Baju Renang Profesional Yang Mampu Membuat Orang Berenang Lebih Cepat Meski Sedang Sakit

Bersamaan dengan selesainya Kejuaraan Atletik Eropa di Budapest minggu lalu, kejuaraan renang Pan Pacific digelar mulai Rabu (25/8). Kejuaraan diharapkan berlangsung dalam suasana wajar dibandingkan pertemuan serupa 15 tahun lalu karena saat ini tengah berkembang kontroversi mengenai baju renang.

Kontroversi itu rata-rata muncul dari kompetisi yang berlangsung tahun ini, menyusul pecahnya 43 rekor dunia di kejuaraan dunia tahun lalu di Roma. Para perenang putra kebanyakan mengenakan baju renang ketat sepanjang lutut dan ketat membungkus badan.

Baju renang itu terbuat dari bahan polyurethane dan neoprene ketat yang mirip dengan warna kulit serta memiliki efek ganda. Satu sisi baju itu bisa mengurangi ketahanan di air, tetapi di sisi lain baju itu juga bisa meningkatkan kecepatan kayuhan.

Atas kontroversi itu, para perenang yang hidup dan mati melalui perbedaan detik itu beserta para pelatihnya berkata, perubahan tidak akan datang segera. ”Para perenang yang memecahkan rekor dunia dan mengenakan baju renang yang seperti telanjang tidak pernah dianggap seperti seharusnya. Sementara perenang yang rekornya terpecahkan malah terdiskreditkan. Ini tidak bagus bagi olahraga kita,” ujar pelatih Australia, Leigh Nugent, Selasa (17/8).

Menurut kapten tim renang Amerika Serikat (AS), Jason Lezak, baju renang itu sebaiknya diberikan kepada perenang yang tidak berlatih keras supaya tetap bisa bersaing. ”Tahun lalu, saya tidak berlatih keras sehingga saya tidak dalam performa bagus, tetapi saya tetap bisa berenang cepat,” ujar Lezak.

Menurut Lezak, baju renang itu membantu perenang yang tidak sedang dalam kondisi bagus dan perenang itu tetap bisa berenang cepat dalam baju ketat itu.

Nugent menambahkan, meski memberi kontribusi yang baik, ada anggapan baju renang itu justru membebani pemakainya karena butuh waktu 40 menit untuk memakainya. ”Sobekan pada baju pabrikan itu bakal mengganggu perenang. Perubahan pada baju renang akan membuat sejumlah perenang tidak mampu bersaing. Mereka bisa stres besar,” ujar Nugent.

”Satu tarikan keras saja pada baju itu akan membuat perenang berkeringat. Sementara jika baju itu sobek sehingga perenang harus memakai baju yang lain, perenang akan ketinggalan perlombaannya. Maka, selesai sudah,” ujar Nugent.

Hal itu terjadi pada juara nomor 50 meter gaya bebas ketika George Bovell dari Trinidad-Tobago baju renangnya sobek. Ia harus menunggu bersama-sama para pesaingnya di semifinal kejuaraan renang 2009.

Lawan Bovell menolak instruksi ofisial untuk berenang dan memilih menunggu hingga bajunya diperbaiki. Sementara Bovell yang berenang dengan baju lamanya malah bisa memenangi lomba yang tertunda hingga final.

Namun, terkait kontroversi itu, para perenang tetap beranggapan seharusnya kontroversi itu jangan sampai merusak kejuaraan dan para pencetak gelar dunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s