Category Archives: Tinju

Foto Bukti Teori Konspirasi Hasil Tinju Floyd Mayweather dan Manny Pacquiao Diatur Beredar

Kartu skor dalam pertandingan akbar pada Sabtu malam antara Floyd Mayweather dan Manny Pacquiao menggiring opini kemungkinan petinju Filipina itu sebenarnya memenangkan pertarungan. Mayweather memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 48-0 di MGM Grand, Las Vegas, yang sekali lagi memperkuat posisinya sebagai petinju terbesar di zamannya.

Para hakim memberi penilaian 118-110 dan 116-112, 116-112, dengan Glenn Feldman, Burt Clements dan Dave Moretti, diberi kode ‘putih,’ biru ‘dan’ merah muda ‘, yang semuanya memenangkan Floyd. “Namun, kesalahan administratif pada kartu skor menyebabkan munculnya teori konspirasi bahwa Pacquiao seharusnya memenangkan pertarungan,” demikian analisis yang dilansir. Floyd Mayweather Jr berhasil menghindari pukulan Manny Pacquiao, petinju asal Filipina itu kalah saat melawan Floyd

Kartu skor resmi dari Komisi Atletik Negara Bagian Nevada atau Nevada State Athletic Commission menunjukkan bahwa petinju di sudut merah mengungguli petinju sudut biru, sesuai dengan penilaian semua dari tiga hakim yang menilai pertandingan itu. Tapi Mayweather, demikian Mirror, kenyataannya benar-benar berada di sudut biru dalam pertarungan di Las Vegas, itu. Hasil angka pertandingan tinju kelas berat antara Manny Pacquiao melawan Mayweather.

Hasil angka pertandingan tinju kelas welter antara Manny Pacquiao melawan Mayweather. Meski ada klaim di media sosial bahwa kecurangan sedang terjadi, yang dibuktikan dengan aksi seorang penggemar di Twitter yang menyatakan hasil pertarungan terbukti keliru dan pertandingan ulang harus diatur. Namun, di sudut kanan bawah dari kartu skor jelas berbunyi ‘Mayweather menang dengan keputusan bulat’.

Menurut analisis Mirror, nama-nama yang tercantum di pojok kanan kartu juga terbaca bahwa Mayweather berada di sudut merah, yang menunjukkan kemungkinan adanya indikasi konspirasi semakin besar. Setelah pertarungan, Pacquiao mengklaim ia mengalahkan petinju Amerika itu, meski keputusan hakim adalah mutlak. Dia mengatakan: “Saya kira saya memenangkan pertarungan. Dia tidak melakukan apa-apa. Dia hanya bergerak di sekitar di luar, sehingga tidak mudah untuk melancarkan banyak pukulan.

Petinju asal Amerika Serikat Floyd Mayweather Jr. berhadapan dengan Manny Pacquiao saat menimbang berat badan sebelum pertandingan di Las Vegas, 1 Mei 2015. “Saya bisa mengatasi kekuatannya, saya bertarung lebih hebat ketimbang dia dan tidak ada masalah,” ujarnya. Petinju Filipina ini lantas menyalahkan kekalahannya itu lantaran cedera bahu yang dia derita saat berlatih tanding tiga pekan lalu. “Tiga pekan sebelum pertarungan, saya harus melewatkan latihan beberapa hari karena cedera. Setelah dipindai, ada cedera di bahu kanan saya.”

Pacquiao menolak suntikan pembunuh rasa sakit yang disarankan oleh Komisi Atletik Negara Bagian Nevada, yang baru menyadari persoalan itu hanya kurang dari dua jam sebelum dimulainya pertarungan. Sejak mengungkapkan cedera itu, yang dilanjutkan dengan rencana operasi, kemungkinan bisa membunuh peluang Pacquiao untuk meminta pertandingan ulang dengan Mayweather.

Manny Pacquiao akan menjalani operasi pada manset rotator yang sobek pada bahunya. Setelah operasi, petinju asal Filipina itu harus istirahat bertinju 9-12 bulan. Seperti ditulis ESPN.com dan dikutip oleh Reuters, Pacquiao mengaku bahunya cedera terkena pukulan Floyd Mayweather pada Minggu, 3 Mei 2015.

Pacquiao kalah dalam pertarungan tinju termahal yang berlangsung di MGM Grand Garden Arena di Las Vegas, itu. Mayweather dinyatakan menang angka dalam perebutan gelar empat yang disatukan dan rekornya menjadi 48 kali menang tanpa kalah. Cedera menyebabkan hilangnya kesempatan Paquiao untuk melakukan tanding ulang setelah petinju berusia 38 tahun, Mayweather, mengatakan tidak akan lagi bertanding sebelum September karena akan mundur.

“Kami memiliki pindaian MRI yang memastikan dia sobek pada menset rotator, dia mengalami cedera serius,” kata dokter bedah tulang, Neal ElAttrache. Pertandingan Sabtu lalu membuat rekor Pacquiao merosot: menjadi 57 kali menang (38 KO), enam kali seri, dan dua kali kalah. Setelah pertarungan itu, promotor papan atas Bob Arum mengatakan Pacquiao mengalami cedera punggung di kamp latihan sekitar dua setengah pekan sebelumnya dan bukan karena terkena pukulan saat bertarung.

Paquiao memastikan cederanya pada Senin, dan petinju berusia 36 tahun itu mengatakan dokter menyarankan dia untuk istirahat, dirawat, dan dimonitor, jika ingin siap bertanding lagi. Namun Nevada Commission yang justru mengakhiri perawatan beberapa jam sebelum pertarungan dimulai, dan mengatakan cedera bahunya tidak perlu dikhawatirkan. Hari ini, Rabu, 6 Mei 2015, Manny Pacquiao menyatakan senang mendengar kabar tak terduga bahwa Floyd Mayweather Jr., juara kelas welter WBC/WBO/WBA yang mengalahkannya baru-baru ini, ingin melakukan pertandingan ulang.

Kabar itu disampaikan Mayweather dalam pesan pendeknya kepada Stephen A. Smith, wartawan ESPN. “Saya akan bertinju dengannya setahun setelah operasinya,” tulis Mayweather. Pada Sabtu malam pekan lalu waktu setempat, Mayweather menang angka atas Pacquiao dalam “pertandingan abad ini” di MGM Grand, Las Vegas, Amerika Serikat. Belakangan terungkap bahwa Pacquiao ternyata mengalami cedera bahu saat latihan dan cederanya semakin berat saat dia bertinju melawan Mayweather.

