Rekor Dunia Main Catur Buta Dipecahkan Setelah 80 Tahun Bertahan

Setelah lebih dari 80 tahun rekor catur buta dipatahkan pasangan tandem, Grand Master Timur Gareev dan Marc Lang. Catur buta adalah permainan catur di mana seorang pecatur tak akan melihat papan dan pion catur permainan. Seorang pecatur buta akan ditutup matanya hingga tak bisa melihat. Ia lalu mengucapkan setiap langkah dalam bentuk notasi catur (seperti e7-e5 atau e2-e4).

Pada 1934 silam, Alexander Alekhine dan George Koltanowski membuat rekor dunia setelah melawan enam pecatur handal sekaligus dalam satu momen permainan catur buta. Hasil Alekhine dan Koltanowski dalam ajang itu adalah 3 menang, dua imbang, dan kalah sekali dalam ajang yang digelar di Antwerp, Belgia itu.

Kemudian pada akhir pekan lalu di kota Sontheim, Jerman, Gareev dan Marc Lang mematahkan rekor tandem sebelumnya dengan mengalahkan tujuh lawan. Lebih hebat dari Alekhine-Koltanowski, Gareev-Lang tak kalah dalam upaya mematahkan rekor itu. Gareev-Lang menang di lima papan dan imbang dua.

Gareev–seorang grand master catur Amerika dari Uzbekistan–berrsama Lang yang memegang rekor 46 kali bermain catur buta secara simultan bekerja sama sebagai pasangan dalam pertandingan catur buta tandem. G Koltanowski (mata tertutup) adalah salah satu pecatur dunia yang memiliki kemampuan bermain catur tanpa melihat. Gareev dan Lang sendiri sebetulnya bukanlah dua orang yang bersahabat di papan catur. Keduanya adalah rival di dunia catur buta.

Seperti dikutip dari Chess Base, Gareev saat ini sedang berlatih untuk mengalahkan Lang sebagai pemegang rekor catur buta tahun depan. Meskipun melakukan pertandingan catur buta tandem, Gareev dan Lang tak berkonsultasi satu sama lain mengenai langkah mereka melawan masing-masing lawan.

Selain itu, dalam permainan catur buta, seorang pecatur tak akan melihat papan catur dimana pion dimainkan pecatur lain. Pada papan 1-3, keduanya menantang masing-masing seorang pecatur yang menggunakan pion warna hitam. Kemudian di papan 4 keduanya melawan pecatur yang menggunakan pion putih. Dan, di papan 5-7, Gareev dan Lang kembali melawan pecatur-pecatur yang menggunakan pion hitam.

Seperti dilansir surat kabar lokal Suedwest Presse, lawan-lawan Gareev dan Lang itu memiliki rentang usia 14-50 tahun. Tujuh pertandingan itu diselesaikan Gareev dan Lang dalam tempo waktu 4,5 jam dengan dua kali lima menit istirahat.

“Dari perspektif saya, ini tidaklah begitu sulit dan saya kira Timur pun merasa hal yang sama,” ujar Lang tentang bermain catur buta dikutip dari Chess News. “Bagi saya lebih kadang sulit untuk menebak apa yang ada dalam benak Timur untuk langkah pionnya.” Pertandingan itu dimulai pada pukul 19.00 waktu setempat dan berakhir lepas tengah malam.

Ranking Sepakbola FIFA Indonesia Jatuh Disalip Timor Leste dan Bhutan

FIFA telah memperbaharui peringkat negara-negara pesertanya untuk edisi Agustus 2015. Banyak perubahan mengejutkan, baik di papan atas dan juga bawah. Di peringkat atas, Cile berhasil kembali masuk sebagai 10 negara teratas menurut FIFA. Hal ini juga dikarenakan kemerosotan tajam yang dialami Belanda yang terjun tujuh peringkat dari tempat ke-5 menuju 12.

Namun, apa yang terjadi kepada Belanda itu bukan yang terbesar. Negara yang mengalami keterpurukan paling besar adalah Serbia yang turun 23 anak tangga ke posisi 66. Sedangkan yang terbaik dimiliki Jamaika yang naik 21 tempat ke posisi 55. Selain Belanda, di peringkat 10 besar ada Jerman yang juga mengalami kemunduran. Juara dunia 2014 itu berhasil disalip Belgia untuk menemani Argentina di posisi puncak.

Sedangkan bagi Indonesia yang saat ini tengah dijatuhi sanksi oleh FIFA kembali mengalami kemunduran satu tempat ke posisi 165. Meskipun masih berada di atas Malaysia (168), akan tetapi secara mengejutkan posisi tim Garuda berhasil disalip Timor Leste (163) dan Bhutan (164) yang naik dua peringkat.

FIFA resmi merilis peringkat terbaru per 9 April 2015. Berdasarkan rilis terbaru itu, Indonesia turun tiga tingkat ke level 159 dunia. Di level Asia, Indonesia menempati peringkat ke-30, sedangkan untuk level Asia Tenggara, pasukan Merah-Putih berada di urutan keenam di bawah Vietnam (125), Filipina (139), Thailand (142), Timor Leste (152), dan Myanmar (158).

Kejutan ditunjukkan oleh Bhutan. Negara di Asia Tengah itu melejit 46 tingkat dan menempati posisi 163 dunia. Untuk level Asia, Bhutan yang bersinar di babak kualifikasi Piala Dunia 2018 itu hanya terpaut dua peringkat. Kini, Australia yang menjuarai Piala Asia 2015 tak lagi menduduki posisi tertinggi. Posisi mereka direbut Irak yang naik dua tingkat (40). Sementara itu, posisi terendah Asia diduduki Mongolia.

Sejarah Berdirinya Ultimate Fighting Championship UFC

Dana White, komisioner Ultimate Fighting Championship (UFC), mengatakan bahwa musim pertama The Ultimate Fighter (TUF) tayang di televisi adalah layaknya “kuda troya” yang menyusup ke balik benteng pertahanan lawan dan menghancurkan dari dalam. Sebelumnya, pemilik UFC yaitu Lorenzo Fertitta dan Frank Fertitta memang sempat putus asa. Membeli kepemilikan UFC dari tangan Semaphore Entertainment Group (SEG) pada 2001 silam dengan merogoh kocek US$ 2 juta, mereka justru kehilangan US$ 40 juta pada empat tahun berikutnya.

Kala itu, Fertitta bersaudara membisniskan laga-laga UFC seperti pertarungan tinju biasa, yaitu dijual per pertandingan dengan sistem pay-per-view. Mereka ingin mendapatkan uang hanya dengan memanfaatkan kontroversi UFC sebagai pertarungan kotor namun dengan peraturan lebih ketat. Selama tiga tahun pertama berada di tangan Fertitta bersaudara, UFC pun tak berkembang. Pada 2004, mereka lalu menciptakan reality show “The Ultimate Fighter” sebagai cara terakhir untuk menutup kerugian. Jika cara tersebut tidak berhasil, maka Lorenzo dan Frank sudah bersiap-siap menjual UFC.

Di tayangan musim pertama, karena merujuk konsep reality show, UFC tidak terlalu fokus pada pertarungan dan lebih menunjukkan bagaimana para atlet melakukan serangkaian tantangan. Mereka dikumpulkan di satu pusat pelatihan di Las Vegas, Nevada, dan pemirsa bisa melihat bagaimana para petarung berlatih dan saling bersaing. Ada 16 petarung yang dibagi ke dalam dua tim yang masing-masing akan dilatih oleh Chuck Liddell dan Randy Couture, dua legenda UFC pada satu dekade sebelumnya. Para peserta akan berebut menjadi juara dengan iming-iming hadiah kontrak UFC senilai enam digit.

Dengan konsep seperti itu, UFC mulai dikenal di Amerika Serikat. Namun, hingga jelang laga final, UFC tidak menimbulkan kehebohan yang membuat mata para penduduk Paman Sam terbelalak. Pihak televisi pun tidak tertarik menawari Fertitta bersaudara perpanjangan kontrak untuk musim kedua. Semua ini berubah di partai final antara Forrest Griffin melawan Stephan Bonnar. Hingga saat ini, laga final pada 9 April 2005 tersebut dikatakan sebagai laga yang mengubah takdir UFC dan menjadi pertarungan terbaik dalam sejarah UFC.

Pada partai final itu, Griffin dan Bonnar memang memberikan seluruh kemampuan mereka. Meski dengan pelipis yang sobek dan darah mengucur di muka, kedua petarung tak mau berhenti untuk saling melayangkan kepalan tinju dan tendangan hingga ke batas terakhir. Dengan cepat kabar tentang adanya pertarungan menarik itu tersebar luas. Pemirsa yang sedang menyaksikan laga itu menghubungi teman dan kerabatnya untuk mengatakan “hey, coba cek televisimu, ada dua orang yang berkelahi dengan hebat.” Jika semula hanya kurang dari 2 juta orang menyaksikan acara saat pra-laga, baku hantam antara Griffin dan Bonnar membuat jumlah tersebut melonjak menjadi 3,3 juta orang.

Penonton yang berada di dalam arena pun menambah riuh suasana dengan berdiri dan berteriak memberikan dukungan, karena mereka melihat baik Griffin dan Bonnar tak mau menyerah. Di akhir laga, Griffin dinyatakan sebagai pemenang oleh juri. Namun, Fretitta bersaudara mengambil keputusan impulsif untuk juga memberikan kontrak hadiah kepada Bonnar karena pertarungan memang berjalan dengan sangat ketat. Keputusan itu langsung diumumkan seketika, sesaat setelah Griffin dinyatakan menang. Para penonton yang memang bersimpati pada kedua petarung pun sontak ikut bersorak-sorai. Pertarungan dan drama tersebut itu lah yang membuat pemirsa televisi mendapatkan tontonan menarik yang baru.

