Komunikasi Antar Pemain Sepakbola Indonesia Lemah

Permainan tim nasional sepak bola Indonesia yang masih jauh dari harapan pelatih utama Alfred Riedl disebabkan oleh komunikasi antarpemain lemah dan kondisi fisik yang belum mencapai puncaknya. Komunikasi antarpemain yang belum padu menyebabkan koordinasi di lapangan terhambat sehingga strategi tidak berjalan mulus.

”Kami sudah evaluasi dan ada beberapa yang harus diperbaiki, terutama fisik dan komunikasi,” ujar Asisten Pelatih Wolfgang Pikal seusai latihan di Lapangan C Senayan, Jakarta, Sabtu.

Sesi latihan kali ini tidak dipimpin oleh Alfred Riedl karena pelatih asal Austria itu sedang berada di Bangkok, Thailand, untuk menyaksikan laga antara Thailand dan India. Ia akan kembali ke Indonesia untuk mendampingi timnas saat uji coba kedua melawan klub Divisi Utama Pro Titan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (5/9) pukul 20.00.

Riedl berada di Thailand bersama Direktur Teknik PSSI Sutan Harhara. Mereka juga akan berangkat ke Hanoi, Vietnam, pada 16 September untuk memantau laga timnas Vietnam melawan Korea Utara. Pemantauan ini untuk menjajaki kekuatan calon lawan di Piala AFF 2010.

Asisten Pelatih Widodo C Pu- tro menambahkan, perbaikan komunikasi bukan hanya secara verbal, tetapi saling memahami apa yang akan dilakukan oleh satu pemain oleh pemain lainnya. Perbaikan komunikasi ditekankan untuk memperbaiki penampilan tim.

Saat laga melawan Persita Tangerang, timnas memang menang 4-1. Namun, pola permainan sebagai sebuah tim yang padu belum muncul. Permainan timnas menggambarkan koor- dinasi antarlini yang masih canggung.

”Kami mengacu pada perbaikan-perbaikan yang lalu. Pertandingan ini merupakan ujian bagi para pemain,” ujar Widodo yang pernah menjadi bomber timnas.

Saat melawan Pro Titan, timnas akan menurunkan semua pemain dalam laga 4 x 30 menit itu. Komposisi pemain yang turun di setiap babak belum ditentukan. Ia berharap, Firman Utina dan kawan-kawan bisa tampil lebih padu dan memunculkan permainan yang terpola.

Saat melawan Persita Tangerang, timnas juga masih lemah dalam penyelesaian akhir. Sejumlah peluang gol pun sering gagal dimanfaatkan. Dua gol awal timnas tercipta dari kemelut gawang, bukan koordinasi serangan yang terencana.

Namun, Riedl menolak menyalahkan para ujung tombak. Ia menilai semua pemain turut andil menciptakan permainan yang lebih bagus. Peningkatan teknik fisik mutlak digenjot untuk mendongkrak penampilan para pemain.

”Kami tidak bisa bermain lebih menekan karena fisik pemain tidak maksimal. Mereka masih membutuhkan peningkatan fisik sekitar 40 hingga 50 persen untuk bisa bermain lebih menekan,” ujar Riedl seusai laga melawan Persita.

Uji coba melawan Pro Titan akan menutup program pemusatan latihan timnas tahap pertama. Para pemain akan pulang ke klub masing-masing untuk mempersiapkan laga pembuka Liga Super Indonesia yang akan bergulir mulai 26 September.

Para pemain yang dipertahankan akan dipanggil lagi dalam program pemusatan latihan tahap kedua mulai 2 Oktober. Pemusatan latihan kedua itu kemungkinan akan diikuti oleh sejumlah pemain seleksi baru, menggantikan beberapa pemain yang dicoret.

”Bisa jadi ada yang akan dicoret dan akan ada pemain baru. Namun, kami belum tahu siapa saja dan apa posisinya. Itu kewenangan pelatih utama,” ujar Pikal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s