Alonso Menang Di Formula 1 Yeongam Karena Hujan Lebat

Hujan lebat yang turun di sirkuit baru Formula 1 di Yeongam, Korea Selatan, Minggu (24/10), memberi berkah tersendiri bagi pebalap Ferrari, Fernando Alonso. Pebalap asal Spanyol itu pun menjadi pemenang di Grand Prix Korea, bahkan kini memimpin perolehan nilai para pebalap.

Balapan di sirkuit baru itu dihentikan beberapa saat karena hujan turun terlalu deras sehingga membahayakan para pebalap. Meski demikian, jalanan yang licin karena hujan tetap meminta korban.

Pebalap Red Bull asal Australia yang semula memimpin perolehan nilai pebalap, Mark Webber, menabrak dinding dan masuk ke jalur di depan pebalap Mercedes asal Jerman, Nico Rosberg, hanya satu putaran setelah mobil pengaman keluar dari lintasan balap, tepatnya pada putaran ke-19.

”Itu sepenuhnya kesalahan saya,” kata Webber sambil meminta maaf kepada Rosberg yang terpaksa tidak bisa melanjutkan balapan.

Kegagalan menyelesaikan balap itu adalah kejadian kedua kalinya bagi Webber, dari 17 seri GP F1 yang sudah dilalui.

Agak kacau

Hujan yang turun dan lintasan balap yang belum cukup dikenal para pebalap membuat GP F1 pertama kalinya di Korea itu berlangsung sedikit kacau.

Balapan menjadi sulit ditebak, dipaksa dilakukan, dan tidak berjalan sebagaimana yang diperkirakan. Setelah hujan lebat turun semalaman sebelum balapan dimulai, lapisan aspal teratas yang baru dikerjakan dua minggu lalu masih sangat berminyak, bahkan dalam kondisi kering, sehingga terbukti berbahaya.

Pebalap Ferrari, Felipe Massa, juga melintir dalam perjalanan ke grid-nya sehingga pengawas balapan memutuskan untuk menunda start sekitar 10 menit. Ketika kemudian balapan dimulai, itu pun hanya berlangsung tiga putaran karena kemudian balapan distop akibat buruknya tingkat cengkeraman ban ke lintasan balap dan jarak pandang di lintasan balap.

Ketika balapan kembali dimulai, pertarungan di luar arena balapan terjadi antara kubu McLaren dan Red Bull.

Lewis Hamilton dan McLaren menekan pengawas balap untuk memanggil mobil pengaman, dengan harapan bisa kembali memperpendek jarak dengan Webber yang melesat di depan.

Sebaliknya, Webber dan Red Bull berkeras mengamankan posisi mereka, menolak permintaan McLaren itu.

Mobil pengaman akhirnya dipanggil pada lap ke-18 dan langsung terlihat pengaruhnya. Hamilton, yang start dari urutan keempat, langsung disalip Rosberg. Pebalap Jerman itulah yang ikutan terbawa naas ketika Webber membelok terlalu keluar pada belokan 12, kehilangan kontrol, sehingga menabrak dinding dan melintir tepat di depan posisi Rosberg.

Sebastian Vettel, yang kemudian mengambil posisi di depan, juga sial karena mesin mobilnya mulai berasap pada sembilan putaran terakhir. Alonso lalu memanfaatkan kesalahan Hamilton yang membelok terlalu melebar pada belokan pertama lap ke-35.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s