Category Archives: Lari 10K

Pendaftaran Bali Marathon BII Maybank Dibuka Online

Bank International Indonesia (BII) kembali menggelar lomba maraton bertaraf internasional, BII Maybank Bali Marathon. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, event ini rencananya akan digelar mendekati akhir tahun, tepatnya pada 14 September 2014 di Gianyar, Bali.

“Melihat tahun ini agenda cukup padat, adanya pileg, kemudian pilpres, dan bulan ramadhan, serta Idul Fitri, maka penyelenggaraan BII Maybank Bali Marathon kami selenggarakan hari Minggu, tanggal 14 September 2014 di Gianyar Bali,” ucap Presiden Direktur BII, Taswin Zakaria dalam konferensi pers di kantor pusat BII, Jakarta, Selasa (22/4/2014).

“Melihat penyelenggaraan tahun sebelumnya yang sukses dan tingginya animo masyarakat, maka tahun ini target kami sekitar 5.000 peserta,” tambah Taswin. Pada 2013, jumlah peserta mencapai 3000 orang.

BII Maybank Bali Marathon tahun ini akan memperlombakan ajang full marathon standar internasional dengan jarak 42,195 km, half marathon 21,975 km, dan 10 km. Lomba ini juga terbuka untuk peserta dari negara lain. Pada penyelenggaraan pertama ada peserta dari 43 negara lain. Lalu pada 2013 ada 46 negara ambil bagian, termasuk Kenya, Eropa, Amerika, Asia, dan Australia.

“Untuk rute full marthon dan half marathon telah mendapat sertifikasi secara internasional standar dari International Measurement Certificate Number INA2012/009 dan sudah disahkan oleh Association of International Marathons and Distance Races (AIMS). Jadi, silakan buat setiap pelari dan komunitas pelari, persiapkan diri dan jangan lupa daftar mulai Mei mendatang,” ungkap Taswir.

Untuk menarik minat peserta, BII meningkatkan jumlah hadiah dibanding tahun sebelumnya. Total hadiah tahun ini adalah 1,9 miliar rupiah.

Informasi tentang BII Maybank Bali Marathon 2014, silakan akses melalui situs http://www.balimarathon.com, untuk facebook http://www.facebook.com/BaliMarathon, dan twitter @BaliMarathon.

Jalur pendaftaran online dibuka mulai 17 Mei 2014 dan walk in tanggal 26 Mei 2014.

6 Alasan Kesehatan Untuk Melakukan Jogging

Semua orang tahu bahwa banyak manfaat yang bisa didapat dari olahraga. Banyak pula pilihan olahraga yang bisa dilakukan, mulai dari pergi ke tempat gym atau hanya berlari di pagi hari.

Namun, ternyata masih banyak masyarakat yang berpikir dua kali untuk melakukan olahraga ini. Padahal, banyak alasan untuk memulainya. Berikut di antaranya:

1. Tanpa biaya
Anda bisa berlari kemana pun dan sesering apa pun tanpa harus mengeluarkan biaya. Cukup dengan baju olahraga dan sepatu yang nyaman, Anda bisa membakar kalori hanya dengan mengitari area perumahan.

2. Lebih sosial
Selain membuat sehat, mengajak teman Anda berlari bersama di taman dapat memperkuat hubungan sosial. Bahkan, tak perlu orang yang sudah dikenal. Di sepanjang trek berlari, Anda bisa berkenalan dengan orang-orang baru yang sama-sama memiliki kepedulian pada kesehatan.

3. Membakar lemak
Selain membantu meningkatkan metabolisme, berlari juga bisa membakar lemak pada tubuh Anda. Bukan hanya selama berlari saja, lemak di tubuh akan terus terbakar setelahnya karena suhu tubuh akan terus panas setelah melakukan aktivitas ini.

4. Meningkatkan kemampuan tubuh
Berlari secara rutin diyakini dapat meningkatkan energi dalam tubuh. Selain itu, dalam sekali berlari kapasitas bernapas dan kekuatan otot juga akan meningkat.

5. Penghargaan untuk diri sendiri
Berlari bukan hanya dapat meningkatkan metabolisme atau energi tubuh, tapi juga memberi penghargaan kepada diri Anda. Jika Anda berhasil melakukan olahraga yang ringan ini, maka akan muncul kepuasan tersendiri setelahnya. Selain itu, Anda juga mungkin mendapat pengalaman baru saat berlari di luar ruangan.

6. Mengurangi stres
Saat berlari, Anda akan merasa telah meninggalkan stres di belakang. Para peneliti menemukan berlari juga meningkatkan serotonin di otak yang dipercaya dapat membuat otak lebih tenang.

Cara Lari Yang Benar Untuk Menghindari Dehidrasi

Olahraga lari semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat. Terbukti dengan berbagai event lari mulai dari lari 5K atau lari marathon yang selalu ramai. Lari sendiri atau berkelompak memang bisa menjadi olahraga yang menyenangkan. Apalagi lari tidak membutuhkan peralatan khusus seperti olahraga lain. Cukup dengan running shoes, hampir semua orang bisa melakukannya. Ditambah gadget pemutar musik, olahraga lari agar semakin semangat dan menyenangkan.

