jauh pada awal set pertama sebelum kemudian mengejar dan menyamakan kedudukan pada angka 17-17. Set kedua pun demikian, skor pasangan INA 1 tertinggal lebih dahulu.

”Kami baru pertama kali bertemu, dan kami tidak menyangka ternyata mereka bagus. Servisnya kuat sehingga penerimaan kami harus sempurna,” kata Andy.

Sementara itu, Dian/Candra dalam dua kali pertandingan kemarin mempertontonkan permainan yang seru. Dua atlet yang baru dipasangkan sepekan menjelang kejuaraan ini ternyata bisa beradaptasi dengan cukup cepat dan bekerja sama dengan baik. Pasangan China dan Thailand harus mengakui keunggulan Dian/Candra.

Slamet Mulyanto, pelatih voli pantai nasional Indonesia, mengatakan, tidak mudah mendapatkan Candra yang ”terpaksa” harus menggantikan pasangan bermain Dian, Suratno, yang mendadak mendapat tugas dari kantornya.

Bagi Dian, kunci kemenangan timnya adalah menjalankan yang dikatakan Steve Anderson, pelatih dari Australia yang dikontrak Indonesia hingga Asian Beach Games, Desember 2010. ”Pertama adalah mencermati kelemahan lawan, lalu mengatasinya. Soal kekompakan mungkin belum bagus karena masih baru, tetapi mudah-mudahan makin baik pada pertandingan selanjutnya,” ujar Dian.

Pada penyisihan, Sabtu ini, Andy/Koko akan menghadapi dua tim, yakni pasangan India, Dhamodharan Sri Ramalu/Sivabalan Pitchai, dan pasangan Iran 2, Bahman Gholipoury/Kia Shoushatarizadeh. ”Mudah-mudahan bisa menang dan menjadi juara pul agar babak selanjutnya lebih mudah,” kata Andy.

Putri INA 1 atasi Hongkong

Tim putri Indonesia 1 (INA 1), pasangan Yokbeth Kapasiang/ Ayu Cahyaning Siam kemarin mengalahkan pasangan Hongkong, Hung Tse Wing/Yee Kong Cheuk, 2-1 (15-21, 23-21, 16-14). Pertandingan berjalan mendebarkan, terutama pada set kedua. Pada set pertama Yokbeth/Aning banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga angka demi angka diraih pasangan Hongkong sampai tidak terkejar.

Pada set kedua Yokbeth/Aning pun seakan sulit melampaui skor pasangan Hongkong ini. Perolehan angka sungguh ketat. ”Biasa, kalau main pertama memang selalu begini. Sebetulnya kami sudah mengetahui permainan mereka karena kemarin juga berlatih bersama. Ya masalahnya ada pada kami, terlalu banyak membuat kesalahan sendiri,” kata Aning.

Kemarin, hanya pasangan putri INA 1 yang mampu mengalahkan lawan. Pasangan INA 2 dan INA 3 gagal memetik kemenangan. INA 2, Riris Irawati/ Fitri Wijayanti, bahkan dua kali kalah melawan tim China, Kit Chan Mei/Man Yip Wai dan pasangan Australia, Claire Battle/ Nicole Solomon. INA 3, Dita Yuliana/Efa Sri Susilowati, juga kalah atas pasangan terkuat di kejuaraan ini, yakni pasangan Thailand 1, Kamoltip Kulna/Yupa Phonongploy.

Yokbeth/Aning pada Sabtu ini harus bertanding melawan tim Selandia Baru, Kate Sherriff/Julia Tilley, serta pasangan juara Batam Terbuka Maret 2010 lalu, Kazakhstan 2, Irina Tsimbalova/Tatyana Mashkova. ”Kami harus mengatasi Selandia Baru dulu. Kami tahu kekuatannya dan saya yakin, kami di atas mereka. Kazakhstan 2 adalah lawan terkuat. Kami mencari runner-up di pul. Tetapi, kalau bisa juara, mengapa tidak,” tutur Yokbeth.

Pelatih timnas putri, Agus Salim, mengatakan, para pemain putri Indonesia memang kurang mampu menjaga kemampuan yang dimiliki. Hasilnya, tim lawan makin bagus dan tim Indonesia menurun.

Tim Voli Pantai Indonesia Gagal Keputaran Kedua

Tim voli pantai Indonesia, Koko Prasetyo Darkuncoro/Andy Ardiyansah, kandas di putaran kedua seri kejuaraan dunia bola voli pantai Swatch FIVB, Milner Terbuka, di Den Haag, Belanda, Rabu (25/8). Pasangan dari Italia, Fosco Cicola/Gianluca Casadei, menaklukkan Koko/Andy, 2-0 (25-19, 25-14).