Pacquiao dijadwalkan segera naik ke meja operasi, dan proses pemulihannya membuat dia tak dapat naik ring sampai tahun depan. “Saya senang dia mau bertanding ulang,” kata Pacquiao kepada ABS CBN. “Tapi, pertama-tama, saya harus memulihkan bahu saya. Dokter bilang saya akan seratus persen oke (setelah dioperasi), tapi saya butuh istirahat empat-enam bulan.”

Analisa Pertarungan Tinju Mayweather Vs Pacquiao

Duel antara petinju Filipina, Manny Pacquiao, melawan Floyd Mayweather Jr asal Amerika Serikat sudah semakin dekat. Pertandingan yang disebut superfight ini akan digelar di MGM Grand Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, pada 2 Mei 2015. Menjelang laga tersebut, kedua petinju ini sudah saling serang di luar ring. Pacquiao sesumbar memperingatkan lawannya jika ‘naluri pembunuh’ telah kembali. “Saya sangat termotivasi. Inspirasi tekad dan naluri pembunuh kembali,” katanya seperti dikutip di laman Skysports, Kamis, 16 April 2015.

Pacquiao yang pernah menjadi juara tinju dunia di 8 kelas berbeda mengaku siap bertanding maksimal. Berbeda dengan Mayweather, Pacquiao menilai bahwa tinju masih menjadi dunianya. Dia mengaku terus berlatih untuk mempersembahkan pertarungan yang menyenangkan dan tak mempersoalkan pendapatan dari hasil tarung tersebut.“Saya ingin menikmati dan memberikan kehormatan untuk negara dan penggemar. Saya tidak ingin menjadi orang yang materialistis. Jika anda berpikir seperti [Mayweather], anda akan menjadi orang yang materialistis,” katanya.

Mayweather sebelumnya mengaku tak menikmati pertarungan yang akan dijalaninya. Menurut dia, duel yang akan dijalani dengan Pacquiao merupakan bisnis. “Dan ini adalah pekerjaan saya,” katanya. Menurut dia pertarungannya dengan Pacquiao akan menjadi pertarungan yang menarik. “Gaya kami berbeda, saya bertarung dengan kecerdasan. Setiap langkah dihitung, setiap gerakan dipikirkan.”

Pertarungan kelas welter ini telah menjadi subyek dari negosiasi selama enam tahun. Tak hanya akan menjadi pertarungan paling menguntungkan, tetapi akan menjadi arah untuk menentukan siapa pejuang terbesar pada zaman ini. Ketika Mayweather-Pacquiao menandatangani kontrak akhir Februari lalu, Top Rank dan Mayweather Promotions menargetkan rekor pendapatan sebesar US$ 40 juta dengan penjualan tiket dari harga US$ 1.000 atau Rp 12,95 juta sampai US$ 5.000 atau Rp 64,77 juta.

Siaran televisi langsung berbayar (pay per view) pertarungan Floyd Mayweather melawan Manny Pacquiao akan menjadi yang termahal dalam sejarah tayangan televisi berbayar di Inggris. Mayweather merupakan juara dunia tinju kelas welter WBC atau Dewan Tinju Dunia dan WBA atau Asosiasi Tinju Dunia, sedangkan Pacquiao juara dunia WBO atau Organisasi Tinju Dunia. Pertarungan yang disebut-sebut bakal menghasilkan uang terbanyak di dunia dalam sejarah tinju profesional ini akan berlangsung di Las Vegas, Amerika Serikat, 2 Mei mendatang.

Penonton televisi harus membayar 24,95 pound sterling atau sekitar Rp 484 ribu untuk dapat menyaksikan siaran langsung pertarungan itu. Jumlah uang yang harus dibayar itu bergantung pada cara menontonnya, sendiri atau beramai-ramai. Sebagai catatan, publik yang hendak menonton beramai-ramai biasanya ditawari televisi sirkuit. Sejauh ini, jumlah penonton pay per view di Inggris tercatat 1,2 juta. Menurut jaringan televisi Skysports, yang menyelenggarakan pay per view tersebut, harga laga ini merupakan yang tertinggi yang pernah mereka tetapkan.

Di Amerika, jaringan televisi Showtime dan HBO akan mengenakan biaya US$ 99,95 atau sekitar Rp 1,2 juta. Perbandingan Harga Pay Per View
Floyd Mayweather vs Manny Pacquiao (2015) 24,95 pound sterling (sekitar Rp 484 ribu)
Carl Froch vs George Groves (2014) 21,95 pound sterling (Rp 423,1 ribu)
David Haye vs Wladimir Klitschko (2011) 19,95 pound sterling atau (Rp 384 ribu)
Ricky Hatton vs Floyd Mayweather (2007) 14,95 pound sterling atau (Rp 288 ribu)
David Haye vs Nikolay Valuev (2009) 14,63 pound sterling atsu (Rp 282 ribu)
Ricky Hatton vs Manny Pacquiao (2009) 14,63 pound sterling atau (Rp 282 ribu)

Salah satu alasan mengapa para pihak yang berkepentingan begitu lama merealisasikan pertandingan tinju paling hebat setela era Muhammad Ali berakhir 1980-an yaitu The Money, Floyd Mayweather Jr, dari Amerika Serikat dengan Pac-Man, Manny Paquiao, kebanggaan Filipina, adalah mereka menegosiasikan semua hal dengan serius sampai aspek terkecil.

Promotor Bob Arum mengatakan mereka melakukan negosiasi secara seksama tentang semua hal itu sampai urusan siapa penyanyi yang akan menyanyikan lagu kebangsaan masing-masing sebelum pertarungan. Arum mengatakan Pacquiao sendiri yang menyetujui siapa penyanyi yang menyanyikan lagu kebangsaan Filipina dan Mayweather akan menyusul jejak musuh besar itu untuk mengatakan penyani mana yang akan melagukan “The Star Spangled Banner.”

Mereka menyebutnya Mega-Fight Pacquiao-Mayweather terhadap pertandingan tinju dunia di MGM Grand Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, 2 Mei 2015 ini. Setelah pertarungan perebutar gelar juara dunia tinju antara juara bertahan, George Foreman, dan penantangnya, Muhammad Ali, Kinshasa, Zaire -kini Republik Demokratik Kongo- pada 30 Oktober 1974, baru kali ada pertarungan tinju yang bisa menyamai pertandingan legendaris berjuluk the Rumble in the Jungle itu. Dan, pertarungan yang diyakini bisa semashur Rumble in the Jungle itu adalah Floy Mayweathe Jr melawan Manny Paquiao di perebutan gelar penyatuan atau unifikasi kelas welter dunia.