Saat itulah Fretitta bersaudara paham bahwa garis takdir UFC sedang berubah, bahwa pertarungan antara Griffin dan Bonnar telah menjadi pintuk masuk bagi bela diri campuran menuju hati masyarakat Amerika. Berkat laga itu pula UFC dengan mudah mendapatkan kontrak untuk musim kedua. Dalam waktu sepuluh tahun setelah pertarungan Griffin versus Bonnar, bisnis UFC juga telah benar-benar berubah. Dari semula dibeli oleh Fretitta bersaudara dengan nilai US$ 2 juta, kini telah bernilai US$ 3 miliar. Semua hanya karena satu pertarungan. Sebuah langkah kecil yang berdampak besar. Itulah yang bisa disematkan pada keputusan seorang warga negara Skotlandia, George Gracie, menuju Brasil pada tahun 1826 yang menjadi sebuah titik sejarah besar dalam dunia bela diri.

Memang, bukan George yang langsung mencatat sejarah setibanya ia di Brasil, melainkan cicitnya, Carlos Gracie dan Helio Gracie di awal 1900-an.Ayah Carlos dan Helio, yang berarti cucu dari George, Gastao, memiliki usaha sirkus dan dari sini ia bertemu pejudo dari Jepang, Mitsuyo Maeda.Carlos belajar teknik judo dari Maeda dan kemudian setelah itu mengembangkan teknik sendiri hingga akhirnya lahirnya sebuah beladiri bernama Jujitsu Brasil.George kemudian mengajarkan teknik beladiri tersebut kepada para saudaranya termasuk Helio, dan mereka berdua inilah yang kemudian membuat beladiri Jujitsu Brasil menjadi terkenal luas di negara tersebut.

Ketenaran Keluarga Gracie dengan beladiri Jujitsu Brasil nya kemudian tidak lepas dari fakta bahwa mereka menguasai Vale Tudo, sebuah turnamen bela diri campuran yang sudah digelar sejak tahun 1920-an di Brasil.Seiring dominannya para petarung dari Keluarga Gracie dengan teknik mereka, hal itu makin membuat teknik mereka populer dan digemari.Dari segi gerakan, Jujitsu Brasil adalah bela diri yang mengutamakan pada kuncian, cekikan, dan makin efektif saat pertarungan dalam posisi ground fighting.

Jujitsu Brasil sangat memungkin untuk membuat orang yang lebih kecil mengalahkan lawan yang memiliki postur lebih besar. Filosofi mereka adalah menggunakan energi dengan efisien akan membuat sebuah gerakan kecil memiliki dampak yang luar biasa besar. Kesuksesan ‘generasi pertama’ yang dimotori George dan Helio, kemudian terus dilanjutkan kepada anak-anak mereka. Alhasil, Keluarga Gracie semakin besar dan berkembang. Sejumlah nama tenar hadir di generasi penerus keluarga ini seperti Carlson Gracie, Carlos Gracie Jr., dan Rorion Gracie. Menguasai beladiri Jujitsu Brasil, masing-masing penerus Keluarga Gracie menempuh jalan hidup yang berbeda, namun hal itu yang justru membuat Keluarga Gracie makin dikenal.

Misalnya saja Carlson yang memilih jalan pertarungan dan sukses membuat namanya terkenal di seantero Brasil lantaran sukses melakukan balas dendam atas kekalahan sang paman, Helio pada Valdemar Santana. Jika Carlson memilih jalan pertarungan, maka Carlos Jr. memilih untuk membuat Jujitsu Brasil warisan pendahulunya menjadi lebih global. Carlos Jr. adalah pendiri Federasi Internasional Jujitsu Brasil (IBJJF) yang menjadi payung dari asosiasi jujitsu Brasil dari seluruh dunia. Selain itu, Carlos Jr. juga fokus pada penyebaran Jujitsu Brasil dengan menjadi pelatih di beberapa tempat.

Hal yang berbeda juga terjadi pada Rorion yang merupakan anak tertua dari Helio. Meski memegang sabuk ban hitam tingkat sembilan, Rorion juga lebih memilih untuk melatih dan tidak terjun dalam dunia pertarungan bebas. Namun tak seperti Carlos Jr., Rorion hijrah ke Amerika Serikat dan menjadi penata gerak sejumlah film laga Hollywood seperti Lethal Weapon. Dari tangan Rorion ini pulalah, bekerja sama dengan Art Davie dan John Milius, konsep pertarungan bebas di Amerika Serikat mulai dikenal, yaitu lewat Ultimate Fighting Championship pada tahun 1993.

Setelah UFC resmi digelar, nama tenar dari keluarga Gracie datang dari Royce Gracie. Ia sukses membuat Jujitsu Brasil makin dikenal luas ke seluruh dunia seiring kesuksesannya menguasai panggung UFC.Royce adalah juara UFC seri pertama, kedua, dan keempat. Tak dimungkiri, Royce adalah sosok fenomenal di awal berdirinya UFC dan menjadi salah satu petarung yang sukses mengangkat pamor UFC.Dalam tiap pertarungannya, Royce sukses mengalahkan lawan-lawan yang lebih besar darinya. Setiap lawan tersebut sukses dijatuhkan Royce dan kemudian ia mengunci lawan tersebut dengan berbagai teknik kuncian sampai akhirnya sang lawan menyerah.Sejak keikutsertaan Royce di UFC, dari seri satu hingga lima, Royce tidak pernah mengalami kekalahan.

Ia gagal menjadi juara UFC seri ketiga lantaran mengundurkan diri usai mengalahkan Kimo Leopoldo di babak perempat final. Saat itu Royce mengalami dehidrasi. Satu hal yang menarik dari era awal UFC adalah rivalitas Royce dengan legenda UFC lainnya, Ken Shamrock. Royce mengalahkan Shamrock di semifinal UFC 1 dan kemudian mereka berdua gagal bertemu di UFC 2 karena Shamrock cedera. Gambaran rivalitas mereka berdua makin terasa saat Shamrock memutuskan mundur dari final UFC 3 karena dirinya mengetahui bahwa Royce sudah mengundurkan diri terlebih dulu.

Keduanya akhirnya kembali bertemu di final UFC 5. Royce yang saat itu belum pernah terkalahkan kembali berhadapan dengan Shamrock yang memang penasaran ingin balas dendam. Duel keduanya berlangsung seru. Shamrock sukses memperlihatkan pertarungan imbang. Jika banyak lawan-lawan Royce sebelumnya yang sudah menyerah dalam hitungan kurang dari 10 menit, Shamrock mampu terus berduel hingga 30 menit plus enam menit waktu tambahan.

Hasil akhir pertarungan ini adalah seri yang kemudian memunculkan sejumlah debat di publik. Rasa penasaran makin meningkat karena Royce kemudian memilih untuk tak lagi bermain di UFC usai UFC seri kelima.Rivalitas hebat ini pula yang kemudian membawa keduanya menjadi dua orang pertama yang masuk Hall of Fame UFC pada tahun 1993.”Kami merasa bahwa tidak ada dua orang di luar mereka ini yang layak untuk menerima penghargaan ini.” “Kontribusi mereka terhadap UFC, baik di dalam maupun di luar Oktagon (arena pertarungan), tidak akan bisa disamai oleh yang lainnya,” ujar Presiden UFC Dana White saat memberikan sambutan.Daniel Kelly adalah seorang suami, ayah, guru, dan juga atlet judo yang telah empat kali mengikuti Olimpiade.

Namun, ketika ia memasuki ring bersisi delapan yang dinamai “The Octagon” untuk menunjukkan keandalannya dalam ajang Ultimate Fighting Championship (UFC), pemerintah Australia melabeli dirinya sebagai “preman” yang membuat tingkat kekerasan di jalanan meningkat. Secara sederhana, pandangan negatif itulah yang selama bertahun-tahun didobrak oleh para petarung bela diri campuran (Mixed-Martial-Arts/MMA). Mereka ingin mematahkan ucapan mantan senator dari Amerika Serikat, John McCain, bahwa olahraga ini adalah sekadar versi manusia dari “sabung ayam” dan bahwa pertarungan mereka terlalu barbar untuk disaksikan manusia.

“Olahraga ini adalah olahraga paling aman di dunia,” ujar Dana White, komisioner UFC sekaligus sosok yang membuat olahraga ini kini bernilai nyaris US$ 3 miliar. “Apa yang lebih brutal dari tinju?” tanya White. “[Di tinju] Anda dan saya berdiri saling berhadapan satu sama lain selama 12 ronde, dan tujuan saya adalah untuk memukul Anda sekeras mungkin di wajah dan membuat Anda tidak sadar.” “Dalam UFC, saya bisa mengalahkan Anda tanpa sekali pun memukul kepala. Ada kesalahpahaman bahwa karena para petarung bisa menendang, menyikut, memukul, dan menghantam dengan lutut, maka UFC lebih kasar dan berbahaya. Padahal ini tidak benar.”

Ucapan White ini memang tak lantas ditelan bulat-bulat oleh mereka yang meragukan UFC dan bela diri campuran. Namun, hal ini tak membuat langkah UFC sebagai sebuah industri olahraga berhenti. Semula dinilai terlalu brutal, UFC kini justru mampu menjadi salah satu terobosan baru baik dalam olahraga bela diri maupun industri hiburan. Hanya dalam waktu 22 tahun sejak pertarungan pertama UFC diadakan pada 1993 silam, olahraga tersebut kini telah berevolusi menjadi bisnis miliaran dolar yang bahkan mengancam keberadaan tinju sebagai industri tarung nomor satu.