Pada putaran pertama, Koko/Andy menumbangkan pasangan dari Perancis, Pierre Basset/Nicolas Lemaitre, 2-1 (21-13, 17-21, 19-17). Peringkat tim Perancis ini memang di bawah Koko/Andy, yakni peringkat ke-42. Sementara Koko/Andy berada di peringkat ke-23 dari total 49 tim yang mengikuti Milner Terbuka.

Di kejuaraan ini, Cicola/Casadei berada di peringkat ke-10 dan termasuk tim senior yang tangguh. Cicola kini berusia 36 tahun, sedangkan Casadei 32 tahun. Bandingkan dengan usia Koko yang 29 tahun dan Andy yang 32 tahun. Di usia itu, pasangan Italia ini masih memiliki spike yang bertenaga.

”Kami kalah di pengalaman dan postur tubuh. Tinggi badan mereka hampir dua meter, yang keuntungannya adalah memiliki blok-blok akurat,” ujar Koko, yang bertinggi badan 185 sentimeter, ketika dihubungi. Meski kalah, poin Koko/Andy meningkat dari 60 pada saat bertanding di Norwegia menjadi 96 poin saat ini.

Bagi Koko dan Andy, pengalaman bertanding di kejuaraan dunia ini sangat berarti. ”Semoga makin tangguh saat bertanding di Asian Games nanti,” ujar Koko.

Tim Indonesia lain, pasangan Suratno/Dian Putra Santosa, sudah tumbang di putaran pertama. Suratno/Dian dihabisi pasangan Inggris, Jody Gooding/Tom Lord, 0-2 (14-21, 14-21).

Mengutip situs resmi FIVB, Belanda sebagai tuan rumah memasang tiga tim di kejuaraan ini, termasuk juara Milner Terbuka tahun 2009 yang pernah juara di olimpiade, Reinder Nummerdor dan Richard Schuil. Tahun lalu, Nummerdor/Schuil mengalahkan pasangan Spanyol, Adrian Gavira/Pablo Herrera, di final. Pasangan Belanda ini sebelum mengikuti Milner Terbuka sudah menggaet titel di kejuaraan Eropa dan Belanda dua pekan lalu di Berlin dan Den Haag.

Milner Terbuka memperebutkan hadiah 380.000 dollar AS dan merupakan seri terakhir atau ke-14 di kejuaraan dunia voli pantai Swatch FIVB 2010 putra. Di bagian putri, kejuaraan dunia ini masih akan berlanjut di China pada Oktober 2010 dan berakhir di Thailand November 2010.

Turnamen ini digelar di 14 negara selama delapan bulan tahun ini dengan hadiah total 6,83 juta dollar AS

Cewek Cewek Seksi Brazil Mendominasi Kejuaraan Voli Di Taiwan

Juara bertahan bola voli putri Brasil melengkapi penampilan mengesankan mereka dengan menundukkan tuan rumah Taiwan tiga set, 25-15, 25-17, 25-16, dalam FIVB World Grand Prix 2010 di Taipei, Taiwan, Sabtu (21/8). Kemenangan itu mengunci tiket Brasil ke final bersama dengan Italia, Belanda, Amerika Serikat, Polandia, Jepang. dan China.

China langsung lolos ke final karena menjadi tuan rumah putaran final yang berlangsung di Stadion Beilun Sports and Arts Center, Ningbo, China, pada 25-29 Agustus. Kawasan miskin Ningbo itu sudah menjadi tuan rumah laga FIVB World Grand Prix sejak 2005, seperti dimuat dalam situs resmi fivb.org.

Tahun ini, FIVB Grand Prix dibagi menjadi tiga putaran penyisihan yang dilaksanakan di delapan negara dan kawasan.

Brasil tidak menurunkan libero mereka Fabiana de Oliveira dan Sheilla Castro untuk menundukkan Taiwan. Kedua pemain utama itu disimpan untuk menghadapi tim kuat Polandia pada pertandingan Minggu.

Taiwan sempat mengimbangi Brasil pada awal set pertama. Mereka memanfaatkan posisi kandang yang didukung oleh para suporter.

Brasil sering dibuat kerepotan karena para pemain Taiwan disiplin dalam bertahan. Di set ketiga, Taiwan sempat membuat kejutan dengan memimpin perolehan angka 4-3 hingga 5-3. Keunggulan Taiwan itu berkat strategi touch-out untuk mengalahkan keunggulan bloking pemain-pemain Brasil.