Pertarungan masih lama cukup lama, 2 Mei 2015, tapi perang sudah dimulai di meja perundingan di antara dua kubu ini seperti menyangkut pembagian keuntungan dan pembagian penempatan sponsor masing-masing. Perusahaan minuman bir Tecate, misalnya, sudah mensponsori Pacquiao and Top Rank, badan promotor Arum, bertahun-tahun. Tecate akhirnya memenangi rekor bidikan dukungan sponsor sebesar US$ 5,6 juta atau sekitar Rp 72,40 miliar. Adapun, perusahaan minuman bir Corona, yang juga telah mensponsori pertarungan Mayweather menerima alokasi US$ 5,2 juta.

Uang akan berputar dalam jumlah fantastis dalam pertarungan tinju dunia penyatuan gelar kelas welter antara Floyd Mayweather Jr. dan Manny Pacquiao. Pertarungan ini sudah jauh-jauh diprediksi akan memecahkan setiap rekor olahraga pertempuran fisik di dunia. Terus berkembang per hari dan diyakini bisa mudah melampaui US$ 400 juta atau sekitar Rp 5,18 triliun!

Tayangan hasil kerja sama dua stasiun televisi berbayar Showtime/HBO pada 2 Mei 2015 di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Amerika Serikat akan memutarkan uang US$ 74 juta atau sekitar Rp 958,67 miliar dari hasil penjualan lebih dari 15 ribu tiket. Hal itu dikatakan oleh salah satu promotor tinju legendaris di dunia, Bob Arum, kepada ESPN.com, Senin, 23 Maret 2015. Bob Arum menjadi promotor Pacquiao melalui badan usahanya, Top Rank.

Jumlah itu akan lebih banyak 3,5 kali lipat dari rekor penjualan tiket pertarungan penyatuan gelar kelas menengah junior antara Mayweather Jr dan Canelo Alvarez yang juga berlangsung di MGM Grand Garden Arena pada September 2013 yaitu US$ 20.003.150. Ketika Mayweather-Pacquiao menandatangani kontrak pada akhir Februari lalu, Top Rank dan Mayweather Promotions menargetkan rekor pendapatan sebesar US$ 40 juta dengan penjualan tiket dari harga US$ 1.000 atau Rp 12,95 juta sampai US$ 5.000 atau Rp 64,77 juta.

Karena tingginya permintaan, harga tiket naik dari US$ 1.500 ke US$ 7.500 untuk menargetkan pemasukan lebih dari US$ 50 juta. Sekarang, setelah revisi alokasi jumlah setiap kategori tiket dan membengkaknya nilai tiket tertinggi menjadi US$ 10 ribu, mereka menganggarkan arena MGM untuk bisa mengeruk sekitar US$ 74 juta. “Ini gila, tapi begitulah kenyataannya,” kata Arum. “Menakjubkan,” Arum melanjutkan.

Harga tiket tertinggi terakhir yaitu US$ 10 ribu atau sekitar Rp 129,47 miliar tidak dijual untuk umum tapi ditujukan kepada para selebritas, tokoh-tokoh terkenal, konglomerat, dan pelanggan rumah judi di Las Vegas. Sebagian orang meyakini bahwa pertarungan Mayweather-Pacquiao akan memecahkan rekor 2,4 juta orang yang menonton siaran televisi berbayar pertarungan Mayweather melawan Oscar De La Hoya pada 2007. Banyak yang meyakini penontonnya akan melewati jumlah 3 juta orang.

Dengan perkiraan tarif siaran televisi berbayar sekitar US$ 100 akan ada pemasukan potensial di siaran lokal berbayar US$ 300 juta. Penjualan siaran lokal ini termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan Puerto Rico. Siaran televisi lokal di mancanegara diharapkan menyedot US$ 35 juta dan ini juga ekor. Promotor Bob Arum mengatakan hak siar televisi di negara Pacquiao yaitu Filipina dijual kepada Solar dengan harga US$ 10 juta. Ini juga rekor untuk pertarungan Pacquiao.

Di Meksiko, dua stasiun televisi terbesar biasanya bersaing sengit dalam mendapatkan hak siaran tinju. Tapi, untuk megatarung Mayweather Jr versus Pacquiao ini, mereka bisa berdamai untuk membuat kesepakatan membeli hak siar sebesar US$ 2,3 juta.

HARGA TIKET MAYWEATHER-PACQUIAO DAN ALOKASI JUMLAH SETIAP KATEGORI:
US$10.000 (sekitar Rp 129 miliar) 1.100 tiket*
US$7.500 2.500
US$5.000 2.500
US$3.500 4.000
US$2.500 2.500
US$1.500 (sekitar Rp 19,42 juta) 2.500

* Tidak tersedia di penjualan untuk umum.

Uang akan berputar dalam jumlah fantastis di pertarungan tinju dunia penyatuan gelar kelas Welter antara Floyd Mayweather Jr. dan Manny Pacquiao. Pertarungan ini sudah jauh hari diprediksi akan memecahkan setiap rekor olahraga pertempuran fisik di dunia. Jumlah uang tersebut terus berkembang per hari dan diyakini bisa mudah melampaui US$ 400 juta atau sekitar Rp 5,18 triliun!

Tayangan hasil kerja sama dua stasiun televisi berbayar Showtime/HBO pada 2 Mei 2015 di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, akan memutarkan uang US$ 74 juta atau sekitar Rp 958,67 miliar dari hasil penjualan lebih dari 15 ribu tiket. Hal itu dikatakan salah satu promotor tinju legendaris di dunia, Bob Arum, kepada ESPN.com, Senin, 23 Maret 2015. Bob Arum menjadi promotor Pacquiao melalui badan usahanya, Top Rank.

Jumlah itu akan lebih banyak 3,5 kali lipat dari rekor penjualan tiket pertarungan penyatuan gelar kelas menengah junior antara Mayweather Jr. dan Canelo Alvarez yang juga berlangsung di MGM Grand Garden Arena pada September 2013, yaitu US$ 20.003.150. Ketika Mayweather-Pacquiao menandatangani kontrak pada akhir Februari lalu, Top Rank dan Mayweather Promotions menargetkan rekor pendapatan sebesar US$ 40 juta dengan penjualan tiket dari harga US$ 1.000 atau sekitar Rp 12,95 juta sampai US$ 5.000 atau sekitar Rp 64,77 juta.