Beberapa profesional muda pun mulai melakukan lari setelah office hour di tempat yang mempunyai fasilitas track seperti Gelora Bung Karno atau daerah Senayan dan sekitarnya. Selain karena lari menyehatkan, aktivitas ini juga sebagai pengisi waktu sembari menunggu kemacetan ibukota terurai. Walaupun mudah dilakukan, bukan berarti lari menjadi olahraga yang tidak mempunya risiko cedera. Matias Ibo, seorang fisioterapis dari jurusan Sport Physiotherapists Universitas Thim Van Der Laan, Utrecht, Belanda dan juga pernah menjadi fisioterapis tim nasional sepak bola Indonesia, membeberkan cara teknik berlari yang benar. Nah, apa saja yang perlu Anda perhatikan agar terhindar risiko cedera saat berlari?

  1. Lakukan pemanasan dinamis selama 5 – 10 menit, contohnya seperti berlari di tempat
  2. Fokus latihan kecepatan dahulu, baru melatih stamina
  3. Melakukan teknik berlari yang benar seperti pandangan lurus, bahu dalam keadaan rileks, lengan rileks dan berayun ke depan, posisi torso tegak dan kedua kaki di antara posisi tubuh dengan lutut sedikit ditekuk
  4. Dinginkan tubuh Anda dengan melambatkan ritme berlari
  5. Pastikan cairan tubuh terpenuhi sebelum, saat dan sesudah berlari sehingga terhindar dehidrasi

Perhatikan cairan tubuh saat berlari
Mulai dari pemanasan, saat dan sesudah berlari, Anda harus tetap menjaga kondisi tubuh. Sebagaimana dikutip, ada sekitar 55 persen-75 persen tubuh terdiri dari cairan dan keseimbangan cairan menjadi negatif atau terjadi dehidrasi kalau cairan dalam tubuh menurun dua hingga enam persen.

Dehidrasi ini disebabkan penurunan asupan cairan, meningkatnya pengeluaran cairan dari tubuh atau pengalihan cairan. Menurut Prof. Dr. Hardinsyah Ridwan MS, Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, sekaligus peneliti The Indonesian Hydration Study, menyatakan kurangnya cairan dapat menyebabkan gangguan dapat menurunkan stamina dan gangguan fisik seperti sakit kepala, lesu, lemas, kejang, hingga pingsan.

Karena itu, menjaga kadar cairan di dalam tubuh penting agar fungsi organ tubuh bekerja dengan baik terutama saat Anda berlari. Untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang, Anda bisa mengonsumsi minuman elektrolit isotonik seperti oralit yang mempunyai komposisi mirip cairan tubuh dan mengandung air dari ION. Minuman elektroli isotonik ini juga mampu menahan cairan lebih lama di dalam tubuh sehingga dapat mengurangi risiko dehidrasi bagi para pelari.

Daftar Pemenang Lomba Lari Milo Jakarta 10K

Ajang lomba lari jalan raya Jakarta International 10K memunculkan pelari asal Kenya, Silas Kipruto, menjadi pemenang di nomor elit putra. Sementara atlet Tanzania, Zakia Mohamed Mrisho, menang di nomor elit internasional putri. Silas menjadi yang pertama menyentuh garis finish setelah menempuh rute Silang Monas Barat Daya-Jalan MH Thamrin-Jalan Jenderal Sudirman-Semanggi-Jalan Jenderal Sudirman-jalan MH Thamrin-Silang Monas Barat Daya, Minggu (23/6/2013) pagi WIB, dengan catatan waktu 29 menit 17 detik.

Untuk nomor elit internasional putri, Zakia menjadi yang tercepat dengan setelah membukukan waktu 33 menit 34 detik. Semetara itu, dua juara bertahan di nomor elit putra dan putri nasional, Jauhari Johan dan Triyaningsing berhasil mengulangi prestasi mereka tahun lalu. Jauhari menjadi pemenang dengan catatan waktu 31 menit enam detik. Sedangkan Triyaningsih, 34 menit 50 detik.

Hasil Jakarta Internasional 10K:

Elite Putra Internasional
1. Silas Kipruto Kenya 29 menit 17 detik
2. Fredrick Kipchumba Kenya 29 menit 23 detik
3. Isaac Mukundi Kenya 29 menit 57 detik
4. Vasyl Mukundi Ukraina 30 menit 40 detik
5. Bernard Mwendia Kenya 30 menit 43 detik

Elite Putri Internasional

1. Zakia Mohamed Tanzania 33 Menit 34 detik
2. Suzan Temutai Kenya 34 menit 25 detik
3. Mary Wangechi Kenya 34 menit 49 detik
4. Eunice Nyawira Kenya 34 menit 49 detik
5. Ann Mukuhi Kenya 35 menit 12 detik

Elite Putra Nasional

1. Jauhari Johan Indonesia 31 menit 6 detik
2. M. Ridwan Indonesia 31 menit 17 detik
3. Agus Prayogo Indonesia 31 menit 41 detik
4. Nikolas Sila Indonesia 31 menit 49 detik
5. Acong Tio Indonesia 33 menit 17 detik

