Daftar Harga Transfer Pemain Di Bursa Sepakbola

Selain permasalahan ekonomi, peraturan finansial baru UEFA, atau segera diterapkannya ”financial fair play”membuat klub-klub sepak bola Eropa lebih irit dalam bursa transfer. Dalam kondisi itu, siapa pemenang dan pecundang dalam bursa kali ini yang nilainya turun 40 persen dari musim lalu?

Klub yangdimiliki keluarga kaya dari Timur Tengah, Manchester City, barangkali menjadi pengecualian dari pengetatan pengeluaran klub-klub Eropa.Menurut kantor akuntanDeloitte, klub Liga Premier mengeluarkan 350 juta poundsterling (Rp 4,8 triliun)di bursatransfer,22 persen di bawahmusim lalu, dengan sepertiganya adalah pengeluaran City.

Nilai-nilai belanja di liga besar lain, Italia dan Spanyol, jauh lebih menurun dengan klub-klub Serie A mengeluarkan 240 juta poundsterling, sedangkan La Liga 260 juta poundsterling. Klub Serie A, AC Milan yang bermarkas di San Siro bisa dipandang sebagai pemenang besar dalam bursa transfer yang baru saja ditutup pada 31 Agustus tengah malam lalu.

Zlatan Ibrahimovic dan Robinho, terlepas dari penampilan mereka musim lalu, tetap dipandang sebagai dua dari beberapa penyerang terbaik dunia saat ini. Milan berhasil mendapatkan keduanya dalam satu minggu terakhir bursa dan lebih gemilang lagi, ”Rossonerri” mendapatkannya dengan harga diskon. Ibrahimovic dibeli dari Barcelona dengan harga 24 juta euro (Rp 277 miliar).

Padahal, Barca dulunya membeli pemain ini seharga lebih dari 50 juta euro ditambah striker berkelas dunia lainnya, Samuel Eto’o. Robinho dibeli lebih murah lagi, hanya 18 juta euro, dari Manchester City yang menghabiskan dana 32 juta poundsterling untuk mendatangkan pemain asal Brasil ini dari Real Madrid.

Klub Liga Premier, Tottenham Hotspur, juga menjadi pemenang. Spurs yang untuk pertama kalinya tampil di penyisihan Liga Champions terbilang pasif sepanjang bursa transfer hingga melakukan kejutan besar pada detik-detik terakhir menjelang bursa transfer. Tim asuhan Harry Redknapp ini mendapatkan salah satu gelandang berkelas, Rafael Van der Vaart, dari Real Madrid dengan harga 8 juta poundsterling, jauh di bawah harga pasar.

Klub Liga Premier lainnya, Manchester City, memang rugi saat menjual Robinho, tetapi uang bukan masalah. City membeli David Silva, Mario Balotelli, Yaya Toure, James Milner, dan Aleksandar Kolarov, dengan total belanja mencapai lebih dari 120 juta poundsterling. Terlepas apakah pemain yang dibeli nilainya sesuai pasar, City bakal selalu menjadi pemenang dalam bursa transfer. Pasalnya, hal itu mempersulit klub lain untuk mendapatkan pemain. Ada yang menuduh City membeli pemain, meski tidak butuh, hanya dengan tujuan agar klub lain tidak bisa memperkuat skuad.

Klub Serie A, Inter Milan, disebut pecundang besar karena gagal atau tidak membeli pemain pada bursa transfer. Inter kehilangan striker Balotelli dan tidak mencari pengganti. Tim asuhan Rafael Benitez ini mencoba membeli Dirk Kuyt dan Mascherano dari Liverpool, tetapi berakhir dengan kegagalan. Kuyt bertahan di Anfield, sementara Mascherano memilih ke Barca.

Menurut mantan pemain AC Milan, Zvonimir Boban, Inter melakukan kesalahan fatal tidak menambah pemain. ”Mereka butuh pemain baru untuk memberi persaingan pada pemain yang telah ada. Mereka melakukan kesalahan dengan tidak membeli pemain. Mereka butuh playmaker, seseorang yang bisa memberikan bola dengan cepat kepada Wesley Sneijder,” kata Boban.

Klub lain, seperti Barcelona, boleh dibilang ada di posisi tengah. Barcelona mendapatkan David Villa seharga 40 juta euro, tetapi gagal mendapatkan Cesc Fabregas yang merupakan buruan utama. Barca mengalami rugi besar ketika menjual Ibrahimovic, tetapi mendapatkan Mascherano dengan harga yang relatif murah (sekitar 20 juta poundsterling).

Liverpool mendapatkan Joe Cole dengan bebas transfer, tetapi harus menjual Mascherano dengan nilai di bawah harga permintaan. Real Madrid mendatangkan Sami Khedira, Mesut Oezil, dan Angel di Maria dengan total nilai transfer mencapai lebih dari 68 juta euro. Terlepas dari keuntungan atau kerugian finansial, kesuksesan bursa transfer pada akhirnya bakal diukur berdasar hasil di lapangan. Siapa pemenang dan pecundang sebenarnya masih harus ditunggu pada Mei tahun depan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s