Karena tingginya permintaan, harga tiket naik dari US$ 1.500 ke US$ 7.500 untuk menargetkan pemasukan lebih dari US$ 50 juta. Sekarang, setelah revisi alokasi jumlah setiap kategori tiket dan membengkaknya nilai tiket tertinggi menjadi US$ 10 ribu, mereka menganggarkan arena MGM untuk bisa mengeruk sekitar US$ 74 juta. “Ini gila, tapi begitulah kenyataannya,” kata Arum. “Menakjubkan.”

Manny Pacquiao tak hanya berlatih tertutup di kamp. Dalam menghadapi pertarungannya melawan Floyd Mayweather, petinju Filipina yang biasa dijuluki Pac-man itu bergabung dengan penggemarnya pada hari 12 latihannya untuk meningkatkan kebugarannya. Setelah menggelar jumpa wartawan bersama-sama di Los Angeles pada awal pekan kemarin, keduanya kembali berlatih di kamp masing-masing untuk menghadapi pertarungan di MGM Grand Arena, Las Vegas pada 2 Mei 2015. Keduanya sepakat untuk menjalani tes obat dengan gaya random Olimpiade pada urine dan darah sebelum dan sesudah pertarungan. Program pengujian akan dilakukan US Anti-Dobbing Agency (USADA).

Untuk menunjukkan pada penggemarnya terkait program latihan yang dijalani, Pacquiao mengunggah ke akun instagramnya saat ia menjalani sesi latihan berlari bersama rombongan pada Kamis, 12 Maret 2015. Dalam video itu, petinju yang meraih juara di delapan kelas berbeda itu tampak mengenakan penutup kepala putih, jaket hitam, dan celana pendek biru. Dia bersama rombongan tengah berlari di jalan.

Mayweather tak mau kalah. Petinju asal Amerika Serikat itu juga menunjukkan bagaimana ia berlatih kepada penggemarnya dengan mengunggah video latihannya sembari mendengarkan lantunan suara Phil Collins ‘In the Air Tonight’ di akun Instagramnya pada Jumat, 13 Maret 2015. Dalam latihan itu, ia tampak sedang berlatih dengan skipping.

Mayweather sesumbar akan menjadikan Pacquiao sebagai korbannya ke-48. Saat ini, ia telah mencatat 47 kemenangan, 26 di antaranya menang KO, dan tak pernah kalah sepanjang karirnya. Sementara, Pacquiao mempunyai catatan 57 kali menang, 38 di antaranya menang KO, 5 kali kalah dan dua kali seri. Ia yakin seratus persen bisa mengalahkan Mayweather.Mereka menyebutnya mega fight Pacquiao-Mayweather dalam pertandingan tinju dunia akan berlangsung di MGM Grand Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, 2 Mei 2015, ini.

Setelah pertarungan perebutan gelar juara dunia tinju antara juara bertahan, George Foreman, dan penantangnya, Muhammad Ali, Kinshasa, Zaire-kini Republik Demokratik Kongo-pada 30 Oktober 1974, baru kali ada pertarungan tinju yang bisa menyamai pertandingan legendaris berjuluk The Rumble in the Jungle itu. Dan, pertarungan yang diyakini bisa semasyhur Rumble in the Jungle itu adalah Floy Mayweather Jr. melawan Manny Pacquiao di perebutan gelar penyatuan atau unifikasi kelas welter dunia.

Uang akan berputar dalam jumlah fantastis dalam pertarungan tinju dunia penyatuan gelar kelas welter antara Floyd Mayweather Jr. dan Manny Pacquiao. Pertarungan ini sudah jauh-jauh diprediksi akan memecahkan setiap rekor olahraga pertempuran fisik di dunia. Terus berkembang per hari dan diyakini bisa mudah melampaui US$ 400 juta atau sekitar Rp 5,18 triliun! Tayangan hasil kerja sama dua stasiun televisi berbayar Showtime-HBO pada 2 Mei 2015 di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, akan memutarkan uang US$ 74 juta atau sekitar Rp 958,67 miliar dari hasil penjualan lebih dari 15 ribu tiket. Hal itu dikatakan oleh salah satu promotor tinju legendaris di dunia, Bob Arum, kepada ESPN.com, Senin, 23 Maret 2015. Bob Arum menjadi promotor Pacquiao melalui badan usahanya, Top Rank.

Jumlah itu akan lebih banyak 3,5 kali lipat dari rekor penjualan tiket pertarungan penyatuan gelar kelas menengah junior antara Mayweather Jr. dan Canelo Alvarez yang juga berlangsung di MGM Grand Garden Arena pada September 2013 yaitu US$ 20.003.150.Ketika Mayweather-Pacquiao menandatangani kontrak pada akhir Februari lalu, Top Rank dan Mayweather Promotions menargetkan rekor pendapatan sebesar US$ 40 juta dengan penjualan tiket dari harga US$ 1.000 atau Rp 12,95 juta sampai US$ 5.000 atau Rp 64,77 juta.

Karena tingginya permintaan, harga tiket naik dari US$ 1.500 ke US$ 7.500 untuk menargetkan pemasukan lebih dari US$ 50 juta. Sekarang, setelah revisi alokasi jumlah setiap kategori tiket dan membengkaknya nilai tiket tertinggi menjadi US$ 10 ribu, mereka menganggarkan arena MGM untuk bisa mengeruk sekitar US$ 74 juta. “Ini gila, tapi begitulah kenyataannya,” kata Arum. “Menakjubkan,” Arum melanjutkan.

Harga tiket tertinggi terakhir yaitu US$ 10 ribu atau sekitar Rp 129,47 miliar tidak dijual untuk umum tapi ditujukan kepada para selebritas, tokoh-tokoh terkenal, konglomerat, dan pelanggan rumah judi di Las Vegas.Sebagian orang meyakini pertarungan Mayweather-Pacquiao akan memecahkan rekor 2,4 juta orang yang menonton siaran televisi berbayar pertarungan Mayweather melawan Oscar De La Hoya pada 2007. Banyak yang meyakini penontonnya akan melewati jumlah tiga juta orang.

Dengan perkiraan tarif siaran televisi berbayar sekitar US$ 100 akan ada pemasukan potensial di siaran lokal berbayar US$ 300 juta. Penjualan siaran lokal ini termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan Puerto Rico.Siaran lokal di mancanegara diharapkan menyedot US$ 35 juta dan ini juga ekor. Promotor Bob Arum mengatakan hak siar televisi di negara Pacquiao yaitu Filipina dijual kepada Solar dengan harga US$ 10 juta. Ini juga rekor untuk pertarungan Pacquiao.