Elite Putri Nasional

1. Triyaningsih Indonesia 34 menit 50 detik
2. Rini Budiarti Indonesia 36 menit 24 detik
3. Yulianingsih Indonesia 37 menit 4 detik
4. Feri Marince Indonesia 37 menit 56 detik
5. Andiana Waru Indonesia 38 menit 8 detik

Pelari asal Kenya Silas Kipruto, pemenang juara kelompok elite di ajang lomba lari Jakarta International 10K, mengaku ingin membeli sapi perah dengan uang hadiahnya. Silas mempertahankan gelar di kelompok putra dengan catatan waktu 29 menit 17 detik dan berhasil meraih hadiah sebesar 6.000 dolar AS. “Nanti uangnya mau saya belikan sapi perah,” kata Silas yang telah memiliki 12 sapi di kampung halamannya.

Silas memiliki rekor waktu terbaik dengan catatan 27 menit 28 detik. Namun, pada Jakarta International 10K ini ia tidak mampu mencatatkan waktu terbaiknya karena cuaca Jakarta yang panas dan lembap. “Dulu saya raih waktunya saat di Eropa. Cuaca di Jakarta dan Eropa sangat berbeda,” tambahnya. Sementara itu, pelari asal Tanzania Zakia Mrisho berhasil merebut gelar juara elite internasional kelompok putri. Pada laga pertamanya ini, ia mampu meraih waktu terbaik dengan catatan 33 menit 34 detik.

“Ini pertama kalinya saya ke Jakarta dan menjadi juara. Nanti uangnya ingin saya belikan rumah,” katanya. Jakarta International 10K merupakan salah satu rangkaian acara perayaan HUT DKI Jakarta ke-486 yang telah digelar sejak 2004. Perlombaan lari yang berhadiah total Rp900 juta tersebut diikuti oleh lebih dari 35 ribu peserta, termasuk di antaranya 20 pelari elite internasional.

Lomba lari dimulai dan berakhir di Lapangan Silang Monas Barat Daya, Jakarta Pusat. Rute yang ditempuh, yakni Jalan MH Thamrin – Soedirman, kemudian berputar di depan Kampus Unika Atmajaya. Peserta lomba dibagi dalam empat kategori, yaitu elite internasional, elite nasional, pelajar dan umum. Sebanyak 20 pelari elite nasional diundang oleh Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) untuk ikut berlomba. Jauhari Johan atlet nasional asal Sumatera Selatan menjuarai “Jakarta International MILO 10K 2013” kategori elit nasional putera pada Minggu pagi (23/6) dengan catatan waktu 31 menit 06 detik.

Sedangkan kategori elit nasional puteri berhasi direbut oleh Triyaningsih, atlet nasional asal Jawa Tengah dengan waktu 34 menit 50 detik. Keduanya berhak atas hadiah masing-masing sebesar Rp 40 juta. Usai lomba, Jauhari Johan mengatakan, “Saya sangat senang bisa meraih prestasi ini, meskipun saya kurang puas dengan hasil yang saya peroleh karena catatan waktu saya lebih baik dtahun 2004 dibanding tahun lalu. Saya berterima kasih kepada pihak Nestlè MILO yang mendukung Jakarta Internasional MILO 10K serta beberapa kegiatan olah raga lainnya di Indonesia.”

Sementara di kategori elit internasional, pelari asal Kenya, Silas Kipruto untuk kedua kalinya menjuarai “Jakarta International MILO 10K” dengan catatan waktu 29 menit 17 detik, yang lebih cepat 3 detik dibanding rekor sebelumnya 29 menit 20 detik tahun 2012. Ia berhak atas hadiah uang 6.000 Dolar AS dalam lomba lari memperingati HUT ke-486 Kota Jakarta yang bertema “Green Energy for New Jakarta” (Energi Hijau untuk Jakarta Baru) dan telah empat kali disponsori Nestlé MILO itu.

Pemandangan yang berbeda terlihat selepas Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo melepaskan tembakan ke udara sebagai penanda dimulainya perlombaan. Gubernur yang disapa Jokowi ini kemudian turun dari podium dan berbaur dengan para peserta lomba lari ini. Para peserta memulai lomba dari garis start di Silang Monas Barat Daya menuju Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman kemudian berputar di depan Kampus Unika Atmajaya.

Putera pertama Presiden Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono juga tercatat sebagai salah satu peserta lomba lari jalan raya 10 kilometer ini. Kehadiran keduanya mendapat tepukan dan sorakan meriah dari para penonton yang memadati area pertandingan. Setelah menyelesaikan lomba larinya Agus Harimurti Yudhoyono didampingi Business Executive Manager MILO PT. Nestlé Indonesia Prawitya Soemadijo menyerahkan hadiah kepada para juara kategori elit internasional dan elit nasional. Penyerahan hadiah ini disaksikan sekitar 35 ribu peserta lomba termasuk 25 pelari elit internasional dan 21 pelari elit nasional, serta ribuan masyarakat ibukota yang berbondong-bondong menonton lomba.