Sementara juara Eropa, Italia, menundukkan peringkat ketiga Asia, Jepang, setelah dipaksa bermain empat set, 25-23, 27-25, 21-25, 25-23. Ini merupakan kemenangan kedua berturut-turut pada putaran ketiga babak kualifikasi World Grand Prix. Italia dan Jepang sama-sama melaju ke final setelah mengemas enam kemenangan dan dua kekalahan.

Pemegang medali perak Eropa, Belanda, mengalahkan Republik Dominika 25-19, 25-22, 25-20. Kemenangan ini menjadikan posisi perbandingan menang-kalah Belanda menjadi 4-4, sedangkan Republik Dominika memiliki rekor lebih rendah dengan catatan 2-6.

Manon Flier menjadi pencetak angka terbanyak bagi Belanda dengan 17 poin, sedangkan Lisvel Eve dari Dominika mencetak 11 poin. Kedua tim mengawali laga dengan buruk dan sering membuat kesalahan. Belanda berhasil bangkit dan memenangi pertandingan empat set itu.

”Saya sangat senang dengan penampilan tim. Saya pikir kunci kemenangan adalah determinasi tim untuk bersatu setelah hasil mengecewakan kemarin,” ujar Pelatih Belanda Avital Selinger.

Penyabet medali perak Olimpiade Beijing, Amerika Serikat (AS), juga menang meyakinkan atas Thailand, 25-16, 25-16, 25-16. Postur para pemain AS yang jangkung merupakan keunggulan yang memungkinkan mereka mengontrol permainan.

China meraih kemenangan kedua minggu ini setelah menundukkan Jerman yang kehilangan ritme permainan sejak set pertama. Jerman menyerah 14-25, 19-25, 26-28 di hadapan sekitar 10.000 pendukung China di Hongkong

Tim Voli Pantai China Melawan Spanyol

Babak utama Kejuaraan Dunia Voli Pantai Paf Open di Finlandia telah menyelesaikan putaran kedua, Kamis (19/8). Pada putaran ketiga, Jumat ini, unggulan keempat asal China, Wu Penggen/Xu Linyin, akan melawan unggulan kelima dari Spanyol, Pablo Allepuz Herrera/Adrian Collado Gavira.

Adapun pasangan Amerika Serikat yang juga unggulan pertama, Todd Rogers/Philip Dalhausser, akan menghadapi pasangan Brasil yang diunggulkan di tempat kedelapan, Benjamin Insfran/Bruno Schmidt Oscar.

Di kejuaraan dunia ini hanya dua negara dari Asia yang masuk hingga ke babak utama, yakni pasangan China dan Kazakhstan. Kedua pasangan Asia ini memiliki postur tubuh yang berimbang dengan rata-rata tinggi badan atlet dari Eropa dan AS.

Seperti diberitakan di laman resmi Federation Internationale de Volley Ball (FIVB), cuaca di Mariehamn cukup dingin. Bahkan pada babak kualifikasi, Rabu, sempat turun hujan. Namun, hal itu tidak mengganggu jalannya pertandingan.

Dari 33 laga yang digelar Rabu, empat dari delapan unggulan teratas melaju mulus ke babak utama. Sudah bisa ditebak, unggulan papan atas adalah pasangan dari AS dan Brasil

Dua pasangan Indonesia, Koko Prasetyo/Andy Ardiyansah serta Suratna/Dian Putra Santosa, telah gugur pada babak kualifikasi yang digelar Rabu. Sangatlah sulit untuk mencapai babak utama yang sudah dikuasai tim-tim Eropa berpostur tinggi-besar itu.

Untuk menghabiskan sisa waktu hingga babak final tanggal 22 Agustus 2010, dua pasangan Indonesia ini menonton semua pertandingan yang ada. Jika ada waktu senggang, mereka mengajak tim lain yang sudah kalah di babak kualifikasi untuk berlatih.

”Kesempatan bagi kami untuk lebih mematangkan permainan. Caranya adalah mengajak tim yang lebih kuat untuk berlatih. Kami juga belajar dengan menyaksikan tim-tim di babak utama itu bertanding,” tutur Koko ketika dihubungi.

Paf Open akan berakhir Sabtu, baik untuk putra maupun putri. Pemenang pertama putra dan putri akan mendapatkan hadiah masing-masing 15.000 dollar AS. Seri kejuaraan dunia ini akan berlanjut di Belanda pekan depan.