Di Meksiko, dua stasiun televisi terbesar biasanya bersaing sengit dalam mendapatkan hak siaran tinju. Tapi, untuk megatarung Mayweather Jr. versus Pacquiao ini, mereka bisa berdamai untuk membuat kesepakatan membeli hak siar sebesar US$ 2,3 juta. Petinju Filipina Manny Pacquiao terus menyiapkan diri menghadapi ‘pertandingan abad ini’ melawan Floyd Mayweather. “Saya yakin mampu menang mudah,” katanya kepada wartawan di Los Angeles pada, Rabu, 11 Maret 2015.

Dia ingin jutaan warga Filipina menyaksikan siaran langsung pertandingan yang akan digelar 2 Mei di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Amerika Serikat. Pac-Man — julukan bagi Pacquino — berharap dapat memberikan yang terbaik bagi negerinya. Saya menginginkan orang-orang tahu bahwa Tuhan dapat mengubah seseorang dari bukan siapa-siapa menjadi sesuatu, ujarnya, dan saya berterima kasih kepada Tuhan.

Di Filipina, pria yang lahir di Kibawei, 17 Desember 1978 ini dianggap pahlawan. Pacquiao adalah petinju dari benua Asia pertama yang berhasil meraih gelar juara tinju profesional di enam kelas berbeda, atau petinju kedua di dunia setelah Oscar de la Hoya.Dia juga petinju pertama yang berhasil merebut tujuh gelar di tujuh kelas yang berbeda. Yaitu lima gelar juara dunia dari lima kelas berbeda dan dua gelar dari Ring Magazine untuk kelas bulu dan welter junior.

Hal yang menarik adalah walaupun dia ini bertinju dengan gaya kidal serta memiliki pukulan kiri mematikan tapi dalam kesehariannya dia sebenarnya bukan orang kidal. Manny Pacquaio adalah seorang right-handed dalam kesehariannya Pada pemilihan nasional Mei 2010, Pacquiao terpilih menjadi anggota kongres Filipina. Kemudian dia terpilih menjadi senator Filipina dari Provinsi Sarangani, yang merupakan tempat kelahirannya. Sebagai senator, Pacquiao berhasil mendorong pembangunan gedung rumah sakit yang menjadi rumah sakit pertama yang ada di provinsi tersebut.

Meski menjadi anggota legislatif, karier tinju Pacquiao tidak berhenti. Untuk pertandingannya dengan Mayweather, Pac-Man akan mendapat bayaran 80 juta dolar AS. Sementara Mayweather, yang berusia 38 tahun, kabarnya bisa mendapatkan bayaran hingga 120 juta dolar AS. Mayweather saat ini merupakan pemegang sabuk juara dunia tinju kelas welter versi WBA dan WBC, sedangkan Pacquiao adalah juara kelas welter versi WBO.

Mayweather kini memiliki rekor bertarung 47 kali menang tanpa sekali pun kalah (26 KO). Sementara itu, Pacquiao punya catatan 57 kali menang, lima kali kalah, dan dua seri (38 KO). Presiden WBC, Mauricio Sulaiman menjelaskan pihaknya berencana membuat sabuk juara khusus. Sabuk juara itu nantinya akan menjadi milik siapa pun yang jadi pemenang. “Untuk pengakuan spesial ini, saya menginginkan zamrud atau platinum. Tapi, semuanya akan diputuskan dalam beberapa pekan ke depan,” katanya seperti dikutip Washington Post.

Penyelenggara mempromosikan sebagai ‘pertandingan abad ini’. Mereka akan menyiarkan secara global melalui jaringan televisi. Sulaiman yakin keduanya bakal mempertaruhkan reputasinya untuk membuktikan siapa yang terbaik. “Mereka juga bersaing untuk dianggap sebagai salah satu dari sepuluh petinju terbaik dalam sejarah tinju,” katanya.

Arena Tinju Piala Presiden Dipindah Karena Kekurangan Dana

Panitia kejuaraan tinju internasional Piala Presiden XXII berencana memindahkan arena pertandingan ke lokasi yang belum dapat dipastikan. Sulfa Ganie, wakil ketua panitia penyelenggara, mengatakan pemindahan tersebut terjadi setelah panitia gagal memenuhi uang sewa gedung Palembang Sport and Convention Centre (PSCC) senilai Rp 1,6 miliar untuk tujuh hari pemakaian. “Panitia ada keterbatasan. Kami sanggup kalau Rp 50 juta per hari,” kata Sulfa, Kamis, 2 April 2015.

Menurut Sulfa, meskipun minim pendanaan, acara yang bakal berlangsung pada 19-25 April itu akan tetap berlangsung. Pasalnya, hal itu menyangkut nama baik negara Indonesia. Saat ini pihaknya menyiapkan sejumlah arena alternatif yang ada di Jakabaring Sport City (JSC). Panitia, kata Sulfa, sedang mempertimbangkan penggunaan Gelanggang Olahraga Ranau atau GOR Dempo sebagai pilihan. Bila dilaksanakan di JSC, otomatis pendanaan akan semakin hemat. “Kami akan menemui gubernur agar beliau bisa menemukan solusi,” ujar Sulfa.

Martines Do Santos, sekretaris panitia, mengatakan Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Nasional (PP Pertina) sudah melihat langsung sejumlah gedung yang ada di Jakabaring. Menurut dia, gedung di Jakabaring sangat layak untuk menggelar kejuaraan berskala dunia itu, sehingga jika tidak ada keringanan sewa dari pengelola gedung PSCC, Santos mengatakan mereka memiliki pilihan yang jelas. “Saya kira sangat layak untuk melaksanakan Piala Presiden,” ujar Martines Do Santos.

Namun Martines masih berharap ring tinju dapat dipasang di PSCC. Pasalnya, gedung tersebut memiliki fasilitas lebih lengkap serta terletak di pusat kota. Karena itu, panitia pelaksana akan melobi Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin agar mereka bisa mendapatkan harga khusus. “Kalau gubernur bisa memberi keringanan, saya kira lebih baik dilaksanakan di PSCC,” ujar Martines yang juga menjabat Sekjen PP Pertina.