Triyaningsih dan Jauhari Johan melanjutkan dominasi mereka di kejuaraan lomba lari Milo Jakarta Internasional 10K setelah kembali menjadi yang tercepat di kategori elite nasional, Minggu (23/6). Dalam lomba yang merupakan rangkaian ulang tahun DKI Jakarta dan berpusat di silang Monas tersebut, Jauhari Johan tampil sebagai juara di nomor elite putra dengan catatan waktu 31 menit 6 detik dan Triyaningsih untuk kategori putri dengan waktu 34 menit 50 detik.
“Stamina belum fit betul karena habis ikut lari half marathon 21 kilometer di Bali pekan lalu,” kata Jauhari, Ahad, 23 Juni 2013. Pria asal Sumatera Selatan ini menjadi juara pada kategori half marathon Indonesia di Bali dengan waktu 1 jam, 11 menit, 15 detik.

Tak hanya stamina, Jauhari mengatakan suhu udara saat lomba terasa cukup panas sehingga menyulitkan dirinya. “Tapi secara keseluruhan tidak terlalu menjadi masalah,” kata dia. Triyaningsih yang mencatat waktu kemenangan 34 menit 50 detik merasa senang bisa mempertahankan gelar juara. Kendati bisa mempertahankan, Triyaningsih kurang puas dengan catatan waktunya kali ini. “Catatan terbaik saya 33 menit 48 detik di lomba lari 10K ini,” kata Triyaningsih yang sudah enam kali mengikuti lomba lari 10K.

Senada dengan Jauhari, Triyaningsih menuturkan faktor cuaca yang panas menjadi kendala selama lomba berlangsung. Apalagi ia masih merasakan cedera telapak kaki kanannya. “Saya coba fokus saja karena kan kami berlatih untuk segala kondisi cuaca,” ucapnya. Pelari asal Kenya, Silas Kipruto, menjadi pemenang kategori atlet elite internasional. Silas mencatat waktu kemenangan 29 menit, 17 detik. Ia memperbaiki catatan waktunya tahun lalu dengan selisih tiga detik. “Saya senang juara. Tapi memang cuaca Jakarta terasa lembab dan panas berbeda dengan Eropa,” kata Silas.
Sebagai pemenang Triyaningsih dan Jauhari berhak atas hadiah uang sebesar Rp.40 juta.

Sementara di kategori pelari elite internasional, pelari Kenya, Silas Kipruto tampil sebagai juara di kategori putra dan pelari Tanzania, Zakia Mohamed untuk kategori putri. Kipruto mencatat waktu 29 menit 17 detik, sedangkan Zakia membukukan waktu 33 menit 34 detik. Sebagai juara Silas dan Zakia berhak atas hadiah uang sebesar US$ 6 ribu. “Saya akan gunakan uang itu untuk beli sapi perah,” tandas Silas.

Olahraga Lari Pagi Sehabis Sahur Hendaknya Di Hindari

Olah raga lari pagi ternyata harus dihindari seusai sahur, kata pakar gizi dari Persatuan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI), Dr. dr. Fiastuti Witjaksono SpGK., MSc.

“Aktifitas fisik seperti ini sebaiknya dihindari seusai sahur, karena dapat memicu dehidrasi saat menjalani ibadah puasa,” kata Fiastuti pada media edukasi di Jakarta pekan ini.

Dia menjelaskan risiko dehidrasi terjadi karena jarak waktu kegiatan makan dan minum sejak sahur hingga buka puasa cukup lama.

Fiastuti juga mengemukakan olah raga lari pagi sebaiknya dilakukan pada saat menjelang waktu berbuka puasa atau seusai berbuka.

“Tulang yang berbenturan serta napas yang terengah-engah, memicu pengeluaran keringat lebih banyak. Sementara itu, tidak ada asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh hingga waktu berbuka, inilah pemicu dehidrasi,” kata dia.

Untuk pengganti olah raga lari pagi, Fiastuti menganjurkan olah raga jalan pagi sebagai alternatif.

“Selain bagus untuk kebugaran tubuh, jalan pagi juga baik untuk menjaga tulang tetap kuat dan sehat,” ujar Fiastuti.

Lari Cepat Selama 1 Jam Seminggu Lebih Efektif Daripada Lari Pelan Setiap Hari

Pepatah yang bunyinya biar lambat asal selamat tidak berlaku lagi kalau sudah menyangkut olahraga menurunkan berat badan. Menurut penelitian, lari cepat atau sprint lebih efektif melangsingkan tubuh daripada jogging atau lari pelan.

Penelitian yang dilakukan di University of New South Wales ini menunjukkan bahwa efek dari berlari dengan kecepatan tinggi bukan hanya rasa capek dan pegal-pegal di kaki. Lebih dari itu, berat badan bisa turun lebih cepat daripada hanya lari perlahan.

Lari cepat dengan total durasi 60 menit dalam seminggu diklaim sama manfaatnya dengan lari perlahan selama 7 jam, masing-masing selama 1 jam dan dilakukan setiap hari selama seminggu. Dilihat dari waktu yang dibutuhkan, lari cepat akan sangat menghemat waktu.

Dalam penelitian tersebut, 40 orang laki-laki dewasa diminta untuk mejalani olahraga lari cepat secara rutin sebanyak 3 kali seminggu. Seluruh partisipan yang dilibatkan mengalami kelebihan berat badan, serta berusia relatif muda yakni sekitar 20-an tahun.

