Chris John Berhenti Bertinju Karena Penurunan Kondisi Fisik

Petinju Indonesia Chris John akhirnya memutuskan mundur dari dunia tinju setelah gagal mempertahankan gelar juara kelas bulu WBA saat kalah dari petinju Afrika Selatan Simpiwe Vetyeka di Australia, awal Desember 2013.

Petinju dengan rekor bertarung 48 kali menang (22 di antaranya dengan KO), tiga kali seri, dan sekali kalah, ketika dihubungi dari Semarang, Kamis, 19 Desember 2013, mengatakan dari pertandingan terakhir (melawan Simpiwe Vetyeka), dirinya merasa fisiknya sudah menurun.

“Dari pertarungan terakhir, saya merasa fisik saya sudah mulai menurun dan mungkin juga faktor usia,” kata ayah dari Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani tersebut.

Menurut petinju kelahiran Jakarta, 14 September 1979, tersebut, seperti yang dia utarakan sebelumnya, dia dirinya akan pensiun pada usia 35-an tahun. “Saat ini saatnya saya untuk mundur,” katanya.

“Saya sudah konsultasi dengan Craig Christian (pelatih Chris John) dan ia mendukung semua keputusanku karena kondisi badanku yang tahu ya saya sendiri,” katanya.

Menyinggung rencana ke depan, petinju asal Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, tersebut mengatakan, sampai kini dia belum ada rencana. “Nanti saya dan manajemen akan bicara lebih lanjut,” katanya. (Berita Soal Chris John Klik di Sini)

Chris John menjadi juara dunia kelas bulu (57,1 kilogram) setelah mengalahkan petinju Kolombia Oscar Leon melalui pertarungan ad-interim di Bali, 26 September 2003.

Setelah itu, Chris John berhasil mempertahankan gelarnya sebanyak 18 kali. Dari 18 kali mempertahankan gelar tersebut, lima di antaranya melalui pertarungan wajib atau mandatory fight yaitu melawan Jose Cheo Rojas (Venezuela), Derrick Gainner (Amerika Serikat), Juan Manuel Marquez (Meksiko), Roinet Caballero (Panama), dan Hiroyuki Enoki (Jepang).

Bahkan, setelah mengalahkan Hiroyuki Enoki di Jepang, 24 Oktober 2008, Chris John berhak menyandang gelar Super Champions kelas bulu WBA karena berhasil mempertahankan gelar sebanyak 10 kali tanpa putus.

Kemenangan lain (15 kali) dalam mempertahankan gelar dia dapat melalui pertarungan pilihan atau choice. Dia juga meraih tiga kali hasil seri, yaitu saat melawan Jose Cheo Rojas (Venezuela), Rocky Juarez (Amerika Serikat), dan Satoshi Hosono (Jepang).

Pertarungan pilihan Chris John yang berakhir dengan kemenangannya di antaranya saat melawan Osamu Sato (Jepang), Tommy Brouwn (Australia), Renant Acosta (Panama), Zaiki Takemoto (Jepang), Fernando David Saucedo (Argentina), Daud Yordan (Indonesia), Stanyslav Merdov (Ukraina), Shoji Kimora (Jepang), dan Chonlatarm Piriyapinyo (Thailand).

Pada pertarungan terakhir di Metro City, Perth, Australia Barat, Australia, 6 Desember 2013, Chris John gagal mempertahankan gelarnya setelah kalah TKO di ronde keenam (tidak melanjutkan pertarungan pada ronde ketujuh).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s