Tiket Tinju Floyd Mayweather Vs Manny Pacquiao Tanggal 2 Mei 2015 … Cetak Rekor

Pertarungan tinju antara Floyd Mayweather melawan Manny Pacquiao akan mencetak rekor baru. Seperti dilansir Daily Mail, tiket pertarungan yang akan digelar di MGM Grand Garden Arena Las Vegas, Nevada, 2 Mei 2015, itu menjadi yang termahal sepanjang sejarah tinju. Bayangkan saja, tiket termurah laga tersebut akan dijual dengan banderol 1.000 poundsterling atau sekitar Rp 19 juta. Sementara itu, tiket termahal diperkirakan mencapai 5.000 poundsterling atau setara Rp 85 juta.

Bahkan, pasar gelap diketahui telah membeli tiket-tiket termahal untuk pertarungan besar itu. Harga yang dijual di pasar gelap jauh lebih mahal lagi, yakni mencapai 100.500 poundsterling atau sekitar Rp 1,98 miliar! Selain harga tiket, hotel-hotel di sekitar MGM Grand Garden Las Vegas sudah mematok harga tinggi jelang pertarungan itu digelar. Para pendatang bisa dikenai biaya sebesar 1.000 dollar AS (Rp 13 juta) per malam.

Laga antara Mayweather melawan Pacquiao memang sangat dinantikan publik tinju dunia. Pertarungan bertajuk “Fight of the Century” itu sudah ditunggu-tunggu sejak lama. Kedua petinju juga menjanjikan pertarungan menarik. “Kami akan mengerahkan segala kemampuan pada malam nanti. Kami ingin memenangi pertarungan ini lebih dari semua pertarungan yang pernah kami jalani,” janji Mayweather yang diamini Pacquiao. Mayweather saat ini memiliki rekor mentereng dengan 47 kemenangan (26 KO) dan belum terkalahkan. Sementara itu, Pacquiao membawa catatan 57 kemenangan (38 KO), 2 seri, dan 5 kali kalah.

Petinju Filipina, Manny Pacquiao, menertawakan persiapan calon lawannya, Floyd Mayweather Jr, yang meniru gaya tokoh film Rocky Balboa. Awal pekan ini, Mayweather mengunggah beberapa gambar melalui akun Instagram miliknya mengenai persiapan menghadapi megatarung antara Pacquiao dan Mayweather pada 2 Mei mendatang. Mayweather antara lain melakukan persiapan cara kuno dengan membelah kayu dengan menggunakan kapak.

Cara ini meniru apa yang dilakukan Sylvester Stallone dalam film Rocky (1976) saat menghadapi perebutan gelar juara dunia tinju kelas berat menghadapi Apollo Creed maupun Rocky IV saat menghadapi Ivan Drago. Rocky saat itu lebih memilih membelah kayu daripada menghabiskan waktu di gym. Cara-cara tradisional ini sebenarnya sudah tak pernah dipakai para petinju di zaman modern. Namun, cara ini sempat digunakan lawan-lawan Pacquiao pada masa lalu, seperti Oscar De La Hoya dan juga Juan Manuel Marquez, yang memukul KO petinju Filipina ini di Las Vegas pada 2012 lalu.

Manny Pacquiao sendiri mengaku tidak memperhatikan persiapan yang dilakukan calon lawannya tersebut. Ia justru berkonsentrasi untuk meningkatkan kemampuannya menjelang megatarung itu. Tentang persiapan lawannya, ia hanya berkomentar, “Mungkin dia sedang menyiapkan kayu bakar untuk menanak nasi. Dia akan masak, jadi butuh kayu bakar,” seperti dikutip.

Mantan juara dunia tinju kelas berat, Evander Holyfield, menyebut Manny Pacquiao akan menang dalam pertarungan menghadapi Floyd Mayweather karena ada alasan khusus. Berbicara kepada Sports on Earth, Holyfield yang menjadi juara dunia pada dekade 1980-an dan 1990-an ini mengatakan, dalam olah raga tinju ada hukum tak tertulis bahwa tidak boleh ada juara dunia yang mundur tanpa terkalahkan.”Mayweather tidak akan menang. Dalam pandangan saya, dunia tinju saat ini tidak dapat menerima seorang juara dunia mundur tanpa terkalahkan,” kata Holyfield.

“Mereka ingin menjaga bisnis tinju dengan cara seperti ini: seorang petinju mengalahkan lawannya, kemudian akan datang seseorang mengalahkan orang yang menang tadi, lalu datang lagi orang yang mengalahkan orang yang mengalahkan orang tersebut, begitu seterusnya,” ungkap Holyfield.Menurut dia pula, Pacquiao akan menang angka dalam pertarungan tinju kelas welter yang akan berlangsung di MGM Grand Arena, Las Vegas, ini. “Ini yang akan terjadi. Pertarungan akan berlangsung ketat, dan Pacquiao akan menang angka,” kata Holyfield. “Persoalannya nanti akan menjadi: apakah Mayweather masih akan bertarung atau tidak.”

Kubu petinju Filipina, Manny Pacquiao, mendapat suntikan semangat dengan menerima kunjungan bintang film ternama, Mark Wahlberg, menjelang pertarungan menghadapi Floyd Mayweather Jr, 2 Mei mendatang. Wahlberg sempat hadir dan menyaksikan sesi latihan. Pacquiao mengungkap kegembiraannya menerima kunjungan Wahlberg dengan mengunggah peristiwa ini melalui akun Twitter miliknya.

“Terima kasih @mark-wahlberg sudah berkunjung dan mendukung saya dalam latihan sebagai persiapan menghadapi tanggal 2 Mei. Terima kasih Tuhan,” tulis Pacquiao dengan mengunggah gambarnya bersama Wahlberg. Namun, Pacquiao mengatakan juga bahwa ia tidak akan mengorbankan sesi latihannya menjelang pertarungan yang tinggal tersisa empat pekan. “Jangan mencari latihan yang mudah,” tulis Pacquiao. “Harus lebih keras agar kita menjadi lebih baik.”

Mantan juara dunia tinju Zab Judah membantah telah memukul KO Floyd Mayweather Jr dalam sesi latihan menjelang pertarungan menghadapi Manny Pacquiao. Mayweather disebut-sebut sempat terkapar selama lebih dari 10 detik akibat menerima pukulan keras dari Judah dalam sesi latihan, Minggu (22/3/2015). Petinju berjulukan “Money” ini belum pernah terjatuh akibat pukulan lawan, baik dalam latihan maupun pertarungan sesungguhnya. Karena itu, menurut sebuah sumber, kejadian ini sempat menbuat kubu Mayweather terpana.