Saat ini UFC dimiliki oleh dua bersaudara Lorenzo dan Frank Fertita. Keduanya membeli brand UFC pada 2001 silam dengan harga US$ 2 juta dari Semaphore Entertainment Group (SEG).UFC diciptakan SEG pada 1993 sebagai ajang untuk menguji ilmu bela diri yang paling mematikan. Mereka terinspirasi oleh keluarga Gracie dari Brasil yang terkenal sebagai ahli Ju-Jitsu dan acap kali mengalahkan para jagoan dari cabang bela diri lain, seperti Judo, Karate, atau Taekwondo. SEG merasa konsep seperti itu cukup kuat untuk menjadi sensasi baru di televisi. Mereka lalu menggandeng orang-orang terkenal di dunia hiburan dan menawarkan suatu konsep tarung yang baru — bahkan dengan bentuk ring yang jauh dari kata konvensional.

Melabeli diri sebagai ajang yang tak memiliki aturan, bahkan tak ada pembedaan kelas berdasarkan berat badan, dengan cepat UFC mendapatkan label ajang paling brutal di dunia. Akan tetapi, konsep acara ini tak benar-benar mendapat perhatian di mata Amerika karena dianggap terlalu serius dan kurang unsur menghibur. Tak ayal SEG pun melepas ciptaan mereka ke tangan Feritta bersaudara. Lorenzo Fertitta mengatakan bahwa keputusannya membeli UFC didasarkan pada kombinasi bisnis dan juga kesukaan akan olahraga. Tumbuh besar dari Las Vegas, Lorenzo sebelumnya telah melihat banyak pertarungan hebat, mulai dari Muhammad Ali, Larry Holmes, dan juga menikmati masa keemasan tinju di awal 1980-an ketika Sugar Ray Leonard, Marvin Hagler, Thomas Hearns dan Roberto Duran berjaya. Ia juga menyaksikan era Mike Tyson.

“Namun, saya merasa bahwa tinju sebagai bisnis telah rusak karena berbagai hal,” kata Lorenzo. “Olahraga bela diri adalah beberapa olahraga yang diterima dan bisa ditransfer di panggung global,” kata Lorenzo. “Kadang beberapa olahraga, misalnya saja kriket, tidak menyebar dengan baik. Kami mengambil dua atlet kelas dunia, dan kami mengizinkan mereka menggunakan bela diri apa pun yang mereka mau.”Setelah membeli UFC, Fertitta bersaudara menerapkan aturan keselamatan baru, menjaga para petarung, dan mengenalkan hak siar dan hak pemasaran untuk olahraga tersebut.

Mereka juga melarang tindakan-tindakan yang dinilai terlalu brutal, seperti mencolok mata, mengigit, menyerang selangkangan, dan juga menanduk dengan kepala. “Kami sempat mengambil jeda untuk melakukan pengamatan. Kami tahu kami sedang berurusan dengan olahraga yang memiliki latar belakang kontroversial,” kata tuan Fertitta.”Kami menyusul ulang peraturan. Kami melihat cabang olahraga tarung yang ditandingkan di Olimpiade, gulat Greco-Roman, taekwondo, dan juga judo.””Inilah olahraga kami, kombinasi dari keempatnya. Olimpiade menjadi panduan peraturan keamanan.”Perubahan-perubahan tersebut membuat nilai UFC telah meningkat beratus-ratus kali lipat dan hingga kini UFC menghasilkan pendapatan mencapai US$ 500 juta dalam satu tahun.

Dari semula hanya ditayangkan di satu stasiun televisi di Amerika Serikat, kini UFC ditayangkan di lebih dari 150 negara, dalam 30 bahasa, dan juga ditonton oleh lebih dari satu miliar orang setiap tahun. Lorenzo mengatakan bahwa jika dilihat dari keuntungan dan pendapatan, UFC kini berada di puncak waralaba olahraga global, seperti halnya Manchester United, Dallas Cowboys, dan juga New York Yankees.Pendukung UFC digambarkan sebagai laki-laki berusia 18 hingga 34 tahun. Namun, di beberapa bagian dunia, terutama Brasil, ada tingkat ketertarikan tinggi dari para perempuan.

Lorenzo mengatakan bahwa olahraga ini, ditopang dengan kehadiran media sosial, menciptakan penggemar dengan demografi yang berbeda dari tinju, yang sering kali dilihat sebagai olahraga “orang tua.”Di benua Eropa, kehadiran UFC pun kini terbantu dengan adanya Gary Cook, mantan petinggi eksekutif Manchester City yang akan mengembangkan olahraga ini ke Eropa, Timur Tengah, dan juga Afrika. UFC juga kini tak lagi dipandang sebelah mata oleh media. Jika sekilas mengunjungi situs resmi Fox Sports, ESPN, atau Sky Sports, maka terlihat bahwa ketiga media olahraga tersebut sudah menyediakan laman khusus UFC atau Mixed Martial Arts, yang berdampingan dengan berita-berita seperti sepak bola, tenis, atau formula 1.

UFC memang masih memiliki jalan panjang untuk benar-benar menggantikan tinju, terutama melihat pertarungan Floyd Mayweather Jr. dan Manny Pacquiao yang menjadi ajang olahraga dengan gelimang uang paling besar sepanjang sejarah.
Namun, melihat bagaimana UFC dan MMA bisa meroket hanya dalam waktu kurang dari 20 tahun, tak akan menjadi suatu kekagetan jika dalam 10 tahun ke depan mereka setidaknya sudah bisa berdiri setara dengan tinju.Garry Cook mungkin tidak mengenakan celana tarung atau sarung tangan ketika berangkat bekerja. Namun bukan berarti sosoknya kurang penting ketimbang mereka yang bertarung bela diri campuran (MMA).

Dengan kemeja, dasi, dan setelan jas, mantan CEO Manchester City itu kini menjadi bagian krusial dari dunia Ultimate Fighting Championship (UFC) dan menggunakan keahliannya di bidang pemasaran untuk “berkelahi” dan membuat ajang tarung gaya bebas itu mendunia.Nama Cook ‘muncul’ di dunia olahraga pada 2008, saat ia pindah dari Nike untuk menjadi CEO Manchester City. Cook merupakan bagian dari wajah baru City, yang awalnya terus menerus berada di bayang-bayang klub tetangga, Manchester United.

Akan tetapi, kesuksesan Cook di City harus diakhiri dengan cara yang kurang baik, setelah ia secara tak sengaja mengirim sebuah surat elektronik yang mengejek ibu salah satu pemain The Citizens saat itu, Nedum Onuoha.Selepas insiden itu, Cook akhirnya mengundurkan diri dari posisinya di City. Namun, jejaring bisnis yang ia miliki dengan pemegang saham UFC di Abu Dhabi membuatnya memulai perjalanan baru di dunia tarung gaya bebas.Cook yang terbiasa menangani pemain sepak bola, tampak tak terlalu kesulitan untuk menangani para petarung UFC, yang ia anggap lebih mampu menentukan nasib mereka sendiri.

“Pemain sepak bola berada di bawah kendali pelatih, media, dan sponsor,” ujar Cook melanjutkan. “Berbeda dengan para petarung.”Selain itu, Cook juga menggunakan pengalamannya di dunia sepak bola untuk mengembangkan nama UFC agar lebih mendunia. “Dulu ini (UFC) merupakan sebuah bisnis Amerika yang dibangun di lingkup jaringan televisi oleh beberapa orang seperti Dana (White, presiden UFC) dan Lorenzo (Fertitta, entrepreneur dan promotor olahraga),” ujar Cook kepada Telegraph. “Kini, bisnis ini telah menjadi bisnis global. Setelah bertahun-tahun, mereka menyadari telah membuat sebuah monster.”

Cook yang kini menjadi Ketua Global Brand UFC, merasa bisnis tarung bebas ini dapat menjadi lebih besar lagi, terlebih karena ia merasa pasar masih bisa menerima lebih banyak ajang UFC. “Kami ingin melakukan lebih banyak lagi (pertarungan UFC),” ujar Cook seperti yang dilansir MMA Fighting. “Saya menyadari hal ini di Brasil, kemudian di Asia. Ada tuntuntan untuk 20 hingga 30 event UFC lagi.” Tapi dalam usahanya memperbesar pasar UFC, Cook tak ingin gegabah dan memilih untuk mempertimbangkan banyak hal. Ia lebih memilih untuk mengatur bisnis secara hati-hati, terukur, dan “tidak terlalu agresif.”

Namun Cook menegaskan keinginannya untuk menciptakan pasar baru bagi olahraga tersebut.”Saya percaya, pekerjaan saya tak hanya menjamah para suporter UFC saja, tetapi juga membawa penonton baru di dunia olahraga ini,” ujar Cook melanjutkan. “Saya pikir itulah yang harus kami lakukan di 15 hingga 20 tahun ke depan. Kami ingin menjadi salah satu olahraga besar di seluruh dunia.” Menurut Cook, daya tarik dunia tarung gaya bebas ini terletak dari kesederhanaan olahraga tersebut.”Olahraga ini adalah dua orang petarung dalam sebuah duel. Akan selalu ada pemenang dan pihak yang kalah,” ujar Cook menjelaskan. “Tak ada drama lain. Dan hal ini begitu menjual, dimana pun di dunia ini.”