Di setiap sesi latihan, para partisipan hanya disuruh berlari secepat mungkin selama 8 menit lalu kembali ke kecepatan normal dalam 12 menit berikutnya. Meski cuma sebentar yakni 8 menit, lari cepat mampu meningkatkan denyut jantung hingga 80-90 persen dari denyut maksimal.

“Dalam 3 kali 20 menit sesi latihan tiap pekan, mereka hanya olahraga berat selama 8 menit,” kata Prof Steve Boutcher yang memimpin penelitian ini seperti dikutip dari Indiavision, Senin (2/7/2012).

Pengaturan lari dengan kecepatan tinggi semacam itu terbukti bisa membakar lemak sebanyak 2 kg selama masa pengamatan yakni 12 pekan. D1 sisi lain, massa otot meningkat 1,1 kg sehingga total berkurangnya berat badan bisa mencapai rata-rata 0,9 kg.

Secara teknis, Dr Boutcher menjelaskan bahwa lari cepat dapat merangsang pelepasan sejenis hormon yang disebut catecholamine. Hormon ini merangsang pelepasan lemak, khususnya lemak perut dan lemak visceral, sehingga lebih mudah dibakar menjadi energi.

Run Rhino Run Fun Run Untuk Pelestarian Badak Jawa Di Ujung Kulon

Run Rhino Run 10K resmi dimulai di Taman Nasional Ujung Kulon. Kegiatan lari yang diikuti sekitar 150 orang peserta ini bertujuan untuk mengenalkan potensi alam Ujung Kulon dan menambah semangat dalam melestarikan badak Jawa. “Ini lari untuk konservasi Ujung Kulon, semoga dengan kegiatan ini bisa menambah semangat kita untuk melestarikan Ujung Kulon,” kata Kepala Taman Nasional Ujung Kulon, Moh. Haryono, di Taman Nasional Ujung Kulon, Minggu (24/6/2012).

Lari sejauh 10 km ini diselenggarakan oleh WWF, bekerja sama dengan komunitas lari Indo Runners dan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Lari ini juga merupakan salah satu bentuk usaha membangun kepedulian publik akan pentingnya pelestarian badak Jawa dan memperkenalkan potensi keindahan alam dan ekowisata di TNUK kepada masyarakat luas. Peserta lari berasal komunitas lari sebanyak 50 orang pemenang kontes online dan masyarakat sekitar taman nasional.

“Jadi pemenang kontes ini dipilih dari peserta yang sudah mengirim foto, video atau tulisan ke fan page WWF dengan keywordnya badak jawa, konservasi, Taman Nasional Ujung Kulon, Run Rhino Run, kemudian 50 orang dengan likes terbanyak dipilih untuk ikut lari ini” jelas Panitia Run Rhino Run, Annisa.

Lari 10 k ini bukanlah lomba lari. Sesuai dengan tujuan awal, Run Rhino Run diselenggarakan untuk menambah kesadaran masyarakat mengenai kondisi badak Jawa yang mulai terancam punah. “Kita menyebutnya dengan fun trail run, bukan lomba lari, jadi santai saja,” kata panitia Run Rhino Run dari Indo Runners, Yasha Chatab.

Lari ini telah dimulai sejak pukul 06.30 WIB di kawasan Cibayoni dan berakhir di Cinabung. Mengambil lokasi di kawasan penyangga TNUK. Pelari akan melewati lintasan dengan latr perbukiran, sawah dan pedesaan warga. “Ada sekitar 3 pos medis dan water station di setiap 2,5 km,” tambah Yasha. Dari pantauan, para peserta sudah melewati 3 km pertama. Diperkirakan lari akan selesai pada pukul 08.00 WIB

Lomba lari amal untuk konservasi Badak Jawa, Run Rhino Run 10K, bakal digelar di Ujung Kulon pada 24 Juni 2012. Jalurnya ternyata seru dan pemandangannya mantap. Lari lintas alam mungkin belum pernah seindah ini. Desa-desa penyangga kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, rupanya punya jalur trekking yang asyik untuk para atlet lari, penghobi kegiatan alam bebas, ataupun wisatawan. Jalur inilah yang nantinya akan dipakai untuk kegiatan lari amal yang digelar WWF: Run Rhino Run 10K.

Bersama WWF, sejumlah media dan para blogger menjajal jalur 10 km ini pada Sabtu (16/6/2012) lalu. Titik awalnya adalah pertigaan baru di Kampung Kopi, dekat dengan Kantor Seksi Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Kecamatan Sumur, Pandeglang. Proyek pembangunan jalan baru sedang dibangun untuk memudahkan wisatawan yang hendak liburan ke Pulau Umang dan Pantai Sumur. Jalan ini masih tanah kasar yang baru di-buldozer, tapi sudah enak untuk dipakai lari.