Menurut Allsports.com, seorang saksi menyebutkan, “Zab (judah) memukul Mayweather dengan telak ke arah perut dengan pukulan hook kiri. Ia langsung jatuh.” Namun, Mayweather disebut langsung bangkit dan langsung membalas dengan pukulan-pukulan keras ke arah Judah. Zab Judah sendiri membantah hal tersebut melalui akun Twitter-nya. “Hal tersebut tidak benar dan tak pernah terjadi, tolong hentikan.”

Zab atau Zabiel Judah merupakan petinju kelahiran Brownsville, New York, 27 Oktober 1977. Sepanjang kariernya, ia pernah menjadi juara dunia di lima kelas yang berbeda. Petinju bergaya kidal ini pernah kalah angka dari Mayweather pada April 2008. Zab memiliki gaya bertarung yang terus merangsek serta pukulan yang keras seperti Manny Pacquiao. Karena itu, ia pernah juga dipilih sebagai mitra tanding Chris Algieri saat bertemu Manny Pacquiao di Makau, November 2014.

Biografi Singkat Petinju Legendaris Manny Pacquiao

Emmanuel Dapidran atau “Manny” Pacquiao adalah petinju, bahkan figur yang paling dikenal di Filipina saat ini. Ia petinju paling berprestasi, penyanyi, bahkan juga politikus yang ditakuti lawan karena popularitasnya.

Di puncak kejayaan dan kekayaannya, Manny Pacquiao bahkan seperti ingin meraih semua impian masa kecilnya. Meski lelah berlatih tinju dan bertindak sebagai anggota kongres, Pacquiao masih sempat menjadi pelatih kepala klub bola basket KIA Sorento miliknya sendiri.

Ia juga memiliki klub liga amatir, MP Hotel Warriors. Pacquiao bahkan sempat memperkuat tim KIA selama tujuh menit sehingga ia sudah memiliki jam terbang sebagai pebasket profesional.

Pacquiao lahir di Kibawe, Bukidnon, Filipina, pada 17 Desember 1978. Putra pasangan Rosalio Pacquiao dan Dionesia Dapidran-Pacquiao ini harus menyaksikan kedua orangtuanya berpisah setelah sang ayah terbukti memiliki keluarga yang lain.

Pacquiao sendiri telah menikah dengan Maria Geraldine “Jinkee” Jamora pada 10 Mei 2000. Pasangan ini memiliki lima anak, yakni Emmanuel Jr, Michael Stephen, Mary Divine Grace, Queen Elizabeth, dan Israel.

Meski hidup kaya raya hasil dari bertinju serta sebagai wakil rakyat, Pacquiao mengaku tidak pernah melupakan impian-impian masa kecilnya pada saat susah. Ia selalu ingin memenuhi keinginan dan ambisinya, termasuk dengan menghadapi dan mengalahkan Floyd Mayweather Jr pada 2 Mei 2015 mendatang.

Berikut 10 fakta masa kecil Pacquiao:
1. Pacquiao selalu ingin menjadi pastor
Sebagai seorang anak, selayaknya di Filipina, Pacquiao ingin menjadi seorang pastor. Namun, kemiskinan yang parah memaksanya memilih profesi sebagai petinju.

2. Keluarga Pacquiao sangat miskin
Pacquiao lahir di kota terpencil dan miskin di Kibawe, Bukidnon, Filipina. Saat berusia dua tahun, Pacquiao dan keluarganya pindah masuk ke pedalaman di Tango, Provinsi Sarangani. Di sini, keluarga ini tinggal di rumah petak dengan hanya satu ruangan.

3. Pacquiao harus naik turun bukit untuk mendapatkan air
Di Tango, Pacquiao muda harus naik turun bukit untuk mendapatkan makanan maupun air bersih. Dalam otobiografi miliknya, Pacquiao menyebut kebiasaan membawa air naik turun bukit jauh lebih bermanfaat membentuk otot tubuhnya ketimbang latihan di pusat kebugaran.

4. Meniru gaya Bruce Lee
Sebagai anak-anak, Pacquiao mencoba meniru kecepatan gerak legenda kungfu, Bruce Lee, melalui film-filmnya. Ia mencoba meniru pukulan dan tendangan ala Bruce Lee dengan menjadikan batang pohon pisang sebagai sasaran.

5. Adu ayam sebagai inspirator
Pacquiao menonton sabung ayam pertama kali pada usia 7 tahun. Pertarungan hewan ini mengajarkan Manny tentang pentingnya keakuratan dan kecepatan pada kaki. Dua hal inilah yang akan menjadi inti kekuatan Manny Pacquiao pada kemudian hari.

6. Impian bila menjadi orang kaya
Tumbuh dalam kemiskinan dan kelaparan, impian pertama dan terbesar Pacquiao adalah ia bersama keluarganya duduk di meja yang berisi makanan berlimpah ruah sehingga ia dan semua anggota keluarganya dapat makan sampai perut kembung.

7. Ia harus bekerja pada usia 7 tahun
Pacquiao mendapat pekerjaan pertamanya pada usia 7 tahun sebagai pembantu seorang nelayan tua. Untuk upah, ia mendapat pembagian ikan hasil tangkapan. Ia menyisihkan dua ekor buat keluarganya dan menjual sisanya seharga 50 peso per ekor. Kegiatan mengangkat hasil tangkapan ini, menurut dia, membantu membentuk bagian tubuh atas yang kuat.

8. Pertarungan pertama Pacquiao dilakukan di jalanan
Pacquiao mendapatkan naluri bertarung dari pengalamannya berkelahi di jalan. Ia harus menghadapi sekelompok anak yang mengganggu adiknya, Bobby, di sekolah. Ia mengalahkan anak-anak itu.

9. Arti nama “Pac-Man”
Tidak seperti dugaan orang, nama “Pac-Man” tidak diambil dari nama video games buatan Jepang tentang tokoh animasi yang terus bergerak memakan titik-titik. Nama itu merupakan kombinasi dari namanya, Pac untuk Pacquiao dan Man untuk Manny.

10. Pacquiao mematahkan tulang rusuk lawannya yang jauh lebih besar
Sebagai seorang remaja, Pacquiao sudah pernah berkelahi dengan semua remaja sebaya di kampungnya. Mereka membuat arena bertarung di Oval Plaza Park dan menyebutnya
sebagai pertarungan di taman. Pacquiao menghadapi dan mengalahkan lawan-lawan yang lebih besar dan lebih berat daripada dirinya. Bahkan, ia pernah mengalahkan petinju yang paling ditakuti, “Amang.” Amang dipukuli dengan keras sampai tulang-tulang rusuknya patah.