Cook mungkin bukanlah sosok yang menemukan UFC. Namun dengan bertindak sebagai inovator yang terus memperlebar sayap olahraga tersebut, Cook sejauh ini telah memenangi pertarungannya di luar lapangan, hanya dengan bekal kemeja, dasi, setelan jas, ilmu pengetahuan, dan keberanian untuk berinovasi.
Di luar ring, Ronda Rousey adalah seorang gadis yang manis dengan senyum tipis. Begitu masuk ring, tak pernah ada lagi senyum yang menghias wajahnya. Yang ada hanyalah wajah buas petarung yang siap meruntuhkan musuhnya.

Muncul dengan latar belakang seorang pejudo, Rousey sukses membuat panggung Ultimate Fighting Championship jadi area kekuasaannya. Sulit bagi petarung lainnya untuk bertahan dari keganasan Rousey meskipun pada sesi pra pertandingan mereka penuh percaya diri.Semua kepercayaan diri petarung-petarung tersebut langsung luntur di hadapan Rousey. Gaya bertarung Rousey sejauh ini sulit untuk ditaklukkan oleh petarung lainnya.Memulai pertarungan dengan saling adu pukul, Rousey biasanya mengincar celah untuk menjatuhkan lawan ke lantai, baik dengan sapuan kaki maupun bantingan.

Setelah lawan jatuh, Rousey dengan kedua kakinya yang lincah segera mengunci lengan lawan. Beberapa detik kemudian, pertarungan pun pasti dihentikan karena lawan tak lagi berdaya. Julukan ‘The Arm Collector’ sudah Bila lawan sibuk untuk menjaga lengannya agar tak dikunci oleh Rousey, maka tangan Rousey pun akan dengan cepat menghujani wajah lawan dengan pukulan bertubi-tubi dan membuat wasit menghentikan pertandingan.Liz Carmouche, Sara McMann, Alexis Davis, dan Cat Zingano adalah nama-nama yang sudah merasakan betapa buasnya di dalam arena pertandingan.

Untuk Zingano, lawan terakhir yang dihadapi Rousey pada 28 Februari lalu, ia bahkan hanya bisa bertahan selama 14 detik di hadapan Rousey. Ini adalah rekor pertarungan tercepat dalam sejarah UFC.Zingano yang maju tanpa takut menghadapi Rousey, ternyata harus langsung menyerah ketika ia menunjukkan celah di pertahanannya sehingga Rousey bisa langsung mengunci lengannya. Total Rousey memenangi seluruh 11 laga yang ia jalani di UFC. Namun sebelum UFC, karier Rousey sudah terbentang jauh.

Ganas dan buas di atas ring, karakter Rousey makin kuat lantaran ia juga dikenal tanpa ragu mengekspresikan ketidaksukaannya secara langsung. Dalam acara timbang badan dalam laga lawan Miesha Tate, Rousey tanpa ragu mengacungkan jari tengah di hadapan banyak media. Namun di luar itu, Rousey adalah gadis cantik di luar ring. Wajahnya begitu populer dan laris jadi model di banyak kesempatan. Ia pernah menjalani sesi foto dengan Majalah ESPN, Maxim dan juga Sports Illustrated. Rousey juga jadi sampul depan dalam cover game EA Sports UFC.

Ingin Jadi Petarung Terhebat, Bukan Gadis Terseksi di Dunia. Kombinasi ganas dan cantik itulah yang terus mengangkat nama Rousey ke permukaan dan diidolakan banyak orang. Namun Rousey sendiri secara tegas menyebut bahwa dirinya tidak nyaman dengan predikat cantik atau seksi. “Saat Sports Illustrated menyebut saya petarung terbaik untuk kelas pound for pound, maka saya akan merasa sangat jauh lebih bahagia dibandingkan saat seseorang berkata saya cantik,” ujar Rousey dalam wawancaranya dengan HBO.

“Jika saya terpilih sebagai ‘Wanita Terseksi yang Pernah Ada’, maka hal itu sama sekali tidak membuat saya gembira,” kata peraih medali emas PAN America 2007 ini menambahkan. Rousey juga menyoroti stigma yang beredar di publik bahwa kaum perempuan tidak cocok berada di dunia mixed martial arts (MMA). Banyak argumen konyol yang menegaskan bahwa MMA anti perempuan (dengan adanya pertarungan perempuan).” “Pertarungan bukanlah milik laki-laki, pertarungan adalah milik semua manusia.” “Justru dengan mengatakan bahwa MMA adalah anti perempuan, maka justru merekalah yang mendiskriminasikan perempuan,” ujar Rousey menegaskan.

Semua terdengar seperti mimpi. Berawal dari seorang petarung jalanan yang menjadi sensasi internet, Kimbo Slice kemudian direkrut untuk mengikuti ajang tarung paling populer di Amerika Serikat saat ini, Ultimate Fighting Championship atau yang akrab dipanggil UFC. Satu-satunya hal tersisa bagi Slice adalah mengalahkan para jagoan UFC dan menasbihkan dirinya sebagai juara. Namun, hanya dalam waktu 14 detik saja, Slice menyadari bahwa menjadi jawara UFC tak semudah yang terlihat di atas kertas. Hanya dalam waktu 14 detik saja ia harus tahu rasanya di-KO petarung veteran, Seth Petruzelli.

Nama seorang Kimbo Slice mulai tenar di kalangan pemerhati ajang bela diri dan juga para Youtube-mania pada pertengahan 2000-an. Videonya yang sedang bertarung di halaman depan sebuah rumah dengan cepat tersebar luas. Dengan perawakan gempal, janggut lebat yang hitam, gigi emas, serta kecepatan memukul dan kelincahan luar biasa, Kimbo Slice dengan cepat menarik perhatian para pengguna internet. Video pertarungannya memperlihatkan bagaimana Slice menghajar lawan tanpa kenal ampun, bahkan saking brutalnya ia membuat mata kanan sang lawan bengkak dan nyaris keluar dari soketnya. Dalam sekejap saja Kimbo Slice menjadi buah bibir banyak orang dan bahkan sempat tampil di sampul majalah ESPN pada tahun 2008.

Rekor bertarung Slice di jalanan, menang 22 kali dan kalah 1 kali, membuat perusahaan Elite XC merekrutnya. Padahal, semula ia hanya seorang petugas keamanan di perusahaan film porno, Bang Bro. Setelah menjalani beberapa pertandingan bersama Elite XC, perusahaan yang ingin meyaingi UFC, Slice pun mendapatkan kesempatan untuk mencicipi rasanya bertarung di UFC. Catatan Slice di awal-awal berkarier di UFC cukup menjanjikan. Dari tiga kali berlaga, ia mendapatkan tiga kemenangan yaitu melawan Ray Mercer, Tank Abbot, dan James Thompson.

Meski demikian, Slice mendapatkan reaksi negatif karena ketiga lawannya itu adalah petarung tua yang bentuk tubuhnya sudah tidak ideal lagi untuk melakukan bela diri campuran. Setelahnya, Slice ditawari peluang untuk menantang jagoan UFC di era 1990-an, Ken Shamrock. Lagi-lagi petarung tua, namun jika berhasil menang, Slice akan diakui bisa memiliki masa depan di dunia bela diri campuran. Jelang pertarungan tersebut, Shamrock undur diri karena sakit. Dengan waktu yang sangat singkat, seorang pemain UFC veteran, Petruzelli, mengajukan diri untuk menggantikan Shamrock.

Di hari-H, Slice memulai laga dengan agresif. Ia berulang kali melayangkan pukulan tangan kanan dan kiri bergantian. Petruzelli melangkah mundur hingga ke bersandar di ring dan menunjukkan aksi bertahan. Lalu, dalam sekejap Petruzelli bisa melayangkan pukulan KO ke arah rahang Slice sehingga sang fenomena internet terjatuh.

Dari sana, Petruzelli yang lebih ringan 18 kilogram dari Slice tinggal dengan mudah memukuli kepala Slice sehingga wasit pun menghentikan pertandingan. Hanya dalam waktu 14 detik saja Petruzelli membuktikan bahwa tak sembarang orang bisa menjadi jagoan di ajang UFC dan bahwa kekuatan yang didapatkan di jalanan tidak cukup untuk mengalahkan para petarung UFC yang sudah paham teknik bertarung dari jarak dekat. Slice sempat menjalani dua pertandingan lagi di UFC dengan hasil yang sama, yaitu dikalahkan dengan mudah. Setelah itu ia undur diri dan berkarier di dunia tinju amatir.

Foto Bukti Teori Konspirasi Hasil Tinju Floyd Mayweather dan Manny Pacquiao Diatur Beredar

Kartu skor dalam pertandingan akbar pada Sabtu malam antara Floyd Mayweather dan Manny Pacquiao menggiring opini kemungkinan petinju Filipina itu sebenarnya memenangkan pertarungan. Mayweather memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 48-0 di MGM Grand, Las Vegas, yang sekali lagi memperkuat posisinya sebagai petinju terbesar di zamannya.

Para hakim memberi penilaian 118-110 dan 116-112, 116-112, dengan Glenn Feldman, Burt Clements dan Dave Moretti, diberi kode ‘putih,’ biru ‘dan’ merah muda ‘, yang semuanya memenangkan Floyd. “Namun, kesalahan administratif pada kartu skor menyebabkan munculnya teori konspirasi bahwa Pacquiao seharusnya memenangkan pertarungan,” demikian analisis yang dilansir. Floyd Mayweather Jr berhasil menghindari pukulan Manny Pacquiao, petinju asal Filipina itu kalah saat melawan Floyd

Kartu skor resmi dari Komisi Atletik Negara Bagian Nevada atau Nevada State Athletic Commission menunjukkan bahwa petinju di sudut merah mengungguli petinju sudut biru, sesuai dengan penilaian semua dari tiga hakim yang menilai pertandingan itu. Tapi Mayweather, demikian Mirror, kenyataannya benar-benar berada di sudut biru dalam pertarungan di Las Vegas, itu. Hasil angka pertandingan tinju kelas berat antara Manny Pacquiao melawan Mayweather.

