Kasih Hanggoro Kembali Wakili RI Dalam Rally Paris Drakar

Indonesia kembali masuk dalam daftar negara yang mengirimkan perelinya ke reli terganas dunia, Reli Dakar 2011. Setelah tahun lalu terjun sendirian di Reli Dakar, Kasih Hanggoro kali ini turun dengan persiapan yang lebih baik. Dia akan dibantu oleh navigator Iriatna Yudha Satria.

”Kami tidak menetapkan target apa-apa, bisa finis saja sudah bagus. Itu kesepakatan saya dengan Yudha, yang penting kita bisa finis. Setiap tahun hanya 30 persen dari peserta yang bisa finis,” kata Kasih Hanggoro yang merupakan Ketua Badan Pelaksana Harian Universitas Budi Luhur dan Budi Luhur Racing Team itu, dalam jumpa pers Kamis (25/11) di Jakarta.

Ditegaskan, tujuan untuk ikut kembali Reli Dakar semata-mata untuk membawa bendera Indonesia memperkenalkan Indonesia di wilayah-wilayah yang akan dilalui selama Reli Dakar itu, yaitu Argentina dan Cile. Reli Dakar akan menempuh jarak total sekitar 9.000 kilometer, dimulai 1 hingga 16 Januari 2011.

Aang, panggilan Kasih Hanggoro, pada tahun sebelumnya hanya bisa menyelesaikan dua dari tujuh etape.

Keputusan Aang ikut lagi pada reli tersebut cukup mendadak, yaitu setelah melihat tidak adanya putra Indonesia yang hingga bulan Juni lalu mendaftar ikut reli bergengsi tersebut.

Aang kemudian mengajukan surat permintaan untuk bergabung dengan tim-tim peserta Reli Dakar. Suratnya direspons cepat tim Epsilon, tim elite Spanyol. ”Saya awalnya juga tidak tahu tim Epsilon ini tim apa. Baru kemudian saya tahu, inilah tim yang pernah menjadi juara dunia dengan pebalap Carlos Sainz, juga navigatornya Lucas Cruz. Jadi bergabungnya dengan Epsilon itu tidak disengaja,” kata Aang.

Aang dan Yudha telah menjalani sejumlah latihan dengan dibantu langsung oleh Lucas Cruz. Mereka pun kemudian sepakat memilih mobil Mitsubishi Montero (Pajero) V60.

”Saya diajari bagaimana membaca peta sangat rinci dan sebagian besar ditulis dalam bahasa Perancis, juga latihan baca GPS (global positioning satelite). Kami juga dapat tips-tips dari Cruz,” kata Yudha yang merupakan Kepala Mekanik Harley Davidson Indonesia.

Aang menjelaskan, partisipasinya pada Reli Dakar itu merupakan yang terakhir.

”Hal terberat dari Reli Dakar adalah medan pasir yang sangat halus, serta ketinggian rute balap yang di antaranya di ketinggian 3.600 hingga 4.000 meter. Berada di ketinggian itu membuat kepala kita pusing. Belum lagi kita baru pulang ke tenda istirahat rata-rata pukul 1 dini hari, padahal sudah harus jalan lagi pukul 07.00,” ujarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s