Baju dan Sarung Tinju Muhammad Ali Laku Terjual Masing Masing Rp. 4,5 Milyar

Sepasang sarung tangan tinju yang dikenakan Muhammad Ali sewaktu menghadapi Joe Frazier pada 1971 lampau laku terjual 388.375 dollar AS atau sekitar Rp 4,5 miliar dalam sebuah acara lelang. Pemenang lelang yang diadakan di Cleveland, Amerika Serikat, itu hingga kini dirahasiakan identitasnya.

Meski terbilang mahal, tetapi harga sarung tinju Ali tersebut masih kalah jauh jika dibandingkan dengan harga sepasang sarung tinju yang pernah dikenakan Ali saat pertama kali memenangi kejuaraan dunia. Sarung tinju termahal itu dihargai 836.500 dollar AS atau Rp 9,8 miliar.

Sarung tinju yang dikenakan Ali saat melawan Frazier sarat dengan nilai sejarah. Laga antara Ali dan Frazier kala itu dijuluki Fight of the Century atau “Pertarungan Abad Ini”. Pada akhir pertandingan Frazier menaklukkan Ali dan menjadi juara tinju kelas berat dunia. Namun, baku pukul kedua petinju tersebut belum berakhir. Dalam dua laga selanjutnya, yaitu pada 1974 dan 1975, Ali menundukkan Frazier sekaligus menguatkan predikatnya sebagai petinju terbaik sepanjang masa.

Pertarungan Ali melawan Frazer pada 1971 menjadi salah satu momen olahraga yang dikenang baik dalam aspek tinju maupun politik. Kala itu, semua gelar Ali dicopot karena dia menolak masuk wajib militer semasa perang Vietnam. Sebuah baju atau jubah bertanding milik petinju legendaris Muhammad Ali diperkirakan akan laku sekitar 500 juta rupiah dalam sebuah lelang online.

Baju ini pernah dikenakan Muhammad Ali saat mempertahankan gelar juara dunia tinju kelas berat menghadapi Jimmy Young pada 1976 lalu. Menurut lembaga lelang, SCP, yang berbasis di Laguna-Niguel, California, jubah Muhammad Ali tersebut dalam keadaan seperti saat masih dikenakan si “Mulut Besar”.

Namun, jubah Muhammad Ali ini bukanlah “bintang” dalam acara lelang yang akan berlangsung 20 November hingga 7 Desember ini. Harga terbesar diperkirakan akan jatuh pada medali emas milik atlet AS, Jesse Owens, yang diraihnya di Olimpiade Berlin pada 1936.

Kehadiran dan kemenangan Jesse Owens pada Olimpiade Berlin 1936 dianggap sangat fenomenal. Owens “mempermalukan” pemimpin Nazi, Adolf Hitler, yang saat itu menggunakan ajang Olimpiade untuk menunjukkan keunggulan ras aria atau kulit putih. Owens meraih empat medali emas di Berlin pada nomor 100 dan 200 meter, estafet 400 meter, dan nomor loncat jauh.

Chris John Berhenti Bertinju Karena Penurunan Kondisi Fisik

Petinju Indonesia Chris John akhirnya memutuskan mundur dari dunia tinju setelah gagal mempertahankan gelar juara kelas bulu WBA saat kalah dari petinju Afrika Selatan Simpiwe Vetyeka di Australia, awal Desember 2013.

Petinju dengan rekor bertarung 48 kali menang (22 di antaranya dengan KO), tiga kali seri, dan sekali kalah, ketika dihubungi dari Semarang, Kamis, 19 Desember 2013, mengatakan dari pertandingan terakhir (melawan Simpiwe Vetyeka), dirinya merasa fisiknya sudah menurun.

“Dari pertarungan terakhir, saya merasa fisik saya sudah mulai menurun dan mungkin juga faktor usia,” kata ayah dari Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani tersebut.

Menurut petinju kelahiran Jakarta, 14 September 1979, tersebut, seperti yang dia utarakan sebelumnya, dia dirinya akan pensiun pada usia 35-an tahun. “Saat ini saatnya saya untuk mundur,” katanya.

“Saya sudah konsultasi dengan Craig Christian (pelatih Chris John) dan ia mendukung semua keputusanku karena kondisi badanku yang tahu ya saya sendiri,” katanya.

Menyinggung rencana ke depan, petinju asal Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, tersebut mengatakan, sampai kini dia belum ada rencana. “Nanti saya dan manajemen akan bicara lebih lanjut,” katanya. (Berita Soal Chris John Klik di Sini)

Chris John menjadi juara dunia kelas bulu (57,1 kilogram) setelah mengalahkan petinju Kolombia Oscar Leon melalui pertarungan ad-interim di Bali, 26 September 2003.

Setelah itu, Chris John berhasil mempertahankan gelarnya sebanyak 18 kali. Dari 18 kali mempertahankan gelar tersebut, lima di antaranya melalui pertarungan wajib atau mandatory fight yaitu melawan Jose Cheo Rojas (Venezuela), Derrick Gainner (Amerika Serikat), Juan Manuel Marquez (Meksiko), Roinet Caballero (Panama), dan Hiroyuki Enoki (Jepang).

Bahkan, setelah mengalahkan Hiroyuki Enoki di Jepang, 24 Oktober 2008, Chris John berhak menyandang gelar Super Champions kelas bulu WBA karena berhasil mempertahankan gelar sebanyak 10 kali tanpa putus.

Kemenangan lain (15 kali) dalam mempertahankan gelar dia dapat melalui pertarungan pilihan atau choice. Dia juga meraih tiga kali hasil seri, yaitu saat melawan Jose Cheo Rojas (Venezuela), Rocky Juarez (Amerika Serikat), dan Satoshi Hosono (Jepang).

Pertarungan pilihan Chris John yang berakhir dengan kemenangannya di antaranya saat melawan Osamu Sato (Jepang), Tommy Brouwn (Australia), Renant Acosta (Panama), Zaiki Takemoto (Jepang), Fernando David Saucedo (Argentina), Daud Yordan (Indonesia), Stanyslav Merdov (Ukraina), Shoji Kimora (Jepang), dan Chonlatarm Piriyapinyo (Thailand).

Pada pertarungan terakhir di Metro City, Perth, Australia Barat, Australia, 6 Desember 2013, Chris John gagal mempertahankan gelarnya setelah kalah TKO di ronde keenam (tidak melanjutkan pertarungan pada ronde ketujuh).