Hasil angka pertandingan tinju kelas welter antara Manny Pacquiao melawan Mayweather. Meski ada klaim di media sosial bahwa kecurangan sedang terjadi, yang dibuktikan dengan aksi seorang penggemar di Twitter yang menyatakan hasil pertarungan terbukti keliru dan pertandingan ulang harus diatur. Namun, di sudut kanan bawah dari kartu skor jelas berbunyi ‘Mayweather menang dengan keputusan bulat’.

Menurut analisis Mirror, nama-nama yang tercantum di pojok kanan kartu juga terbaca bahwa Mayweather berada di sudut merah, yang menunjukkan kemungkinan adanya indikasi konspirasi semakin besar. Setelah pertarungan, Pacquiao mengklaim ia mengalahkan petinju Amerika itu, meski keputusan hakim adalah mutlak. Dia mengatakan: “Saya kira saya memenangkan pertarungan. Dia tidak melakukan apa-apa. Dia hanya bergerak di sekitar di luar, sehingga tidak mudah untuk melancarkan banyak pukulan.

Petinju asal Amerika Serikat Floyd Mayweather Jr. berhadapan dengan Manny Pacquiao saat menimbang berat badan sebelum pertandingan di Las Vegas, 1 Mei 2015. “Saya bisa mengatasi kekuatannya, saya bertarung lebih hebat ketimbang dia dan tidak ada masalah,” ujarnya. Petinju Filipina ini lantas menyalahkan kekalahannya itu lantaran cedera bahu yang dia derita saat berlatih tanding tiga pekan lalu. “Tiga pekan sebelum pertarungan, saya harus melewatkan latihan beberapa hari karena cedera. Setelah dipindai, ada cedera di bahu kanan saya.”

Pacquiao menolak suntikan pembunuh rasa sakit yang disarankan oleh Komisi Atletik Negara Bagian Nevada, yang baru menyadari persoalan itu hanya kurang dari dua jam sebelum dimulainya pertarungan. Sejak mengungkapkan cedera itu, yang dilanjutkan dengan rencana operasi, kemungkinan bisa membunuh peluang Pacquiao untuk meminta pertandingan ulang dengan Mayweather.

Manny Pacquiao akan menjalani operasi pada manset rotator yang sobek pada bahunya. Setelah operasi, petinju asal Filipina itu harus istirahat bertinju 9-12 bulan. Seperti ditulis ESPN.com dan dikutip oleh Reuters, Pacquiao mengaku bahunya cedera terkena pukulan Floyd Mayweather pada Minggu, 3 Mei 2015.

Pacquiao kalah dalam pertarungan tinju termahal yang berlangsung di MGM Grand Garden Arena di Las Vegas, itu. Mayweather dinyatakan menang angka dalam perebutan gelar empat yang disatukan dan rekornya menjadi 48 kali menang tanpa kalah. Cedera menyebabkan hilangnya kesempatan Paquiao untuk melakukan tanding ulang setelah petinju berusia 38 tahun, Mayweather, mengatakan tidak akan lagi bertanding sebelum September karena akan mundur.

“Kami memiliki pindaian MRI yang memastikan dia sobek pada menset rotator, dia mengalami cedera serius,” kata dokter bedah tulang, Neal ElAttrache. Pertandingan Sabtu lalu membuat rekor Pacquiao merosot: menjadi 57 kali menang (38 KO), enam kali seri, dan dua kali kalah. Setelah pertarungan itu, promotor papan atas Bob Arum mengatakan Pacquiao mengalami cedera punggung di kamp latihan sekitar dua setengah pekan sebelumnya dan bukan karena terkena pukulan saat bertarung.

Paquiao memastikan cederanya pada Senin, dan petinju berusia 36 tahun itu mengatakan dokter menyarankan dia untuk istirahat, dirawat, dan dimonitor, jika ingin siap bertanding lagi. Namun Nevada Commission yang justru mengakhiri perawatan beberapa jam sebelum pertarungan dimulai, dan mengatakan cedera bahunya tidak perlu dikhawatirkan. Hari ini, Rabu, 6 Mei 2015, Manny Pacquiao menyatakan senang mendengar kabar tak terduga bahwa Floyd Mayweather Jr., juara kelas welter WBC/WBO/WBA yang mengalahkannya baru-baru ini, ingin melakukan pertandingan ulang.

Kabar itu disampaikan Mayweather dalam pesan pendeknya kepada Stephen A. Smith, wartawan ESPN. “Saya akan bertinju dengannya setahun setelah operasinya,” tulis Mayweather. Pada Sabtu malam pekan lalu waktu setempat, Mayweather menang angka atas Pacquiao dalam “pertandingan abad ini” di MGM Grand, Las Vegas, Amerika Serikat. Belakangan terungkap bahwa Pacquiao ternyata mengalami cedera bahu saat latihan dan cederanya semakin berat saat dia bertinju melawan Mayweather.

Pacquiao dijadwalkan segera naik ke meja operasi, dan proses pemulihannya membuat dia tak dapat naik ring sampai tahun depan. “Saya senang dia mau bertanding ulang,” kata Pacquiao kepada ABS CBN. “Tapi, pertama-tama, saya harus memulihkan bahu saya. Dokter bilang saya akan seratus persen oke (setelah dioperasi), tapi saya butuh istirahat empat-enam bulan.”

Analisa Pertarungan Tinju Mayweather Vs Pacquiao

Duel antara petinju Filipina, Manny Pacquiao, melawan Floyd Mayweather Jr asal Amerika Serikat sudah semakin dekat. Pertandingan yang disebut superfight ini akan digelar di MGM Grand Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, pada 2 Mei 2015. Menjelang laga tersebut, kedua petinju ini sudah saling serang di luar ring. Pacquiao sesumbar memperingatkan lawannya jika ‘naluri pembunuh’ telah kembali. “Saya sangat termotivasi. Inspirasi tekad dan naluri pembunuh kembali,” katanya seperti dikutip di laman Skysports, Kamis, 16 April 2015.

Pacquiao yang pernah menjadi juara tinju dunia di 8 kelas berbeda mengaku siap bertanding maksimal. Berbeda dengan Mayweather, Pacquiao menilai bahwa tinju masih menjadi dunianya. Dia mengaku terus berlatih untuk mempersembahkan pertarungan yang menyenangkan dan tak mempersoalkan pendapatan dari hasil tarung tersebut.“Saya ingin menikmati dan memberikan kehormatan untuk negara dan penggemar. Saya tidak ingin menjadi orang yang materialistis. Jika anda berpikir seperti [Mayweather], anda akan menjadi orang yang materialistis,” katanya.

Mayweather sebelumnya mengaku tak menikmati pertarungan yang akan dijalaninya. Menurut dia, duel yang akan dijalani dengan Pacquiao merupakan bisnis. “Dan ini adalah pekerjaan saya,” katanya. Menurut dia pertarungannya dengan Pacquiao akan menjadi pertarungan yang menarik. “Gaya kami berbeda, saya bertarung dengan kecerdasan. Setiap langkah dihitung, setiap gerakan dipikirkan.”

Pertarungan kelas welter ini telah menjadi subyek dari negosiasi selama enam tahun. Tak hanya akan menjadi pertarungan paling menguntungkan, tetapi akan menjadi arah untuk menentukan siapa pejuang terbesar pada zaman ini. Ketika Mayweather-Pacquiao menandatangani kontrak akhir Februari lalu, Top Rank dan Mayweather Promotions menargetkan rekor pendapatan sebesar US$ 40 juta dengan penjualan tiket dari harga US$ 1.000 atau Rp 12,95 juta sampai US$ 5.000 atau Rp 64,77 juta.

Siaran televisi langsung berbayar (pay per view) pertarungan Floyd Mayweather melawan Manny Pacquiao akan menjadi yang termahal dalam sejarah tayangan televisi berbayar di Inggris. Mayweather merupakan juara dunia tinju kelas welter WBC atau Dewan Tinju Dunia dan WBA atau Asosiasi Tinju Dunia, sedangkan Pacquiao juara dunia WBO atau Organisasi Tinju Dunia. Pertarungan yang disebut-sebut bakal menghasilkan uang terbanyak di dunia dalam sejarah tinju profesional ini akan berlangsung di Las Vegas, Amerika Serikat, 2 Mei mendatang.

Penonton televisi harus membayar 24,95 pound sterling atau sekitar Rp 484 ribu untuk dapat menyaksikan siaran langsung pertarungan itu. Jumlah uang yang harus dibayar itu bergantung pada cara menontonnya, sendiri atau beramai-ramai. Sebagai catatan, publik yang hendak menonton beramai-ramai biasanya ditawari televisi sirkuit. Sejauh ini, jumlah penonton pay per view di Inggris tercatat 1,2 juta. Menurut jaringan televisi Skysports, yang menyelenggarakan pay per view tersebut, harga laga ini merupakan yang tertinggi yang pernah mereka tetapkan.

