Caster Semenya Atlit Putri Yang Dituduh Berganti Kelamin Belum Bisa Bicara Banyak

Dua atlet lari cepat kontroversial, mantan juara lari 100 meter putra olimpiade, Justin Gatlin asal Amerika Serikat, dan pelari putri asal Afrika Selatan yang dituding berjenis kelamin pria, Caster Semenya, sama-sama belum mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya pada kejuaraan atletik di Rovereto, Italia, Selasa (31/8).

Gatlin, yang kembali berkompetisi setelah menjalani hukuman empat tahun akibat terbukti menggunakan obat peningkat hormon, mampu mencatat waktu 10,09 detik, di belakang pelari Jamaika, Johan Blake, yang mencetak waktu 10,06 detik.

Catatan waktu terbaik Gatlin sebelum dijatuhi skorsing adalah 9,85 detik. Meski masih jauh di atas catatan waktu terbaiknya, catatan waktunya itu terus menunjukkan perbaikan sejak dia turun kembali ke nomor andalannya tersebut. Pada kejuaraan di Estonia, beberapa pekan lalu, ia mencetak waktu 10,24 detik.

Dengan catatan waktu yang terus membaik, bukan mustahil Gatlin akan ikut bersaing dengan juara dunia sekaligus juara olimpiade, Usain Bolt, pada ajang Olimpiade 2012. ”Saya rasa, saya bisa berlari dan menjadi ancaman bagi siapa pun,” ujar Gatlin.

Semenya ketujuh

Pada nomor lari 800 meter putri, juara dunia Caster Semenya hanya mampu finis kesembilan dengan waktu 2 menit 07,16 detik. Catatan waktu itu 6,79 detik lebih lambat dari pemenang nomor 800 meter, Elisa Cusma Piccione asal Italia.

Ketika ditanya mengapa catatan waktunya begitu lambat, pelari berusia 19 tahun itu menjawab, ”Tidak apa-apa. Ini hanya sebuah perlombaan.”

Manajer Semenya, Jukka Harkonen, Rabu (1/9), menjelaskan, dia kelelahan dan sakit. ”Dia tak punya tenaga saat pemanasan, kakinya benar-benar berat. Dia benar-benar mengalami hari yang buruk,” ungkap pelatih asal Finlandia itu.

Harkonen menambahkan, Semenya tidak pernah menjalani begitu banyak perlombaan sebelumnya. ”Dia sangat kelelahan dan batuk-batuk sepanjang malam. Dia belum siap dan kami harus menerima itu,” jelasnya.

Direktur lomba atletik Italia itu, Luigi D’Onofrio, tidak puas dengan penjelasan itu dan mengatakan belum bisa ”memahami” mengapa Semenya lari begitu lambat. Namun, D’Onofrio tidak bisa menemukan bukti untuk memastikan bahwa Semenya melakukannya dengan sengaja. Ia tetap membayar Semenya atas penampilannya itu, sejalan dengan ketentuan IAAF.

Kekalahan itu adalah kekalahan kedua berturut-turut Semenya setelah menempati posisi ketiga di kejuaraan Liga Berlian di Brussels, Belgia, Jumat pekan lalu. Di Brussels, ia tetap mencetak waktu 1 menit 59,66 detik, yang merupakan catatan waktu tercepatnya setelah kembali berlaga.

Ia bertahan di posisi ketiga setelah menjalani satu putaran dan tak berusaha mengejar ke depan.

Harkonen mengakui, Semenya menyerah ketika dia menyadari di tengah pertarungan bahwa dia tidak bisa bersaing. ”Masih lebih baik untuk sekadar mengendurkan dan berlari sebisa mungkin,” jelasnya.

Ia menambahkan, Semenya kemungkinan sudah pulih kembali saat bertarung di Milan, pekan depan, dan kejuaraan Persemakmuran, Oktober mendatang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s