Kontur kawasan ini adalah perbukitan. Silakan jajal tantangan lari naik turun bukit berulang kali. Seru banget! Asyiknya di kanan dan kiri jalan, mata kita dimanjakan sawah yang hijau atau hutan kayu sengon. Atur nafas Anda, jalan kita masih jauh. Setelah sekitar 3-4 km, kontur jalan akan menurun ke arah pantai. Di ujung jalan baru ini ada hadiah untuk para pelintas alam. Tiba-tiba kita dihadapkan dengan pantai biru sejauh mata memandang, inilah Pantai Sumur.

Tak jauh di seberang lautan, ada Resor Pulau Umang dengan bentuk kerangnya yang khas. Debur ombak akan menemani trekking Anda di sini. Pelari manapun pasti ingin rasanya berhenti sejenak. Dari sini jalur berbelok ke kiri menuju Desa Sumberjaya. Kalau Anda beruntung, akan bertemu puluhan kerbau yang merumput sambil memakai lonceng kayu yang disebut kongkorak. Suara lonceng ini akan terdengar merdu seperti gamelan. Jalan terus ke arah desa, mungkin Anda akan berpapasan dengan nelayan membawa ikan, atau bocah-bocah yang adu jago melompat dari dermaga. Byurr!

Ditemani jejeran pohon kelapa, Anda akan sampai ke Desa Sumberjaya, nikmatilah suasana desa nelayan ini sebelum akhirnya Anda tiba di pertigaan Jl Raya Ujung Kulon. Anda berbelok ke kanan menuju Desa Kertajaya. Menjelang finish, ini dia yang asyik. Campaigner WWF, Verena Puspawardani mengatakan, tempat finish akan dibikin seru yaitu di tepi pantai. Dari jalan desa, trekking akan dibelokan ke Pantai Cinibung. Dalam ratusan meter terakhir menjelang finish, kita akan berlari di samping ombak yang mendebur Pantai Cinibung. Mantap!

Event lari lintas alam 10 kilometer di Ujung Kulon tidak sekadar punya misi olahraga. Selain lari, para peserta juga disadarkan untuk meningkatkan kepedulian pada lingkungan hidup. Memperingati ulang tahunnya yang ke-50, WWF menggelar event yang tidak biasa. Bertajuk ‘Run Rhino Run’, organisasi independent yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan dan satwa itu, menyelenggarakan lari 10 kilometer dan berlokasi di Ujung Kulon

Akan digelar pada 24 Juni, penunjukkan Ujung Kulon sebagai lokasi digelarnya acara bukan tanpa alasan. Wilayah tersebut punya nilai penting dalam konservasi badak di dunia dengan kini memiliki dua spesies badak yaitu badak Jawa dan Badak Sumatera. Kedua spesies tersebut terancam punah. “Badak Jawa adalah salah satu mamalia besar terlangka di dunia dengan hanya sekitar 50 individu tersisa di Taman Nasional Ujung Kulon,” kara Anwar Purwoto, Direktur Program Kehutanan, Air Tawar dan Spesies WWF-Indonesia di Bloeming Cafe, FX Plaza, Jakarta, Kamis (31/5/2012).

Selain menikmati alam, menurut Anwar, kegiatan lari ini dihelat dengan tujuan memberi kesadaran kepada masyarakat pentingnya melestarikan badak serta lingkungan hidup. “Kenapa di Ujung Kulon, karena erat dengan sejarah WWF pertama penelitian badak. Kami ingin hidupkan sejarah masa lalu untuk konservasi badak di Ujung Kulon.” “Harapan kami atas kelestarian badak dan habitatnya bisa terwujud. Untuk menyelematkan badak dan lingkungan,” sambungnya.

Kegiatan lari yang bertajuk Run Rhino Run itu akan diikuti 50 pelari utama akan terpilih melalui seleksi online di http://www.facebook.com/RhinoCare atau http://www.wwf.or.id/RhinoCare.

42 Negara dan 4700 Orang Ikuti Borobudur Internasional Hash 10K

Sedikitnya 4.700 orang mengikuti Borobudur Internasional Hash (Interhash) 2012 pada 22-27 Mei 2012 di Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Mereka datang dari 42 negara.

“Hash ini merupakan komunitas pencinta olah raga lari lintas alam yang bersifat non-kompetitif dengan menggabungkan unsur persaudaraan dan hiburan,” kata Ketua Borobudur Interhash 2012 Lien Chie An di Candi Prambanan, Jumat malam, 25 Mei 2012.

Sedangkan Interhash merupakan event berskala internasional yang diprakarsai sejak 1978. Event itu dilaksanakan setiap dua tahun sekali dengan lokasi yang berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain.

Indonesia terakhir menjadi tuan rumah Interhash pada 1988 di Bali. Sebelumnya pada 1982 di Jakarta. Tujuan lain dari kegiatan ini untuk mengenalkan wisata Indonesia. “Selain olah raga lintas alam dan persaudaraan, juga mengenalkan wisata di Indonesia,” kata dia.

Kegiatan Interhash ini diharapkan bisa menjadi pendorong pertumbuhan industri pariwisata nasional. Melalui kegiatan inilah, aktivitas pariwisata dan budaya yang dikemas dalam wujud kegiatan olahraga lintas alam akan terpromosikan secara luas.