Di Amerika, jaringan televisi Showtime dan HBO akan mengenakan biaya US$ 99,95 atau sekitar Rp 1,2 juta. Perbandingan Harga Pay Per View
Floyd Mayweather vs Manny Pacquiao (2015) 24,95 pound sterling (sekitar Rp 484 ribu)
Carl Froch vs George Groves (2014) 21,95 pound sterling (Rp 423,1 ribu)
David Haye vs Wladimir Klitschko (2011) 19,95 pound sterling atau (Rp 384 ribu)
Ricky Hatton vs Floyd Mayweather (2007) 14,95 pound sterling atau (Rp 288 ribu)
David Haye vs Nikolay Valuev (2009) 14,63 pound sterling atsu (Rp 282 ribu)
Ricky Hatton vs Manny Pacquiao (2009) 14,63 pound sterling atau (Rp 282 ribu)

Salah satu alasan mengapa para pihak yang berkepentingan begitu lama merealisasikan pertandingan tinju paling hebat setela era Muhammad Ali berakhir 1980-an yaitu The Money, Floyd Mayweather Jr, dari Amerika Serikat dengan Pac-Man, Manny Paquiao, kebanggaan Filipina, adalah mereka menegosiasikan semua hal dengan serius sampai aspek terkecil.

Promotor Bob Arum mengatakan mereka melakukan negosiasi secara seksama tentang semua hal itu sampai urusan siapa penyanyi yang akan menyanyikan lagu kebangsaan masing-masing sebelum pertarungan. Arum mengatakan Pacquiao sendiri yang menyetujui siapa penyanyi yang menyanyikan lagu kebangsaan Filipina dan Mayweather akan menyusul jejak musuh besar itu untuk mengatakan penyani mana yang akan melagukan “The Star Spangled Banner.”

Mereka menyebutnya Mega-Fight Pacquiao-Mayweather terhadap pertandingan tinju dunia di MGM Grand Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, 2 Mei 2015 ini. Setelah pertarungan perebutar gelar juara dunia tinju antara juara bertahan, George Foreman, dan penantangnya, Muhammad Ali, Kinshasa, Zaire -kini Republik Demokratik Kongo- pada 30 Oktober 1974, baru kali ada pertarungan tinju yang bisa menyamai pertandingan legendaris berjuluk the Rumble in the Jungle itu. Dan, pertarungan yang diyakini bisa semashur Rumble in the Jungle itu adalah Floy Mayweathe Jr melawan Manny Paquiao di perebutan gelar penyatuan atau unifikasi kelas welter dunia.

Pertarungan masih lama cukup lama, 2 Mei 2015, tapi perang sudah dimulai di meja perundingan di antara dua kubu ini seperti menyangkut pembagian keuntungan dan pembagian penempatan sponsor masing-masing. Perusahaan minuman bir Tecate, misalnya, sudah mensponsori Pacquiao and Top Rank, badan promotor Arum, bertahun-tahun. Tecate akhirnya memenangi rekor bidikan dukungan sponsor sebesar US$ 5,6 juta atau sekitar Rp 72,40 miliar. Adapun, perusahaan minuman bir Corona, yang juga telah mensponsori pertarungan Mayweather menerima alokasi US$ 5,2 juta.

Uang akan berputar dalam jumlah fantastis dalam pertarungan tinju dunia penyatuan gelar kelas welter antara Floyd Mayweather Jr. dan Manny Pacquiao. Pertarungan ini sudah jauh-jauh diprediksi akan memecahkan setiap rekor olahraga pertempuran fisik di dunia. Terus berkembang per hari dan diyakini bisa mudah melampaui US$ 400 juta atau sekitar Rp 5,18 triliun!

Tayangan hasil kerja sama dua stasiun televisi berbayar Showtime/HBO pada 2 Mei 2015 di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Amerika Serikat akan memutarkan uang US$ 74 juta atau sekitar Rp 958,67 miliar dari hasil penjualan lebih dari 15 ribu tiket. Hal itu dikatakan oleh salah satu promotor tinju legendaris di dunia, Bob Arum, kepada ESPN.com, Senin, 23 Maret 2015. Bob Arum menjadi promotor Pacquiao melalui badan usahanya, Top Rank.

Jumlah itu akan lebih banyak 3,5 kali lipat dari rekor penjualan tiket pertarungan penyatuan gelar kelas menengah junior antara Mayweather Jr dan Canelo Alvarez yang juga berlangsung di MGM Grand Garden Arena pada September 2013 yaitu US$ 20.003.150. Ketika Mayweather-Pacquiao menandatangani kontrak pada akhir Februari lalu, Top Rank dan Mayweather Promotions menargetkan rekor pendapatan sebesar US$ 40 juta dengan penjualan tiket dari harga US$ 1.000 atau Rp 12,95 juta sampai US$ 5.000 atau Rp 64,77 juta.

Karena tingginya permintaan, harga tiket naik dari US$ 1.500 ke US$ 7.500 untuk menargetkan pemasukan lebih dari US$ 50 juta. Sekarang, setelah revisi alokasi jumlah setiap kategori tiket dan membengkaknya nilai tiket tertinggi menjadi US$ 10 ribu, mereka menganggarkan arena MGM untuk bisa mengeruk sekitar US$ 74 juta. “Ini gila, tapi begitulah kenyataannya,” kata Arum. “Menakjubkan,” Arum melanjutkan.

Harga tiket tertinggi terakhir yaitu US$ 10 ribu atau sekitar Rp 129,47 miliar tidak dijual untuk umum tapi ditujukan kepada para selebritas, tokoh-tokoh terkenal, konglomerat, dan pelanggan rumah judi di Las Vegas. Sebagian orang meyakini bahwa pertarungan Mayweather-Pacquiao akan memecahkan rekor 2,4 juta orang yang menonton siaran televisi berbayar pertarungan Mayweather melawan Oscar De La Hoya pada 2007. Banyak yang meyakini penontonnya akan melewati jumlah 3 juta orang.

Dengan perkiraan tarif siaran televisi berbayar sekitar US$ 100 akan ada pemasukan potensial di siaran lokal berbayar US$ 300 juta. Penjualan siaran lokal ini termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan Puerto Rico. Siaran televisi lokal di mancanegara diharapkan menyedot US$ 35 juta dan ini juga ekor. Promotor Bob Arum mengatakan hak siar televisi di negara Pacquiao yaitu Filipina dijual kepada Solar dengan harga US$ 10 juta. Ini juga rekor untuk pertarungan Pacquiao.

Di Meksiko, dua stasiun televisi terbesar biasanya bersaing sengit dalam mendapatkan hak siaran tinju. Tapi, untuk megatarung Mayweather Jr versus Pacquiao ini, mereka bisa berdamai untuk membuat kesepakatan membeli hak siar sebesar US$ 2,3 juta.

HARGA TIKET MAYWEATHER-PACQUIAO DAN ALOKASI JUMLAH SETIAP KATEGORI:
US$10.000 (sekitar Rp 129 miliar) 1.100 tiket*
US$7.500 2.500
US$5.000 2.500
US$3.500 4.000
US$2.500 2.500
US$1.500 (sekitar Rp 19,42 juta) 2.500

* Tidak tersedia di penjualan untuk umum.

Uang akan berputar dalam jumlah fantastis di pertarungan tinju dunia penyatuan gelar kelas Welter antara Floyd Mayweather Jr. dan Manny Pacquiao. Pertarungan ini sudah jauh hari diprediksi akan memecahkan setiap rekor olahraga pertempuran fisik di dunia. Jumlah uang tersebut terus berkembang per hari dan diyakini bisa mudah melampaui US$ 400 juta atau sekitar Rp 5,18 triliun!

Tayangan hasil kerja sama dua stasiun televisi berbayar Showtime/HBO pada 2 Mei 2015 di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, akan memutarkan uang US$ 74 juta atau sekitar Rp 958,67 miliar dari hasil penjualan lebih dari 15 ribu tiket. Hal itu dikatakan salah satu promotor tinju legendaris di dunia, Bob Arum, kepada ESPN.com, Senin, 23 Maret 2015. Bob Arum menjadi promotor Pacquiao melalui badan usahanya, Top Rank.

Jumlah itu akan lebih banyak 3,5 kali lipat dari rekor penjualan tiket pertarungan penyatuan gelar kelas menengah junior antara Mayweather Jr. dan Canelo Alvarez yang juga berlangsung di MGM Grand Garden Arena pada September 2013, yaitu US$ 20.003.150. Ketika Mayweather-Pacquiao menandatangani kontrak pada akhir Februari lalu, Top Rank dan Mayweather Promotions menargetkan rekor pendapatan sebesar US$ 40 juta dengan penjualan tiket dari harga US$ 1.000 atau sekitar Rp 12,95 juta sampai US$ 5.000 atau sekitar Rp 64,77 juta.

Karena tingginya permintaan, harga tiket naik dari US$ 1.500 ke US$ 7.500 untuk menargetkan pemasukan lebih dari US$ 50 juta. Sekarang, setelah revisi alokasi jumlah setiap kategori tiket dan membengkaknya nilai tiket tertinggi menjadi US$ 10 ribu, mereka menganggarkan arena MGM untuk bisa mengeruk sekitar US$ 74 juta. “Ini gila, tapi begitulah kenyataannya,” kata Arum. “Menakjubkan.”

Manny Pacquiao tak hanya berlatih tertutup di kamp. Dalam menghadapi pertarungannya melawan Floyd Mayweather, petinju Filipina yang biasa dijuluki Pac-man itu bergabung dengan penggemarnya pada hari 12 latihannya untuk meningkatkan kebugarannya. Setelah menggelar jumpa wartawan bersama-sama di Los Angeles pada awal pekan kemarin, keduanya kembali berlatih di kamp masing-masing untuk menghadapi pertarungan di MGM Grand Arena, Las Vegas pada 2 Mei 2015. Keduanya sepakat untuk menjalani tes obat dengan gaya random Olimpiade pada urine dan darah sebelum dan sesudah pertarungan. Program pengujian akan dilakukan US Anti-Dobbing Agency (USADA).

Untuk menunjukkan pada penggemarnya terkait program latihan yang dijalani, Pacquiao mengunggah ke akun instagramnya saat ia menjalani sesi latihan berlari bersama rombongan pada Kamis, 12 Maret 2015. Dalam video itu, petinju yang meraih juara di delapan kelas berbeda itu tampak mengenakan penutup kepala putih, jaket hitam, dan celana pendek biru. Dia bersama rombongan tengah berlari di jalan.

Mayweather tak mau kalah. Petinju asal Amerika Serikat itu juga menunjukkan bagaimana ia berlatih kepada penggemarnya dengan mengunggah video latihannya sembari mendengarkan lantunan suara Phil Collins ‘In the Air Tonight’ di akun Instagramnya pada Jumat, 13 Maret 2015. Dalam latihan itu, ia tampak sedang berlatih dengan skipping.

Mayweather sesumbar akan menjadikan Pacquiao sebagai korbannya ke-48. Saat ini, ia telah mencatat 47 kemenangan, 26 di antaranya menang KO, dan tak pernah kalah sepanjang karirnya. Sementara, Pacquiao mempunyai catatan 57 kali menang, 38 di antaranya menang KO, 5 kali kalah dan dua kali seri. Ia yakin seratus persen bisa mengalahkan Mayweather.Mereka menyebutnya mega fight Pacquiao-Mayweather dalam pertandingan tinju dunia akan berlangsung di MGM Grand Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, 2 Mei 2015, ini.

Setelah pertarungan perebutan gelar juara dunia tinju antara juara bertahan, George Foreman, dan penantangnya, Muhammad Ali, Kinshasa, Zaire-kini Republik Demokratik Kongo-pada 30 Oktober 1974, baru kali ada pertarungan tinju yang bisa menyamai pertandingan legendaris berjuluk The Rumble in the Jungle itu. Dan, pertarungan yang diyakini bisa semasyhur Rumble in the Jungle itu adalah Floy Mayweather Jr. melawan Manny Pacquiao di perebutan gelar penyatuan atau unifikasi kelas welter dunia.

Uang akan berputar dalam jumlah fantastis dalam pertarungan tinju dunia penyatuan gelar kelas welter antara Floyd Mayweather Jr. dan Manny Pacquiao. Pertarungan ini sudah jauh-jauh diprediksi akan memecahkan setiap rekor olahraga pertempuran fisik di dunia. Terus berkembang per hari dan diyakini bisa mudah melampaui US$ 400 juta atau sekitar Rp 5,18 triliun! Tayangan hasil kerja sama dua stasiun televisi berbayar Showtime-HBO pada 2 Mei 2015 di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, akan memutarkan uang US$ 74 juta atau sekitar Rp 958,67 miliar dari hasil penjualan lebih dari 15 ribu tiket. Hal itu dikatakan oleh salah satu promotor tinju legendaris di dunia, Bob Arum, kepada ESPN.com, Senin, 23 Maret 2015. Bob Arum menjadi promotor Pacquiao melalui badan usahanya, Top Rank.

Jumlah itu akan lebih banyak 3,5 kali lipat dari rekor penjualan tiket pertarungan penyatuan gelar kelas menengah junior antara Mayweather Jr. dan Canelo Alvarez yang juga berlangsung di MGM Grand Garden Arena pada September 2013 yaitu US$ 20.003.150.Ketika Mayweather-Pacquiao menandatangani kontrak pada akhir Februari lalu, Top Rank dan Mayweather Promotions menargetkan rekor pendapatan sebesar US$ 40 juta dengan penjualan tiket dari harga US$ 1.000 atau Rp 12,95 juta sampai US$ 5.000 atau Rp 64,77 juta.

Karena tingginya permintaan, harga tiket naik dari US$ 1.500 ke US$ 7.500 untuk menargetkan pemasukan lebih dari US$ 50 juta. Sekarang, setelah revisi alokasi jumlah setiap kategori tiket dan membengkaknya nilai tiket tertinggi menjadi US$ 10 ribu, mereka menganggarkan arena MGM untuk bisa mengeruk sekitar US$ 74 juta. “Ini gila, tapi begitulah kenyataannya,” kata Arum. “Menakjubkan,” Arum melanjutkan.

Harga tiket tertinggi terakhir yaitu US$ 10 ribu atau sekitar Rp 129,47 miliar tidak dijual untuk umum tapi ditujukan kepada para selebritas, tokoh-tokoh terkenal, konglomerat, dan pelanggan rumah judi di Las Vegas.Sebagian orang meyakini pertarungan Mayweather-Pacquiao akan memecahkan rekor 2,4 juta orang yang menonton siaran televisi berbayar pertarungan Mayweather melawan Oscar De La Hoya pada 2007. Banyak yang meyakini penontonnya akan melewati jumlah tiga juta orang.

Dengan perkiraan tarif siaran televisi berbayar sekitar US$ 100 akan ada pemasukan potensial di siaran lokal berbayar US$ 300 juta. Penjualan siaran lokal ini termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan Puerto Rico.Siaran lokal di mancanegara diharapkan menyedot US$ 35 juta dan ini juga ekor. Promotor Bob Arum mengatakan hak siar televisi di negara Pacquiao yaitu Filipina dijual kepada Solar dengan harga US$ 10 juta. Ini juga rekor untuk pertarungan Pacquiao.

Di Meksiko, dua stasiun televisi terbesar biasanya bersaing sengit dalam mendapatkan hak siaran tinju. Tapi, untuk megatarung Mayweather Jr. versus Pacquiao ini, mereka bisa berdamai untuk membuat kesepakatan membeli hak siar sebesar US$ 2,3 juta. Petinju Filipina Manny Pacquiao terus menyiapkan diri menghadapi ‘pertandingan abad ini’ melawan Floyd Mayweather. “Saya yakin mampu menang mudah,” katanya kepada wartawan di Los Angeles pada, Rabu, 11 Maret 2015.

Dia ingin jutaan warga Filipina menyaksikan siaran langsung pertandingan yang akan digelar 2 Mei di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Amerika Serikat. Pac-Man — julukan bagi Pacquino — berharap dapat memberikan yang terbaik bagi negerinya. Saya menginginkan orang-orang tahu bahwa Tuhan dapat mengubah seseorang dari bukan siapa-siapa menjadi sesuatu, ujarnya, dan saya berterima kasih kepada Tuhan.

Di Filipina, pria yang lahir di Kibawei, 17 Desember 1978 ini dianggap pahlawan. Pacquiao adalah petinju dari benua Asia pertama yang berhasil meraih gelar juara tinju profesional di enam kelas berbeda, atau petinju kedua di dunia setelah Oscar de la Hoya.Dia juga petinju pertama yang berhasil merebut tujuh gelar di tujuh kelas yang berbeda. Yaitu lima gelar juara dunia dari lima kelas berbeda dan dua gelar dari Ring Magazine untuk kelas bulu dan welter junior.

Hal yang menarik adalah walaupun dia ini bertinju dengan gaya kidal serta memiliki pukulan kiri mematikan tapi dalam kesehariannya dia sebenarnya bukan orang kidal. Manny Pacquaio adalah seorang right-handed dalam kesehariannya Pada pemilihan nasional Mei 2010, Pacquiao terpilih menjadi anggota kongres Filipina. Kemudian dia terpilih menjadi senator Filipina dari Provinsi Sarangani, yang merupakan tempat kelahirannya. Sebagai senator, Pacquiao berhasil mendorong pembangunan gedung rumah sakit yang menjadi rumah sakit pertama yang ada di provinsi tersebut.

Meski menjadi anggota legislatif, karier tinju Pacquiao tidak berhenti. Untuk pertandingannya dengan Mayweather, Pac-Man akan mendapat bayaran 80 juta dolar AS. Sementara Mayweather, yang berusia 38 tahun, kabarnya bisa mendapatkan bayaran hingga 120 juta dolar AS. Mayweather saat ini merupakan pemegang sabuk juara dunia tinju kelas welter versi WBA dan WBC, sedangkan Pacquiao adalah juara kelas welter versi WBO.

Mayweather kini memiliki rekor bertarung 47 kali menang tanpa sekali pun kalah (26 KO). Sementara itu, Pacquiao punya catatan 57 kali menang, lima kali kalah, dan dua seri (38 KO). Presiden WBC, Mauricio Sulaiman menjelaskan pihaknya berencana membuat sabuk juara khusus. Sabuk juara itu nantinya akan menjadi milik siapa pun yang jadi pemenang. “Untuk pengakuan spesial ini, saya menginginkan zamrud atau platinum. Tapi, semuanya akan diputuskan dalam beberapa pekan ke depan,” katanya seperti dikutip Washington Post.

Penyelenggara mempromosikan sebagai ‘pertandingan abad ini’. Mereka akan menyiarkan secara global melalui jaringan televisi. Sulaiman yakin keduanya bakal mempertaruhkan reputasinya untuk membuktikan siapa yang terbaik. “Mereka juga bersaing untuk dianggap sebagai salah satu dari sepuluh petinju terbaik dalam sejarah tinju,” katanya.