“Untuk menggelar acara seperti ini sangat sulit. Sudah 24 tahun Indonesia baru bisa menjadi tuan rumah,” kata salah seorang promotor Borobudur Interhash 2012, Oei Hong Djien.

Ia mengakui butuh perjuangan keras untuk memenangkan perebutan tempat penyelenggaraan. Banyak panitia di berbagai negara juga menginginkan hal yang sama. Sinergi dan dukungan dari semua kalangan yang akhirnya membawa Interhash bisa digelar di Prambanan dan Borobudur.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki potensi besar untuk memenangi kegiatan-kegiatan alam seperti Interhash. Selain faktor alam, potensi ini juga ditunjang oleh ragam budaya dan pariwisata yang berkelas dunia.

“Tetapi, potensi saja belum cukup, butuh dukungan dari semua pihak untuk mempromosikan potensi ini ke berbagai pihak dan ke dunia internasional,” kata dia.

Menurut Direktur Bank Central Asia (BCA) Armand W. Hartono, Borobudur Interhash 2012 diharapkan bisa menjadi dukungan dan kampanye bagi kegiatan kepariwisataan nasional. “Lebih dari 4.700 peserta dari dalam dalam dan luar negeri termasuk nasabah BCA Prioritas ikut event ini,” kata Armand.

Daftar Pemenang Lomba Lari Jakarta International 10K 2012 dan Catatan Waktu

Pelari-pelari asal Kenya mendominasi gelar juara lomba lari Jakarta International 10K untuk kategori elite internasional baik putra maupun putri, Minggu. Kategori putra, juara pertama, kedua, dan ketiga seluruhnya dimenangi oleh pelari asal Kenya. Silas Kirupto berhasil menjadi juara pertama dengan catatan waktu 29 menit 20 detik. “Saya senang telah diundang untuk mengikuti lomba lari di Jakarta.Semua hal di sini sangat menyenangkan,” ujar Silas saat konferensi pers. Juara kedua ditempati oleh Pius Maiyo Kirop dengan 29 menit 35 detik dan juara ketiga, Patrick Kimeli, dalam waktu 30 menit.

Kategori putri, seluruh gelar juara pertama hingga ketiga pun disabet oleh pelari asal Kenya.

Philes Ongori keluar sebagai juara pertama dengan catatan waktu 33 menit 12 detik. Juara kedua ditempati Eunice Chebichii Chumba dengan waktu 33 menit 17 detik, dan juara ketiga, Peninah Arusei, yang membukukan waktu 33 menit 27 detik. “Terima kasih atas undangannya. Ini pertama kalinya saya datang ke Jakarta. Cuaca di sini cukup panas, tapi saya senang,” kata Philes. Para pemenang mendapatkan medali dan uang sebanyak 5.000 dolar untuk juara pertama, 3.500 dolar untuk juara kedua, dan 3.000 dolar untuk juara ketiga.

Lomba lari Jakarta International 10K kali ini adalah lomba kesembilan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperingati hari ulang tahun ke-485 Provinsi DKI Jakarta. Para pelari Kenya mendominasi Lomba Lari Jakarta Internasional 10 Kilometer yang dilepas Minggu (20/5) pagi, oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo pukul 06.30 Wib di Silang Monas Jakarta.

Dikategori Elit Putra Internasional, Peringkat pertama ditempati Silas Kipruto dengan catatan waktu terbaik 29 menit 20 detik, diikuti Pius Maiyo Kirop posisi kedua dan Patrick Kimeli posisi ketiga.

Sedangkan, kategori putri elit Internasional juara direbut pelari Philies Ongori dengan waktu 33 menit 12 detik, diikuti Eunice Chebichi Chumba dan peninah Arusei masing masing diperingkat kedua dan ketiga.

Sementara itu, Juara Kategori Elit Nasional diraih Jauhari Johan dengan waktu tercepat 30 menit 52 detik mengalahkan juara bertahan Agus Prayogo diposisi kedua dan tempat ketiga milik Feri Junaedi.

Usai Pertandingan, pelari Jauhari Johan kepada RRI, Minggu (20/5) mengatakan dirinya bersyukur dapat memenangkan lomba ini dan mengalahkan Agus Prayogo. “Pertama senang yaa, Alhamdulillah dua tahun saya telah menjadi runner up dan kali ini menjadi juara umum elit nasional. Tapi dari catatan terbaik Agus Prayogo masih memegang saya kalah dengan dia selisih dua detik dari tahun lalu. Target saya hanya memperbaiki waktu dari tahun kemarin,” ujar Jauhari Johan pelari asal PASI Sumatera Selatan kepada RRI.

Adapun untuk pemenang kategori putri Elit Nasional, Trianingsih menjadi yang terbaik 34 menit 53 detik disusul Yulianingsih dengan catatan waktu 36:36 dan Ferry Marince Subnaveu dengan catatan waktu 37:18 masing masing posisi kedua dan ketiga. Usai pertandingan Triyaningsih juga mengaku sangat bahagia meskipun dengan catatan waktu yang menurun dari tahun lalu.