Arena Tinju Piala Presiden Dipindah Karena Kekurangan Dana

Panitia kejuaraan tinju internasional Piala Presiden XXII berencana memindahkan arena pertandingan ke lokasi yang belum dapat dipastikan. Sulfa Ganie, wakil ketua panitia penyelenggara, mengatakan pemindahan tersebut terjadi setelah panitia gagal memenuhi uang sewa gedung Palembang Sport and Convention Centre (PSCC) senilai Rp 1,6 miliar untuk tujuh hari pemakaian. “Panitia ada keterbatasan. Kami sanggup kalau Rp 50 juta per hari,” kata Sulfa, Kamis, 2 April 2015.

Menurut Sulfa, meskipun minim pendanaan, acara yang bakal berlangsung pada 19-25 April itu akan tetap berlangsung. Pasalnya, hal itu menyangkut nama baik negara Indonesia. Saat ini pihaknya menyiapkan sejumlah arena alternatif yang ada di Jakabaring Sport City (JSC). Panitia, kata Sulfa, sedang mempertimbangkan penggunaan Gelanggang Olahraga Ranau atau GOR Dempo sebagai pilihan. Bila dilaksanakan di JSC, otomatis pendanaan akan semakin hemat. “Kami akan menemui gubernur agar beliau bisa menemukan solusi,” ujar Sulfa.

Martines Do Santos, sekretaris panitia, mengatakan Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Nasional (PP Pertina) sudah melihat langsung sejumlah gedung yang ada di Jakabaring. Menurut dia, gedung di Jakabaring sangat layak untuk menggelar kejuaraan berskala dunia itu, sehingga jika tidak ada keringanan sewa dari pengelola gedung PSCC, Santos mengatakan mereka memiliki pilihan yang jelas. “Saya kira sangat layak untuk melaksanakan Piala Presiden,” ujar Martines Do Santos.

Namun Martines masih berharap ring tinju dapat dipasang di PSCC. Pasalnya, gedung tersebut memiliki fasilitas lebih lengkap serta terletak di pusat kota. Karena itu, panitia pelaksana akan melobi Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin agar mereka bisa mendapatkan harga khusus. “Kalau gubernur bisa memberi keringanan, saya kira lebih baik dilaksanakan di PSCC,” ujar Martines yang juga menjabat Sekjen PP Pertina.

Tiket Tinju Floyd Mayweather Vs Manny Pacquiao Tanggal 2 Mei 2015 … Cetak Rekor

Pertarungan tinju antara Floyd Mayweather melawan Manny Pacquiao akan mencetak rekor baru. Seperti dilansir Daily Mail, tiket pertarungan yang akan digelar di MGM Grand Garden Arena Las Vegas, Nevada, 2 Mei 2015, itu menjadi yang termahal sepanjang sejarah tinju. Bayangkan saja, tiket termurah laga tersebut akan dijual dengan banderol 1.000 poundsterling atau sekitar Rp 19 juta. Sementara itu, tiket termahal diperkirakan mencapai 5.000 poundsterling atau setara Rp 85 juta.

Bahkan, pasar gelap diketahui telah membeli tiket-tiket termahal untuk pertarungan besar itu. Harga yang dijual di pasar gelap jauh lebih mahal lagi, yakni mencapai 100.500 poundsterling atau sekitar Rp 1,98 miliar! Selain harga tiket, hotel-hotel di sekitar MGM Grand Garden Las Vegas sudah mematok harga tinggi jelang pertarungan itu digelar. Para pendatang bisa dikenai biaya sebesar 1.000 dollar AS (Rp 13 juta) per malam.

Laga antara Mayweather melawan Pacquiao memang sangat dinantikan publik tinju dunia. Pertarungan bertajuk “Fight of the Century” itu sudah ditunggu-tunggu sejak lama. Kedua petinju juga menjanjikan pertarungan menarik. “Kami akan mengerahkan segala kemampuan pada malam nanti. Kami ingin memenangi pertarungan ini lebih dari semua pertarungan yang pernah kami jalani,” janji Mayweather yang diamini Pacquiao. Mayweather saat ini memiliki rekor mentereng dengan 47 kemenangan (26 KO) dan belum terkalahkan. Sementara itu, Pacquiao membawa catatan 57 kemenangan (38 KO), 2 seri, dan 5 kali kalah.

Petinju Filipina, Manny Pacquiao, menertawakan persiapan calon lawannya, Floyd Mayweather Jr, yang meniru gaya tokoh film Rocky Balboa. Awal pekan ini, Mayweather mengunggah beberapa gambar melalui akun Instagram miliknya mengenai persiapan menghadapi megatarung antara Pacquiao dan Mayweather pada 2 Mei mendatang. Mayweather antara lain melakukan persiapan cara kuno dengan membelah kayu dengan menggunakan kapak.

Cara ini meniru apa yang dilakukan Sylvester Stallone dalam film Rocky (1976) saat menghadapi perebutan gelar juara dunia tinju kelas berat menghadapi Apollo Creed maupun Rocky IV saat menghadapi Ivan Drago. Rocky saat itu lebih memilih membelah kayu daripada menghabiskan waktu di gym. Cara-cara tradisional ini sebenarnya sudah tak pernah dipakai para petinju di zaman modern. Namun, cara ini sempat digunakan lawan-lawan Pacquiao pada masa lalu, seperti Oscar De La Hoya dan juga Juan Manuel Marquez, yang memukul KO petinju Filipina ini di Las Vegas pada 2012 lalu.

Manny Pacquiao sendiri mengaku tidak memperhatikan persiapan yang dilakukan calon lawannya tersebut. Ia justru berkonsentrasi untuk meningkatkan kemampuannya menjelang megatarung itu. Tentang persiapan lawannya, ia hanya berkomentar, “Mungkin dia sedang menyiapkan kayu bakar untuk menanak nasi. Dia akan masak, jadi butuh kayu bakar,” seperti dikutip.

Mantan juara dunia tinju kelas berat, Evander Holyfield, menyebut Manny Pacquiao akan menang dalam pertarungan menghadapi Floyd Mayweather karena ada alasan khusus. Berbicara kepada Sports on Earth, Holyfield yang menjadi juara dunia pada dekade 1980-an dan 1990-an ini mengatakan, dalam olah raga tinju ada hukum tak tertulis bahwa tidak boleh ada juara dunia yang mundur tanpa terkalahkan.”Mayweather tidak akan menang. Dalam pandangan saya, dunia tinju saat ini tidak dapat menerima seorang juara dunia mundur tanpa terkalahkan,” kata Holyfield.

“Mereka ingin menjaga bisnis tinju dengan cara seperti ini: seorang petinju mengalahkan lawannya, kemudian akan datang seseorang mengalahkan orang yang menang tadi, lalu datang lagi orang yang mengalahkan orang yang mengalahkan orang tersebut, begitu seterusnya,” ungkap Holyfield.Menurut dia pula, Pacquiao akan menang angka dalam pertarungan tinju kelas welter yang akan berlangsung di MGM Grand Arena, Las Vegas, ini. “Ini yang akan terjadi. Pertarungan akan berlangsung ketat, dan Pacquiao akan menang angka,” kata Holyfield. “Persoalannya nanti akan menjadi: apakah Mayweather masih akan bertarung atau tidak.”

Kubu petinju Filipina, Manny Pacquiao, mendapat suntikan semangat dengan menerima kunjungan bintang film ternama, Mark Wahlberg, menjelang pertarungan menghadapi Floyd Mayweather Jr, 2 Mei mendatang. Wahlberg sempat hadir dan menyaksikan sesi latihan. Pacquiao mengungkap kegembiraannya menerima kunjungan Wahlberg dengan mengunggah peristiwa ini melalui akun Twitter miliknya.

“Terima kasih @mark-wahlberg sudah berkunjung dan mendukung saya dalam latihan sebagai persiapan menghadapi tanggal 2 Mei. Terima kasih Tuhan,” tulis Pacquiao dengan mengunggah gambarnya bersama Wahlberg. Namun, Pacquiao mengatakan juga bahwa ia tidak akan mengorbankan sesi latihannya menjelang pertarungan yang tinggal tersisa empat pekan. “Jangan mencari latihan yang mudah,” tulis Pacquiao. “Harus lebih keras agar kita menjadi lebih baik.”

Mantan juara dunia tinju Zab Judah membantah telah memukul KO Floyd Mayweather Jr dalam sesi latihan menjelang pertarungan menghadapi Manny Pacquiao. Mayweather disebut-sebut sempat terkapar selama lebih dari 10 detik akibat menerima pukulan keras dari Judah dalam sesi latihan, Minggu (22/3/2015). Petinju berjulukan “Money” ini belum pernah terjatuh akibat pukulan lawan, baik dalam latihan maupun pertarungan sesungguhnya. Karena itu, menurut sebuah sumber, kejadian ini sempat menbuat kubu Mayweather terpana.

Menurut Allsports.com, seorang saksi menyebutkan, “Zab (judah) memukul Mayweather dengan telak ke arah perut dengan pukulan hook kiri. Ia langsung jatuh.” Namun, Mayweather disebut langsung bangkit dan langsung membalas dengan pukulan-pukulan keras ke arah Judah. Zab Judah sendiri membantah hal tersebut melalui akun Twitter-nya. “Hal tersebut tidak benar dan tak pernah terjadi, tolong hentikan.”

Zab atau Zabiel Judah merupakan petinju kelahiran Brownsville, New York, 27 Oktober 1977. Sepanjang kariernya, ia pernah menjadi juara dunia di lima kelas yang berbeda. Petinju bergaya kidal ini pernah kalah angka dari Mayweather pada April 2008. Zab memiliki gaya bertarung yang terus merangsek serta pukulan yang keras seperti Manny Pacquiao. Karena itu, ia pernah juga dipilih sebagai mitra tanding Chris Algieri saat bertemu Manny Pacquiao di Makau, November 2014.