“Tahun ini memang agak turun, karena saya minggu depan ada try out lagi. Semoga event ini terus berlanjut karena sangat bagus untuk atlet-atlet muda,” ujar pelari asal Salatiga, Jawa Tengah, itu. Ditempat yang sama, Kepala Bidang olahraga prestasi Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi DKI Jakarta, Tedi Cahyono berharap Lomba lari Jakarta Internasional 10 K semakin tahun semakin baik kualitasnya dan para peserta pun dapat bertambah banyak.

“Harapan saya, harapan kami pengprov DKI Jakarta bahwa Lomba lari Jakarta Internasional 10 K semakin tahun semakin baik dan semakin tahun semakin banyak peserta serta semakin berkualitas.”Jakarta International 10K diikuti sekitar 35 ribu peserta dalam dan luar negeri dengan total hadiah Rp600 juta. Rute yang dilalui Silang Monas Barat Daya-Jalan M.Husni Thamrin-Jalan Jend. Sudirman, lalu kembali melewati ke posisi awal start dengan rute yang sama.

Pelari asal Sumatera Selatan Jauhari Johan dan pelari asal Jawa Tengah Triyaningsih menjuarai lomba lari Jakarta International 10K, Minggu (20/5/2012) kategori elit nasional. Jauhari meraih catatan waktu 30 menit 52 detik dan Triyaningsih mencapai finis dengan waktu 34 menit 53 detik.

Pada kategori elit internasional, pelari Kenya mendominasi. Juara pertama kategori putra direbut oleh Silas Kirupto dengan waktu 29 menit 20 detik dan kategori putri oleh Philes Ongori, 33 menit 12 detik.Tahun lalu pada lomba lari yang sama, Jauhari Johan meraih juara kedua kategori elit nasional putra. Sedangkan Triyaningsih sebagai juara bertahan tahun ini kembali mempertahankan gelarnya. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengungkapkan, ke depan Jakarta International 10K akan ditingkatkan jumlah hadiah uangnya supaya lebih menarik pelari asing. Tahun ini lomba behadiah total Rp 600 juta.

Kehadiran pelari berkostum unik memeriahkan lomba lari Jakarta International 10K 2012, Minggu (20/5/2012) yang diikuti sejumlah 35.000 pelari. Para pelari tersebut berkostum wayang orang seperti Gatutkaca, Hanoman, dan tokoh-tokoh dalam film Hollywood, seperti Flinstones, Smurf, dan Putri Salju. Ada juga yang memakai kostum perawat, kostum gladiator, bahkan kostum ondel-ondel. Sedangkan ribuan pelari lainnya menggunakan kaus berwarna hijau yang dibagikan panitia.

Pelari elit internasional dan elit nasional langsung memimpin di urutan terdepan, sementara pelari “penggembira” tampak ngos-ngosan di kilometer pertama. Berdasar pantauan Kompas, pelari elit nasional Jauhari Johan menempati posisi terdepan kategori elit nasional. Tahun lalu Jauhari meraih juara kedua kategori elit nasional.

Lomba Lari Jakarta Internasional 10 K Milo 2012 Digelar Untuk Yang Kesembilan Kalinya

Lomba lari maraton Jakarta International 10 Kilometer (10 K) Ke-9 akan digelar pada Minggu 20 Mei 2012. Lomba lari tahunan ini akan diikuti 15 pelari internasional. Pelari Kenya, seperti Pius Maiyo Kirop, Patrick Kimell, Eluid K Ngeny, Maryanne Wangari Wanjiru, Eunice Chebichii Chumba, dan Peninah Arusei adalah beberapa nama yang akan ikut berkompetisi.

Lomba yang diadakan setiap tahun untuk memperingati Hari Ulang Tahun Jakarta ini juga diikuti 20 atlet lari nasional seperti Agus Prayogo dan Triyaningsih. Masyarakat umum seperti pelajar dan mahasiswa pun dapat mengikuti lomba lari jarak jauh ini. “Hingga saat ini tercatat 35 ribu peserta telah mendaftar,” tutur Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta, Ratiyono, dalam siaran persnya.

Ia mengatakan lomba yang diselenggarakan untuk kesembilan kalinya ini akan dimulai dari Silang Monas Barat Daya pada pukul 06.30 WIB. Rute yang dilewati adalah Jalan MH Thamrin–Bundaran HI–Jalan Jenderal Soedirman–berputar arah di depan ex. Stasiun Pompa Bensin Semanggi, kembali ke Jalan Jenderal Sudirman dan berakhir kembali di titik awal.

Menurut Ratiyono, kegiatan ini merupakan satu-satunya lomba lari jalan raya di Indonesia yang mendapat sertifikat resmi dari Asosiasi Internasional Federasi Atletik atau International Association Of Athletic Federation (IAAF). “Rute lomba sudah diukur ulang pada 2010 lalu,” ujarnya.

Lomba yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) ini akan melibatkan beberapa kendaraan pengaman lomba. Di antaranya adalah mobil pengawalan dari kepolisian, mobil tim teknis PB Pasi selaku penyelenggara, mobil jam sebagai penunjuk waktu, mobil liputan media, mobil angkutan air minum dan air guyur untuk pelari. “Akan ada pengecualian bagi mobil-mobil ini untuk melintas di are HBKB,” kata Ratiyono.